NovelToon NovelToon
Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:9.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: rizal sinte

Season 1 dan 2 ....

Yang seharusnya suami kini menjadi anaknya, yang seharusnya ayah mertua kini menjadi suaminya. Dan sahabatnya yang kini menikah dengan calon suaminya! Bagimana pernikahan bisa tertukar seperti ini? Apa sebenarnya yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rizal sinte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

"Le, jika kamu tau mengenai aku dan juga ayahmu. Lalu apa yang kamu pikirkan tentang ku?"gumam Sera merebahkan tubuhnya di kasur. Hingga pada akhirnya ia pun tertidur.

Sementara itu di lein tempat..

"Le, boleh papah pinjem handphone kamu sebentar?"ujar Angga setelah sudah sampai di depan rumah.

"Oh, boleh kok pah."Leo pun menyerahkan ponselnya.

"Papah pinjem telpon dulu ya, pulsa papah habis."

"Oke."

Leo dan eyang masuk kedalam rumah, namun tidak dengan Angga yang sedang mengotak-atik ponsel milik anaknya.

"Apa yang aku pikirkan?"Angga tanpa sadar, ia pun mengusap wajahnya kasar lalu menatap layar ponsel miliknya dan juga Leo.

"Yasudahlah, lagi pula sudah terlanjur ke save."

Angga masuk kedalam dan mengembalikan ponsel kepada Leo.

"Terima kasih."

"Papah mau ke mana?"tanya Leo melihat Angga keluar kembali.

"Pergi ke suatu tempat."saut Angga masuk kedalam mobil, selama di perjalanan ia memegang handphonenya, dan melihat layar nomor yang tertara di layar ponselnya nya itu.

"Apa aku harus menelponnya?"Angga pun menjadi ragu."Yasudahlah, telepon-telepon deh."

Angga pun menekan tombol hijau untuk menelpon nomor kontak di handphone nya itu. Namun sebelum ia menelepon, tak lupa ia menepikan mobilnya terlebih dulu.

TUT....TUT...

"Halo...."

Mendengar suara serak, membuat jantung Anggar jadi deg-degan. Suara itu begitu terdengar sangat seksi menurutnya.

"H-hay, lagi apa?"Angga pun menjadi gugup.

"Hem, ini siapa?"

"Kamu tidak mengenal suara ku?"ada perasaan kecewa dalam benak Angga.

"Ayolah, ini sudah larut malam aku pun sudah sangat mengantuk, kenapa sulit sekali menjawab pertanyaan? aku malas untuk menebak-nebak."

Tadinya sedikit kecewa, kini Angga menjadi terkekeh merasa lucu dengan suara yang nampak sewot itu.

"Baiklah-baiklah, aku tidak akan menggangu mu lagi. Kalau begitu selamat malam....ibu dari anakku!"

"Hah, kamu ngomong apa?"

Tut....tut....

Sera, Sera langsung membuka matanya kaget. Siapa yang menelpon nya malam-malam begini? dan dengan lancangnya mengatakan jika dirinya adalah ibu dari anaknya. "Apa-apaan, laki-laki itu."

Sera pun merasa aneh, namun penasaran.

"Apa mungkin om Angga kali ya?"dalam benaknya pun langsung kepikiran satu nama."ah, kenapa aku jadi mikirin dia sih?"

Sera kembali merebahkan diri, memeluk bantal guling dan memejamkan matanya kembali. Masa bodo dengan si penelpon itu.

Sementara Angga, wajah yang tadinya nampak suram kini kembali cerah. Senyum mengambang di sudut bibirnya mengingat suara yang ia rindukan setidaknya sedikit mengobati luka di dalam hatinya yang patah akibat menyaksikan kenyataan jika anaknya lah yang sudah menjadi tunangan dari seorang gadis yang sedang ia kejar..

Apa ia boleh egois? merebut tunangan dari anaknya sendiri. Apa ia harus merusak hubungan darah hanya karena seorang wanita? entahlah, Angga pun menjadi prustasi hatinya benar-benar di landa karena sudah kehilangan separuh jiwa yang baru saja ia tanam.

Angga menjalankan kembali mobil nya menuju suatu tempat, di mana ia dapat menenangkan dirinya dari setres dan melampiaskannya ke tempat itu.

"Hay bro, tumben lo kesini? sudah sekian lama menghilang dan kini tumben-tumbenan kembali lagi."ujar pemilik bar tersebut menyapa Angga.

"Diamlah, berisik. Lebih baik kau siapkan saja minumanku."ujar Angga malas.

"Ck, sewot amat. Dah kayak cewek lagi datang bulan aja lo."Robert pun memberikan minuman yang sering Angga minum dulu. Angga sudah menjadi salah satu pelanggannya namun itu sudah berlangsung lama..

"Kenapa lo, di buang sama cewek?"tebak Robert melihat dengan cara Angga minum yang seperti orang sedang lagi patah hati.

Angga tak menggubris nya, ia terus meneguk minuman itu hingga satu gelas berukuran kecil habis dalam satu kali tegukan.

"Bro, lo sudah mabuk. Sebaiknya pulang karena gue mau tutup."ujar Robert menepuk pipi Angga yang sudah mulai mabuk itu.

"Diamlah, kenapa kau selalu saja berisik seperti wanita. Beri aku satu botol lagi!"

"Jangan harap, lo sudah mabuk. Sebaiknya lo pulang, biar gue telpon orang rumah lo."

Robert merogoh kantong Angga mencari handphone di sana. Untungnya handphone milik Angga itu sangat simpel sehingga tidak perlu repot-repot lagi membuka pola di layar ponsel itu sehingga dapat dengan mudah Robert mencari nomor kontak di sana.

