Bai Ren, transmigrator dari Bumi, dipindahkan ke dalam dunia novel beladiri yang penuh dengan para kultivator.
Di dunia yang asing namun familiar itu, Bai Ren diberikan misi untuk membangun sekte terkuat dengan cara membual.
[Ding!!]
[Hadiah penyelesaian tiba!]
[Satu bualan Anda akan dikonversi menjadi kenyataan!]
Apa yang akan kamu lakukan jika bualanmu menjadi kenyataan?
Tentu saja, aku akan semakin rajin membual!
Semakin banyak membual, semakin kuat jadinya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fat Kitten, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 : Merekrut murid (15)
Jiang Diyi diam.
Sekarang dia sudah tidak memedulikan apakah perkataan Bai Ren benar atau tidak.
Karena entah itu benar atau tidak, tidak ada bedanya.
Jika yang dikatakan Bai Ren benar, maka itu artinya dia akan bergabung dengan sekte yang lebih kuat dari lima sekte besar Kekaisaran, dan balas dendamnya akan mudah.
Namun masalahnya adalah... Jika apa yang dikatakannya benar, maka ia harus berhadapan dengan krisis besar di masa depan.
Lupakan tentang balas dendam, bahkan selamat dari krisis itu pun Jiang Diyi tidak merasa yakin.
Dan masalahnya akan lebih besar jika apa yang dikatakan Bai Ren adalah kebohongan.
Pertama, ia akan bergabung dengan sekte antah berantah yang tidak ada seorang pun tahu jika sekte seperti itu eksis.
Kedua, jangankan balas dendam, pemulihan core miliknya sendiri pun ia tidak tahu akan bagaimana nasibnya.
Ketiga, jika ia menolak bergabung, besar kemungkinan Bai Ren akan membunuhnya di sini, persis seperti bagaimana ia mengatasi assassin yang terbaring di telapak kakinya itu.
Apa pun pilihan Jiang Diyi, semuanya memiliki risikonya masing-masing.
Itu sebabnya Jiang Diyi mengubah topik pembicaraannya.
"Jika aku bergabung dengan sektemu, bisakah core-ku dipulihkan?"
Jiang Diyi tahu jika memulihkan core yang hancur adalah hal yang hampir mustahil.
Dia sudah mencari-cari caranya di perpustakaan keluarganya, dan hasilnya nihil.
Hanya pil atau ramuan legendarislah yang bisa memulihkan core yang telah hancur, dan hal itu tidak bisa didapatkan dengan uang, cuma keberuntungan yang membuatmu bisa mendapatkannya.
Menanggapi pertanyaan itu, Bai Ren termenung.
'Sistem, bagaimana cara memulihkan core yang rusak?'
[Fufufu. Apakah kamu serius menanyakan itu, Host?]
'Bisakah kau langsung menjawabnya saja? Ini demi kepentingan misi!'
[Bukankah sistem ini sudah memberikanmu pil yang dibutuhkan?]
'Maksudmu pil itu?'
[Tentu saja!]
[Pil itu memiliki khasiat terbaik yang tidak dimiliki pil legendaris mana pun di dunia ini.]
[Jangankan merestorasi core yang hancur, bagi orang yang berada di ranah Martial Soul, pil itu bahkan bisa membantunya membentuk tubuh fisik yang baru jika tubuh fisiknya binasa!]
'Sehebat itu?!'
Bibir Bai Ren melengkung tipis setelah mendengar jawaban yang ingin didengarnya.
"Hehehe, bocah! Jangankan core yang rusak, bahkan wajahmu pun bisa kuubah jadi setampan seorang immortal!"
[Ding!!]
[Poin stat +1]
Jiang Diyi sama sekali tidak bisa menebak isi pikiran Bai Ren.
Ia tidak tahu apakah yang dikatakannya itu benar atau hanya bualan semata.
Sangat sulit baginya untuk mempercayai orang di depannya ini.
"Oke, anggaplah itu benar. Lalu, bagaimana dengan pelatihanku? Bisakah aku kembali ke kekuatanku yang dulu sebelum core milikku hancur?"
Bai Ren semakin bersemangat dengan pertanyaan-pertanyaan Jiang Diyi.
"Kau tidak perlu khawatir. Dengan bakatmu dan sumber daya sekteku, menjadikanmu yang terkuat di generasimu adalah hal yang mudah."
[Ding!!]
[Poin stat +1]
"Selain para tetua, sekteku juga memiliki banyak master puncak yang mendiami puncak masing-masing. Kau hanya perlu memilih salah satu dari mereka untuk melatihmu."
