NovelToon NovelToon
DOPAMIN

DOPAMIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mafia
Popularitas:180
Nilai: 5
Nama Author: Key Kastara

Balas dendam adalah hidangan paling nikmat, tapi juga yang paling memabukkan.

Lima tahun lalu, Zara dijual, dihina, dan diinjak harga dirinya oleh kerabat sendiri. Diselamatkan sekaligus ditempa oleh Garda, ia berubah menjadi Zevana Ardhani—wanita cerdas, berkuasa, dingin, dan mematikan yang hidupnya hanya punya satu tujuan: Balas Dendam.

Namun segalanya goyah saat Arka hadir. Pemuda tulus dan polos—anak musuh terbesarnya—mencintainya tanpa syarat, perlahan mencairkan hati beku yang ia bangun bertahun-tahun.

Di tengah pusaran kebencian yang memberi kepuasan sesaat layaknya efek dopamin… Zevana dihadapkan pada pilihan terberat yaitu antara terus memburu kehancuran, atau berani berhenti demi cinta yang menawarkan kesembuhan sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Key Kastara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Madam Mia

"Berapa harganya?" ulang Nyonya itu dengan senyum merekah.

Rendra mengangkat sebelah alisnya lalu melirik ke arah Zara dengan mimik wajah menyepelekan.

"Lihat? Hanya senilai itu bahkan di mata seorang yang tahu harga," celetuk Rendra seolah ia ingin Zara berkecil hati.

Namun bukannya menciut, Zara tersenyum ke arah sang Nyonya pengelola bisnis bar itu hingga membuatnya tertarik untuk mengobrol.

"Wah, lihatlah. Mata polos ini sangat berambisi rupanya. Jadi ... Siapa namamu Nona manis?"

Bukannya menjawab, Zara malah mengedarkan pandangannya sembari bertumpang kaki dan melipat kedua tangannya di dada.

"Saya lihat sepertinya ruangan ini penuh, tapi pelanggannya kurang ramai. Padahal ini sudah malam tapi dari siang orang-orangnya hanya itu-itu saja," celetuk Zara membuat wanita berpipi chuby itu membulatkan netra merasa tersinggung.

"Sepertinya Nona pintar ini tidak tahu ya, walaupun sedikit, tapi pelanggan di sini semuanya kelas atas. Jadi enggak perlu banyak, tapi cukup buat menguras kantong mereka," sarkas wanita itu sambil mengibaskan jemarinya yang penuh oleh cincin berlian aneka warna.

"Madam Mia, gak usah dengarkan anak ini. Dia cuma ngelantur," kekeh Rendra sembari menutup mulutnya menahan tawa.

"Itu penyebabnya," ungkap Zara menjawab ucapan Madam Mia.

"Nuansa Bar ini mewah. Tapi lampu-lampu diskonya dan pencahayaannya yang redup–bikin kesannya kayak club malam biasa. Dilihat sekilas juga desain interiornya gak nyambung. Fasilitasnya juga bentrok. Ini gabungan Bar wine dan Restaurant formal sekaligus." Zara menelaah setiap inci ruangan tempatnya berada itu.

"Jelaskan," titah sang Nyonya kini dengan mata berbinar dan kedua tangan tergamit di bawah dagunya.

"Sebaiknya ubah tone-nya dengan salah satu pilihan saja. Jika mau ambil bisnis club malam, bisa tambah fasilitas dengan sewa DJ Live, pindahkan restaurant ke ruangan lain yang berbeda. Saya pernah lihat di film-film ada yang seperti itu. Lalu jika mau pilih nuansa lebih elit, sebaiknya hilangkan lampu-lampu bikin sakit mata, dan musik bising gak jelas itu, lalu tambah fasilitas semacam club kartu atau biliard-comunity. Itu bakal lebih nyambung," tutur Zara dengan mata tetap tertuju pada gelas minumnya.

Prok! Prok! Prok!

"Briliant!" seru sang Nyonya sembari memeluk Zara dengan erat.

"Di mana kamu menemukan permata imut ini?" tanya Madam Mia antusias.

"Hah ... Sayang sekali, permata imut ini milik Bos Garda," jawab Rendra sembari bangkit lalu mengajak Zara untuk segera pergi.

Grep!

"Apa kamu punya nomor kontak? Ponsel? Ponsel?" tanya Madam Mia sembari mencekal oengan Zara lalu membuat kode gerakan tangan seperti sedang menelepon.

"Madam, dia ini kepunyaan Bos Garda. Jangan main serobot aja," tegur Rendra mengingatkan.

"Ck! Sugar Daddy macho itu emang pinter banget nemuin harta karun! Ish!" decak Madam Mia dengan wajah kecewa.

"Setidaknya beri tahu namamu gadis imut, nanti Madam akan ikuti saranmu tadi, ya?" bujuk Madam Mia seolah masih ingin berbincang dengan Zara.

Melihat antusiasme Madam Mia terhadap dirinya, Zara tersenyum puas.

"Saya harap kita bisa bertemu lagi Madam, lain waktu saya perkenalkan diri dengan baik," ujarnya sembari mengangguk lalu melengos pergi mengekori Rendra.

Itu adalah pengalaman pertama Zara dalam permainan bisnis yang akhirnya membawanya pada kesuksesan perusahaan Garda. Perlahan Zara melangkah dari mulai menjadi penasehat bisnis, dipercaya memegang satu cabang perusahaan, terjun ke lapangan untuk survei dan menjadi penagih hutang, hingga akhirnya ia membangun sendiri bisnisnya dari hasil kerja kerasnya menanam sedikit demi sedikit kepercayaan para pemilik perusahaan.

Meski berat dan sulit, Zara tetap bertahan di dunia penuh persaingan dan pengkhianatan itu. Rendra yang memang sejak awal mencetuskan permusuhan kepadanya, bahkan pernah menjebaknya hingga ia hampir menjadi barang dagangan kembali seperti saat ia dijual kepada Garda oleh Bibinya. Namun kecerdikannya menyelesaikan permasalahan membuat kesulitan itu berbalik kepada Rendra yang akhirnya dipecat dan diasingkan dengan cara yang kejam oleh Garda.

"Hah ... Waktu, ternyata benar seperti katanya. Uang dan kekuasaan, itu mempermudah segalanya," monolog Zevana sembari mengusap papan nama barunya dengan ujung ibu jarinya.

"Baik, mari kita lihat siapa selanjutnya?" gumamnya sembari membuka layar laptopnya lalu menggulir satu persatu nama yang tertera dengan nama File "Bisnis Akuisisi Gagal".

Klik!

Tertulis nama 'Madam Mia–Night Club Priority' dengan cetak tebal dan pewarna merah di urutan nomor ke 12.

"Wah! Coba lihat, siapa ini? Sepertinya akan mendebarkan bertemu lagi dengan masa lalu," seringai Zevana sembari menautkan jemarinya lalu menaruhnya di bawah dagu.

"Mari bernostalgia dengan Zara versi yang baru, Madam Mia tersayang," kekehnya sambil menutup mulut.

"Sayang sekali Pak tua Rendra tak ada di sini untuk melihat, hihi," kekeh Zevana sambil tersengir-sengir.

Hap!

Zevana bangkit lalu langsung melangkah menuju parkiran mobil.

"Antarkan ke tempat 'Madam Mia–Night Club Priority'," titah Zevana pada Bani yang kini setia menjadi asisten sekaligus supir pribadinya.

Klap!

Brum....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!