Arina Volans dipaksa menikah dengan Jenderal Orion Wezen, pria yang seharusnya menjadi suami adik tirinya. Di mata semua orang, Arina hanyalah wanita pendiam dan berwajah dingin yang tak pernah diinginkan siapa pun.
Namun, di balik wajah tanpa ekspresinya, Arina menyimpan rahasia yang tak boleh diketahui siapa pun. Saat malam tiba, ia menjalankan rencana-rencana berbahaya yang bahkan tak mampu ditebak oleh Orion.
Ketika identitas Arina perlahan terungkap, sebuah rahasia yang telah terkubur selama puluhan tahun mulai mengguncang kerajaan dan menyeret mereka ke dalam pusaran konspirasi, pengkhianatan, dan perang.
Mampukah seorang jenderal mempercayai istri yang paling misterius di seluruh kerajaan?
*
Cerita murni karangan penulis dan tidak ada hubungannya dengan kehidupan nyata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mapple_Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Keesokan paginya, saat matahari baru menampakkan sinarnya di ufuk timur, sebuah kereta kuda berwarna perak telah terparkir di halaman depan manor. Di belakangnya, selusin prajurit berkuda berbaris rapi, menunggu keberangkatan.
Ketika Arina keluar bersama Alhena, pandangannya langsung tertuju pada Saiph yang ternyata ditugaskan sebagai pemimpin pengawal dalam perjalanan kali ini.
"Selamat pagi, Nona."
Rigel memberi hormat. Seluruh prajurit di belakangnya segera mengikuti dengan gerakan serempak.
"Ini adalah para prajurit yang saya pilih untuk mengawal Anda. Saiph akan memimpin mereka. Anda tidak perlu khawatir. Ia adalah salah satu prajurit penjaga paling kompeten di manor ini," jelas Rigel sambil memberi isyarat ke arah Saiph.
Arina mengangguk pelan.
"Aku percaya padamu."
Setelah mengucapkan itu, ia menaiki kereta. Alhena ikut masuk dan duduk di sampingnya. Seperti biasa, pelayan itu mengikuti setiap perintah dengan patuh tanpa banyak bicara.
Tak lama kemudian, rombongan mulai bergerak meninggalkan manor.
Kereta perak berlambang serigala hitam melaju menyusuri jalan-jalan utama ibu kota Regulus, diiringi para prajurit berkuda yang mengawal dari depan dan belakang.
Lambang keluarga Wezen yang terukir pada badan kereta segera menarik perhatian banyak orang. Tidak mudah mengabaikan simbol salah satu keluarga bangsawan paling berpengaruh di Kerajaan Elarion.
Keluarga Wezen masih memiliki hubungan darah dengan Dinasti Fomalhaut. Hampir seluruh anggota keluarganya memegang jabatan penting di kerajaan. Tak heran, setiap kali kereta keluarga itu melintas, perhatian masyarakat selalu tertuju kepada mereka.
Di dalam kereta, Arina memandang keluar melalui jendela kaca, mengamati suasana Regulus yang mulai ramai oleh aktivitas penduduk.
Saat rombongan melewati kawasan perdagangan utama, pandangannya tertuju pada sebuah toko yang tampak berbeda dari bangunan-bangunan di sekitarnya.
Bangunannya jauh lebih sederhana dibandingkan deretan toko megah di kanan dan kirinya, sehingga keberadaannya justru terlihat mencolok.
Pemandangan seperti itu sangat jarang ditemui di Regulus, kota yang dikenal sebagai pusat kemewahan Kerajaan Elarion.
“Itu Toko Bintang Kelana, Nona,” kata Alhena tiba-tiba.
Arina menoleh. Toko itu sudah cukup jauh tertinggal di belakang mereka, tetapi entah mengapa ia merasa ada sesuatu yang tidak biasa pada tempat itu.
“Kau pernah ke sana?”
“Pernah, Nona. Beberapa kali,” jawab Alhena.
