NovelToon NovelToon
Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:39.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

"Selama ini, aku bertahan bukan karena masih mencintaimu, Arsen. Bukan juga karena aku lemah. Tapi, aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk membuat kalian menyesal."

Alena selalu berusaha menjadi istri yang sempurna, setia, penurut dan, selalu percaya pada suaminya.

Namun, sejak setahun terakhir, Arsen selalu bersikap dingin padanya. Dia masih bisa berpikir positif, jika semua itu karena pekerjaan. Dan, dia tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dengan sepenuh hati.

Sampai, ia menemukan ponsel kedua milik Arsen dan mengetahui bahwa pria yang ia cintai selama ini ternyata telah mengkhianatinya.

Lucunya, semua orang tahu tentang perselingkuhan itu, kecuali dirinya.

Dan, sejak saat itu, Alena berubah. Ia menghapus air matanya, berhenti menjadi istri yang bodoh. Dan, mulai membangun hidupnya sendiri.

Dalam hati, ia bersumpah akan membalas suami dan selingkuhannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Bertemu

Pagi harinya, seorang pria tampan telah bersiap dengan setelan jas berwarna gelap yang membalut tubuh tegapnya. Ia berdiri di depan cermin, merapikan dasinya dan memastikan penampilannya terlihat sempurna.

Setelah merasa semuanya sudah rapi, ia meraih tas kerja di atas meja, lalu melangkah keluar dari kamar.

Sambil menuruni anak tangga, sesekali ia melirik jam tangan di pergelangan tangannya.

"Tumben sekali, pagi-pagi begini sudah rapi, Ken," seru sang kakek yang membuat langkahnya terhenti.

"Aku ada pertemuan dengan klien, Kek," jawab Kenan singkat.

"Pertemuan?" Rendra mengangkat kedua alisnya. "Di akhir pekan?"

Kenan duduk di kursi di seberang sang kakek. Ia mengambil secangkir kopi yang sudah disiapkan pelayan, lalu menyesapnya perlahan.

"Jangan bicara seolah ini baru pertama kalinya aku bekerja di akhir pekan, Kek."

Rendra mengembuskan napas panjang lalu, menggeleng-gelengkan kepala. "Hah... Malang sekali nasibku. Sudah tua, hidup hanya dengan seorang cucu yang bahkan tidak pernah punya waktu untuk kakeknya sendiri."

Kenan berdecak pelan. "Mulai lagi dramanya."

Rendra mendengus kesal. Namun, beberapa detik kemudian, ekspresinya berubah seolah baru mengingat sesuatu.

"Oh ya, kamu sudah bertemu dengan Alena?"

Kenan menggeleng. "Belum."

"Kenapa belum?" tanya Rendra cepat. "Bukannya Kakek sudah memintamu mengucapkan terima kasih padanya?"

Kenan meletakkan cangkir kopinya. "Aku sudah meminta Doni menghubunginya."

"Lalu?"

"Sepertinya dia tidak tertarik."

Rendra mengerutkan kening. "Tidak tertarik?"

"Dia bahkan menyuruhku untuk lebih memperhatikan Kakek agar kejadian kemarin tidak terulang."

Mendengar itu, Rendra tersenyum kecil. "Dia memang anak yang baik." Kemudian, wajahnya kembali berbinar. "Kalau begitu, kapan kau mengajaknya bertemu?"

Kenan menatap sang kakek dengan curiga. "Kakek, berhenti menjodohkan ku dengannya atau siapapun."

Rendra terkekeh kecil. "Memangnya kenapa? Alena cantik, baik, dan sopan."

Kenan mencondongkan sedikit tubuhnya dengan senyum penuh kemenangan. "Maaf membuatmu kecewa, Kek. Tapi, dia sudah menikah."

Senyum di wajah Rendra seketika menghilang. "Sudah menikah?" ulangnya pelan.

Kenan mengangguk. "Dia istri Arsen Bhaskara."

