Azallea Amaira Alardo
Gadis cantik yang sering disapa Ara itu harus menerima rumitnya kehidupan dan kenyataan pahit yang ia jalani. Berulang kali ia merasakan kejamnya kehidupan. Menangisi setiap kejadian yang menimpa dirinya. Hingga ia bertemu seorang pria tampan yang tak lain adalah guru baru dikelasnya. Pria tampan yang datang dari masa lalu dan membantu ia mengingat lagi semua memori yang indah. Mengubah hari harinya lebih berharga dan berwarna.
Laurensius Riko Zafano
Pria tampan yang hadir dalam kehidupan Ara. Memberikan warna keindahan dalam kehidupannya.
.
.
.
.
Bagaimana kisahnya? Bagaimana kelanjutannya? Akankah dia bersama dengan pria tampan dari masa lalunya? Akankah semua akan berakhir tanpa adanya kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ~senjaku~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
Di pasar malam Ara terlihat memeluk boneka beruang besar berwarna biru yang ia dapatkan dari Riko yang memenangkan permainan disalah satu stand.
Ia terlihat menahan senyum bahagia karna mendapatkan boneka yang ia inginkan. Berawal dari ia yang sedari jauh memperhatikan dan kini ia bisa membawa pulang boneka beruang kesukaannya.
“Lihatlah badan kamu yang kecil Itu ketutupan boneka. Berasa lihat boneka jalan sendiri saya” ejek Riko dibelakangnya.
“Bilang aja kalo pendek” ketus Ara.
“Ternyata kamu sadar juga ya” kata Riko terkekeh geli.
Ara yang mulai kesal melangkah dengan cepat sampai ia menabrak orang didepannya karna pandangan terhalang boneka.
“Maafin pacar saya pak. Makhlum badannya kecil ketutupan boneka segede ini. Maaf ya pak” kata Riko pada bapak bapak yang baru saja ditabrak Ara.
Riko tersenyum pamit sambil menarik tangan Ara. Ara hanya diam tanpa mengucapkan kata sedikit pun.
“Ingat jangan ceroboh lagi” kata Riko berbalik menatap Ara.
“Sekarang kita makan baso saja ayo” sambungnya menarik Ara lagi.
Sebenarnya Riko tidak kuat menatap wajah menggemaskan Ara. Maka dari itu ia segera menarik Ara lagi.
Ara terus mengikuti kemana Riko melangkah dan sampailah mereka di stand baso. Ia menaruh boneka beruangnya pada kursi disampingnya dan Riko duduk di depannya.
“Bu basonya dua porsi sama teh angetnya dua ya” kata Riko ramah.
Ara masih terus menatap Riko yang terlihat menggemaskan dimata Riko.
“Bisa tidak kau alihkan matamu itu” ucap Riko pura-pura kesal padahal dia bahagia.
“Tadi kenapa kau bilang aku pacarmu?” tanya Ara blak blakan.
Riko seketika tersedak mendengar pertanyaan yang terlontar begitu saja dari bibir Ara.
‘Astaga ternyata sifat blak blakannya yang satu ini juga tidak hilang walaupun ia lupa ingatan astagaaaa’ batin Riko.
Belum sempat Riko menjawab pertanyaan Ara, pesanan mereka pun datang.
‘Syukurlah’ batin Riko.
“Ini mas mbak pesenannya” kata ibu baso.
“Silakan dinikmati mas mbak” sambung ibu baso lalu beranjak pergi.
“Terimakasih” ucap Riko dan Ara bersamaan.
Riko dan Ara memutuskan untuk makan tanpa ada percakapan lagi diantara mereka. Ara juga sangat menikmati baso yang ia beri saos dan sambal.
Riko sesekali melirik Ara yang terlihat lahap. Ia tersenyum mengingat malam ini mungkin jarang terjadi nantinya. Ia merasa bahagia bisa sedekat ini walau hanya beberapa saat.
“Oh iya kak Fino sama kak Lisha mana?” tanya Ara menatap kesana kemari mencari sosok kakaknya.
“Mereka tidak jadi kesini. Kak Lisha masuk angin. Sudah cepat habiskan makanmu dan kita pulang” kata Riko tanpa menatap Ara.
Selesai makan dan membayar mereka memutuskan pulang atau lebih tepatnya Riko mengantarkan pulang Ara. Ara memeluk pinggak Riko dengan boneka di tengah sebagai penghalang, itu pun juga atas perintah Riko.
Kali ini Riko mengendarai motor sportnya dengan kecepatan sedang. Ia tidak ingin kejadian di parkiran tadi terulang lagi.
Riko memarkirkan motor sportnya tepat didepan teras pintu utama. Ara segera turun tidak lupa bonekanya.
“Cepat masuk dan tidurlah. Saya pulang” pamit Riko lalu melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan halaman rumah Ara tanpa mendengar jawabannya.
“Makasih” ucap Ara lirih lalu berjalan membuka pintu utama.
Ara melangkah menaiki anak tangga sambil tersenyum dan sesekali tertawa kecil terlihat ia sangat bahagia malam ini.
Fino yang baru saja keluar dari dapur untuk minum terkekeh geli melihat tingkah langka adiknya dianak tangga. Ia pun beranjak menuju kamarnya melanjutkan tidur dengan sang istri tercinta.
🔥🔥🔥
habis luu.. menyesal belakangan pak..🤭
kalau boleh kasih saran bikin cerita tentang anak" mereka.
kayaknya seru dech.....