Niat baik tidak selamanya berakhir baik, hal ini terjadi pada rumah tangga Hanna dan Rizal
Malam itu keduanya menyelamatkan seorang wanita yang mendapat kekerasan dari suaminya
Mereka membawa tubuh lemah itu kerumah dan memberikan perawatan hingga wanita bernama Arum itu pulih
Namun nasib buruk menghampiri Hana, wanita yang telah ia selamatkan ternyata menjadi racun bagi rumah tangganya bersama sang suami
Pada akhirnya Rizal terjerat oleh pesona wanita lugu bernama Arum itu, hingga pernikahannya yang telah dikaruniai dua buah hati berakhir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Sekitar empat puluh lima menit barulah mobil Rizal berhenti didepan sebuah rumah dua lantai bergaya minimalis
Rumah ini tidak jauh berbeda dari rumah yang ditempati Hanna. Arum menatap takjub pada rumah didepannya ini
"Semua suratnya atas nama kamu!"
"Kamu serius?" Arum menatap tak percaya
Rizal memang seperti ini, rumah yang ia tempati bersama istri serta anaknya juga atas nama Hanna
"Aku serius, sekarang rumah ini milik kamu. Aku akan sering berkunjung nanti" Arum begitu bahagia, ia peluk pemilik tubuh tegap itu dengan penuh cinta
"Terima kasih mas, aku tidak pernah berpikir akan memiliki rumah seperti ini"
Rizal tersenyum, ia usap lembut pipi sang kekasih yang sudah ternoda oleh air mata "Kita masuk!"
Keduanya masuk, Arum tak henti-hentinya dibuat kagum pada rumah yang Rizal berikan padanya
"Kamu suka?" Tanya Rizal pada wanita disampingnya
"Aku suka, ini bagus banget mas"
"Kalau begitu kita lihat kamar nya sekarang!"
Arum menjerit saat tubuhnya diangkat oleh pria yang merupakan kekasihnya itu "Harus seperti ini?" Tanya Arum yang sudah melingkarkan tangannya pada leher Rizal
Pria tampan itu tak menjawab, Rizal menaiki anak tangga hingga keduanya tiba didepan sebuah kamar
Rizal masuk dengan masih menggendong tubuh Arum, lalu menutup pintu dengan menggunakan kakinya
Tubuh menggoda itu ia lemparkan ke atas ranjang lalu Rizal menindihnya sambil tersenyum nakal
"Memangnya mau lihat kamar harus seperti ini?" Arum tersenyum menggoda sembari memainkan jari lentiknya pada wajah Rizal
"Kita harus pastikan apa kamar ini cukup nyaman untuk kita berdua"
Setelah mengatakan itu, Rizal sudah menyerang bibir ranum yang memang selalu menggodanya itu
Siang ini hanya Rizal dan Arum habiskan dengan menikmati rumah baru mereka dengan cara yang berbeda. Bahkan keduanya tidak hanya melakukannya sekali
Hari sudah sore dan mereka harus kembali, Rizal harus mengantarkan Arum untuk naik taksi online dan dia pulang beberapa jam setelahnya
Jika mereka kembali bersama, maka Hanna pasti curiga mengingat Arum berpamitan untuk membeli beberapa barang
Arum tiba dirumah saat matahari sudah terbenam "Kamu dari mana aja? Kok jam segini baru sampe rumah?" Tanya Hanna penuh selidik
Arum seperti tengah berhadapan dengan anggota kepolisian. Hanna seperti terus menaruh curiga padanya
"Maaf mbak, tadi aku kerumah lama dulu! Ada barang yang mau diambil" Jawab Arum berbohong
"Kalau begitu masuk kekamar kamu! Dan jangan menerima tamu malam-malam" Hanna memperingatkan
"Mbak.."
Sial bagi Arum, ternyata malam saat dirinya bersama Ipul benar-benar diketahui oleh Hanna
Jika bersama Ipul saja, Hanna semarah ini bagaimana jika dia tau kalau Arum juga bersama Rizal
"Saya tau semuanya Arum, saya tidak mengatakannya pada mas Rizal karena memikirkan tentang Marwah kamu sebagai seorang perempuan..
