Ariana merasakan bahwa dirinya tengah dalam bahaya,keluarga nya yang dibantai namun sang ayah tidak ditemukan,lalu ariana bertemu dengan 3 pria tampan Siapakah mereka? baca kisahnya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sansan ryn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memeluk Serpihan Kaca
"Ariana,where are you?"
Suara laki laki misterius itu mulai terdengar cukup dekat,nafas ariana mulai terengah-engah,jantungnya berdebar kencang,ariana hanya bisa berharap semoga dia bisa bertemu dengan keluarga nya lagi.
Ayah,ibu ariana takut,ariana dan deo butuh kalian,ariana takut.
Air mata mulai turun membasahi pipi chubby nya,tangan mungilnya menyeka perlahan berusaha untuk tidak membuat suara sedikitpun.
Bahaya tengah mengintai,ariana hanya bisa bersembunyi hingga ada seseorang yang menyelamatkan nya dan membawanya pergi dari rumah nya.
Dibawah meja dia melihat sepasang sepatu hitam legam dengan sedikit corak navy yang membuat warna sepatu itu menjadi terlihat hanya satu motif saja jika tidak di teliti dengan seksama.
Terdapat aksara kuno pada sepatu itu dan ariana tidak mampu membacanya.Lamunan ariana buyar seketika meja di gebrak dengan kencang.
Jantung nya berdegup kencang,matanya kembali meneteskan air mata,rasa takutnya kini semakin menjadi,ingin rasanya dia berteriak dan lari kabur ke ambang pintu.
"Ariana,saya tidak akan menyakiti kamu ayo cepat keluar!"
"Ariana om hitung sampe 3 ya?"
Ayah,ibu ariana harus bagaimana
"Satu.."
Ariana mencoba mengatur rasa ketakutan nya,ariana menahan semua rasa sedihnya.
"Dua.. "
Aku harus berlari menuju pintu belakang,aku harus mencari pertolongan
"Ti.. "
Belum sempat menghitung ariana yang bersembunyi dibawah meja,segera keluar dan menghempaskan meja pada laki laki misterius itu.
"Ariana kurang aja anak kamu,tidak akan saya biarkan lolos ya kamu"
Ariana berlari sekuat tenaga dengan perasaan takut,cemas,dan sekarang dia benar benar terancam.
"To..tolong siapa pun tolong ariana,tolong ibu dan deo"
Teriak nya sembari terus berlari tak henti ariana melihat ke arah belakang bagaimana anak sekecil itu menghadapi laki laki kuat,tinggi dan berbadan besar.
"Ariana berhenti disitu atau saya tembak kamu"
Ah aku sudah lelah berlari,aku capek tapi aku tidak mau tertangkap aku ingin berkumpul bersama dengan ayah,ibu dan juga deo.Tuhan selamatkan ariana dan juga keluarga ariana,hanya mereka yang ariana miliki di dunia ini.
"Tolong,siapapun tolong"
Hal tak terduga terjadi,bentuk pertolongan dari tuhan seorang petugas polisi sedang patroli di desa nya. Dengan beberapa orang anak buah nya mereka segera menghampiri ariana.
"Dek kamu tidak apa apakan?"
Petugas polisi itu langsung mencecar ariana dengan berbagai pertanyaan.
"Dek kamu kenapa malam malam bisa disini?"
"Pak polisi,ada yang masuk ke rumah ariana dia memakai pakaian serba hitam,ariana bersembunyi dibawah meja dan mendengar suara dor seperti tembakan kencang sekali,ariana takut"
Polisi yang mengerti alur dari kasus ini segera menggendong ariana dan dititipkan nya ariana pada polisi wanita untuk dibawa ketempat yang lebih aman.
"Nama kamu ariana ya dek,kamu ikut dulu sama tante polisi ya,pak polisi mau kerumah kamu dulu selamatin keluarga kamu semoga mereka masih disana ya"
Ariana menggenggam tangan polisi itu,iya nama polisi itu adalah Willy Atmaja.
"Selamatin keluarga ariana ya pak,ariana cuma punya mereka,ariana gak punya siapa siapa lagi selain mereka"
Willy mengelus lembut tangan mungil itu dan berusaha meyakinkan ariana untuk tetap bersikap tenang.
"Kamu tenang saja,kami semua akan membantu kamu ya,sekarang kamu istirahat ya"
"Terimakasih pak polisi"
Saat ariana dibawa oleh salah satu polisi wanita yang ada disana,ariana menatap punggung para polisi yang akan mendatangi rumah nya.
Namun dia melihat sosok laki laki misterius itu di belakang pohon tak jauh dari sana,dia tampak melihat tajam ke arah ariana.Tatapan yang seakan ingin memburu mangsanya.
Ariana menenggelamkan pandangannya kedalam bahu sang polisi wanita,merasa ada sesuatu yang mengusik perasaan nya wanita itu segera mendekap lebih erat ariana.
"Kamu kenapa nak?", tanya sang polisi dengan nada bicara yang sengaja dipelankan.
"Tante orang itu bersbersembunyi didekat pohon,dia melihat ariana seperti.. "
"Sudah jangan dipikirkan biarkan teman polisi tante yang menangkap mereka ya,yang terpenting kita jauhi dulu lokasi ini,disini berbahaya"
"Tapi,keluarga ariana bagaimana?",ariana menangis lagi dalam,isak tangis nya perlahan terdengar jelas sekali oleh Vivian polisi yang sedang bersama ariana.
"Ariana yang tenang ya,kita serahkan semuanya sama Tuhan dan tugas ariana do'akan supaya semuanya baik baik saja ya"
Waktu berpindah dimana willy dan anggota polisi lain tiba di rumah ariana.
Begitu terkejutnya mereka melihat banyak sekali darah di lantai kayu rumah ariana.Rumah sederhana dan banyak menyimpan banyak kenangan menjadi kuburan yang sangat mematikan.
Suasana mencekam saat tangan ibu ariana berusaha memberikan sinyal kode kepada willy.
"Pak willy sepertinya ibu korban masih hidup namun adiknya tidak dapat diselamatkan,detak jantung nya sudah tidak ada"
Willy segera menghampiri ibu ariana,ibunya tampak memberikan satu sesuatu pada willy.Secarik kertas putih yang ternodai dengan warna merah darah.
"Untuk ariana.. "
"Baik bu akan saya berikan pada anak ibu,bertahan sedikit lagi ya saya akan bawa ibu kerumah sakit"
"Ti..tidak usah", suaranya terbata menahan rasa sakit akibat tembakan tadi.
"Ja..ga ariana,dia tidak punya siapa siapa lagi"
"Ca..cari ayah nya"
"Ayahnya?suami ibu?"
"Di..dia yang melakukan semua ini"