NovelToon NovelToon
Kembali Hidup

Kembali Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Pelakor / Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ganendra Badrika

Hari itu dimana aku salah memilih dan bersikeras walau orang tua ku melarang dan memperingatkan atas apa yang ku pilih.
aku hidup dengan status baru sebagai seorang istri, dimana aku harus selalu berusaha menutupi apa yang ku rasakan.

Hingga dimana hidup ku bagai di ujung jurang neraka yang menjelma di dalam bumi,
rasa ingin mengakhiri waktu untuk diriku sendiri.
sayang Tuhan masih baik mengirimkan perantara untuk hidup ku.
hari hari ku masih dengan segala pertanyaan hingga ayah ku datang ke rumah ku dengan seribu misteri jawaban.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ganendra Badrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ungkapan Bunga

    Tiba nya mereka di toko buku, bunga yang masih penasaran dengan yang di lihat nya tadi, berusaha abai untung karakter nya mudah mengembalikan mood nya yang lagi rusak.

"Vand tadi tuh mirip banget chandra aku berusaha menghubungi nya tapi tidak ada jawaban sama sekali". Ungkapan bunga membuat kedua teman nya hening aiueo ..

"Mungkin hanya mirip saja Nga dan kamu tuh lelah jadi begitu deh, daah kita cari buku aja biar tidak terlalu malam nanti".timpalan Helen dengan nada kaku takut salah menjawab

 Ponsel bunga berdering melihat layar panggilan chandra tertampang. "maaf aku tadi lagi ada pekerjaan, kamu sudah pulang sayang ?"

"aku sudah pulang dari sore Chand, kamu lagi dimana ?" telisik Bunga yang masih penasaran mencari jawaban

"aku masih di kantor mau di jemput?"

oh tidak chand aku bareng helen dan vandy saja, aku juga lagi membawa mobil, terima kasih. baiklah Chand aku mau cari buku dulu, bye ya".

telepon di matikan oleh bunga karena masih merasa tidak enak atas apa yang di lihat nya tadi.

Kedua teman nya pun tidak berani mengganggu mood bunga yang sedang tidak baik baik saja.

mereka mengalihkan untuk pergi ke Cafe supaya sedikit melegakan perasaan teman nya itu.

    "Sudah unge tidak perlu khawatir jika memang jodoh mu pasti dia tidak akan menyembunyikan apapun dan jalan hubungan kalian pasti baik baik saja". Nasehat Vandy yang tidak mau terus melihat gadis itu gelisah terus.

  Di dalam Cafe mereka bertiga yang sedang mengobrol dan bercanda, memang Coklat sangat cepat sebagai obat untuk mengembalikan perasaan Bunga.

Helen yang tidak mau melihat teman perempuan nya terus hanyut dalam gelisah nya, karena tekanan dari orang tua dan sikap dari kekasihnya, selalu berusaha menghibur dan mengalihkan dunia Bungan dengan canda mereka.

   "Apa aku harus bertanya ya ke Chandra dengan apa yang ku lihat tadi gaes?"

"cobalah tanya kalau itu membuat mu lebih tenang".

mata Vandy memicing penuh arti agar bunga bisa mengerti maksud dari kalimat nya. "Jangan terlalu khawatir lah, kamu itu cantik Unge...."

"Baiklah akan ku tanyakan pada chandra, aku tak suka memendam penasaran".

"Pulang aja Len, vand aku antar kalian saja ya".

...****************...

      "Chand, aku mau ketemu". Pesan singkat yang langsung Bunga kirimkan ke sang kekasih berharap balasan nya bisa menimbang rasa nya.

"oke sayang, nanti aku jemput sore ya"

"Sabtu yang panjang libur aja harus tunggu waktu, banyak banget acara nya", gerutu Bunga

     Bunga sibuk menarik layar ponsel nya melihat sosial media yang belum selesai pencarian nya,

sampai di satu gambar bunga menghentikan gerak jempol andalan ponsel nya.

"loh apa ini ?" Gambar yang dengan teks my lovely.

memori postingan yang tidak terlalu lama dalam hitungan mereka menjadi pasang kekasih.

Jempol andalan menemani Bunga mengirimkan cetak layar ponsel jaman sekarang bilang Screen shot, lalu mengirimkan pada Chandra. "apa ini? Sudah selesai Chan ?"