Tapi saya tidak bisa membuat kamu tetap disini, saya tidak ingin rumah saya menjadi tempat untuk berzi_na"
Hanna memberi peringatan, ia tidak main-main. Rasa kasihan pada wanita ini hilang saat Hanna melihat sendiri Arum bersama supir keluarganya
"Maafkan saya mbak, saya mohon maaf! Saya tidak akan melakukan hal kotor seperti itu lagi"
Arum sudah menangis, Hanna tidak tahu itu air mata kebenaran atau hanya pura-pura agar dirinya kembali kasihan
"Sudahlah, sekarang kamu mulai berkemas! Dua hari lagi kamu akan meninggalkan rumah saya" Hanna pergi setelah mengatakan itu
"Bagaimana jika kamu tau suamimu juga tidur dengan ku, Mbak?" Lirih Arum barulah ia masuk kekamar tamu
Dikamar Hanna tengah bersantai saat pintu kamar terbuka. Sang suami, Rizal baru kembali kerumah setalah jam makan malam
"Mas"
Rizal tertegun, ia menatap penuh minat pada istrinya yang terlihat begitu seksi malam ini
Hanna berbalut piyama satin dengan tali spaghetti, dan Rizal tahu jika istrinya itu tidak menggunakan dalaman bagian atas tubuhnya
Hanna begitu menggodanya dengan perut besarnya, serta tubuh bagian depan yang ukurannya sepertinya bertambah besar karena wanita ini hamil tua
"Mas" Hanna menyadarkan Rizal dari lamunannya
"Iya?"
"Mas melamun! Sudah makan?" Rizal hanya mengangguk tanpa mengalihkan mata nakalnya itu
"Ya sudah, mas bersih-bersih sana! Aku siapin baju ganti yaa" Hanna hendak berbalik, namun Rizal menahan dengan memeluknya dari belakang
"Kamu cantik sayang" Bisiknya seraya mengecup bahu polos istrinya
"Udah sana kamu mandi! Mas bau matahari tau gak" Hanna tertawa setelah mengatakan itu
"Oh ya? Berani-beraninya kamu!" Rizal menggelitik pinggang istrinya membuat wanita hamil itu tertawa "Ya udah mas mandi dulu!"
Rizal masuk kedalam kamar mandi sementara Hanna menyiapkan pakaian santai untuk suaminya
Setelah lima belas menit, Rizal kaluar dengan berbalut handuk. Pria itu mendekat lalu kembali memeluk istrinya
"Ada apa mas?"
"Mas capek banget, kerjaan lagi banyak. Mas juga dapat proyek baru" Keluh Rizal sembari membenamkan wajahnya pada ceruk leher jenjang wanita hamil itu
"Mau aku pijitin?" Hanna menawarkan
"Boleh, kalau gak ngerepotin" Hanna melepaskan diri, keduanya duduk disisi tempat tidur lalu Hanna meletakkan tangan lembutnya pada bahu suaminya
"Kamu wangi banget sih" Rizal meraih tangan istrinya lalu mengecupnya
"Kalau aku bau, nanti mas Rizal cari perempuan lain" Rizal seperti tercubit dihatinya
Bahkan istrinya sudah secantik ini, dirinya masih tertarik pada wanita lain, bahkan sampai menjalin hubungan terlarang dibelakang wanita ini
"Mas, kamu ngelamun?"
"Enggak" Rizal dengan cepat merubah mimik wajahnya "Lagian gak mungkin mas selingkuh, mas kan punya istri secantik kamu"
Rizal menarik tangan istrinya lalu merebahkan tubuh seksi itu diatas ranjang dan mengukung nya
"Apa boleh?" Tanya Rizal dengan suara berat
"Sudah lebih dari sebulan mas tidak melakukannya" Hanna mengusap rahang tegas itu membuat Rizal reflek menutup matanya
"Aku berusaha menahan diriku, mas tidak ingin membahayakan kamu dan putri kita" Sebenarnya Rizal tidak sepenuhnya berbohong
Ia memang menahan diri karena tidak ingin menyakiti Hanna dan calon anak mereka. Hingga Arum datang dan ia menyalurkan nya pada wanita itu
Saat Rizal sudah mulai mendekatkan wajahnya, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan di pintu dan suara Fathan terdengar memanggil
"Itu Fathan" Ucap Hanna
"Biar mas lihat sebentar!" Rizal bangkit dari tubuh istrinya, pria itu memperbaiki lilitan handuknya dan mendekat ke pintu
"Papa kok buka pintunya lama sih?" Bocah tujuh tahun itu terlihat kesal dengan melipat tangannya didepan dada
"Kamu mau apa disini?"
"Aku mau tidur disini" Fathan masuk tanpa memperdulikan tatapan sang ayah yang sepertinya kesal
"Kenapa tidur disini? Memangnya kamar kamu kenapa?" Tanya Rizal pada putranya itu
"Fathan mimpi buruk, jadi Fathan mau tidur disini sama Mama" Bocah laki-laki itu sudah berebahkan tubuhnya disamping sang ibu
semoga byk yg baca