Cherry adalah seorang gadis yang beruntung, ia memiliki keluarga yang hangat dan sangat menyayanginya, hidupnya seperti impian banyak gadis seusianya terlebih ia memiliki Kakak Laki laki yang selalu melindunginya Kevin, di sekolah berpacaran dengan pria paling populer sekaligus ketua OSIS Dion Prince, namun setelah kehadiran dua Pria bernama Bumi dan Langit hidupnya berubah, masa lalu yang selama ini ia cari kebenarannya perlahan mulai terungkap. Akankah Cherry berhasil mengetahui masa lalunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta segi tiga
Seharian itu di sekolah Cherry berusaha mengatur emosinya, ia sudah tidak mau kelihatan lemah lagi di depan Dion, kalau memang terbukti Dion ada rahasia tentang perempuan lagi, kali ini ia berniat untuk benar benar memutuskannya.
"Hai Cher ajarin aku soal yang ini dong" Ujar Dion di sela sela break mata pelajaran kedua, Bu Indah guru Matematika mereka sedang keluar kelas karena ada urusan mendadak di kantor.
"Yang mana?" Tanya Cherry mencoba untuk bersikap sangat normal.
Dion menunjuk soal yang tak bisa dipecahkannya, dengan gercep Cherry mengerjakan soal itu sambil mengajari Dion.
"Udah paham kan?"
"Udah, emang style ngajarin kamu itu keren banget, aku gampang paham kalau kamu yang ajarin." Puji Dion.
"Biasa aja" Ucap Cherry.
Riana yang baru kembali dari meja Karin teman sekelas mereka dengan serta merta mengusir Dion.
"Sana sana, cari cari kesempatan aja Loe deket deket Cherry." Ujar Riana galak sambil bertolak pinggang.
Dion balik sinis menatap Riana "Mulai deh nyamuk ini ganggu." Dion mau tak mau bangkit dari bangku Riana yang di dudukinya.
"Nyamuknya tuh bukan gue, tapi cewek pirang di SW lo semalem, emang kampret lo Dion" Bisik Riana di telinga Dion sesaat sebelum Dion akan beranjak pergi.
DEG!!!
Dion tercekat, ia langsung memalingkan wajahnya ke Cherry.
Memperhatikan Gadis itu, tapi anehnya ia terlihat tampak normal, biasanya saat Dion bersama cewek lain Cherry akan berubah sikap padanya, Cherry akan menjauhinya dan juga mengabaikannya. "Kayaknya dia belum tau" gumamnya dalam hati.
Semalam tanpa ijin Dion, Lulu yang memposting Foto Selfie mereka di Status WhatsApp milik Dion, untungnya baru lewat 30 menit dan saat belum banyak kontak yang membuka status itu, Dion menyadarinya dan buru buru menghapusnya, ia ingat betul kalau yang melihat status itu hanya 5 orang, namun seingatnya bukan Cherry maupun Riana. Ia tak ingat dengan betul siapa saja yang jelas bukan 2 orang itu.
Riana menoyor bahu Dion "Huh dasar laki laki sok laku, muak banget gue sama lo"
Dion hanya diam saja tak membalas ucapan Riana, ia sangat takut kalau kalau Cherry sudah tahu sesuatu tentang ia dan Lulu.
Sedangkan saat itu juga beberapa teman teman sekelas mereka menatap ke arah Dion dan Riana, dikelas ini mereka malah menyangka Dion dan Riana yang punya hubungan khusus.
Bisik bisik mulai terdengar dari deretan pojok kiri depan, hingga baris ke 3nya, tempat Arin, Soraya dan gengnya duduk.
Mereka menatap jijik ke arah Riana.
Riana memutar matanya jutek lalu duduk kembali di samping Cherry yang saat ini sedang memainkan Hpnya.
Mereka tak saling berbicara dalam waktu yang cukup lama.
Dari bangkunya Dion terus mempehatikan Cherry, hatinya sangat tak tenang, baru seminggu yang lalu Cherry memberinya kesempatan, tapi saat ini kedatangan Lulu di waktu yang sangat tidak tepat dan membuat dirinya terjebak dalam cinta segitiga yang membuatnya bingung seperti ini.
Bel berbunyi nyaring, siswa siswi kelas itu berhamburan keluar kelas.
Begitupun Cherry dan Riana yang dengan secepat kilat pergi ke bukit Rahasia.
Cahaya matahari terasa sangat menyengat disiang itu, namun bukit itu cukup teduh Karena ada pohon mangga yang cukup besar menaunginya.
Bunga bunga mawar bermekaran tetapi tak seindah yang Cherry lihat biasanya
Cherry mulai duduk di rerumputan di dekat pohon itu, Riana mengikutinya.
"Ri, lo tau kan cewek di foto itu?" Tanya Cherry dengan suara yang sedikit bergetar.
Riana terdiam, ia memilih kata kata yang pas untuk diutarakannya.
"Emmm"
"Lo tau kan Ri, gue tau Lo pasti tau dia siapa."
Riana mengangguk lemah "Sebenernya ini alasan kenapa gue selalu kurang setuju lo sama Dion Cher."
"Dia siapa Ri, jujur sama gue." Desak Cherry.
