Sedang dalam proses REVISI. Jika tanda ini sudah menghilang berarti Novel ini akan lanjut ke Season 02.
Setelah menghilang selama lima tahun, Jian Bai akhirnya muncul dan akan mencari orang yang telah membunuh keluarganya.
Jian Bai adalah tuan muda dari keluarga Jian, Keluarga tersebut memiliki bisnis cukup baik di kota Beijing Cina.
Karena persaingan bisnis keluarga Jian tidak sengaja memprovokasi keluarga-keluarga terkuat di daratan Cina, Akhirnya semua keluarga Jian di bantai habis dan menyisakan Jian Bai seorang.
Jian Bai saat itu tidak memiliki kekuatan untuk melawan tau pun balas dendam, ia pun mengasingkan diri.
Setelah mengalami penderitaan selama hidupnya. ia tidak sengaja menemukan keajaiban dalam hidupnya dan memiliki kekuatan yang luar biasa saat pengasingannya.
Jian Bai menemukan kalung yang sangat misterius, kalung itu membuat nya menjadi kuat dan tidak terkalahkan.
Mungkin Jian Bai akan menemukan pelaku pembunuhan terhadap keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WKamil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 16.
" Karena tuan Jian memiliki tingkat Spiritual yang lebih tinggi dari kami, bahkan memiliki elemen Epic." kata Bei Ming.
" Bener tuan Jian aku saja baru di tingkat Spiritual Trainee. " kata Gu Pai.
" Ehh! siapa kau? aku pertama kali melihat mu." tanya Jian Bai kepada Gu Pai.
Gu Pai pun maju selangkah ke hadapan Jian Bai dan langsung menundukkan kepalanya. " Salam tuan Jian, saya Gu Pai wakil dari bos Bei Ming. " kata Gu Pai.
' Sepertinya anak ini memiliki potensi bagus, aku penasan elemen apa yang di miliknya.' batin Jian Bai.
" Oh! kau temannya Bei Ming, menarik sekali walaupun berada di tingkat Trainee, kau cukup mahir menggunakan spiritual mu, apa elemen spiritual mu? " tanya Jian Bai kepada Gu Pai.
" Saya memiliki elemen air tuan Jian." jawab Gu Pai.
" Menarik sekali, oke kalo begitu aku akan menjadi ketua kelompok kalian tapi ingat aku tidak mau kalian mencampuri urusan pribadiku. " kata Jian Bai.
" Kenapa tuan Jian? " tanya Bei Ming.
" Aku tidak mau kalian terlibat masalah pribadiku, kalo kalian masih bersih keras mencampuri urusan pribadiku aku tidak akan segan membunuh kalian semua. " kata Jian Bai sambil mengeluarkan aura Spiritual di sekeliling nya.
SWWOONGGG!
Semua yang ada di Club MIX merasa ketakutan melihat aura Spiritual yang di keluarkan oleh Jian Bai.
' Aku tidak salah tuan Jian pasti berdasarkan di tingkat Grand Spiritual Master. ' batin Bei Ming.
' Ini aura Spiritual yang sangat besar, setidaknya tuan Jian berada di tingkat Grand Spiritual Master ' batin Gu Pai.
Jian Bai pun langsung menghentikan aura Spiritual nya. " Kenapa kalian semua merasa takut melihat ku mengeluarkan aura spiritualku. " ujar Jian Bai.
Mereka semua terdiam dan tak mengatakan apapun. " Ya sudahlah kalo begitu aku pergi dulu, besok saja kita bicarakan tentang nama kelompok kita yang baru." kata Jian Bai pergi dari Club MIX.
Semua yang ada di Club MIX merasa lega, karena Jian Bai pergi. " Aahuh...akhirnya tuan Jian, pergi juga." ujar Bei Ming.
" Iya bos... mengerikan sekali tuan Jian." ujar Gu Pai.
" Ya! kan aku bilang, dia sekarang berbeda dengan yang dulu." kata Bei Ming.
Tak lama Jian Bai keluar, Ia pun membuka pintu. " Ahh... aku lupa, bolehkah aku pinjam motor yang kemarin? " ujar Jian Bai yang meminta di pinjamkan lagi motor.
' Apa! kenapa tuan Jian, balik lagi.' batin Gu Pai.
' Untung saja dia tidak mendengar apa yang aku katakan tadi.' batin Bei Ming.
" Kenapa kalian diam, boleh kah aku meminjam motor yang kemarin." kata Jian Bai.
" Boleh tuan! " ujar anak buah Bei Ming yang kemarin di pinjam motornya oleh Jian Bai.
" Ohiyah, kau yang kemarin meminjamkan aku motormu ya! " kata Jian Bai.
