NovelToon NovelToon
Kau Milikku Sayang

Kau Milikku Sayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Single Mom
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"siapa namamu?"
xavier menatap lekat bocah 5 tahun itu yang melotot marah kepadanya, bocah laki-laki dengan rambut gondrong ikal sebahu, memegang sebuah rubrik di tangannya.
mata bocah itu mengingatkan xavier pada wanita itu, wanita sialan yang pergi begitu saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

enam belas

"oma..." sapa diandra sopan, berdiri di sisi xavier, tangannya terulur menarik killian dari gendongan pria itu.

Tapi bocah 5 tahun itu mengelak, "om kapan mau ganti mainan lian yang patah?"

Bocah itu malah menangkup wajah xavier, tentu saja xavier tertawa karenanya, tanpa memperdulikan diandra, pria itu masuk ke toko mainan tanpa melepaskan killian dari gendongannya.

Wajah diandra tersenyum tak enak hati, apalagi nyonya wina tak henti mengamatinya.

"biarkan saja mereka, ayo ikut oma!" nyonya wina menghela tangan diandra yang terkejut kaget,

"tapi.." diandra menoleh berulangkali ke arah toko mainan, langkahnya sedikit terseret. Oma wina menggandeng tangan diandra dan menautkannya di lengan wanita sepuh itu.

"lian.., nanti..., bagaimana ini?"

"jangan khawatir, xavier tahu kemana kita pergi"

Diandra hanya bisa pasrah, diam mengikuti langkah nyonya wina menuju pujasera yang masih terlihat lengang.

"kamu belanja bulanan?" tanya nyonya wina, begitu mereka duduk dan memesan minuman.

Diandra mengangguk dan tersenyum sopan, duduknya masih terlihat rikuh, matanya sesekali menoleh ke tempat toko mainan tadi, berharap killian dan xavier segera menyusul.

"kamu mengenal xavier?"

Diandra tersentak, menoleh. Mengamati wajah tua nyonya wina yang menatapnya lekat, "siapa yang tidak mengenal xavier pratama ,nyonya!"

Nyonya wina mengibaskan tangannya, tepat di depan wajah diandra.

"panggil saja oma" ujarnya tersenyum ramah,

"tapi yang oma maksud bukan hanya kenal nama.." nyonya wina terdiam sesaat menanti reaksi diandra yang mulai kelihatan gelisah, tak nyaman.

"apa kamu mengenal xavier secara pribadi?"

"aaa, apa maksud oma?" wajah diandra sesaat memias, dan nyonya wina menyadari perubahan wajah diandra.

Wanita sepuh itu menggeleng seraya tertawa kecil, "oma cuman heran, kenapa putra kamu kelihatannya sangat dekat dengan xavi!" tanyanya mengalihkan niat hatinya, oma wina tahu diandra sedang gugup.

"ahhh.." terdengar hembusan nafas diandra lega, ia tersenyum.

"xavi dan killian pernah tabrakan di sini!, mainan killian patah karena kejadian itu"

Nyonya wina tersenyum tipis, matanya tak lekang mengamati diandra yang sedang berbicara.

Wanita sepuh itu tahu, diandra sedang menata debar jantungnya. Masih sangat terlihat kalau diandra canggung, ia juga menyadari kalau wanita cantik ini sedang menutupi sesuatu, dan sejujurnya nyonya wina yakin, kalau diandra adalah wanita yang sedang xavier cari-cari.

"mamaaaa..."

Diandra dan nyonya wina serentak menoleh, teriakan killian yang memegang sebuah kotak besar, tertawa riang dengan sebelah tangannya masih digenggam xavier.

"om xavi beliin lian mobil remote" lapor bocah tampan itu begitu tiba di depan diandra.

"lihat..!"

Diandra tersenyum lembut, mengelus kepala putranya. Mata indahnya terlihat penuh cinta dan sayang, tangannya meraih bocah itu untuk duduk, namun killian berkelit, bocah tampan itu malah memutar beranjak ke arah xavier.

"om, nanti ajarin lian gimana mainnya yah!" mata kebiruan bocah itu menatap penuh harap, xavier mengangguk cepat, ia meraih killian ke dalam pelukannya.

Diandra terkesima, kemiripan killian pada xavier semakin jelas terlihat. Ia menelan salivanya, siapapun yang melihat adegan ini pasti yakin kalau kedua pria itu adalah ayah dan anak.

Nyonya wina melirik diandra yang semakin terlihat tak nyaman, ia tahu diandra sudah gelisah. Beberapa kali diandra celingukan, seperti ketakutan ketahuan atau ketangkap basah.

"lian.., kita pulang sayang!" ajak diandra, menyentakkan semuanya.