Beberapa saat, Rendra hanya terdiam dengan raut wajah yang tampak kecewa.

"Sudah menikah, ya," gumamnya. "Sayang sekali."

Kenan memutar bola matanya. "Kakek benar-benar berniat menjodohkan ku dengannya, ya?"

"Tidak ada salahnya mencoba kalau dia belum menikah."

"Kek, menikah itu urusan seumur hidup, bukan permainan," seru Kenan.

"Tapi, Kakek semakin tua. Kakek ingin melihatmu berkeluarga sebelum..."

"Kek." Suara Kenan langsung memotong ucapan sang kakek. Tatapannya berubah serius. "Jangan bicara seperti itu lagi. Aku tidak suka mendengarnya."

Rendra terdiam. Ia tahu, sejak kedua orang tua Kenan meninggal, cucunya itu sangat sensitif jika ia berbicara tentang kematian.

Dan, pada akhirnya, lelaki tua itu hanya bisa menghela napas.

"Baiklah, Kakek tidak akan membahasnya lagi."

Suasana mendadak hening. Tapi, tidak lama setelah itu, Rendra kembali membuka suara.

"Kalau begitu, bantulah Alena mendapatkan pekerjaan. Perusahaan kita pasti punya banyak lowongan, kan?"

Kenan mengembuskan napas pelan. "Kek, apa Kakek tidak mendengar apa yang aku katakan? Dia itu istri Arsen Bhaskara."

"Lalu?"

"Arsen adalah rival bisnis kita. Mana mungkin aku menerima istrinya bekerja di perusahaan ku?"

Rendra terdiam. Wajahnya kembali terlihat kecewa.

"Begitu, ya," lirihnya.

Melihat ekspresi sang kakek, Kenan mengusap dahinya pelan.

"Sudahlah, Kek. Aku harus berangkat." Ia berdiri sambil merapikan jasnya. "Nanti, akan ada perawat yang datang menemani Kakek."

Tanpa menunggu jawaban, Kenan mengambil tas kerjanya dan berjalan menuju pintu.

Sementara itu, Rendra hanya memandang punggung cucunya yang semakin menjauh lalu, kembali menghela napas panjang.

"Hah... Ternyata Alena sudah menikah. Padahal, aku ingin dia jadi cucu menantu ku."

Di sepanjang perjalanan menuju kantor, Kenan duduk di kursi belakang mobil sambil meneliti data di layar laptopnya. Jemarinya bergerak cepat, sesekali mengetik dan membuka beberapa dokumen penting.

Beberapa saat kemudian, ia mengangkat kepalanya dan menatap Doni melalui kaca spion.

"Kamu sudah membuat janji dengan wanita itu, kan?"

"Sudah, Tuan," jawab Doni cepat. "Siang ini, di Restoran X."

Kenan mengangguk pelan sebelum kembali menatap layar laptopnya.

"Aku harap dia benar-benar datang." Suaranya terdengar datar, tetapi mengandung tekanan. "Kalau tidak, kamu tahu sendiri akibatnya."

Doni langsung menelan ludah. "Ba-baik, Tuan." Diam-diam, ia mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada seseorang.

Di sisi lain, Alena tampak tidak bersemangat pagi itu.

Biasanya, ia akan sibuk menyiapkan sarapan sendiri. Namun hari ini, ia hanya duduk di ruang makan sambil menikmati secangkir teh hangat dan, semua urusan dapur ia serahkan kepada Santi.

Ia terus menghela napas, sampai tiba-tiba, suara notifikasi ponsel membuatnya tersentak.

Ia mengambil ponselnya dan melihat sebuah pesan dari nomor yang tidak dikenal.

"Jangan lupa datang ke Restoran X siang ini, Nona. Kalau tidak, saya bisa kehilangan pekerjaan."

Alena mengernyit. "Apa-apaan ini?" gerutunya. "Semalam memerintah ku, sekarang malah mengancam ku. Dasar orang aneh."

