NovelToon NovelToon
Membangun Rumah Duka

Membangun Rumah Duka

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:368
Nilai: 5
Nama Author: Nyta Yulaeha

Vayala seorang gadis berusia 29 tahun yang gagal menikah dengan mantan kekasihnya yang toxic dan memutuskan menikah dengan pria yang baru dikenalnya selama satu bulan.

impiannya membangun rumah tangga yang bahagia nyatanya hanya membangun rumah duka,pria yang terlihat baik,royal dan perhatian itu berubah menjadi kasar,perhitungan dan silent treatment sehingga membuatnya merasa kesepian dan sedih .

bagaimana Vayala menghadapi kehidupan rumah tangga yang membuatnya menderita itu...
apakah ia bisa bahagia dengan laki laki pilihan yang baru dikenalnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyta Yulaeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Kabar baik

 Sudah setahun lamanya kami tinggal menumpang dirumah ibuku dan sudah hampir setahun juga Mas Bram bekerja di kantor dalam bidang asuransi,aku berharap Mertuaku cepat pulang dari kampung dan tanah mereka lakukan terjual agar kami bisa membeli rumah sendiri.

"enggak ada makanan lain??"tanya Mas Bram melihat menu makan malamnya dengan semur ayam yang sudah di simpan untuknya setelah pulang dari bekerja.

"ibu hari ini hanya masak ini,ini juga alhamdulilah mas"sahutku .

"Aku enggak suka sama semur....sudah berapa kali aku bilang sama kamu kan"ucapnya menyodorkan piring berisi nasi dan lauk itu padaku.

"Mas...namanya kita masih numpang dirumah orang tua harusnya kamu bersyukur udah dimasakin tinggal makan..kamu aja kan kasih uang engga seberapa ke ibu aku...coba kalau kita ngontrak kaya dulu,listrik,makan,sewa kamar udah berapa "ucapku menasehatinya.

"ah .sudahlah...lebih baik aku cari makan diluar!"ucapnya bergegas keluar menyalakan motornya.

Melihatnya seperti itu aku hanya menggelengkan kepala,sudah beberapa kali ia menolak makanan yang dimasak oleh ibuku atau tidak menghabiskannya dan masih tersisa terkadang aku tidak habis pikir sebenarnya masakan apa yang ibunya masak saat ia masih tinggal dirumahnya sampai makanan rumahan dia selalu pilih pilih.

    Terdengar suara panggilan telepon dari handphone Mas Bram yang di letakkan di atas meja..kulihat dilayar tertera nama bapak mertuaku.

"Mas ini ayah telepon"ucapku memberikan handphone itu ke mas Bram yang baru saja keluar dari kamar mandi.

"Hallo yah...."

"Bram...tanah di kampung sudah laku,ayah sama ibumu akan segera pulang...".

"beneran yah...alhamdulilah..akhirnya ,kapan kalian pulang?"

"ayah lagi pesan tiket dua hari lagi kemungkinan pulang!"

Aku berdiri disamping Mas Bram,mendengar pembicaraan mereka yang terdengar jelas dari handphone yang di loudspeaker.

"sebentar lagi kita punya rumah sayang!"ucap Bram terlihat senang.

"alhamdulilah..akhirnya Mas...!"."besok kita mulai cari cari rumah ya...biar nanti pas ayah datang langsung bayar kalau kita dah dapet rumahnya".Aku pun mengangguk pelan merasa senang.

    "Mas kita kenapa enggak beli rumah samping ibuku kan mau dijual"ucapku .

"harganya berapa emang?"tanyanya penasaran .

"diatas lima ratus juta si ..".

"Ga masuk harganya,ayahku kasih budget cuma dua ratus lima puluh juta aja buat satu anak,kamu kan tau aku empat bersaudara"ucapnya.

"hmm...ga masuk ya."

"kita cari perumahan minimalis aja banyak ko yang harga segitu!"ucapku lagi.

   Keesokan paginya Mas Bram berangkat kekantor lebih awal karena ada janji dengan nasabah untuk mengajukan asuransi.

seperti biasa aku bebenah membersihkan ruangan kamarku dan mencuci pakaian dan membantu ibuku membersihkan rumahnya.

  "Bu,orangtua Mas Bram sebentar lagi mau pulang!"ucapku memberitahu.

"bagus dong...tanah mereka sudah laku?"tanya ibuku sambil memasak.

"doain aja Bu biar kami enggak ngerepotin ibu terus!".

"ya namanya orangtua cuma bisa doain anaknya biar seneng Vay,ibu enggak bisa bantu banyak cuma ini yang bisa ibu lakuin buat kamu.."ucapnya .

"iya Bu makasih dah selalu doain Vay dan mas Bram...".

