NovelToon NovelToon
Dicintai Sang Berandal Tampan

Dicintai Sang Berandal Tampan

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Tamat
Popularitas:51.3k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Rachel adalah definisi dari kesempurna, masa depannya begitu cerah, hidupnya sudah diatur sedemikian rupa oleh Ibunya, hingga banyak yang merasa iri pada Rachel. Namun, tanpa mereka tahu, Rachel merasa hidupnya seperti boneka, terutama setelah perceraian Ayah dan Ibunya.

Hingga akhirnya, Rachel sudah muak dengan hidupnya yang selalu diatur oleh Ibunya dan memutuskan untuk pergi menemui Ayahnya dan memilih tinggal bersamanya, Rachel yang terbiasa dengan kemewahan, begitu tersiksa ketika berada di tempat Ayahnya yang jauh berbeda dengan kehidupan mewahnya bersama Ibunya.

Tanpa Rachel sadari, kedatangannya untuk menemui Ayahnya membawa sebuah takdir yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, di mana ia dipertemukan dengan seorang pria dengan seribu macam permasalahan dalam hidupnya.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Rachel mampu bertahan tanpa kemewahan dari Ibunya? Siapakah pria dengan seribu macam permasalahan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cuma Itu?

Dandi terdiam cukup lama, jemarinya mempermainkan tutup gelas plastik yang sudah kosong. Matanya menatap lurus ke arah tumpukan ban bekas, seolah sedang melihat masa lalu yang ingin ia lupakan, pertanyaan Rachel tentang Ibu Daniel, menjadi saklar yang mematikan keceriaan Dandi yang tersisa.

​"Soal Ibunya...," Dandi menggantung kalimatnya dan menghela napas panjang lalu menggelengkan kepala perlahan.

"Gue nggak berani, Rachel. Kalau soal itu, mending lo tanya langsung ke orangnya, itu satu-satunya luka yang bahkan gue nggak berani bahas," ucap Dandi.

​"Seburuk itu?" tanya Rachel pelan.

​"Lebih dari buruk, Ibunya adalah alasan kenapa Daniel benci hidup," ucap Dandi dan mencoba mengakhiri pembicaraan.

"Udah malam, habisin makanannya terus tidur. Kalau Daniel balik dan lihat lo masih bangun gara-gara gue ajak gosip, besok nama gue tinggal kenangan," lanjut Dandi.

Baru saja Rachel ingin membalas ucapan Dandi, tiba-tiba terdengar suara geraman mesin motor dari luar. Diikuti dengan dentuman pintu gulung besi yang dibuka paksa dari luar, Daniel masuk dengan langkah tegas seperti biasanya. Ia tidak mengenakan hoodie, hanya kaos dalam hitam yang kini robek di bagian bahu dan noda d*r*h yang mulai mengering di lehernya.

​Daniel berhenti mendadak saat melihat Rachel sedang duduk di tengah bengkel bersama Dandi, matanya yang tajam langsung mengunci Rachel lalu beralih ke arah makanan yang sedang disantap wanita itu.

​"Kenapa belum tidur?" tanya Daniel.

​"Aku... aku sedang makan," jawab Rachel pelan, bahkan suaranya hampir hilang.

​Daniel berjalan mendekat, aroma keringat dan bau amis d*r*h yang menyengat langsung memenuhi penciuman Rachel. Saat pria itu melewati lampu bohlam, Rachel tersentak karena ada luka sayatan yang cukup dalam di lengan kiri Daniel, d*r*hnya masih menetes pelan ke lantai semen.

​"Daniel, lenganmu!" pekik Rachel.

Rachel refleks berdiri dan mencoba meraih tangan Daniel, namun pria itu menyentaknya kasar.

"Ini sudah biasa, habiskan makananmu dan segera istirahat. Oh ya, besok Om Brian akan datang dan menjemputmu, karena orang suruhan Ibumu sudah pergi," ucap Daniel lalu masuk ke salah satu ruangan yang ada di bengkel tersebut.

"Cepat habiskan," ucap Dandi lalu menyusul Daniel.

Dandi masuk ke ruang belakang dengan wajah tegang dan segera menutup pintu kayu di belakangnya rapat-rapat agar Rachel tidak mendengar pembicaraan mereka. Begitu Dandi masuk, ia mendapati Daniel sedang duduk di bangku kayu sambil menahan geraman dan berusaha membersihkan luka sayatan di lengannya dengan sobekan kain perca.

​"Gila, El! Lo habis perang di mana lagi?" bisik Dandi sambil buru-buru mengambil kotak P3K.

"Jangan bilang lo balik ke arena ilegal itu cuma buat cari gara-gara," lanjut Dandi.

​Daniel mendongak, matanya berkilat tajam meski terlihat lelah yang luar biasa. "Bukan arena, gue dihadang di persimpangan gudang tadi. Ada sekitar enam orang dan mereka bukan orang lokal," ucap Daniel.