Baru saja ia meletakkan ponselnya, Hana dan Danis bergabung di ruang makan.

Alena segera mengubah ekspresi di depan mereka.

"Pagi, Ma, Pa," sapa Alena.

Hana hanya mengangguk singkat sebelum duduk di kursinya. Danis membalas sapaan itu dengan senyum kecil.

Tidak lama kemudian, Arsen turun dari lantai atas dengan pakaian yang sudah rapi. Tapi, pria itu tidak terlihat seperti hendak sarapan.

"Kamu mau ke mana?" tanya Hana.

"Aku ada urusan, Ma."

Alena melirik sekilas. "Pasti mau menemui wanita itu." Ia mendengus dalam hati.

"Oh ya, Len." Arsen menatapnya. "Hari ini jangan pergi ke mana-mana. Temani Mama dan Papa."

Alena tersenyum tipis yang dipaksakan.

"Enak saja. Dia pergi menemui selingkuhannya, lalu aku disuruh menjaga orang tuanya? Mimpi!" gerutunya dalam hati.

Ia kembali teringat pesan dari nomor tadi. Lalu, perlahan, ia membuka pesan itu sekali lagi. Matanya membaca setiap kata dengan saksama. Dan, tanpa berpikir panjang, ia mengetik sebuah balasan.

"Baik. Saya akan datang."

***

Waktu berjalan begitu cepat.

Siang itu, Alena sudah berganti pakaian santai yang sederhana tetapi tetap terlihat anggun. Ia merapikan rambutnya di depan cermin, lalu mengambil tas dan keluar dari kamar.

Hari ini, ia memutuskan untuk menemui cucu Kakek Rendra saat kedua mertuanya tengah beristirahat siang.

Di sisi lain, Kenan masih berkutat dengan tumpukan dokumen di ruang kerjanya, seolah lupa dengan janjinya. Sampai, Doni mengingatnya.

"Tuan, ini sudah siang."

"Aku tahu," jawaban Kenan tanpa mengalihkan pandangannya dari dokumen.

"Tuan tidak makan siang?" tanya Doni lagi.

"Tolong pesan saja."

Doni berdeham pelan. "Lalu, mengenai Nona Alena..."

Gerakan tangan Kenan langsung terhenti. Ia mengangkat kepalanya, menatap Doni dengan kening mengerut.

"Nona Alena?" ulang Kenan.

"Hari ini Anda ada janji dengannya."

Kenan mengembuskan napas panjang. "Sial, aku lupa." Ia segera berdiri dan mengambil jasnya.

Meski ia curiga dengan pertemuan Alena dan kakeknya, tapi ia tetap ingin mengucapkan terima kasih secara langsung. Karena bagaimanapun juga, Alena telah menyelamatkan nyawa orang yang paling berharga baginya.

Tidak membutuhkan waktu lama, Kenan tiba di Restoran X.

Saat ia masuk, penampilannya langsung menarik perhatian banyak orang.

Tubuhnya yang tinggi, wajah tampan, dan aura dingin yang mengelilinginya membuat beberapa pengunjung tidak bisa berhenti memandang.

Namun, baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba seorang pelayan tidak sengaja menabraknya.

Brukh!

Nampan di tangan pelayan itu miring dan kuah makanan tumpah mengenai jas Kenan.

"Oh Shit!" umpat Kenan.

Wajah pelayan itu langsung pucat. "Ma-maaf, Tuan! Saya benar-benar tidak sengaja!" ucapnya panik sambil membungkuk berulang kali.

Kenan memejamkan mata. Ia menarik napas panjang, berusaha menahan amarahnya. Beberapa detik kemudian, ia membuka mata dan menoleh pada asistennya.

"Doni."

"Ya, Tuan?"

"Apa di mobil ada baju ganti?"

Doni menelan ludah. "E-emm... Itu..."

"Bawa ke sini."

"Ba-baik, Tuan!" Doni segera berlari meninggalkan tempat itu.