Chandra yang membaca pesan teks singkat itu pun terkejut. "sayang, aku bisa jelaskan itu sudah selesai sebelum dengan mu"

"kita dekat kau masih dengan nya chandra? Bahkan sampai sekarang dirimu tidak memberikan akses untuk ku mengetahui lingkungan mu, baik sosial media ataupun pertemanan mu" mau memberi alasan apa Chand?" Bunga yang sudah tidak bisa menahan semua pertanyaan akhir nya meluapkan nya.

    "Aku tidak mengerti arti hubungan ini Chandra, kamu selalu menutupi apapun dari ku, kamu banyak berbicara banyak ketika memberi kabar pada ku tentang pekerjaan mu yang sudah hampir membuat mu tidak memiliki pekerjaan, lalu kamu pun tidak memberi tahu ku yang lain".

"Bunga, aku akan jelaskan nanti, aku akan sampai rumah mu tiga puluh menit lagi". jawaban singkat dari Chandra yang tidak ingin berdebat.

"Tidak perlu Chand, kamu tidak perlu datang hari ini, lebih baik kamu pikirkan kelanjutan hubungan kita, berapa hari lalu aku melihat mu dengan seorang perempuan Chand, kamu duduk begitu akrab dengan nya. Sudahlah aku tidak mau merusak pikiran ku sendiri dengan hal seperti ini".

Bunga gemetar karena meluapkan semua isi pikiran dan hati nya, hingga tidak sadar air mata pun menetes.

      Tidak ingin di lihat Ratna yang suka tiba tiba mencari nya hingga singga ke kamar, Ia mengusap air mata nya berusaha tersenyum dan mulai membuka laptop untuk menonton film drama drama romantis favorit nya.

Chandra terus menghubungi lewat telepon tapi tidak ada jawaban, bahkan sampai ada jawaban dari Operator nomor yang Anda hubungi sedang menonton Drama Korea eh di luar jangkauan.

kegelisan Chandra karena tidak dapat menghubungi Bunga, padahal Bunga lagi asyik nonton Drama Korea ini ngak mau pusing mikirin perdebatan mereka.

    "Nak, turun makan siang jangan di kamar terus". panggil Ratna dari bawah tangga yang tidak melihat Bunga tidak keluar kamar sejak pagi tadi bahkan tidak ada suara terdengar.

Bunga langsung melangkah meninggalkan singgah sanah ternyaman nya aka kamar.

  "Wangi nya menggoda sekali ibu masak apa ?" tanya bunga yang tidak pernah gagal membaui masakan sang ibu, apapun yang di masak sang ibu, Bunga selalu senang.

Dengan nasi panas Bunga langsung tancap gas membuka tudung saji yang di depan wajah nya, Udang Goreng sambal petai. "Ibu makaannn... bunga suka sekali menu nya siang ini, terima kasih ibu".

"Sepi sekali Bu, kemana Caca dan Tora tidak ada suara terdengar sejak tadi?"

"oh mereka pergi berdua entah kemana sejak Minggu lalu sudah sibuk janjian pergi" jelas Ratna dengan singkat.

"makan lah nak, makan yang banyak kalau perlu, tidak usah diet itu menyiksa cacing di dalam tubuh mu, kasian cacing cacing itu".

Suara ketukan pintu terdengar Bunga malas membukakan nya, menerka yang datang hanyalah se orang Chandra. "Bu, kalau ada yang mencari ku tolong aku sedang tidak ingin menerima tamu, aku lelah sekali Bu seminggu ini"

Ratna berjalan menghampiri suara ketukan pintu dan benar yang datang Chandra.

"Siang Tante, ada Bunga nya Tan?" sapa Chandra tanpa basa-basi.

"yah Bunga lagi refreshing dengan adik adik nya nak, ada yang mau disampaikan? atau bisa langsung menghubungi nya ke ponsel nak".

Ratna yang menghargai permintaan bunga, karena Ia tau anak gadis nya yang satu ini kalau suka punya waktu menyendiri untuk beristirahat atau sekedar menenangkan diri nya.

"Saya sudah menghubungi nya Tante, sayang ponsel nya tidak aktif. saya pamit pulang ya Tan, salam untuk Bunga, permisi dulu Tan".

Chandra yang tidak mendapatkan kesempatan untuk menemui Bunga dengan lesu pulang begitu saja.