​Dandi terhenti saat sedang menuangkan alkohol ke kapas, "Maksud lo... orang-orang jas hitam itu lagi? Yang suruhan emaknya si tuan putri?"tanya Dandi.

​"Bukan mereka, yang ini lebih kasar dan gerakannya serampangan, terus mereka bawa senjata tajam," jawab Daniel sambil meringis saat Dandi mulai menekan lukanya.

"Sepertinya mereka preman bayaran yang disewa untuk menyisir distrik ini," jawab Daniel.

​"Terus? Lo habisin mereka semua sendirian?" tanya Dandi tak percaya.

​"Gue nggak punya pilihan, kalau gue nggak beresin mereka di sana, mereka bakal terus buntuti gue sampai ke bengkel ini. Beruntung gue masih bisa ngelawan mereka sebelum ada yang sempat lapor ke atasan mereka," ucap Daniel dan napasnya mulai sedikit lebih teratur.

​Dandi menghela napas panjang, tangannya dengan terampil membalut lengan Daniel. Ia sempat ingin mengatakan soal pembicaraannya dengan Rachel tadi, terutama saat Rachel menyinggung soal ibu Daniel, namun melihat kondisi Daniel yang sedang tidak baik-baik saja seperti ini, Dandi memilih menelan kembali kata-katanya. Ia tahu betul, menyebut kata Ibu di depan Daniel saat ini sama saja dengan menyulut sumbu dinamit.

​"Lo harus hati-hati, El. Kalau mereka udah mulai sewa preman lokal, berarti penjagaan mereka makin luas. Luar biasa emaknya Rachel, niat banget jemput anaknya sampai bikin kacau negara orang," ucap Dandi.

​"Makanya besok dia harus pergi dari sini, bengkel ini sudah terendus. Om Brian bilang dia punya tempat yang lebih aman atau mungkin dia bakal langsung bawa Rachel ke pelabuhan bawah untuk disembunyikan sementara," ucap Daniel.

​Daniel berdiri, ia mengenakan kaos bersih dengan gerakan kaku karena luka di punggungnya juga kembali berdenyut da berjalan ke arah pintu lalu berhenti sejenak sebelum keluar.

"Tadi kalian ngobrolin apa?" tanya Daniel.

Dandi tersentak, jantungnya nyaris melompat keluar dari dada. Ia buru-buru memutar otak, mencari alasan yang tidak akan membuat Daniel curiga. Sambil berpura-pura sibuk merapikan botol alkohol, Dandi tertawa hambar.

​"Ngobrolin apa? Biasalah, El. Dia penasaran sama daerah disini yang kotor, nggak kayak di Jakarta," jawab Dandi asal dan mencoba terdengar sesantai mungkin.

​Daniel menatap Dandi lama, matanya yang tajam menyipit seolah sedang memindai kejujuran di balik wajah kusam sahabatnya itu.

"Cuma itu?" tanya Daniel.

​"Iya cuma itu, Rachel kayaknya masih canggung sama gue. Dia nggak banyak omong," ucap Dandi.

​Daniel tidak menjawab. Ia hanya mendengus tipis, sebuah reaksi yang sulit diartikan lalu melangkah keluar menemui Rachel yang masih duduk kaku di area bengkel.

Pagi harinya, distrik pelabuhan masih diselimuti kabut tipis dan bau karat yang khas. Daniel sudah bangun sejak pagi, ia berdiri di depan pintu gulung besi yang terbuka sedikit dan memantau pergerakan di luar, lengannya yang dibalut perban putih tampak kontras dengan kaos hitamnya.

Sekitar pukul tujuh, sebuah mobil van tua yang tertutup rapat berhenti di depan bengkel. Brian turun dari sana, penampilannya lebih rapi namun wajahnya terlihat sangat kuyu karena kurang tidur.

​"Daniel," panggil Daddy Brian dengan nada lega.

​Rachel yang mendengar suara Ayahnya langsung berlari keluar dari kamar, "Daddy!" panggil Rachel.

Mereka berpelukan erat di tengah aroma oli dan bensin, Daddy Brian mengelus rambut putrinya dengan tangan yang kasar.

"Maafkan Daddy, Rachel. Kita harus segera pindah, orang-orang suruhan Mommy-mu mulai menyewa preman lokal untuk menggeledah setiap sudut distrik ini. Mereka tidak akan berhenti sampai kamu ditemukan," ucap Daddy Brian.

​"Kita mau ke mana, Dad?" tanya Rachel cemas.

"Ke rumah milik teman Daddy di pinggiran kota yang lebih tersembunyi," jawab Daddy Brian.

.

.

.

Bersambung.....