Dan, tidak lama setelah insiden memalukan itu, akhirnya Kenan duduk di ruang VIP, berhadapan dengan seorang wanita yang sedang menatapnya dengan ekspresi sulit dijelaskan.

Wanita itu tidak lain adalah Alena.

"Akhirnya, kita bisa bertemu, Nona Alena."

1
Muft Smoker
jgn marah2 kek ,, namany juga ank2 ,, 😂😂😂😂 ,,
nakal sdkit gpp ,, yg penting nnti kek dapet cucu menantu idaman ,,
nunik rahyuni
bocah nakal lg kasmaran kakek..relakan saja hp jadulnya...untuk kelancaran menjemput calon cucu menantu🤣🤣🤣
Ma Em
Alena semangat ya dan kamu jgn mau direndahkan Arsen , Kenan pasti bohong pada Alena bahwa dia menggantikan kakek Rendra .
sunaryati jarum
Orang panik juga bisa lupa.sampai menggandeng tangan.orang tidak merasa.Untuk.Arsen Emak beritahu ya kamu memiliki masalah kesuburan jadi diaknosa saat masih jadi suami Alena kemungkinan kecil membuat pasangan kamu hamil
Muft Smoker: atuh perlu di pertanyakan atuh mak ,, ank di kandungan erina????😲😲😲😲😲
total 1 replies
sunaryati jarum
Astaga kirain emak Kenan baca pesan di Hp Alena, ternyata.hp kakek Rendra dibaea🤣🤣🤣
sunaryati jarum
O yang baca Tuan Kenan,ya.Sudaj berani baca pesan di Hp Alena
Yeni Astriani
ternyata saingan terberat Kenan dalam mendapatkan perhatian Alena Kakek Rendra sampai mencuri hape kakek nya sendiri biar gak bisa kencan sama Alena.
aduhh😂😂😂
nunik rahyuni
kan...kenan nakal..orsng tua dikerjai...sampai seisi rumah di balik cuma cari hp..tp sang cucu yg licik menguntit nya🤣🤣g ada nyali nya kenan...klo suka bilang bos
Heny
SUAMI YG GK BERSYUKUR DPT ISTRI SETIA DAN BAIK HATI
Heny
Main cabtik Alena
Heny
Alena yg sabar
nunik rahyuni
yg di beri kbr si kakek tp notif nya msuk di hp kenan jg🤣🤣🤣l modus kenan licik
Muft Smoker
jgn2 yg nerima pesan bukan kek rendra tp si kenan ,,
😂😂😂😂
sunaryati jarum
Bosnya suka kamu,dia bayar dengan dana pribadi ,dia mengatakan dana perusahaan agar kamu tidak menolak.Untuk urusan Arsen di perusahaan ASN kamu tidak perlu kawatir,dari hasil sidang dan terungkapnya fitnah Arsen padamu, Arsen sudah tidak mendapatkan kepercayaan lagi.Apalagi jika perselingkuhannya diungkap, mungkin para pemegang saham memintanya mundur
sunaryati jarum
Semangat dan sukses Alena.Dan emak ingin segera melihat kehancuran Arsen dan keluarganya termasuk selingkuhannya
sunaryati jarum
Kenan Pepet Alena dengan dalih menemani kakek Rendra.Cerdas juga bisa memanfaatkan kedekatan kakeknya dengan Alena 🤣🤣🤣👋👋
Ma Em
Semangat Alena semoga kamu makin sukses selalu bahagia tinggalkan masa lalu menuju masa depan yg bahagia , semoga Arsen tdk akan pernah bahagia bersama selingkuhan nya dan mendapatkan balasan yg lbh menyakitkan .
Muft Smoker
tdk perlu memandang lg kebelakang Alena ,, anggap aj mereka mimpi buruk yg perlu km lupain ,,
Muft Smoker
tkuut kesaing ma kakek ny sndriii yx kenan😂😂😂😂😂
sunaryati jarum
Arsen yang menghubungi atau ada bukti baru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!