" Iya tuan Jian, ini kunci motornya." kata anak buah Bei Ming yang menghampiri Jian Bai sambil memberikan kunci motornya.
" Oh, terimakasih ya! nanti saya kembali." kata Jian Bai menerima kunci motor tersebut.
" Ti.. tidak usah tuan Jian, ambil aja motornya. La.. lagian aku punya satu lagi di rumah. " kata anak buah Bei Ming.
" Ah...aku tidak mau menerima barang dari siapapun secara gratis. Nanti kalo aku punya uang, aku akan bayar motormu ya! " kata Jian Bai sambil menepuk bahu anak buah Bei Ming tersebut.
Sontak anak buah Bei Ming badannya pun bergetar karena di tepuk bahunya oleh Jian Bai. ' aduh... kenapa tuan Jian menepuk bahuku aku merasa tidak enak.' batin anak buah Bei Ming.
" Ya kalo begitu aku pergi dulu Bei Ming, Gu Pai dan semuanya bye. " ujar Jian Bai yang langsung pergi menuju pintu keluar.
" Ya tuan! hati hati di jalan. " ucap Bei Ming.
" Akhirnya tuan Jian pergi juga. Semua kembali bekerja! " kata Bei Ming menyeruh semua anak buahnya.
" Baik Bos! " ujar semua anak buah Bei Ming.
...
Lima menit Jian Bai pergi. Tiba-tiba Su Mei datang dan menendang pintu masuk Club.
BRRAAKK!!
" Jian Bai!! dimana kau. " teriak Su Mei. Semua yang ada di Club kaget dan karena Su Mei begitu marah.
" Berani sekali kau meninggalku, Jian Bai! " teriak Su Mei. sampai menjadi tonton pengunjung Club MIX.
" Kenapa wanita itu, apa dia sudah gila teriak-teriak ." ucap pengunjung di Club tersebut.
" Mungkin saja dia sedang mencari suaminya di sini.
Datanglah Bei Ming yang merasa terganggu dengan suara teriakan. " Ada apa ini. Kenapa berisik sekali,ehh.. nona Su!. " ujar Bei Ming yang kaget bahwa suara berisik itu adalah teriaknya Su Mei.
" Nah kebetulan sekali! kau ada di sini Bei Ming." kata Su Mei. berjalan menghampiri Bei Ming.
' Sialan, kenapa harus ada nona Su. tadi singa jantan sekarang muncul sangat betina. ' batin Bei Ming.
" Apa kau melihat Jian Bai kemari? " tanya Su Mei.
"Euh... anu, tadi sih tuan Jian kemari sebentar. Tapi sekarang sudah pergi. " jawab Bei Ming.
" Apa kau tau dia pergi kemana? " tanya Su Mei.
" Aku kurang sih tau, tuan Jian pergi kemana nona Su." jawab Bei Ming.
' Sialan, baru saja ketemu sudah menghilang lagi kamu Jian Bai. bukannya menunggu ku sebentar malah pergi. ' batin Su Mei yang sangat kesal sama Jian Bai.
" Oke lah kalo begitu, kalo Jian Bai ke sini beritahu aku ya! Bei Ming. " kata Su Mei sambil berjalan keluar.
" Baik nona Su." ucap Bei Ming.
...
Sementara itu Jian Bai sedang berada di perjalanan memakai motor yang ingin pulang kerumah Chu Ying.
HACHUUU! (bersin)
' Kenapa tiba-tiba hidungku merasa tidak enak ya! ' batin Jian Bai.
' Ohiyah! aku tidak enak dengan Su Mei karena meninggal di apartemen tadi, lagian Su Mei make upan pasti lama.' batin Jian Bai.
' Kira-kira adik ku Chu Ying ada di rumah gak ya.' batin Jian Bai.
Beberapa menit kemudian Jian Bai pun sampai di rumah Chu Ying. Ia pun seperti biasa memarkirkan motornya di luar dan berjalan ke rumah.
" Chu Ying! kakak pulang." ucap Jian Bai yang membuka pintu rumah.
"Ehh... kenapa tidak ada orang." kata Jian Bai yang berkeliling di dalam rumah.
Jian Bai pun sadar dan mengingat bahwa jam segini, Chu Ying pergi ke kampus. " Aku ingin! Chu Ying kan pergi ke kampus, kenapa aku merasa jadi pikun begini ya. " ujar Jian Bai dan langsung duduk di sofa.
" Bosan sekali di sini, apa aku harus menyusul Chu Ying ke kampusnya ya!" ujar Jian Bai yang santai di sofa.
Jian Bai pun seketika berdiri dari sofa. " Oke lah kalo begitu! aku pergi ke kampus saja. " ucap Jian Bai yang penuh bersemangat.