1
Dewi Yanti
kenapa rachel g manfaatin wkt masih sama mama nya ya, kumpulin uang cash yg banyak udh th sifat mamah nya gt pst bakal bekuin semua kartu nya. g pintar nih
Dewi Susanti
cerita bagus,menarik
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
betul segala perbuatan ada konsekuensi nya. setidaknya ada efek jera untuk ibumu yg selalu menyombonhkan kekuasaan nya dan kekayaan nya. saat terjatuh dr puncak kesuksesan nya, sakitnya tidak bisa tertolong lagi
dome🌬️🌀🌀🌀
keserakahan membawa petaka, kau tanam keburukan karmalah yg kau dapatkan.
dome🌬️🌀🌀🌀
aahhh kalau kata aku mah viona ini sudah rada stress. mungkin hidupnya selalu dituntut untuk sempurna dan selalu dikelilingi orng2 picik dan munafik serta haus akan kekuasaan dan harta. makanya hati dan fikiran nya selalu tentang kekuasaan dan gemilangnya harta😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
uugghhhh.... laki laki, suami dan calon ayah sejati nih bosss😁😁
bangga banget dah bagi ayah2 petarung yg berjuang demi kehidyanak dan istri demi masa depan😁😁😁
💪💪😄semangat para ayah, papa, bapak, Abi, papi, Daddy. kalian hebat😁
dome🌬️🌀🌀🌀
horeeeeee baby junior Daniel akhirnya launching 😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
😭😭😭😭 pengorbanan seorang suami loh ini. demi memberikan kehidupan yg layak bagi istri nya😭😭. sebegitu cinta nya Daniel sama Rachel. seribu satu bisa punya suami spek Daniel
dome🌬️🌀🌀🌀
jangan bilang emaknya Rachel bikin ulah demi kebebasan Rachel dan keamanan Rachel. asli sih kalau ternyata benar. emang definisi emak emak laknat sumpah. kalau bener ada hubungan dengan emaknya Rachel yaa. kalau ga ya syukur
dome🌬️🌀🌀🌀
dasaarrrr,,, babon Tia ga punya malu dan ga punya harga diri. sudah membuang darah dagingnya sendiri dan mengusir nya, sekarang datang karna iming2 harta. lantas memaksa kehendak tanpa tau malu. dasar gila harta. anda ini asli konglomerat atau atau orkay abal2 setengah jadi sih. sebegitu nya silau sama harta.
dome🌬️🌀🌀🌀
dihhh,,, ga tau maluuuu...😤😤😤 sudah mengusir, membuang dan tak menganggap anak. tiba2 datang mengaku sebagai ibu, mengklaim segala apa yg pernah diberikan. memangnya Rachel memaksa dan meminta itu semua padamu
dome🌬️🌀🌀🌀
mereka yg romantis aku yg baleran😄😄😄😄
mereka yg manis manis, aku yg cengar cengir 🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
ada pawang ini boss😄😄😄
ga akan bisa galak galak si boss sama ibu boss🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
baru ini baca novel yg ga tersentuh dengan bau2 kekayaan, ga ada istilah anak yg hilang ternyata keturunan dr orng terkaya. atau orng kaya yg nyamar. atau tiba2 punya harta warisan dr mending orng tuanya 🤣🤣. asli sederhana banget kehidupan 😁😁
top laahhh pokoknya
mangaattt thorrr💪💪💪😁
dome🌬️🌀🌀🌀
akhirnya penantian selama 2th tak sia sia yaa Daniel 😁😁😁
sekarang Rachel sudah menjadi milikmu seutuhnya 😁😁😁
semangat membuat Daniel junior🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
apakah ada adegan plus plus nya🤣🤣🤣
aku kok berharap yaaakkk🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
apakah yg dilakukan emak durhakanya Rachel. biar lah dia hidup sengsara kesepian dan terus mengejar kekayaan yg tak berkesudahan hanya karna alasan bahagia diatas tumpukan uang da harta
dome🌬️🌀🌀🌀
kapan memulainya Rachel tau tau sudah selesai saja🤣🤣🤣
maksudnya kapan mereka menjalin hubungan tapi tiba2 Rachel bilang sudah selesai.
heheheheee.. Rachel berarti menganggap mereka dahulu punya suatu hubungan dong😄😄😄

eeaaaaaaa... kalau Danil skak mati kayak gitu Rachel mau ngomong apa🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
" apa yg kau lakukan disini Rachel "?
Rachel: "main petak umpet, kenapa mau ikutan"! 🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
gilaaa,,, ini cerita diluar ekspektasi ku. biasanya tokoh utama aslinya konglomerat yg sedang terbuang diantar berantah karena hukuman atau apapun itu.dan sang cwe bisa meniti karirnya yg memang pada dasarnya memiliki kemampuan bisnis. tapi ga sesuai 🤣🤣🤣 kembali ketempat kumuh lagi 🤣🤣..
tapi tetap semangat laahh yaa Rachel kehidupan sejatimu baru dimulai😁😁💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!