NovelToon NovelToon
Koki Kesayangan Raja Naga

Koki Kesayangan Raja Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:15.9k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Li Yunru tiba-tiba bertransmigrasi ke zaman kuno setelah memakai cincin naga perak berisi ruang spiritual misterius. Bukan itu saja, dia juga menjadi koki spiritual yang mampu menyembuhkan segala jenis penyakit dan keracunan.

Berkat cincin naga perak juga, Li Yunru ditakdirkan menjadi pasangan sang raja naga putih penguasa wilayah utara—Bai Muzhi. Pria berwajah dingin yang jiwanya terluka akibat pedang antar benua ratusan tahun lalu itu, akhirnya menemukan satu-satunya penyembuh yang mampu mengobatinya. Perlahan, perasaan cinta tanpa sadar tumbuh di antara keduanya.

Rupanya kemunculan Li Yunru bukan hanya mengungkap banyak rahasia masa lalu, tapi juga membuat musuh di kegelapan mulai mengincar kekuatan tersembunyi dalam dirinya. Menghadapi misteri ribuan tahun lalu yang mulai tersingkap, mampukah Li Yunru melewati cobaan tersebut sampai akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjadi Pelayan

Hei Sanfeng menyipitkan mata, lalu menatap Hong Maxing penuh selidik. "Kamu bahkan tahu dia keturunan ras peri hutan?"

"Aku bukan raja bodoh yang tidak tahu apa-apa. Jika memang begitu, untuk apa aku jadi raja?" balas Hong Maxing santai sambil mengibaskan ekornya.

"Kalau begitu, tahukah kamu siapa orang tuanya?"

Hong Maxing memutar bola mata rubahnya. "Keahlianku merayu wanita, bukan meramal seperti biksu tua! Mana aku tahu!"

"Berarti kamu bodoh!"

"Seolah-olah kamu pintar! Bercermin dulu, dasar elang kepala botak!"

Hei Sanfeng kembali menyentuh kepalanya yang botak dengan ujung sayap. Rasa kesal dan malu bercampur jadi satu. Dalam benaknya, kecurigaannya terhadap Hong Maxing justru semakin kuat.

Bagaimanapun, Hong Maxing adalah penjahat nomor satu di wilayah barat sekaligus raja rubah merah paling buruk setelah perang antar benua. Siapa yang tidak mengenalnya?

Menurut Hei Sanfeng, rubah merah itu juga menjadi salah satu penyebab luka jiwa Bai Muzhi. Baginya, semua ini bukan kebetulan. Rubah licik itu pasti menyimpan rencana untuk menggulingkan kejayaan suku naga putih.

"Rubah jahat! Kamu ingin membunuh gadis manusia itu karena takut dia menyembuhkan Bai Muzhi?! Langkahi dulu mayatku!" bentak Hei Sanfeng sambil mengepakkan sayapnya, meski tubuhnya masih lemah.

"Fitnah! Aku juga ditipu! Lagi pula niat itu sudah lama hilang!" balas Hong Maxing dengan nada meninggi.

"Benar saja! Kamu memang ingin membunuh Bai Muzhi dan gadis manusia itu demi menjatuhkan wilayah utara. Dasar pemberontak kekaisaran!" Hei Sanfeng memang sudah lama mencurigai Hong Maxing sejak perang antar benua.

Hong Maxing langsung marah hingga semua ekornya mengembang. "Itu beda konteks, bodoh!"

Mengapa tiba-tiba ia dicap sebagai pengkhianat? Jika memang berniat begitu, dulu ia tak perlu ikut berperang hingga kehilangan kedua orang tuanya.

Li Yunru tiba-tiba teringat sesuatu. Ia menatap rubah merah itu. "Apakah kamu mengenal Xu Jiangyue?"

Rubah merah jelmaan Hong Maxing tampak sedikit canggung. Telinganya bergerak gelisah. "Tidak lebih dari betina genit yang menjatuhkan dirinya ke pelukanku," jawabnya cepat. "Sungguh, hanya itu."

"Bukankah kalian pernah tidur bersama? Kamu juga perayu wanita, kan?"

"Merayu wanita bukan berarti menyentuh mereka. Aku masih suci dan perjaka." Ia menepuk dada rubahnya dengan bangga, lalu menatap Li Yunru dengan mata berbinar. "Tanda kepemilikanku hanya untukmu."

"Rubah jahat, apa maksudmu?!" Hei Sanfeng naik pitam. "Kamu ingin jadi selir gadis manusia itu?"

"Mengapa tidak?" jawab Hong Maxing tanpa malu.

Ruu tiba-tiba menyela dengan polos. "Lupa? Setelah bangun dari pingsan, kamu bilang dikejar leluhur, lalu ingin menjadi budak tuanku."

Hong Maxing menatap kosong, mulai meragukan ingatannya sendiri. "Apa aku benar-benar berkata begitu?"

"Tidak ingat? Tuanku memberimu buah merah dan bilang kalau kamu memakannya, kamu akan jadi budaknya. Lalu kamu langsung memakannya."

"...."

