NovelToon NovelToon
Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Naik Kelas / Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elena Prasetyo

Dikala aku sudah memulai hidup baruku tanpamu, kenapa kau kembali lagi. Beredar terus di sekitar, membuatku kesal.

Pergilah kau, pergi dari hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elena Prasetyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Sudah beberapa hari Luna tak lagi melihat mantan suaminya. Sejak kejadian malam itu, dia tidak pernah melihat Arya lagi. Apa perkataannya malam itu akhirnya menyadarkan mantan suaminya? Dan pria itu tidak akan pernah menemuinya lagi?

"Baguslah" kata Luna lalu melihat keluar toko dengan sedikit senyum di wajahnya. Seakan dia merasa senang tidak akan bertemu lagi dengan mantan suaminya.

Tapi, benarkah dia senang? Benarkah dia lega karena mantan suaminya itu kini akan benar-benar menghilang dari hidupnya untuk selamanya?

"Sudah" kata pelanggan yang berdiri di depan meja kasir. Luna menyelesaikan lamunannya dan segera melayani pelanggan. Saat sibuk, dia tak lagi memikirkan tentang mantan suaminya.

Tapi ketika jam pulang tiba-tiba, ketika menarik rolling door dengan mudah. Dia terdiam cukup lama karena baru menyadari kalau mantan suaminya mungkin melakukan sesuatu pada rolling di tokonya.

Sesampainya di rumah, dia melihat cermin yang berdiri tegak di kamar. Mengingat bagaimana sentuhan Arya pada dirinya saat itu. Dia tergoda, terangsang dan begitu menginginkan sentuhan itu lagi. Karena itu, di gudang toko Luna tidak melawan. Membiarkan dirinya mengalami rangsangan luar biasa dan bersiap untuk menyatu lagi dengan mantan suaminya.

Perlahan air mata menetes di pipinya. Luna sadar kalau dia menjadi wanita paling menyedihkan sekarang. Bagaimana bisa dia masih menginginkan seorang mantan suami yang sudah berselingkuh darinya. Bukan dengan wanita lain namun sahabatnya sendiri, tiga tahun lalu.

"Tidak biasanya kau menutup toko di hari kerja" kata ibu Luna saat menerimanya pulang ke rumah.

Dia memilih untuk pulang ke rumah orang tuanya daripada tersiksa dengan perasaannya yang tak menentu.

"Iya, sedang ingin pulang saja" jawabnya lalu melihat ibunya sedang bersiap-siap untuk memasak. Segera saja Luna membantu ibunya di dapur.

"Istirahat saja sana! Jarang-jarang kau libur. Lebih baik istirahat banyak-banyak"

"Iya nanti, mana ayah?"

"Ayahmu di belakang"

Luna meninggalkan ibunya di dapur dan pergi ke halaman belakang. Terlihat ayahnya sibuk membenarkan pagar yang rusak. Baru saja dia ingin memanggil, ayahnya tiba-tiba mematung. Luna melihat kemana pandangan ayahnya mengarah dan tidak bisa bicara apa-apa.

Ada sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak sedang bergurau di pinggir jalan. Sejak bercerai tiga tahun lalu, banyak tetangga yang mengkhawatirkan pilihan Luna. Mereka tak segan memberikan saran agar dia cepat menikah lagi. Karena kedua orang tuanya sudah semakin tua dan pasti ingin menggendong cucu.

"Bagaimana pekerjaan di toko?" tanya ayahnya ketika mereka makan siang bersama.

"Baik"

"Apa tidak ada pria di sekitar toko yang menarik perhatianmu?"

Tampak ibu Luna segera memukul paha ayahnya.

"Belum ada" jawab Luna singkat.

"Jangan terlalu menutup diri. Sudah tiga tahun kau berpisah, bahkan teman saja kau tidak punya. Bagaimana bisa menikah lagi?"

Luna hanya menunduk dalam-dalam mendengarnya.

"Ayah!! Setiap orang memiliki waktu sendiri untuk pulih, tidak perlu mendesak Luna!" bela ibunya.

Dia sangat tahu kedua orang tuanya hanya merasa khawatir pada dirinya yang tinggal di kota sendiri selama ini. Karena itu Luna tidak ingin membantah atau mendebat ayahnya.