Akhir pekan yang indah aku bisa nikmatin tanpa harus memikirkan apapun dengan mematikan ponsel, Bunga yang sesekali melirik Ponsel di meja nya.

...****************...

"Kenapa jadi gini si, sekarang susah di hubungi, Gerutu Chandra di atas motor nya sepanjang jalan".

Chandra yang terus menelepon dan mengirim pesan teks pada Bunga sampai malam tetap tidak ada jawaban.

Rasanya sepi untuk chandra karena kekasih nya bunga selalu mengirim teks hanya sekedar hai atau mengingat hal kecil yang perhatian, walau banyak yang lebih sering Chandra hubungi selalin Bunga.

"Harus kemana ya aku mencari nya sekarang hanya sekedar kabar saja". Chandra terus memikirkan dan merasa bersalah, karena selama mengenal Bunga, ia tidak pernah tau bunga marah dengan meluapkan semua isi hati dan pikirannya, bunga selalu meng iyakan apa yang di ucapkan nya bahkan selalu memberi apa saja yang di mita.

"Sayang, sudah marah nya,aku minta maaf".

"Boleh aku menjelaskan sedikit saja Bunga, jangan diam seperi ini.

"hubungi aku jika kamu sudah lebih baik, tolong sayang".

pesan terakhir yang chandra kirim di hari yang sama, Chandra memutuskan untuk berusaha memejamkan mata untuk beristirahat, tapi bayang bayang bunga terus melintas selama mereka mengenal satu sama lainnya.

lamunan membuat Chandra pulas dengan ponsel di genggam nya.

jam satu malam bunga terbangun menyalakan ponsel pesan yang terima begitu banyak dari Chandra yang berusaha mencari kabar dan dua teman nya yang mengajak pergi Minggu ini.

Bunga hanya membalas group pertemanan bertiga mereka ikut, "aku mau ikut .. Jemput aku yaa Len Vand, langsung saja kerumah nanti".

pesan Chandra hanya di baca lalu mematikan kembali ponsel nya, "biarlah dia berfikir dimana letak kesalahan yang harus di perbaiki nya".

"Masa harus di eja terus ini salah ini benar, sebelum terlalu jauh, kalau pun jodoh tidak akan pergi jauh". Gumam nya sendiri menatap cermin dari tempat tidur nya.

"Pagi bu, Bunga dimana ? Helen mau ajak pergi boleh ngak?" Helen yang memang sudah akrab dengan Ratna tanpa harus basa basi langsung pada topik kedatangan nya.

"Masuklah Helen, Bunga ada di kamar seharian kemarin hanya di dalam kamar keluar pun hanya untuk makan saja, ajak saja pergi supaya tidak jenuh di rumah terus".

"BUNGA...... MAIN YUK!!!!!! BUNGA!!!!!!!! BUNGA......."

Teriakan Helen membuat bising di pagi hari, bunga dengan kesal langsung menatap nya dari atas anak tangga, "ngapain si masih pagi udah berisik banget, ayok naiklah tunggu di kamar ku saja" Helen yang hanya senyum semringah langsung menghampiri nya ke atas.

"Mau kemana si kita minggu gini Len?" Tanya bunga heran karena ajakan dua teman nya tanpa tertulis di teks pesan.

"Kita mau pergi jauh, tenang aja, besok libur gess..

tanggal merah". Bunga hanya menatap tidak percaya ke "Helen, tanggal merah ? Aku baru tau loh".

"Ah sudah lah percuma Debat tanggal merah sama kamu Nga".

"Sudah siap ? Last Go....."

"Ibu, Bunga pergi dulu ya, nanti Bunga kabari ibu ya", Pamit Bunga yang di Iyakan Ratna secara cepat tanpa drama drama ibu kepada sang anak.

Mereka pun menghabiskan liburan mereka dengan nikmat dan Hikmat, tanpa memikirkan hal yang tidak menguntungkan.

Tiga sekawan pun melanjukan kendaraan ke subuah alam yang sudah menjadi pusat wisata lokal, asri alam tidak mengkhianati kenyamanan insan manusia, hingga mereka tiba dan mendirikan tenda kecil dan meja meja ke kecil untuk menyajikan makanan yang mereka bawa dari ibu kota.

