NovelToon NovelToon
Satu Imam Dua Makmum

Satu Imam Dua Makmum

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Adiba Aza hra

Bagi Azam, satu-satunya wanita yang berhak bersandar di bahunya hanyalah Aira Humaira, istri sekaligus sahabat sejatinya.Namun, sebuah kesalahan yang tak di sengaja.kini berubah menjadi hantu yang menuntut penebusan. Safira kini hidup sebatang kara dan hidup menderita akibat kelalaian Azam. Ketika uang tak lagi mampu membasuh rasa bersalah, Aira justru menyodorkan madu pernikahan sebagai jalan keluar."Aku ikhlas, Mas..." kata-kata Aira terdengar tegas, meski hatinya sendiri hancur.Terjebak di antara tuntutan istri yang dicintainya dan penolakan hatinya untuk mendua, keputusan apa yang akan diambil Azam? Siapkah Aira menyaksikan suaminya bersanding dengan wanita lain, ketika ego dan rasa bersalah bertabrakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adiba Aza hra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: Firasat Seorang Adik Perempuan

Pagi yang cerah. Jam menunjukkan pukul 06.00 pagi. Dengan gaun pink selutut dan rambut panjang yang dibiarkan tergerai, Aira sudah menyibukkan diri di dapur bersama Bi Nia.

"Bi, Bibi bisa gak bantuin Aira masak soto ayam? Soalnya Aira kepengin banget masak soto ayam,"

Kata Aira.

Bi Nia yang sedang mencuci piring langsung menoleh.

"Bisa dong, Non. Apa mau Bibi saja yang masakin buat Non Aira?"

Kata Bi Nia ramah.

Aira yang sedang mengaduk susu cokelat dan kopi kesukaan Azam menggeleng pelan.

"Enggak usah, Bi. Kapan-kapan aja ajarin Aira, hehe,"

Kata Aira menyengir.

"Oke Non, siap. Ya sudah Non, Bibi pamit ke pasar sebentar ya, Non. Ada yang mau Bibi beli soalnya,"

Pamit Bi Nia.

Aira mengangguk.

"Iya Bi, Bibi hati-hati ya,"

Pesan Aira.

Setelah kepergian Bi Nia, Aira langsung memotong beberapa buah-buahan dan mencuci buah anggur.

"Astagfirullah!"

Pekik Aira kaget saat tiba-tiba sebuah tangan kekar memeluknya dari belakang.

"Kamu lagi ngapain, sayangku? Oh ya, Bi Nia-nya mana? Kok kamu sendirian?"

Suara serak Azam yang khas bangun tidur membuat Aira bernapas lega.

"Bi Nia lagi ke pasar, Mas. Kamu ini ngaget-ngagetin aja deh,"

Omel Aira.

Azam menyandarkan dagunya di pundak Aira, lalu dengan manja mencium lembut leher Aira. Aira yang sedang memegang pisau secara tidak sengaja menggores jemarinya.

"Aww!"

Pekik Aira kaget.

Azam terkejut. Dengan cepat laki-laki tampan itu menyiram tangan Aira dengan air agar darahnya berhenti.

"Lagian..."

"Kamu sih, tahu aku gak bisa tahan geli, kenapa juga digituin?"

Omel Aira kesal.

Azam menyengir, lalu menghisap lembut jari Aira yang terluka.

"Sayang, hari ini kita jalan-jalan yuk. Aku pengen banget jalan-jalan berdua sama kamu,"

Ajak Azam.

"Sarapan dulu, Mas. Nanti baru kita bicarakan mau ke mana, oke?"

Kata Aira saat mereka sudah duduk manis di ruang makan dan Azam sudah menutup luka jari Aira dengan perban.

Azam mengangguk setuju.

"Aku siapin ya, Sayang. Tangan kamu kan sakit karena aku, jadi bolehnya aku nyuapin kamu ya?"

Aira mencubit gemas pipi Azam.

"Alasan aja deh kamu ya,"

Kata Aira gemas, lalu mengambil piring kosong dan menuangkan nasi goreng ayam kecap serta lalapan untuk dirinya dan Azam.

"Sama aja aku yang ambilkan, Mas,"

Ejek Aira.

Azam yang menyadarinya langsung tertawa renyah.

"Oh iya ya, haha. Sini, sini, biar aku yang ambilin nasi sama lauknya."

Setelah berdebat cukup lama, pada akhirnya Airalah yang menyuapi Azam.

"Mas, kemarin Kinan telepon. Dia bilang dia mau pindah ke luar negeri..."

"Uhukk! Uhukk! Uhukk!"

Azam yang mendengar perkataan Aira sontak saja tersedak. Dengan cepat Aira mengambil satu gelas air untuk Azam.

"Kamu kenapa? Kok kaget gitu?"

Kata Aira khawatir sekaligus cemburu.

