Janet Gabriella Virginia seorang wanita muda yang berusia 27 tahun yang harus mengalamin kehilangan kedua orang tuanya. ia memiliki kekayaan dan kekuasaanya di Keluarga Virginia. Namun saat hidupnya merasa baik-baik saja Janet harus mengalami hal buruk di mana seorang misterius mencoba untuk menghabisi nyawanya tentu saja dirinya merasa tidak aman. Janet mencoba mencari seorang pria berani untuk bisa melindungi dan jaganya agar tetap aman_____
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16 MENGIKUTI
janet terbangun dari tidur melangkah jalan turun dari anak tangga rambut yang acak-acakan tidak membuat kecantikan wajah nya pudar dengan pakaian tidurnya berjalan lemas tidak memiliki energi di pagi hari ini.
janet mengmbil segelas air minum satu teguk ia minum meletakkan gelas air di atas meja makan. mata melirik sekeliling rumah terlihat sepi dan hening biasanya pagi-pagi pembantu rumah selalu menyiapkan makanan di atas meja. tapi sekarang tidak ada yang menyiapkan makanan untuk nya di meja lagi, semua orang di rumah ini sudah pergi tidak akan kembali untuk selamanya. raut wajah sedih janet terlihat murung merasa kesepian tidak ada Alicia saudara tiri itu.
janet berbalik melangkah ke ruang tengah rumah janet melihat sekeliling ruang tengah tidak ada Leon, lanjut janet melangkah jalan ke pintu, membuka pintu.
janet melangkah keluar rumah melihat sekeliling luar lingkungan rumah mencari keberadaan Leon, namun tak kunjung keliatan. janet pun melangkah jalan lagi kebelakang luar rumah, melihat sekeliling kolam renang yang sudah ada garis kuning polisi, namun tidak ada juga dirinya bingung kemana Leon perginya.
"Ampun... dia itu niat kerja apa enggak sih....!? dikit-dikit ngilang apa-apa hilang entah kemana... ". Gumam janet kesel berbalik melangkah jalan pergi dari kolam renang.
suasana di pagi hari bikin tubuh janet kedinginan kedua tangan berlipat (sedekap)di bawah dada nya serasa mengigil kedinginan, saat Janet melihat depan sana, ada sebuah mobil datang ia mengenali mobil itu, seperti mobil Dev, ekpresi wajah Janet jadi heran, ia pun melangkah jalan menghampiri mobil dev
mobil Dev berhenti di depan rumah Janet, pintu mobil pun di buka oleh Alicia, Janet terkejut melihat Alicia bersama Dev. Alicia menoleh melihat kakak nya Janet.
Janet pun langsung berjalan cepat menghampiri Alicia
Alicia pun berlari ke arah janet. mereka berdua pun saling berpelukan hangat rasa rindu di antara mereka berdua jauh lebih tenang.
"ini kamu kan?? ". tanya janet yang masih peluk Alicia.
" iya ini aku". senyum Alicia dengan nada tenang.
kedua tangan janet menyentuh wajah Alicia dengan tatapan khawatir
"kamu baik-baik saja, apa yang terjadi?? gimana bisa kamu bersama Dev?? hah?? tanya janet bertanya cepat dan panik.
" tenang kak... aku baik-baik saja.. aku kabur dari orang-orang jahat itu. dan aku pergi bersama dia, kakak mengenalnya?? ". tanya Alicia Dengan wajah lelah
" iya... dia.. ah nanti aja dulu yang penting kamu selamat itu saja! ". Ucap Janet senyum senang pada Alicia
dev melangkah mendekat pada mereka berdua
" terimakasih iya". ucap Alicia pada Dev
Dev pun tersenyum pada mereka berdua
" Hu!!! syukur lah... ayo kita masuk ke rumah ". ajak janet mengantarkan Alicia masuk ke rumah dengan pelan. Janet menghiraukan Dev dengan datar
tampaknya Dev sedih dengan raut wajah murung, ia melangkah jalan masuk ke dalam mobil dan gas pergi meninggalkan rumah Janet
Leon memperhatikan dari jauh saat ini dirinya ada di dalam mobil terparkir di sisi jalan dari tadi Leon hanya memperhatikan janet dan Alicia tidak langsung samperin mereka berdua yang sedang melepas rindu.
Leon tidak sengaja melihat sebuah mobil hitam misterius yang sedang terparkir disana ada seseorang yang lagi mengawasi janet. Leon mulai curiga pada orang itu. mobil misterius itu malaju jalan pergi, Leon pun mengikuti mobil itu dengan jarak yang sedikit jauh agar tidak sadar kalau dirinya mengikutinya.
