NovelToon NovelToon
Joni Fighter

Joni Fighter

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Game
Popularitas:960
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jigur

Dunia telah berubah sejak terbukanya Arcane Nexus—sebuah celah dimensi misterius yang menghubungkan bumi dengan dunia monster yang ganas. Demi bertahan hidup, umat manusia mendirikan tiga akademi elit untuk melatih para petarung faksi (Brawler, Swordsman, Archer, dan Shaman) agar mampu menyelaraskan getaran energi Ki mereka, yang dikenal sebagai sistem RAN (Resonance of Arcane Nexus).
​Joni, seorang mahasiswa baru faksi Brawler di Kampus Sacred Gate, awalnya hanya ingin fokus berlatih demi meneruskan jejak mendiang ayahnya. Namun, ia justru terseret ke dalam pusaran konspirasi gelap yang melibatkan kekuatan korporasi raksasa, militer kampus saingan, hingga ambisi berbahaya yang mengancam kestabilan dinding dimensi. Di tengah ancaman duel hidup-mati melawan rivalnya yang menggunakan kekuatan terlarang, Joni harus menjalani penempaan ekstrem di kedalaman wilayah tak bertuan untuk membangkitkan resonansi murni tubuhnya dan mengungkap kebusukan yang terstruktur di puncak kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jigur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Hujan deras mengguyur rumah malam itu, menciptakan simfoni air yang menghantam seng dan sisa-sisa reruntuhan rumah. Namun, di tengah kekacauan itu, pemandangan di ruang tamu Joni sungguh di luar nalar.

Sebuah tenda campingukuran besar berwarna oranye mencolok sudah berdiri tegak tepat di tengah ruang tamu, berfungsi sebagai atap dadakan pengganti genteng yang tadi hancur dilempar Paman Remon ke awan. Di dalamnya, suasana justru jauh dari kata sedih atau tegang.

PLAK!

"Kalah lagi lo, Remon! Ayo, pasang jepitan jemurannya!" seru emaknya Joni dengan tawa menggelegar, sambil melemparkan kartu remi ke atas meja plastik.

Paman Remon, yang wajahnya kini sudah tampak seperti landak dengan belasan jepitan jemuran berwarna-warni yang menjepit cuping hidung, alis, hingga telinganya, cuma bisa cengengesan kecut. Dia dengan pasrah menambahkan satu jepitan lagi di dahi, lalu menyambar baskom plastik besar berisi Coca-Cola yang diletakkan di tengah mereka.

GLEK! GLEK! GLEK!

"Aaaahhh... mantap! Kembung nih perut gue!" keluh Remon sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit keras bagai balon yang mau meletus. Dia sudah kalah enam kali berturut-turut, membuatnya jadi satu-satunya orang di sana yang wajahnya paling penuh hiasan jepitan jemuran.

Joni, yang mukanya juga sudah ditempeli tiga jepitan jemuran, cuma bisa geleng-geleng kepala. Dia pun ikut menenggak coke dari gayung yang dicelupkan ke baskom. "Ya ampun, Om. Udah kalah kartu, wajah jadi jemuran berjalan, perut kembung lagi. Besok-besok kalau mau ngetes fisik, mending kita main kartu aja deh, nggak usah pake nendang tembok."

"Hehehe... ya namanya juga latihan reflex handling sambil manajemen emosi, Jon!" sahut Paman Remon dengan suara yang agak bindeng karena hidungnya terjepit. "Lagian, rumah kalian ini auranya emang unik. Tadi tendangannya adik gue emang kelas berat, tapi sate kambing dan coke baskoman ini bener-bener recovery tingkat tinggi."

Emaknya Joni tertawa sampai memegangi perutnya. "Halah, alasan aja lo, Remon! Lo emang dari dulu kartunya cupu. Udah, buruan kocok lagi. Joni, jangan bengong lo! Fokus ke kartu, jangan mikirin si Laras mulu, entar kalah lagi baru tahu rasa!"

"Apaan sih, Mak! Joni fokus kok!" bela Joni sambil menyusun kartu di tangannya.

Di luar, petir menyambar sesekali, menerangi lubang besar di langit-langit rumah mereka, namun di dalam tenda, suasana terasa sangat hangat. Ketiganya duduk bersila di atas tikar pandan, benar-benar mengabaikan kenyataan bahwa rumah mereka baru saja mengalami kerusakan struktural level parah.

Joni menatap emaknya dan pamannya yang sedang berdebat seru soal taktik kartu, lalu melihat atap tenda yang bergetar tertimpa air hujan. Anehnya, meskipun rumahnya hancur, dia tidak merasa marah. Dia justru merasa bahwa inilah momen yang jarang terjadi. Paman Remon yang biasanya sibuk keliling zona perburuan, sekarang ada di sini, terkunci dalam sesi remi yang brutal.

PLAK!

"YESS! GUE MENANG!" teriak Joni lantang setelah meletakkan kartu terakhirnya. "Mak! Om Remon! Kena kalian!"

"Waduh! Sialan lo, Jon!" seru Paman Remon panik.

"Sikat, Joni! Jepit tuh hidung si Remon sampai dia bisa napas pake telinga!" sorak emak Joni girang.

Tawa mereka kembali pecah, menyatu dengan suara hujan yang makin lebat di luar. Di malam yang seharusnya mencekam karena rumah yang jebol, mereka justru menikmati pesta remi dan soda kembung, membuktikan bahwa bagi keluarga Brawler ini, masalah besar sekalipun cuma perlu diselesaikan dengan satu baskom coke dan permainan kartu yang tidak tahu kapan selesainya.

1
Semoli Ginon
eh asa bruise jr. 👍
Semoli Ginon
wkwkwkw keluarga koplak🤣
Semoli Ginon
wahahah. ngenes amat nasib lo jon😄
Semoli Ginon
oke seru juga lanjut👍
Semoli Ginon
uhuyy 😄
Semoli Ginon
ini kan faksi2 di game ran online jadul ya?
Semoli Ginon
🤭🤭🤭
Semoli Ginon
adub baru mulai udah mirip gua 🤭
Boqin Changing
jelek. masa MC nya namnya , joni
👁Zigur👁: lah ya suka2 ku lah..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!