NovelToon NovelToon
Si Jenius Dari Masa Depan

Si Jenius Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah sejarah / Perperangan
Popularitas:782
Nilai: 5
Nama Author: Rizzzz......

Kira berasal dari masa depan tiba tiba terlempar ke zaman kerajaan. Yang berawal dari tidak punya apa apa, sampai memiliki semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizzzz......, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

Gula termasuk barang sekunder, penduduk desa tidak sanggup membelinya. Mereka hanya bisa memakan sedikit gula mentah saat mengunjungi para kerabat pada Tahun Baru. Sementara gula cokelat adalah makanan orang kaya.

"Aku hanya pernah makan gula mentah. Gula putih ini jauh lebih manis dari pada gula mentah."

Apa yang dibilang Doddy adalah kenyataan, dia bukan sedang sok tahu seperti Tony.

Suryadi, Basan dan Danu juga mencoba gula cokelat untuk membandingkan nya. Setelah itu, mereka langsung mengangguk dengan penuh semangat.

"Gula putih memang lebih manis, tetapi manfaatnya tidak sebagus gula cokelat!"

Kira melirik Lestari, lalu berkata,

"Waktu perempuan butuh tambah darah, lebih bagus kalau minum air gula cokelat,"

Setelah mendengar kata-kata Kira, Lestari langsung malu. Dia memelototi Kira dan memarahinya,

"Cih! Bajingan!"

Suryadi dan Basan berdehem. Sementara Danu, Doddy dan Tony hanya melongo. Doddy bertanya lagi,

"Kak Kira, dari mana kamu tahu cara ini?"

"Memangnya masih perlu di tanya?" Tony berkata dengan yakin,

"Kak Kira pasti belajar dari buku!"

"Pintar!"

Kira mengacungkan jempolnya pada Tony. Tindakan Tony sudah menyelamatkan dirinya dari mengarang alasan.

"Dasar bodoh!"

Lestari langsung memutar matanya setelah melihat ekspresi bangga Tony.

Jika di buku tertulis cara memurnikan gula putih, gula putih pasti sudah dijual di pasaran. Mana mungkin harus menunggu hingga Kira yang memurnikan nya.

"Kira!"

Suryadi langsung bertanya ke intinya,

"Kamu berencana jual berapa gula putihnya?"

Doddy mengelus kepalanya sambil berkata,

“Kalau harga gula cokelat sudah 300 rupiah, gula putih yang lebih manis dari pada gula cokelat paling nggak harus di jual 400 rupiah, 'kan?"

Danu juga mengangguk. Penjualan gula putih dengan harga 400 rupiah per setengah kilo sudah sangat menguntungkan.

“Empat ratus rupiah terlalu murah!"

Tony melambaikan tangan nya dan langsung melontarkan harga tinggi,

"Menurutku, paling nggak harus jual 600 rupiah. Harganya harus lebih tinggi dua kali lipat dari harga gula cokelat!"

Suryadi dan Basan menggeleng pada saat bersamaan,

"Gula putih jauh lebih manis daripada gula cokelat. Aku rasa 600 rupiah masih terlalu murah. Seharusnya jual 800 rupiah per setengah kilo!"

Di antara mereka, Lestari yang paling berani.

“Aku rasa 800 rupiah masih kemurahan, Gula putih tidak bisa di jual untuk orang biasa, tapi untuk orang kaya. Menurutku langsung jual 1000 rupiah per setengah kilo. Kak Kira, gimana menurutmu?

"Setengah kilo dijual 1000 rupiah?"

Semua orang langsung merinding.

"Kita makan dulu deh!"

Kira tidak menjawab.

Jika Lestari juga hanya berani menjual 1.000 rupiah per setengah kilo, itu menandakan bahwa orang-orang ini masih terlalu sederhana.

Makan siang mereka hari ini sangat mewah. Ada serabi, ikan rebus tahu, daging rebus wortel, telur goreng dan tumis kol bawang putih. Suryadi juga mengeluarkan sebotol arak buah.

Danu, Doddy dan Tony langsung kegirangan. Sejak kecil, mereka belum pernah makan begitu banyak lauk ataupun minum arak. Kira hanya menyesap sedikit arak buah itu dan tidak menyentuhnya lagi. Rasanya terlalu pahit.

Arak buah ini mengandung terlalu banyak tanin yang harus diuraikan dengan gliserin. Jika tidak, arak buah ini akan berdampak buruk bagi tubuh setelah dikonsumsi terlalu banyak. Namun, orang-orang di era ini tidak mengetahuinya. Bagi mereka, yang penting ada alkohol yang bisa diminum.