"bos.... Alicia pulang ke rumah". Ucap seorang pria yang memberitahu pada aska, ia pun matikan ponsel, mereka berdua tidak menyadari kalau mobil Leon mengikuti dari belakang.
Leon terus mengikuti mereka kemana pun mereka pergi dirinya ingin tahu apa yang mereka inginkan dari keluarga janet.
sisi lain tampaknya Alicia sedang duduk di kursi sofa sedang kan Janet membawakan segelas air minum untuk Alicia. ia melangkah jalan ke Alicia.
"nih... minum dulu". Ucap Janet menyodorkan gelas air minum pada Alicia.
Alicia pun ambil gelas minum di tangan Janet
" kak...! kemana orang-orang di rumah ini??, terlihat sepi!? ". Tanya Alicia sambil minum segelas air.
" mereka semua sudah tidak kerja lagi disini". Jawab Janet murung
"hah?? bagaimana?? kan mereka masih kontrak! ". ucap Alicia bingung
" maksud kakak. mereka sudah tiada ". jawab Janet
"hah??jadi mereka bukan pingsan tapi di bunuh?". Kaget Alicia dirinya tidak menyangka kalau orang -orang yang telah menculik nya ternyata begitu kejam."terus gimana sekarang?". tambah nya bertanya dengan rasa sedih
"Untuk saat ini para polisi lagi menyelidiki". ucap Janet melangkah duduk di kursi sofa
"Kayak nya mereka itu tujuannya adalah kakak, tapi yang aku tanyakan untuk apa mereka lakukan itu?'". Alicia berkata dengan nada rasa sedihnya
"Seperti nya ada dua kubu yang berbeda!". ucap Janet
" hah?? ". Alicia pun terkejut mendengar berkata an Janet. " kalau ada dua kubu... apa tujuan nya sama, iya itu kakak? ". ucap Alicia melihat wajah Janet
" entahlah... saat ini kakak bingung, masih menyelidiki, kalau pun memang mereka ingin nya, aku, ter mungkin na karena bisnis ". ujar Janet murung
" masih saja tentang bisnis... ah!!". seketika Alicia teringat tentang ayahnya terjadi kecelakaan itu. "apa jangan-jangan kematian ayah kita ada yang terlibat kak, nih... iya logika nya... kalau tujuan nya kakak, saat ini kan kakak CEO mengganti kan ayah... secara mereka tidak suka. kalau keluarga kita jauh lebih unggul di tambah lagi... kelayen-kelayen mengakui kalau kakak sangat bagus kenerjanya". Ujar Alicia merasa ada sesuatu yang tidak beres
tampaknya Janet masih bingung dengan kejadian saat ini. bukan karena masalah kecil tapi making kesini semakin lebih besar____dirinya hanya melamun memikirkan sesuatu untuk di susun.
Di sisi lain tampaknya Dev sendirian di cafe VIP yang sedang mengetik di ponsel nya Dengan pakaian jas kemeja abu-abu.
"Permisi tua". Ucap seorang wanita karyawan cafe meletakkan segelas air kopi di atas meja di depan dev.
sedangkan Dev begitu sibuk dengan ponsel nya ia sangat fokus sampai-sampai tidak ada waktu untuk di safah
" Silahkan ". Ucap wanita karyawan cafe itu melangkah jalan pergi.
Dev mengmbil gelas air kapi di atas meja ia pun satu tegukan ia minum dengan berlahan. meletakkan kembali di atas meja sambil mata melihat layar ponsel nya itu.
tidak lama ayah ana tiba membawa sebuah leptop di tangan nya itu. melangkah sambil mencari keberadaan Dev. setelah melihat sekeliling ia pun menemukan dev. ayah ana melangkah jalan menghampiri Dev di sana yang sedang duduk sendirian sambil main ponsel nya itu.
ayah ana masuk ke dalam cafe VIP melangkah mendekat
"selamat pagi menjelang siang, Dev! ". Sahut ayah ana senyum pada Dev
" oh... pagi juga pak! ". Jawab Dev dirinya pun bangkit dan bercabat tangan.
mereka berdua pun duduk bersama an di kursi depan meja saling berhadapan satu sama lain.
ayah ana meletakkan leptop di atas meja dengan hati-hati
"maaf iya.. Dev baru ingat sekarang, saya bener-bener lupa". Ucap ayah ana
" tidak apa-apa pak, santai saja". jawab Dev senyum.