Setelah solat Maghrib dan bertadarusan terdengar suara motor dari kejauhan,aku dengan segera melepaskan mukena dan membuka pintu menyambut mas Bram yang baru saja pulang.

Ia berjalan cepat melewatiku yang berdiri didepan pintu dengan wajah kusut."ucapin assalamualaikum dong mas kalau baru pulang!"seruku sambil menutup pintu.

"beberapa bulan ini kacau,penjualanku tidak sampai target dan atasanku menyuruhku untuk resign segera daripada aku dipecat!"serunya sambil membuka kemeja.

"kamu jadi berhenti kerja lagi mas?"tanyaku terkejut.

"aku sudah berusaha,belakangan ini mendapatkan nasabah royal sangat susah,usaha mereka pun banyak yang Ter ancam bangkrut karena perekonomian sekarang ini!"sahutnya dengan lesu.

"yah..mau diapakan lagi mas...mungkin belum rejeki kamu buat bekerja disitu lagi,sebentar aku ambilin makan dulu buat kamu".

"ibu masak apa Vay?"tanyanya melirikku.

"hari ini sayur sama ikan kesukaan kamu!"jawabku bergegas ke rumah ibuku yang berada disamping kamar kami.

"besok aku akan buat surat resign dan aku tidak akan masuk kerja lagi disana,lagipula kan orangtuaku akan pulang dan membawa uang banyak jadi kita enggak perlu khawatir seperti sebelumnya".ucapnya sambil menyantap makan malam dengan lahap.

"kira kira gaji kamu bakal kaya gaji bulan lalu gak mas..aku tuh kepengen banget beli kulkas biar bisa masak nanti kalau sudah punya rumah...beliin ya mas gaji kamu kan juga besar ".ucapku merengek padanya,selama ini aku berkeinginan memiliki lemari es untuk menyimpan makanan dan bisa membuat kue biar tidak cepat basi tapi mas Bram hanya diam dan diam lagi.

"Mas itu apa?" Tanyaku melihat tumpukan kardus sepatu yang tergeletak di pojok kamar.

"itu sepatu dari temanku,kemarin sepatuku jebol jadi dia memberiku sepatu yang tidak ia pakai lagi."sahutnya pelan.

Aku segera mengambilnya dan membuka kardus itu yang berisi dua pasang sepatu berbeda,sepatu pantofel kerja berwarna hitam yang masih bagus dan satunya sepasang sepatu kets bermerk yang mungkin harganya mahal.

"temen kamu baik banget mas ..sepatunya masih bagus bagus!"seruku merasa terharu.

"mereka emang baik!"sahutnya pelan.

Malam semakin larut dan kami pun segera tidur,ku tatap wajah mas Bram yang tertidur pulas,wajahnya yang terlihat letih dengan kepalanya yang sudah dipenuhi rambut putih walau usianya masih muda berbeda tiga tahun denganku.

"sekian kali Mas Bram keluar dari pekerjaannya,aku tidak tau apa yang salah dengannya..dia menganggur lagi tapi untungnya orangtuanya akan segera kembali kesini ..mungkin jika mas Bram tidak pandai bekerja formal,kami bisa mencoba untuk berdagang "gumamku dalam hati merasa kasihan padanya.

Pagi ini seperti biasa aku membereskan ruangan kamarku,ibuku Yang sedang menyapu halaman tiba tiba bertanya dari luar.

"Vay ini sepatu siapa??".

"Kenapa Bu?"tanyaku menghampirinya dengan penasaran,kulihat ibuku sedang memegang sepasang sepatu kets yang kulihat semalam.

"Lah kok sepatunya sama ibu?"tanyaku bingung.

"ibu Nemu di dalam bak sampah,digeletakin gitu aja,emangnya ini punya siapa..masih bagus banget ini kaya baru,dikasih orang pasti mau !"ucapnya .

"itu dikasih sama temennya mas Bram,tapi kenapa bisa di bak sampah ya!"sahutku lagi.

"Si Bram gimana...sepatu bagus kok di buang,bukannya dipake..kan sayang ini sepatu mahal!"ucap ibuku terheran.

"tau deh Bu...Mas Bram enggak suka kali makannya dibuang"ucapku lagi.

"suamimu itu ibu perhatiin kalau enggak suka main buang buang aja barang padahal masih bagus,gak boleh kaya gitu namanya mubajir..".

Aku hanya tersenyum menahan malu sudah berkali kali Mas Bram seperti itu tanpa bicara padaku,jangankan barang dia ,barangku pun kalau ia tidak suka main dibuangnya .

"yaudah Bu kasih orang aja sepatunya...masih bagus banget itu enggak ada cacat sama sekali,nanti aku coba bicara sama mas Bram biar engga kaya gitu lagi".ucapku pelan.

...****************...

1
partini
nyesek sekali sinopsisnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!