Hong Maxing berpikir sejenak dan akhirnya mengingat semuanya. Wajahnya seketika membeku lalu memucat. Ia baru sadar telah memakan buah merah beracun dan pingsan setelah bersumpah tanpa berpikir.

Dalam mimpinya, ia dikejar para leluhur rubah merah yang hendak memotong ekornya satu per satu. Karena panik, ia refleks mengucapkan sumpah itu.

"Jadi ... aku benar-benar jadi budak?" suaranya bergetar. "Tidak mungkin! Aku maunya jadi selirnya!" Ia tidak bisa menerimanya.

Ruu menghapus harapan terakhir rubah itu. "Terlambat."

"Tidak mungkin! Aku akan membunuhmu, gadis manusia! Beraninya menipu rubah ini menjadi budakmu!"

Hong Maxing memamerkan taringnya. Matanya menyala penuh amarah saat melompat cepat ke arah Li Yunru untuk menyerang.

Bai Muzhi tetap santai. Bahkan Hei Sanfeng dan Ruu tidak panik sedikit pun, seolah sudah tahu apa yang akan terjadi.

Hanya Li Yunru yang terkejut dan hendak menghindar. Namun baru saja Hong Maxing bergerak, petir ungu kecil tiba-tiba menyambar dari langit dan membuat rubah merah itu langsung pingsan.

Li Yunru mengelus dadanya dan merasa jantungnya naik ke tenggorokan. Ia mendongak. Langit sore tetap cerah tanpa awan gelap. Saat menoleh lagi, tubuh Hong Maxing sudah berasap dan sedikit gosong.

"Mengapa dia tiba-tiba tersambar petir?"

Bai Muzhi yang baru selesai makan tetap tenang. "Sumpah yang sudah diucapkan tidak bisa ditarik kembali. Budak yang menyerang tuannya akan dihukum langit. Jangan khawatir, setelah ini dia pasti bertobat."

"Dengan sifatnya? Kurasa tidak." Hei Sanfeng mendengus.

"Seharusnya sekarang dia sedang dikejar leluhurnya lagi."

"...."

Leluhur yang benar-benar perhatian, batin Hei Sanfeng dengan ekspresi aneh.

Li Yunru tetap sibuk menikmati ayam panggangnya, seolah kejadian tadi hanya gangguan kecil. "Mengapa kalian terus membicarakan ras peri hutan dan mengaitkanku dengan mereka? Jelas aku hanya manusia biasa."

"Seperti apa orang tuamu?" tanya Bai Muzhi tiba-tiba.

"Orang tuaku? Keduanya pebisnis. Cukup kaya, jadi aku tidak pernah kekurangan uang."

"Kamu mirip dengan mereka?"

"Tidak. Kata Ibu, aku sangat mirip nenek dari pihak Ayah. Tapi aku tidak pernah melihatnya karena nenek sudah meninggal jauh sebelum aku lahir."

Li Yunru menceritakan singkat masa kecil hingga dewasanya. Dulu ia sempat mengira dirinya anak angkat karena tidak mirip kedua orang tuanya. Namun hasil tes hubungan kekerabatan di rumah sakit membuktikan bahwa ia memang anak kandung mereka.

Bai Muzhi mendengarkan dengan saksama, tetapi pikirannya melayang ke hal lain. Haruskah ia pergi mencari ras peri hutan? Namun sebelum itu, sepertinya ia perlu menemui neneknya terlebih dahulu untuk membicarakan sesuatu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Keesokan harinya, Bai Muzhi berubah menjadi naga putih kecil dan melesat menuju pegunungan paling dingin di wilayah utara. Angin dingin yang berembus tidak memengaruhinya sedikit pun.

Sesampainya di sebuah rumah megah nan misterius di puncak gunung, ia kembali ke wujud manusia dan mendarat ringan di halaman yang sepi. Tak seorang pun menghentikannya memasuki tempat itu, seolah kehadirannya tidak memerlukan izin.

Bai Muzhi berjalan menuju halaman belakang. Sebuah gazebo besar berdiri di sana, lonceng angin di bawah atapnya berdenting pelan tertiup angin.

Suara tua yang berwibawa terdengar dari dalam gazebo. "Raja naga wilayah utara rupanya masih ingat jalan untuk mengunjungi putri ini?"

Seorang wanita tua berambut putih duduk santai sambil memegang secangkir teh hangat. Wajahnya penuh keriput, tetapi auranya tenang dan dalam, seolah menyimpan kebijaksanaan selama bertahun-tahun.

Bai Muzhi sedikit membungkuk. Tatapan dinginnya pun melunak. "Nenek," sapanya lembut.

Wanita tua itu mengamatinya sejenak, lalu mengembuskan napas pelan. Kini suaranya terdengar jauh lebih hangat. "Haihh, cucuku, duduklah. Kamu pasti datang untuk membicarakan sesuatu, bukan?"

"Nenek memang yang paling tahu."

"Bukan yang paling tahu, hanya sudah terbiasa," ralat wanita tua itu.

"...."