With cepat Azam melambaikan kedua tangannya, bertanda kalau apa yang dipikirkan Aira itu salah.

"Aku kaget aja, uhuk uhuk. Kan baru satu bulan pulang ke Indonesia, ya kok udah balik lagi ke luar negeri. Emang mau ke mana lagi?"

Tanya Azam cepat.

"Aku gak tahu,"

Jawab Aira cemberut.

Azam terkekeh geli.

"Masa cemburu sih sama kakak sendiri?"

Kata Azam keceplosan.

Aira menoleh. Perempuan cantik itu mengernyit bingung.

"Kakak?"

Tanya Aira.

Azam mengangguk cepat.

"Kinan kan udah kayak adik-kakak, kok masih kaget gitu?"

Tanya Azam berusaha untuk tetap tenang.

Aira mengangguk mengerti.

"Aku kira kakak kandung,"

Kata Aira jutek, lalu meninggalkan Azam.

"Eh Sayang, tunggu,"

Kata Azam lalu mengejar Aira menuju kamar mereka.

"Perasaanku gak enak, Zam. Akhir-akhir ini aku selalu mimpiin Kinan. Aku merasa gelisah, apalagi waktu Kinan bilang dia mau ke luar negeri,"

Isak Aira sembari memeluk Momo yang lagi asyik rebahan di atas tempat tidur mereka.

Azam menidurkan tubuhnya di dekat Aira.

"Doakan saja, semoga dia selalu dalam lindungan Allah,"

Kata Azam tenang.

"Terus? Kenapa akhir-akhir ini aku lihat Ayah tuh kayak sedih, pucat. Apa ada yang kalian rahasiain dari aku ya?"

Tanya Aira penuh selidik.

Azam tererdiam.

"Kalaupun ada, jika memang belum waktunya kamu tahu, kita pun tidak akan kasih tahu kamu, Aira. Karena memang belum waktunya,"

Kata Azam tidak sepenuhnya berbohong.

Aira duduk tegak. Perempuan cantik itu meminta Azam untuk duduk di depannya.

"Apa? Kasih tahu aku!"

Paksa Aira.

Azam menggeleng.

"Hari ini aku mau kencan sama istri bawelku. Jadi, berhentilah membahas hal yang tidak ada sangkut pautnya sama hubungan halal ini,"

Kata Azam sok puitis.

Aira cemberut.

"Aku pengen ke mal, terus ke taman kota, terus ke perpustakaan yang ada di pusat kota,"

Kata Aira merajuk.

Azam tersenyum.

"Ya udah yuk, kita berangkat,"

Kata Azam tak kalah antusias.

***

1
Mimin Ridwan
Ceritanya Bagus dan penuh kejutan 😁😘🥰 terus lanjut kak 👍🌸❤️
Mimin Ridwan
Maaf kak jadi jarang baca sampe sampe udah bab 74 aja 🙏😍👍 terus semangat kak setiap ada waktu pasti aku sempatkan buah simak bagus banget soalnya 😍👍
Nadia Hendriana
Vito kampret
Nadia Hendriana
Wowwww lanjutkan thor
Nadia Hendriana
🤣🤣🤣🙏
Nadia Hendriana
Nah nah kok udah naruh bawang aja thor
Nadia Hendriana
Plis bikin romantis plus bucin tingkat akut Thor 👍😍🤭
Nadia Hendriana
Pengen dong punya suami kyk azam haha🤣🤣🤣🤣
Nadia Hendriana
Pengantin baru mah bebas 🤣
Nadia Hendriana
👍😍
Redmi
Lanjut kan boskuu👍😎
mey
kak, jangan lupa mampir ya di karya aku, si dingin jatuh cinta
Adiba Azahra: Siap kaka aku makasih ya udah mampir 🙏😍🌸
total 1 replies
mey
uwaaa😍, Azam nya ga mau bilang dia lagi cemburu kah itu? 😍🤭
Adiba Azahra: Makasih yha kaka udah mampir semoga suka sama ceritanya semangat terus juga buat kakaknya 🙏😍🌸
total 1 replies
mey
halo kak aku mampir nih😍
Adiba Azahra: Halo kaka Makasih yaaa 🙏🌸😍
total 1 replies
Redmi
Kalau sampe perempuan kyk Aira dendam berarti emng udh kelewatan jahat bener sh pdhl. dia jg perempuan 😡
Redmi: Lagi seru seru nya nih kak 👍😎 lanjut terus pokoknya kak 👍😎
total 2 replies
Adiba Azahra
Waaah makasih yha kak 🌸👍 semoga makin suka ya sama ceritanya 🙏🌸😊
Saddam Husein
Puas polll semalem langsung dua bab 👍🤣
Saddam Husein
Mantapp bos 👍
Adiba Azahra
Makasih 👍😍🌸
Adiba Azahra
🙏😊🌸
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!