Selesai makan, Kira mengajarkan poin-poin penting dalam pemurnian gula putih. Dari besarnya api yang digunakan untuk merebus gula, perbandingan air dan lumpur kuning sampai waktu yang tepat untuk menuangkan nya ke dalam corong.

Setelah kelima orang itu bisa melakukan seluruh prosesnya sekali tanpa kesalahan, Kira baru pergi mandi dan mengganti bajunya.

Dia memakai jubah sutra yang dibeli tadi, di bagian pinggangnya tergantung tas kecil wewangian dan giok putih. Dia juga memegang sebuah kipas kertas. Penampilan nya itu membuatnya terlihat sangat mirip dengan putra dari keluarga kaya.

Setelah melihat penampilan Kira, Lestari pun tercengang, Dia langsung tersipu dan memalingkan muka. Kemudian, dia berkata,

"Bukan nya cuman mau jual gula? Buat apa kamu berpakaian begitu bagus? Memangnya bakal ada yang beli jualan mu?"

"Kalau aku berpakaian kayak rakyat biasa, biarpun kita menjual gula putihnya ke toko gula, mereka juga bakal berusaha keras untuk turunin harganya,"

Kira menoleh ke arah Lestari, lalu lanjut berkata,

"Kamu bantu aku dulu dengan pura-pura jadi pembantu ku!"

"Jadi pembantu mu?!"

Setelah mendengar kata-kata Kira, Lestari langsung berkacak pinggang,

"Kira, kamu jangan dikasih hati minta jantung!"

Kira berkata sambil mengangkat alisnya,

"Gimana kalau imbalan nya gelang giok, sepasang anting perak dan satu jepit rambut perak?"

"Sepakat!"

Lestari langsung berlari ke kamarnya untuk mengganti pakaian.

Kira berteriak lagi,

"Danu, Tony, cuci muka kalian dulu. Habis itu, pakai ini!"

Danu dan Tony buru-buru menghampiri Kira, lalu mengganti pakaian mereka yang sudah bau amis ikan dengan pakaian dan sepatu baru.

Doddy sangat iri setelah melihatnya. Dari kecil sampai besar, dia selalu memakai pakaian yang lusuh. Dia belum pernah sekali pun memakai pakaian sebagus yang dipakai Danu dan Tony sekarang.

Tony yang baru pertama kali memakai pakaian sebagus itu juga sangat senang. Dia pun mulai berjalan dengan penuh percaya diri. Sementara Danu juga terlihat bergaya.

Tidak lama kemudian, Lestari juga sudah selesai mengganti pakaian nya. Dia berdandan tipis dan memakai sedikit perhiasan.

Setelah melihat penampilan Lestari, Kira merasa kecantikan Lestari sudah hampir mengimbangi kecantikan Wulan. Danu, Doddy dan Tony juga terpesona setelah melihat penampilan Lestari.

"Ayo kumpul dulu. Aku mau kasih tahu dulu apa yang harus kita lakukan nanti!"

Saat Kira menjelaskan rencana nya, Danu, Tony dan Lestari pun melontarkan pertanyaan sesekali. Tidak lama kemudian, Suryadi, Basan dan Doddy sudah selesai memurnikan semua gula mentah.

Gula mentah sebanyak 25 kilo menghasilkan sekitar 12,5 kilo gram gula putih, 7,5 kilo gram gula cokelat dan 5 kilo gram ampas gula.

Kedua kotak cendana yang mereka beli sebelumnya digunakan untuk mengisi 10 kilo gram gula putih yang akan dijual di Pasar Timur.

Satu setengah kilo gram gula putih dan dua setengah kilogram gula cokelat diberikan kepada Suryadi, sisanya akan Kira bawa pulang ke dusun. Ketujuh orang itu dibagi menjadi dua kelompok untuk pergi ke Pasar Timur.

Pasar Timur sangat besar. Selain menjual ikan, daging, sayuran, hasil pertanian dan minyak, ada juga toko yang menjual makanan kering, makanan laut serta makanan manis.

Kira memberikan 10 ribu rupiah kepada Suryadi, lalu menyuruhnya membawa Basan dan Doddy pergi membeli barang yang diperlukan.

Setelah menyewa sebuah kereta kuda, Kira dan Lestari duduk di dalam kereta. Danu mengendarai kereta, sedangkan Tony berjalan mengikuti kereta di samping. Mereka semua sangat gugup tetapi juga bersemangat.

Mereka mengendarai kereta kuda itu ke Toko Gula Keluarga Sutedjo. Ini adalah toko milik keluarga Sutedjo yang merupakan keluarga berkuasa di Kabupaten ini.

1
Aisyah Suyuti
good
I Am Riza
kerajaan Nayara itu kerajaan yang berdiri sendiri.
Ahmadi 241215
kerajaanya itu masih wilayah nusantara gak gak sih bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!