NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Untuk Membalas Dendam

Terlahir Kembali Untuk Membalas Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hamzari20

Isabella Catherine Davis, dikhianati oleh pria yang ia cintai dan saudari angkatnya. Di penjara, di siksa hingga meninggal. Saat dia menganggap itu adalah akhir segalanya. Ternyata keajaiban yang tak pernah terbayangkan terjadi padanya. Dia mengulang kembali waktu ke masa lalu dan dia bersumpah akan membalas setiap pengkhianatan, tetes air mata dan penderitaan yang ia alami pada mereka yang sudah berkhianat. Lalu apakah Isabella akan berhasil mengubah segalanya? Atau kelahirannya hanya akan mengulang luka lama terbuka kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamzari20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Rencana Darel

Arion melajukan mobilnya sekencang itu melintasi jalanan yang sepi dan sedikit bergelombang.

Ponsel di atas dashor mobil menyala dan saat Arion menjawab suara Hades terdengar dari sana.

"Katakan!" suara dingin Arion terdengar serak.

"Tuan, saya menemukan titik lokasi keberadaan Nona Isabella."

"Iya, kirim segera!" tanpa basa-basi dia menutup panggilan.

TING!

Notifikasi tiba dan Arion membuka itu. Melihat titik keberadaan Isabella saat ini.

Mobil melaju kencang sekali melewati setiap hal yang mencoba menghalangi semuanya.

Sedangkan Isabella.

"Lepas! Kalian ini siapa?" ronta Isabella. Saat tangannya di cekal kasar lalu di seret dari dalam mobil.

"Ikut kami! Jangan banyak bertanya!" kesalnya.

BRUK!

BLAM!

Mobil itu meninggalkan area jalanan yang sepi meninggalkan bekas penculikan dan mobil Isabella yang menabrak pembatasan jalan.

Saat Arion tiba, dia melihat Isabella di masukkan kedalam sebuah mobil dan dia di bawa paksa ke suatu tempat.

"Sialan!" umpatnya.

Arion kembali masuk kedalam mobil, mengirim pesan pada Hades untuk mengirim anak buah mereka sesegera mungkin.

Sedangkan di dalam mobil.

Ketenangan dan keterdiaman Isabella membuat mereka semua bingung.

"Apa yang kalian cari? Uang?" tanya Isabella, dia meniup kuku nya dengan gerakan elegant.

"Jangan berlagak sombong Nona Isabella, karena di markas nanti anda hanya akan menjadi tawanan menyedihkan!" salah satu dari mereka bicara dengan sinis.

"Oh, benarkah?" jawab Isabella dengan nada acuh.

"Kau... "

Isabella hanya tenang, duduk santai seolah dia akan liburan sekarang dan bukan kasus penculikan besar.

Padahal di luar sana. Arion sudah kalang kabut mencari dirinya dan mengejar Van hitam yang membawanya pergi.

Sebuah tempat gelap yang tak pernah ada dalam bayangan Isabella akan dia datangi di kehidupan ini. Namun, alih-alih takut dia justru merasa tempat itu lebih baik dari pada penjara bawah tanah rumah Marco.

"Waw, tempatnya bagus sekali! Apa kalian akan meletakkan aku di sini?" tanya Isabella dengan nada semangat.

Tiga orang berbadan besar suruhan seseorang itu menatap aneh pada sosok orang yang mereka culik sekarang. Keadaan nya malah terasa aneh saat wanita itu terlihat tenang tanpa rasa takut.

Namun, mereka menepis perasaan itu dan mereka yakin semua itu adalah kelakuan demi menutup rasa takut.

Sedangkan Isabella sendiri. Dia hanya tersenyum samar akan dia lihat siapa orang yang bermain dengannya saat ini. Karena peristiwa ini tidak ada dalam perjalanan pertama kehidupannya.

'Entah Lyra atau Darel! Aku menunggu kedatangan kalian!' batinnya.

Malam semakin gelap saat Isabella di letakkan pada ruangan gelap dan pengap. Namun, tidak di temukan rasa takut atau pemberontak dari orang yang sedang dalam bahaya.

BRAK!

Pintu kayu yang agak lapuk itu di dobrak. Debunya menyebar dan itu membuat Isabella terbatuk karena debu itu menyusup lewat hidungnya.

Mata Isabella memicing tajam, saat melihat sosok tinggi di sana sedang berjalan kearahnya.

Mata Isabella berkilat ingin tahu dan ketidaksabaran itu membuat penasaran.

BRUK!

Sebuah berkas bermap biru tergeletak di hadapan Isabella, dia mendongak dan menemukan Darel di sana tengah memandang dirinya.

