VENUS ANGEL Seorang artis terkenal rela menjadi NERD hanya untuk menjalankan misi pembalasan dendam pada pelaku pembantaian keluarganya yang terjadi beberapa tahun silam.
Mencari pelaku ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Penuh MISTERI, TEKA TEKI bahkan adanya sebuah RAHASIA.
Dalam misi pembalasan dendamnya, ia malah sering mendapatkan ancaman yang tentunya membayakan nyawanya sendiri. Siapa sangka, ternyata pengancam itu adalah orang yang paling ia sayangi.
Dapatkah dia menemukan pelakunya? Apakah ia bisa membalaskan dendamnya? Dan bagaimana dengan kisah cintanya?
Untuk tahu lebih lanjut, Ikuti terus kisahnya yaaa....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amha Amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman
"BERHENTI." Ucap seseorang dari belakang kerumunan semua siswa
Mendengar suara itu semua siswa disana langsung menghadap ke belakang untuk melihat siapa orang itu, seketika semua siswa memberikan jalan bagi orang itu untuk lewat.
Venus dkk dan Viona dkk seketika berhenti menjambak satu sama lain. Sekarang kondisi mereka semua benar benar sangat kacau. Bagaimana tidak? rambut mereka sangat berantakan bahkan mungkin banyak yang rontok karena mereka sama sekali tidak kasih ampun bagi lawan.
Ketika orang tersebut jalan, tiba tiba mereka yang disana merasakan atmosfer yang berbeda, suasana berubah menjadi tegang dan sangat mencekam.
Dia seorang wanita dengan usia yang cukup muda, cantik, tegas, dan sangat terlihat berwibawa karena dia memasang wajah datar dan dinginnya, tapi dia tetap terlihat sangat cantik.
"Mata itu... Ahh.. itu gak mungkin." batin Venus ketika melihat wanita yang baru saja menegurnya
"Ada apa ini?" Tanya wanita itu dengan wajah dinginnya
"Mereka yang salah bu." Ucap teman Viona, namanya Sena sembari menunjuk Venus dkk
"Enak aja, Kalian yang mulai duluan." protes Glenca
"Semuanya bubar." Tegas guru itu membuat semua siswa bubar dari kantin
"Ahhh... Gak seru." Gerutu Langit
"Belum juga ketahuan siapa pemenangnya." Timpal Galaxy kesal kemudian pergi dari sana di ikuti yang lain
"Kalian ikut saya." perintah guru tersebut dengan wajah dinginnya kepada Venus dkk dan Viona dkk
Tanpa ba bi bu lagi, mereka semua mengikuti guru dari belakang. Selama berjalan mereka terus ribut membuat guru itu geram, tapi dia hanya mendengarkan tanpa berniat melerainya. Tak lama kemudian mereka semua sudah memasuki sebuah ruangan yang bertuliskan ruang BK.
Guru tersebut menatap satu persatu murid yang ada di depannya itu dengan intens.
"Apa kalian tidak punya malu, ribut seperti tadi?" Tanya guru itu yang mulai mengintrogasi Venus dkk Dan Viona dkk dengan nada yang sedikit meninggi
"Dia numpahin makanan ke kita bu, ya kita gak terima lah." Ujar Viona menunjuk Venus
"Gue kan gak sengaja, lagian kalian juga yang salah pake nyuruh kita buat beliin makanan, emang kita babu lo apa." Jawab Venus dengan ketus
"Berani ya lo sama gue." Marah Viona
"Siapa takut" Seru Venus seakan menantangnya
"Wah.. Nerd aja sok banget." Ucap Siren
"Nerd bukan berarti lemah, jangan lo anggap semua cewek nerd itu gak berdaya." Ucap Naya yang terlihat sangat kesal
"Kalian emang lemah, miskin." Ejek Sena sinis
"Jaga ya mulut lo." Kecam Venus tak terima dikatai miskin
"Apa?! mau ribut lagi? Ayo." Tantang Viona
"Ayo." Ujar Venus dkk
Melihat mereka ribut kembali, guru tersebut langsung naik pitam.
"Diam." Bentaknya membuat semuanya terdiam seribu bahasa
"Perilaku kalian tidak mencerminkan sebagai siswa sekolah. Sekarang ibu akan hukum kalian." Tegas guru itu
"Kalian semua bersihkan semua toilet di sekolah ini." Ucap guru itu lagi dengan tegas
"What?!" Pekik mereka semua
"Masa iya gue Venus Angel, harus bersihin toilet? Apa kata dunia?" batin Venus
Viona menatap sekilas bet nama milik guru tersebut kemudian dia tersenyum sinis.