“Apa yang mereka jual?”
Alhena tersenyum tipis.
“Mereka hanya menjual buku, Nona. Namun, toko itu sangat terkenal di Regulus.”
Arina mengernyit. Jika hanya menjual buku, mengapa tempat itu begitu terkenal? Bukankah masih banyak toko buku lain yang jauh lebih besar dan mewah?
“Apa yang membuatnya begitu terkenal?” tanyanya penasaran.
“Sebenarnya, toko itu terkenal karena seorang peramal pernah mengatakan bahwa ada benda yang merupakan jejak Canopus tertinggal di sana. Namun, tidak ada seorang pun yang tahu benda apa yang dimaksud. Karena itulah, setiap hari selalu ada orang yang datang untuk mencarinya,” jelas Alhena dengan suara pelan, tetapi terdengar jelas.
Pandangan aneh melintas di manik biru Arina.
Jejak Canopus? Mengapa begitu banyak orang mencarinya?
"Kenapa banyak orang tertarik dengan jejak Canopus?" tanya Arina.
"Klan Canopus memiliki kekuatan langka yang diinginkan banyak orang. Saya rasa itulah alasannya, Nona," jawab Alhena.
Arina mengangguk pelan. Ternyata Alhena memiliki pengetahuan yang cukup luas. Bahkan, ia mengetahui keberadaan Klan Canopus.
Setelah itu, tidak ada lagi percakapan di antara mereka. Menjelang sore, rombongan akhirnya tiba di kediaman keluarga Bootes.
Begitu melihat lambang pada kereta, para penjaga gerbang langsung mengenali tamu yang datang. Salah seorang dari mereka segera berlari masuk untuk melaporkan kedatangan Arina.
Kediaman Wali Kota ini semakin megah, batin Arina sambil mengamati bangunan menjulang di hadapannya. Baru sebulan tidak berkunjung, sudah ada beberapa bagian yang diperluas dan dipercantik.
Tak lama kemudian, Stella datang bersama Arcturus menyambut mereka di gerbang. Tatapan dingin Arina langsung tertuju pada pria itu.
"Selamat datang, Kakak Ipar. Aku sedikit terkejut kau datang tanpa memberi kabar lebih dulu," sapa Arcturus sambil memerintahkan para pelayan untuk membawa kereta dan kuda ke area penyimpanan kendaraan.
"Aku hanya ingin menemui adikku. Apa aku harus memberi kabar terlebih dahulu?" tanya Arina datar.
Tatapannya kemudian beralih kepada Stella. Dalam waktu yang singkat, adik tirinya itu tampak sedikit lebih kurus.
"Tentu saja tidak. Kau bisa datang kapan saja. Ayo, masuk," kata Arcturus sambil tersenyum ramah, lalu mempersilakan rombongan memasuki manor.
"Kau terlihat lebih kurus sekarang, Stella," ujar Arina ketika Stella menggenggam tangannya.
Stella baru saja hendak menjawab, tetapi Arcturus lebih dulu membuka suara.
"Dia sedang diet. Padahal aku sudah melarangnya. Menurutku, tubuhnya sudah sangat ideal. Tidak perlu diet lagi."
Pria ini benar-benar pandai bersandiwara, batin Arina. Ia menahan keinginan untuk menghantam mulut Arcturus saat itu juga.
Selagi Arcturus sibuk memerintahkan para pelayan menyiapkan jamuan, sementara Stella mengantar Arina menuju ruang penerimaan tamu, Arina diam-diam memberi isyarat kepada Saiph. Perintah keduanya sederhana: temukan identitas istri rahasia Arcturus.
Saiph mengangguk tipis tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Memanfaatkan kelengahan semua orang, ia menghilang dari rombongan dan mulai menyusuri kediaman keluarga Bootes dengan langkah tenang, mencari setiap petunjuk yang mungkin mengungkap rahasia tuan rumah itu.
...***...
...Like, komen dan vote ...