Isabella mengulas senyum samar, dia tahu apa yang Darel mau sebuah saham di group Davis untuk menyuntik dana ke perusahaan Marco yang hampir bangkrut karena begitulah dulu dia berhasil memimpin Marco dan naik status jadi pria tak berguna sebagai penguasa.

"Tanda tangan!" suara berat Darel menyapa dingin.

"Untuk apa? Aku tidak merasa harus tanda tangan pada berkas tak penting itu" tantang Isabella.

"Kau ..." tunjuk Darel.

"Aku tidak mau basa-basi Isabella, aku mau kamu serahkan sebagian saham Davis padaku!" mintanya tak mau lagi berpura-pura.

"Apakah kamu pewaris Davis? Atau inti keluarga Davis? Lalu untuk apa meminta bagian?" tanya Isabella dengan nada mengejek.

"ISABELLA! JANGAN BUAT KESABARAN KU HABIS!" teriak Darel, dan suaranya membuat dinding ruangan gelap itu gemetar.

"Aku tidak menguras kesabaran mu Darel, aku hanya melontarkan pertanyaan!"

"Tanda tangan Isabella! Sekarang!" tegasnya.

"Untuk apa aku berikan! Lebih baik aku berikan harta itu ke panti asuhan dari pada jatuh ketanganmu, pria tidak berguna dan hanya bisa menjilat inti keluarga Marco yang berkuasa!"

PLAK!

Satu tamparan mendarat keras di pipi Isabella sampai Pipi putihnya bengkak dan mengeluarkannya sedikit cairan merah dari sudut bibirnya.

Dada Darel naik turun. Kemarahannya memuncak dan dengan tatapan nyalang dia menatap Isabella penuh benci.

Sedangkan Isabella dia malah menantap mata Darel dengan senyum sinis dan penuh ejekkan.

Darel mencengkram erat rambut Isabella hingga wajahnya mendongak keatas, mata keduanya bertemu dan untuk pertama kalinya Darel melihat kebencian pada kilatan mata Isabella padanya.

"Apa? Bunuh saja aku Darel! Tapi jangan harap saham bagianku jatuh ketanganmu!" desis Isabella.

"Kamu mau mati? Maka akan aku kabulkan!" katanya. "Tapi sebelum itu kamu akan menandatangani semua ini!" tegasnya.

Dengan penuh paksaan. Darel mengambil cap jempol Isabella dan itu mendapat perlawanan dari Isabella.

"Sekarang takut? Kedua orang tuamu sudah mati, jadi harta Davis akan kamu berikan padaku."

"Lepas! Kamu tidak berhak memaksa aku. Darel!" ronta Isabella."Kamu yang membunuh kedua orang tuaku?"

"Iya, karena jika mereka tetap hidup maka memiliki kekuasaan Davis hanya abehah angan semu." jelas Darel. Dia menjatuhkan cap jempol itu pada berkas dan sekarang dialah pemilik seluruh kekayaan Davis.

"Kamu akan mati menyusul kedua orang tuamu!" bisiknya.

Sedangkan Isabella, dia memandang dingin dengan benci. Tangannya terkepal erat hingga buku jarinya memutih.

Darel menepuk pelan pipi Isabella, "Jika kamu tak keras kepala saat aku meminta bantuan, mungkin kamu tidak akan berakhir dengan tragis," bisiknya.

dia berlalu dari sana meninggalkan Isabella sendiri di ruangan yang pengap.

"Bakar tempat ini, dan biarkan dia jadi manusia panggang!" suara itu masih terdengar dari balik pintu yang tak tertutup rapat.

Sedangkan Arion, dia tiba di sana dengan sedikit terlambat. Melihat bagaimana tempat itu terbakar dengan besar membuat Arion terkejut.

DEGH!

"Isabella?" teriaknya.

"Tuan, jangan! Apinya mulai membesar!" cegah Hades.

Namun, Arion tak peduli dia tetap akan menerobos masuk demi Isabella, karena tak akan dia biarkan Isabella kembali pergi darinya.

Sedangkan di sisi rumah lain. Darel tidak tahu jika ada seseorang yang tengah berjuang menyelamatkan Isabella dalam kobaran api.

"Kamu benar-benar kejam, Kak!" seseorang berbisik dengan manja.

"Dia memang pantas mendapatkan itu!" jawabnya dengan nada acuh.

1
Irsyad layla
ini sebenarnya keluarga de luca apa Marco bingung jadinya
Hamzari20: Marga Marco untuk Darel dan Marga De Luca untuk Arion
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!