"Lulu Agatha" Ucap Riana ia menarik nafasnya kemudian berkata "Mantan pacar Dion, Cinta pertamanya Dion waktu masih di Kota Nirwana"
Cherry tersenyum pahit "Oh pantes" Ujarnya seakan menyadari sesuatu
"Pantes kenapa Cher? Lo gak kurang seper senpun dari dia kok, masa lo ngerasa insecure? Atau sebenernya udah ada hal yang aneh terjadi?" Tanya Riana penasaran, ia tak tega melihat sahabatnya yg terlihat sedih.
"Jujur aja semalem cewek itu yang angkat telpon gue Ri, berarti semalem dia bareng sama Dion, gue rasa dia yang sengaja pasangan SW itu."
"Jadi maksud Lo bukan si Dion yang masang?"
"Iya pasti bukan, dari gelagatnya kesannya kayak mau nunjukin kalau Dion itu miliknya." Ujar Cherry mencoba mengutarakan kecurigaannya.
"Jadi menurut lo, si Dion gak niat selingkuh gitu?" Tanya Riana masih tak mengerti jalan fikiran sahabatnya.
"Bisa iya, bisa enggak Ri, makanya gue mau cari tau, kalau emang dia selingkuh, enough Ri." Kata Cherry sambil menatap lurus kedepan.
Riana melihat raut wajah sedih nampak jelas di muka sahabat kesayangannya itu.
"Cher gue dukung lo, jadi gue harus apa?"
"Lo bersikap biasa aja Ri, gue pun akan bersikap biasa aja, dengan gitu kita mungkin bisa cepet dapet kebenaran yg sebenernya."
"Baiklah, gue ikutin rencana lo, apa yang bisa gue bantu?"
"Gak ada Ri, gue yakin malah cewek itu yang bakal nyariin gue" Kata Cherry dengan sangat Yakin.
***
Benar saja sepulang sekolah, Lulu sudah menunggu Dion di Parkiran. Dengan mengendarai mobil sedan mewah milik Dion, tentu saja sudah dengan ijin Mami Dion.
Dion berjalan gontai menuju ke arah gerbang sekolah, tempat dimana ia biasa menunggu Supir Keluarga Rood untuk menjemputnya.
Dion Prince Rood adalah satu satunya anak dari Edward Rood seorang pengusaha kontruksi yang sangat berpengaruh di kota Jala. Selain memilik darah Belanda dari Ayahnya iapun mewarisi darah Sunda yang didapat dari Maminya.
Itulah mengapa visual Dion sangat menawan layaknya Pangeran.
Baru sampai ke parkiran ia melihat jelas mobil yang merupakan mobil miliknya terparkir dengan kedua kaca depan mobil yang terbuka.
"Dion" Panggil Lulu sembari membuka pintu mobil untuk menghampirinya.
Gadis itu memakai dress polos berwarna putih yang menonjolkan sedikit lekuk pinggangnya, membuat kulit putihnya bersinar di bawah teriknya matahari siang itu.
"Lulu kenapa kamu kesini?" Tanya Dion dengan agak panik.
"Gak boleh ya, aku cuma pengen jalan bareng kamu sebelum aku pulang." Jawabnya dengan nada sedih yang disengajanya.
Dion menarik tangan milik gadis itu dan bergegas membawa Lulu masuk ke dalam mobil, Dion kali itu duduk di bangku kemudi, menutup semua pintu dan jendela mobil itu rapat rapat, seperti aktor yang sedang bersembunyi dari Paparazi.
Namun ia lupa kalau kaca depan mobilnya merupakan kaca mobil yg bisa berganti menjadi mode tembus pandang sehingga lupa mengaktifkan mode gelap.
"Jadi bener kan Dion, kamu takut ketauan." Ucap Lulu dibarengi dengan jemarinya yang bergetar lalu diremasnya.
"Lu, aku harap, kamu jangan bertindak semaunya."
"Kalau kamu masih sayang aku, kenapa kamu mikirin perasaan perempuan itu Dion" Dada gadis itu naik turun menahan diri untuk tidak meledak.
Dion membeku, ia bingung dengan perasaannya sendiri, menyakiti Cherry tak pernah menjadi tujuannya sejak awal, meskipun Cherry yang duluan menyukainya, lambat Laun iapun menyukai Cherry dengan tulus.
"Kamu suka dia Dion?" Gadis itu menatap nanar meminta jawaban.
Dion mengangguk pelan "Iya, aku suka dia, awalnya cuma pengalihan agar aku bisa sedikit lupa kenangan kita, tapi lambat laun aku gak bisa ngontrol hatiku."
Tangis Lulu seketika pecah, ia merasakan sesak di dadanya seakan di hantam oleh benda tumpul. "Dion jangan ngomong lagi cukup, hatiku sakit banget."
Dion terdiam kali ini ia merasa benar benar telah menjadi bajingan.
"Lu aku mohon jangan nangis, hatiku juga ikut sakit."
Gadis itu terus menangis, membuat Dion tak bisa tenang. Dion memeluknya. Mengelus lembut punggung milik gadis 19 tahun itu dengan sayang. "Lu maafin kebodohan aku" Ujarnya lirih.
Tak menunggu lama Dion memajukan mobilnya keluar dari sekolah berkendara tanpa tujuan.
Itu tiap satu bulan, gonta-ganti terus dong?!
Ya Salaam... 🗿🗿🗿