"Kenapa ponsel mu off Unge? Rusak kah?" tanya Vandy yang melirik ke Helen. "ehem betul kenapa begitu kaya di jaman batu aja deh" timpal Helen yang juga kesulitan mencari Bunga kemarin.

"Entah aku malas untuk berdebat setelah mengutarakan semua nya, biarlah dia berfikir sejenak tanpa ponsel aku masih bisa nonton film kok.." Bunga yang menjelaskan dengan apa ada nya.

"Yaa ampun Bunga bukan masalah nonton nya, susah cari kabar dirimu darling", omel Helen yang tidak menyangka jawaban bunga sebegitu lebih penting menonton.

"Gaes, itu kenapa ya dari tadi melihat kesini terus apa kalian mengenal nya ?" tunjuk bunga ke ujung pohon disana tapi teman teman tidak melihat yang di maksud Bunga.

"apa sih Unge, disana kosong tidak ada siapapun, ketus" Vandy yang memicing ke arah pohon yang di tunjuk

"Helen yang tau bahwa Bunga sering melihat tidak orang lain bisa lihat, tapi Bunga tidak menyadarinya akan itu" "numpang lewat kali ah, sudah biarkan saja mereka mungkin lagi singgah istirahat" positif Helen .

"Setiap aku sedang tidak memikirkan apapun atau aku sedang gelisah aku sering sekali melihat nya dari jauh, aku tidak mengenal nya". Jelas bunga dengan wajah bingung yang tidak bisa di artikan.

"sudah jangan di pikirkan, semua baik baik aja kamu jangan terlalu di pikiran untuk hal yang mengganggu mu Unge, yaa kan helennnn........"

"betul sekali" jawab Helen singkat.

"Kita bakar jagung yuk, aku bawa jagung dan ikan nih, aku siapkan yaa"

Helen memecah kebekuan itu, untung punya temen gak susah di alihkan sedih, khawatir nya.

"Kalau libur panjang kita camp di sini bisa kali yaa, Seperti nya suasana nya baik, suara air terjun dan pemandangan kebun teh buat segar di pandang dan di rasakan" ajak Bunga yang memang suka menyatu dengan alam.

"Boleh......setuju" kompak dua teman menjawab nya, wajib kita punya waktu untuk relax ya.

Sudah larut malam perjalan pulang mereka aman, sampai dirumah dengan selamat, helen yang memutuskan menginap dirumah bunga pun langsung bersiap mandi untuk beristirahat, tapi bukan nya tidur bunga mengajak sahabat nya untuk maraton film favorit mereka.

Ponsel di nyalakan Bunga di layar penuh dengan notif pesan dari chandra, tidak membalas nya bunga hanya membaca saja.

Chandra yang mendapat laporan pesan teks sudah terbaca akhir nya berinisiatif menelepon nya.

"Semoga di Angkat", berkali kali di coba tapi tidak ada tanggapan sama sekali dari bunga, karena ponsel nya jadi mengalihkan fokus nya untuk menonton Bunga kembali mematikan ponsel nya.

Helen yang melihat hanya bisa geleng kepala " heran deh Nga, memang ngak bosan seperti itu"..

*ngak ah biasa aja. Aku hanya perlu tenang sejenak bestie, dahlah kita lanjut aja nonton nya biar saja dia berkarya dengan jempol dan pikiran nya".

"Tapi sudah jauh lebih tenang kah Nga ? dengan mengungkapkan perasaan mu selama ini, gimana pun kalian harus selesaikan jangan larut seperti itu, ngak baik". Helen hanya menasehati nya supaya sahabat nya tidak salah mengambil ke putusan dan sakit hati.

"Len, aku mau pesan makanan kamu mau apa ?"

tawar bunga yang mulai bosan menonton tanpa cemilan sepanjang malam "aku ikut aja mau pesan apa, tapi aku mau ice milk cappucino seperti biasa ya, jangan ibu tau nanti di marahi aku Nga, Hahaha Oke" .

Ratna selalu memperlakukan helen dan vandy seperti anak sendiri, sampai mereka nyaman ketika ada di rumah, perhatian yang tidak pilih pilih.

1
laesposadehoseok💅
Mengajak merenung
Towa_sama
Tambahin lagi adegan romantisnya, thor. Aku suka banget sama chemistry antara tokoh utama 😍
Jen Nina
Ngakak!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!