"Satu tahun pertama kau bilang karena badan terlalu gemuk jadi tidak merasa percaya diri mencari jodoh lagi. Tapi tahun kedua badanmu menjadi semakin besar. Dan setelah tiga tahun, badanmu sudah kurus, tidak ada tanda-tanda kau dekat dengan pria lain. Apa kau tidak ingin mencari teman hidup yang baru? Atau kau masih mencintai pria bodoh itu?"

"Ayah!!! Mana mungkin Luna masih mencintai Arya? Pengkhianat seperti itu harusnya tak lagi muncul dalam hidup Luna. Bercerai hanya mengirim surat dan tidak menampakkan diri sama sekali sampai sekarang. Padahal ibu pikir dia anak yang baik selama ini. Dasar!!"

Tanpa bisa ditahan, air mata kembali mengalir di pipi Luna. Kedua orang tuanya tercekat sampai tidak bisa bicara apa-apa lagi. Pasti ayah dan ibu Luna sadar kalau dia memang masih mencintai Arya. Karena itu sulit untuk mencari orang baru.

"Maafkan aku" katanya mengakhiri acara makan siang itu lalu bersiap untuk pergi.

"Jangan kembali dulu!! Lebih baik bantu ayah membereskan pagar di belakang! Ayah kekurangan tenaga"

Luna menoleh dan segera mengangguk. Mengikuti langkah ayahnya ke belakang rumah untuk memperbaiki pagar.

"Jangan terlalu lelah, kau masih harus kembali ke kota dengan bus nanti!"

Membantu ayahnya memperbaiki pagar ternyata ampuh menyita tenaga dan pikirannya. Luna sama sekali tidak memikirkan tentang apapun dan terus berkeringat karena lelah dan tertimpa sinar matahari selama 2 jam penuh. Setelah meminum es lemon yang dibuat ibunya, Luna tertidur di kamar. Dan terbangun saat matahari telah terbenam.

"Kenapa ibu tidak membangunkan aku?" tanyanya sambil menguap ngantuk.

"Kau pasti lelah. Apa kau ingin kembali sekarang?"

"Hemmm"

"Ibu sudah mempersiapkan makanan dan lauk untuk besok. Jangan terlalu sering membeli makanan instan. Masakanmu sangat enak. Sering-seringlah memasak!"

"Tidak ada yang makan. Percuma nanti"

"Walau begitu, kalau keahlianmu tidak dipergunakan akan tumpul nantinya. Apa kau ingat betapa buruknya masakanmu sebelum menikah dulu?"

Luna mengingat semua makanan yang dia masak sebelum menikah dulu. Kalau tidak terlalu asin, terlalu manis atau hambar dan menjijikkan.

"Baiklah"

"Ya sudah. Hati-hati!"

"Hemm"

Luna kembali ke kota dengan menggunakan bus. Baru saja masuk ke dalam lobi, dia melihat dua orang yang dikenalnya. Itu mantan suami juga mantan sahabatnya. Luna segera bersembunyi di balik tiang. Tidak ingin keduanya menyadari keberadaan Luna disana.

"Bagaimana kalau makan malam? Aku lapar sekali kak Arya. Aku belum makan dari siang tadi. Restoran yang kita datangi beberapa hari lalu sangat enak dan aku ingin makan itu lagi. Bolehkah?"

Jadi, selain ketika Luna melihat keduanya di kedai kopi, Arya dan Marina juga makan bersama?

Luna tidak pernah mendengar atau ingin tahu tentang kabar Marina sejak kejadian itu. Tapi melalui media sosial Marina, dia tahu mantan sahabatnya itu sangat memuja Arya. Mempertahankan profil foto mereka berdua sampai enam bulan setelah perpisahan Luna. Tapi setelah itu foto profil dihapus. Seolah Arya juga meninggalkan Marina.

Apa setelah kembali ke kota ini, mereka berhubungan lagi? Lalu kenapa Arya bersikap seperti itu padanya? Menyentuhnya, merabanya, hampir melakukan hal itu, juga mengatakan cinta dan sayang padanya. Apa artinya semua itu? Apa Arya mempermainkannya lagi seperti tiga tahun lalu?

Dan dengan bodohnya dia tidak menolak?

Luna tidak bisa tidur di apartemennya malam ini. Dia tidak mau. Dia berlari keluar gedung dan terus berlari sampai tiba di tokonya. Merasa lebih tenang ketika dikelilingi oleh barang-barang yang sejak lama menemaninya setiap hari.

1
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
heran aku dengan arya...thor jangan bagi mereka berbaik kembali... dia dah celup orang lain tu...
tahi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!