[Ding!!]
[Poin stat +1]
"Tidak, tidak. Dengan bakatmu, bahkan sepertinya merekalah yang akan berebutan ingin melatihmu."
[Ding!!]
[Poin stat +1]
Bai Ren menampilkan gestur berpikir seolah ia bingung harus memilih siapa yang bertanggung jawab pada pelatihan Jiang Diyi.
Jiang Diyi sendiri di sisi lain, meski ia merasa jika Bai Ren telah menilainya terlalu tinggi, tanpa sadar menjadi tersipu.
"K-Kalau begitu, bagaimana dengan rekan-rekan seperguruanku? Apakah mereka mudah didekati dan mau menerimaku sebagi junior mereka?"
"Rekan seperguruan?"
"Iya, rekan sesama murid sekteku."
"Kami tidak memiliki itu."
"Huh? Apa?"
"Bukankah aku sudah bilang? Kami telah lama mengasingkan diri dari dunia, bahkan aku sendiri tidak tahu kapan terakhir kali kami merekrut murid."
[Ding!!]
[Poin stat +1]
"A-Apa kau serius?"
"Memangnya aku terlihat seperti sedang bercanda? Hanya para orang tua dan sesepuh yang mendiami sekte kami saat ini. Itu pun semuanya sibuk menutup diri untuk berkultivasi. Kami benar-benar kekurangan darah muda, tahu."
[Ding!!]
[Poin stat +1]
Jiang Diyi membeku ketika ia membayangkan dirinya menjadi murid satu-satunya di sekte tersebut.
Bayangan tentang kehidupan sekte yang indah, sparring bersama teman sebaya, menggoda para murid perempuan, semuanya sirna bersamaan dengan jawaban Bai Ren.
"Tapi tenang saja, karena kau akan menjadi murid pertamaku, jadi tentu saja kau akan menjadi senior pertama di sekte kami."
Bai Ren memberikan jempol pada Jiang Diyi seolah ingin menghiburnya.
Jiang Diyi yang kehilangan semangat, mencoba mencari sesuatu yang bisa memotivasinya jika ia bergabung dengan sekte milik Bai Ren.
"Jika aku bergabung, bisakah aku mempelajari teknik yang kau gunakan barusan?"
Jiang Diyi tahu jika pertanyaan itu agak kurang sopan.
Lagi pula, di dunia ini adalah hal yang wajar jika suatu teknik khusus dibuat dan dikuasai oleh pemimpin sekte dan calon penerusnya saja, dan tidak disebarkan kepada para murid.
Tapi jawaban Bai Ren di luar ekspektasi Jiang Diyi.
"Tentu saja. Lagi pula, teknik yang kugunakan barusan adalah signature dari sekte kami, jadi semua anggota sekte harus bisa menguasainya."
[Ding!!]
[Poin stat +1]
Mata Jiang Diyi berbinar.
Meski core-nya telah rusak, tapi persepsi beladiri Jiang Diyi masihlah tajam.
Ia bisa tahu dengan jelas jika teknik yang dikeluarkan Bai Ren adalah teknik tingkat tinggi dan tak terkalahkan.
Kecepatan, presisi, daya hancur dan efektifitasnya menjelaskan itu semua.
Tidak diragukan lagi jika itu adalah teknik terbaik yang pernah dilihatnya.
'Tapi, semua anggota sektenya menguasai teknik itu?'
Jiang Diyi tidak bisa membayangkan apa jadinya jika sebuah pasukan menguasai teknik mengerikan yang sama seperti itu.
'Tapi, kekuatan yang digdaya seperti itu dipaksa mundur di peperangan masa lalu?'
Sekali lagi, Bai Ren tidak bisa membayangkan kekuatan macam apa yang telah dihadapi oleh sekte tersebut yang memaksa mereka mundur dan masuk dalam pengasingan.
Kali ini, Jiang Diyi memantapkan pilihannya.
Jiang Diyi berdiri.
Kemudian, ia berlutut dan menangkupkan kedua tangannya.
"Murid bernama Jiang Diyi ini, memberi hormat kepada Master!"
Bersamaan dengan itu, notifikasi sistem berbunyi.
[Ding!!]
[Selamat! Host telah mendapatkan murid pertamanya!]
...\=\=\=...
...Merekrut murid pertama...
...(Hadiah)...
...Salah satu bualan akan dikonversi menjadi kenyataan...
...\=\=\=...
[Silakan Host memilih bualan apa yang ingin dikonversi menjadi kenyataan!]
-> Sumber daya sekte
-> Tetua Sekte
-> Peak Master
-> .....