"Ibu Naomi, anda guru baru disini bukan?" Tanya Viona tiba tiba
"Iya, saya baru tiga hari disini." Jawabnya singkat
"Ibu tidak bisa menghukum saya begitu saja. Apa ibu tahu siapa saya? Saya adalah..." Belum selesai Viona menyelesaikan kata katanya tiba tiba terpotong ucapan seseorang
"Putri pemilik sekolah ini. Benar bukan?" Ucap bu Naomi dengan santainya seakan tak memiliki beban
"Bagus kalo ibu tahu, jadi ibu juga tahukan resikonya jika berani menghukum saya." Seru Viona dengan nada sombongnya
"Ck... Baru anak pemilik sekolah bukan anak presiden." Celetuk Glenca tersenyum sinis kearah Viona
"Biasalah, namanya juga anak tidak tahu peraturan." Timpal Venus sinis dengan tangan terlipat di perutnya
"Apa lo bilang?" Kesal Viona menatap tajam Venus yang sedamg tersenyum sinis padanya
"Anak tidak tahu peraturan. Itu yang gue katakan tadi, apa kurang jelas?" Sinis Venus
"Kurang ajar ya lo." geram Viona hendak menyerang Venus
"Diam semuanya." Bentak bu Naomi lagi dan lagi
"Viona. Saya tahu kamu anak pemilik sekolah, tapi peraturan tetaplah peraturan dan itu tidak bisa dibantah. Saya tidak takut resiko apa yang akan saya ambil." Ucap Bu Naomi menatap Viona dengan intens
"Ibu bisa saja di pecat sebagai guru di sekolah ini." Seru Viona berusaha mengancam Naomi agardia tidak jadi menghukumnya
"Saya tidak takut, Justru karna saya seorang guru, Saya harus bisa mendidik anak bimbing saya dan jika mereka salah maka harus saya hukum." Seru Bu Naomi dengan wajah datarnya dan tak terlihat rasa takut sedikitpun
"Dia beda dari yang lain, gue salut sama bu Naomi." batin Venus kagum dengan keberanian gurunya
"Ohh.. Jadi tidak takut? Oke, saya telfon daddy saya sekarang juga." Ucap Viona sembari mengeluarkan ponselnya sebagai tanda bahwa ia tidak main main dengan ancamannya
"Silahkan." Ujar bu Naomi mempersilahkan Viona tanpa berniat mencegahnya
Viona berjalan sedikit menjauh dari sana, dan dia mulai mengotak atik ponselnya kemudian menelpon seseorang yang tak lain adalah Daddynya, Tuan Dawson. Namun naas setiap panggilan yang ia lakukan tidak pernah diangkat sama ayahnya, mungkin ayahnya sedang sibuk meeting dengan Client. Hal itu membuat Viona mendengus kesal.
"Bagaimana?" Tanya Bu Naomi ketika melihat Viona mulai Frustasi karena telfonnya tidak diangkat sama ayahnya
"Paling juga gak ada yang mau ngangkat." Celetuk Naya mengejek Viona
"Siapa bilang? Gue telfon mommy." Ucap Viona kemudian kembali fokus pada ponsel untuk menelpon mommynya. Namun sangat disayangkan, mommynya juga tidak bisa di hubungi sama sekali.
"Ihhhh... Mereka lagi ngapain sih, susah banget dihubungin." Gerutu Viona pelan tapi masih bisa di dengar semua orang disana
"Pfftt.... Hahaha..... Kasihan banget ya lo, orang tua lo aja gak peduli sama lo." Tawa Glenca mengejek Viona
"Lagian pake sok sok'an ngancem. kili ibi hikim siyi, Ibi bisi dipicit simi diddy siyi." Cibir Venus menirukan gaya bicara Viona dengan mengganti vokalnya dengan huruf ' i '
"Diem lo." Kesal Viona
"Jangan ribut lagi, sekarang Viona dkk bersihkan toilet di lantai bawah dan kalian bersihkan toilet di lantai atas. Mengerti." Perintah Bu Naomi dengan tegas
"Mengerti bu." Ucap Venus dkk serentak sedangkan Viona dkk hanya pasrah menyetujuinya
"Ingat, jangan pulang sebelum semuanya selesai." Tegas Bu Naomi.
"Iya bu."
**Bersambung...
...----------------...
Jangan lupa kasih Likenya yaa.....
Salam manis dari author**...