Xavier menatap diandra lekat, mata kebiruan pria itu cukup tajam, membuat diandra salah tingkah.

"mama harus ke restoran, om ronal minta tolong."

Diandra melihat arloji di tangannya dan killian bergantian, wajahnya mulai terlihat panik. Ronal minta tolong diandra masuk menggantikan dia pukul 1 siang sampai pukul 8 malam, karena pria itu ada sedikit urusan.

Sementara sekarang sudah pukul setengah 12, diandra berdiri, tangannya melambai memanggil killian.

"aku antar yah?" tawar xavier ikut berdiri.

Diandra menggeleng seraya mengibaskan tangannya.

"nggak usah, aku udah pesan taksi barusan" tolak diandra, kemudian mengangguk hormat pada oma yang hanya mengamati.

"kami pamit, oma"

Nyonya wina mengangguk berdiri, tangannya mengelus kepala killian lembut.

"hati-hati"

Diandra mengangguk, meraih tangan putranya dan melangkah pergi.

Xavier masih melihat ke arah diandra pergi, matanya tak teralihkan. Seandainya oma tak menyentuh lengannya,mungkin dia masih saja terpaku.

"ayo..xavi"

Xavier tergeragap, kepalanya mengangguk.

"kenapa?" tanya omanya tersenyum penuh arti.

"secantik itukah diandra sampai kamu nggak rela melihat dia pergi!"

"oma apaan sih" gerutu xavier kesal, walau dia tahu omanya paham apa yang ia rasakan.

Omanya terkekeh, wanita sepuh itu menautkan tangannya ke lengan cucu tampannya itu.

"oma mau kamu segera perjelas identitas bocah tampan itu, xavi. Bagaimanapun dia keluarga pratama!"

Xavier hanya diam, benaknya saat ini malah sibuk memikirkan sosok diandra. Mengapa wanita itu selalu terlihat gelisah dan tak nyaman berada di dekatnya, diandra selalu berusaha menjaga jarak.

"oma tahu kamu tertarik pada diandra!, kamu harus segera memperjelas perasaanmu itu, dan untuk geraldine, kamu harus selesaikan secara baik-baik" ujar nyonya wina menyadarkan xavier dari berisiknya isi kepalanya itu.

Xavier hanya mengangguk, ia membukakan pintu mobil untuk omanya.

"kalau kamu menyukai wanita itu, ungkapkan segera!"

Lagi-lagi xavier tak menjawab, ia hanya mendengarkan semua ucapan omanya dengan mata yang fokus menatap jalanan siang itu yang terasa panas membara.

<<<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>

"mama...!" panggil killian menyadarkan diandra yang diam saja, ia menoleh,menatap mata putranya lekat.

"ya sayang?"

"lian sayang om xavi!"

Diandra tercekat, menelan salivanya. Raut wajahnya terlihat kaget, putranya itu jarang-jarang menyukai orang lain.

Killian sudah mengenal elang 4 tahun, tapi putranya itu belum pernah mengatakan kalau menyayangi elang.

Ternyata ikatan darah sekuat itu, namun diandra takut, takut kalau sampai xavier menyadari kalau killian itu putranya, dan kemudian merebut killian darinya.

Bagaimanapun keluarga pratama bukanlah konglomerat biasa, diandra yakin tak akan mampu melawan mereka, jika mereka menuntut hak asuh killian nanti.

"mama...!"

Panggilan killian kembali menyadarkannya, diandra kembali menatap killian lembut.

"lian boleh punya papa?"

Bola mata diandra membelalak lebar, mulutnya sampai terperangah tak percaya.

"lian mau papa kek om xavi, maa"

Lagi-lagi diandra menelan salivanya, kali ini sedikit seret, permintaan putranya, tatapan mata bocah itu yang penuh harap membuat diandra terdiam seribu bahasa.

"kenapa lian ngomong gitu?" tanyanya hati-hati. " apa om xavi ngomong sesuatu?"

Bocah laki-laki 5 tahun itu menggeleng sendu, "lian pengen punya papa, maa. Lian pengen main bareng ama papa"

Diandra merengkuh kepala putranya, memeluknya hangat. Ada yang mengalir di hatinya, rasa sedih. Wajah cantiknya terlihat sendu, sejujurnya diandra merasa bersalah. Rasa bersalah yang begitu besar, karena tak bisa menghadirkan sosok ayah dalam tumbuh kembang killian.

Diandra mengecup puncak kepala putranya lembut, ia sadar kalau putranya itu merindukan sosok ayah dalam hidupnya, walau diandra sudah berusaha mengisi tangki cinta putranya itu, namun ia sadar cinta seorang ayah tak bisa ia penuhi.

Bersambung...

1
Sri S
lanjut
Sri S
suka
Sri S
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!