Bai Muzhi memang tidak terlalu mengingat kunjungannya ke tempat ini di masa lalu. Luka jiwa yang ia alami membuatnya sulit mempertahankan wujud naga terlalu lama sehingga ia jarang datang. Namun setelah memakan masakan Li Yunru, kondisinya jauh lebih baik.

Ia duduk di seberang neneknya. Wanita tua berhanfu sederhana itu menuangkan secangkir teh. Meski telah lanjut usia, gerakannya tetap anggun dan mantap.

Wanita tua itu menatapnya beberapa saat sebelum senyumnya memudar. "Mengapa kamu tiba-tiba datang menemui nenek hari ini?"

1
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sepertinya sulur itu itu baik deh, kira-kira apa ya yang akan dia berikan pada Yunru🤔
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: wahhh, gak sabar menunggu mereka bertemu🙀
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
aduhh, novel horor🙀, pasti bikin merinding nih kalau novel horor, ahhh aku gak berani baca, takut kebawa mimpi 😭
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: kenapa gak bikin lanjutan cerita anaknya Li Chang Su sama Mu Xianzhai kak?? 🤭
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
tempramen sekali Xuan Bing, apakah Xuan Bing ini wujudnya seorang kakek-kakek🙀 ahhh kalau begitu aku mau cari yang lain aja, gak mau sama kakek-kakek🤣🤣😭
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: tapi sekarang kan dia udah kakek kakek kak/Scream/, masa aku suka sama kakek kakek 😭😭
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
pedang itu yaa, ohhh jadi namanya Xuan Bing /Shy/ wujudnya seperti apa tuh? apakah tampan?? /Awkward/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣🤣kan kalau mau dapatin Bai Muzhi udah gak bisa kak, soalnya dia kan pasangannya Yunru, jadi aku ngincer Xuan Bing aja, siapa tau dia juga tampan, soalnya kan Muzhi juga tampan 🤣😭🤣🤣
total 4 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
kalau gitu, sana tidur sama Bai Muzhi aja 🤣🤣 dia kan pasanganmu🤣🤣
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Yunruuuu/Curse//Curse/ bisa-bisanya kamu memikirkan uang disaat sudah diizinkan untuk menyentuh tubuh naga nya Muzhi/Facepalm//Facepalm/ yaampun, tapi kalau gak gitu, bukan Yunru namanya/Facepalm//Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
jadi seperti 🤣, kok aku merasa, bulunya tumbuh dengan lebat 🤣ataukah bulunya berbentuk keriting 🤣😭/Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: padahal lucu loh kak kalau nanti bulunya jadi keriting😭🤣🤣
total 2 replies
Erni Sasa
jangan ka biar aku blajar juga resep masakanya kebetulan aku belum pandai masakan china😌
Author Risa Jey: Oke deh, walaupun resepnya gak akan jauh-jauh dari kecap asin sih /Smirk/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
apakah sulur itu baik ataukah jahat?? tapi, semoga aja itu sulur bisa membantu Yunru /Slight/
Author Risa Jey: Baik kok harusnya. Penuh misteri /Casual/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
enggak kak, malah udah pas itu, kita jadi tau resep lain buat masak 🤭
Author Risa Jey: /Ok//Ok//Ok//Ok/
total 1 replies
ER
enggaa masalah thorr
mungkin kita juga bisa mencoba resepnyaa 😂
Author Risa Jey: Coba bikin, takaran kira-kira sendiri ya/Hey//Hey/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
aduhhh, gemes banget sama Muzhi yang tiap hari malu malu kucing sampai telinganya merah 🤣 ayo Yunru, buat Muzhi salah tingkah lagi 🤣🤣kalau bisa, tidak hanya telinganya saja yang merah, tapi juga wajahnya ikut merah 🤣🤣
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: tapi daripada dikasih sama mereka, lebih baik dijadikan kelinci panggang, kan lumayan tuh pasti dagingnya banyak🤣😭
total 9 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣pikiran macam apa itu
Author Risa Jey: /Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
akhirnya Muzhi jatuh cinta pada Yunru yeayyy, kalau nenek Caolan tau, wahhh, apa yang akan terjadi ya ketika melihat cucu nya ini dengan telinga yang memerah /Chuckle/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣🤣 boleh tuhhh, aku setuju🤣🤣
total 4 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣🤣ada" saja pilih dua duanya lah kalau bisa
Author Risa Jey: Oh, tidak bisa /Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
ayo usut tuntas Feiyu/Determined//Determined/
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣😭maak aku lagi badmood iih malah di pantatin
Author Risa Jey: /Smirk//Smirk//Smirk//Smirk/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
harusnya kamu tendang saja tuh si Ruu nya Yunru, biar dia naik tangga lagi, biar jadi kurus 🤣
Author Risa Jey: Yang ada mungkin pingsan duluan /Sweat/
total 1 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣heiii baru sadaar
Erni Sasa
semangat ka Risa aku salah satu pembaca setiamu,jangan hiatus ya untuk novelmu yg ini.
Author Risa Jey: Jangan khawatir, up sampai tamat kok /Casual/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!