Pada saat melihat panggilan keluar, Robert mengerutkan keningnya menatap bingung."kapan Angga menikah?"

Robert nampak bingung, ia tau jika Angga itu seorang duda. Namun matanya masih jernih sehingga dapat melihat dengan jelas nama yang tersimpan di dalam kontak tersebut yang tertulis 'istriku'

Robert pun langsung menekan tombol panggil nomor itu berniat untuk menyuruh menjemput Angga di bar miliknya karena ia sendiri tidak mengetahui di mana rumah pelanggannya itu walapun sudah menjadi teman sesaat pada saat berada di sana.

KRING....KRING...

Bunyi telpon dari handphone Sera itu berdering dan bergetar hingga 3 kali penggilan tak terjawab.

"Ya Allah, berisik banget sih? siapa sih malam-malam begini telpon lagi."

Dengan sangat malas, Sera meraba-raba mencari handphone tanpa membuka mata akibat kantuk melanda.

"Halo...."

"Akhirnya di angkat juga, halo...mbak tolong jemput suami anda di bar. Dia mabuk dan saya mau tutup."ujar Robert memberi tahu keadan Angga.

"What! siapa yang kamu bilang istri? kamu jangan gila ya."Sera spontan langsung tersentak, lagi-lagi dirinya mendapatkan telpon gila malam ini.

"Tapi nomor mbak di sini tertulis istriku, Mbak. Jadi saya minta tolong anda segera menjemput suami anda di sini, karena saya mau tutup. Nanti saya kirim alamat nya lewat wa."ujar Robert.

"Suami? siapa yang kamu sebut suami? dan ini nomor nya siapa?"

Robert menaikan alisnya heran, mungkin saja suami istri ini lagi bertengkar sehingga si istri menghapus nomor kontak Angga di handphone nya, dan sebab dari itu dia tidak mau mengakui Angga sebagai suaminya. Pikir Robert pun demikian.

"Ini nomor Angga, dan saya tunggu kedatangan mbak dalam waktu 30 menit. Tolong jangan mempersulit saya! dan saya tidak peduli hubungan kalian seperti apa? yang saya mau mbak datang kesini dan jemput suami anda karena kalau tidak jangan salahkan saya Angga saya letakan di teras luar dan membiarkan kan dia di bawa oleh Satpol-PP."ujar Robert tegas dengan sedikit ancaman karena kalau tidak begitu mungkin saja Sera tidak mau datang dan dirinya pun akan terlambat pulang sebab di rumah sudah di tunggu oleh istrinya.

"Apa! hey tu-tunggu...."

Tut....tut....

"Arrrgggggh, dasar om-om tua. Benar-benar ngeselin banget sih. Lagian ngapain juga orang itu telpon aku? kenapa gak telpon anaknya aja."gerutu Sera geram memarahi ponselnya.

"Apa aku telpon Leo aja kali ya, biar dia yang menjemput Angga di sana."

Sera mencari nomor kontak Leo di handphone nya.

"Eh, tunggu! kalau aku telpon Leo dan memberi tahu keadaan Angga. Terus kalau dia tanya aku tau dari mana, gimana dong? mana mungkin kan aku jawab pemilik bar yang menelpon karena nomorku di kontak Angga tertulis istriku? gila aja."gumam Sera menggigit bibir bawahnya sambil berpikir.

Sera pun menghembuskan nafasnya dengan kasar."yasudahlah, apa boleh buat."rasa tidak tega itu muncul dalam hatinya.

Sera Bangkit lalu mengambil jaketnya di dalam lemari kemudian ia ke luar dari kamar dan berlalu meninggalkan rumah dengan mengendarai mobil miliknya menuju bar yang sudah di kirimkan alamat nya oleh Robert tadi.

1
Dyah Oktina
wah...sampai 2024... blm ada lanjutnya nih thor... kirain nih cerita dah end... ternyata. .. oh... ternyata masih ngantung.. 😔
Dyah Oktina
bukannya namanya cihko d bab depan.. nicko mah adeknya sherly???
Dyah Oktina
wah... kayaknya ciko anak devan ya.. apa kejebak Ya dara... wah masih d gantung nih sm author.. 🫢🤔🤭
Dyah Oktina
hah... iya.. bukan sableng lagi itu namanya... alex be*o .. kesel bacanya juga.. 🤭✌️✌️
Dyah Oktina
jd beneran ngak ada sesion 2 nih thor..
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂😂😂/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Curse//Curse//Curse//Curse//Curse//Scream/
Dyah Oktina
kayaknya suami seperti alex hanya ada d dunia halu.. 🤭
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂😂😂
Dyah Oktina
ya Allah. ..kasihan alex dah ngak dapat mp nya semalam.. tambah benjol d.aniaya krn polos... 🤭😂😂
Dyah Oktina
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Curse//Curse//Curse//Curse/
Dyah Oktina
parsel kali... masa pastel.. 🤭
Dyah Oktina
Masya Allah. ..gantengnya visual alex
Dyah Oktina
😂😂😂😂😆😆😆😆kebayang seru nya d sembur téh..
Dyah Oktina
💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻❤️
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂😂😂
Dyah Oktina
ooo ternyata memang boby sm dewi punya 2 anak... maaf thor.. baru maksut ✌️✌️🤭
Dyah Oktina
loh ...kan wisnu bukan papa kandungnya.. Kok masih pakai binti wisnu... ngak boleh itu.. ✌️🤭😇
Dyah Oktina
maksutnya vindra kali ya???
Dyah Oktina
terbalik kali thor... adam yg harus panggil aunty ke sheryl.. kan jatuhnya adam ponakan sherly
Dyah Oktina
akhirnya keyra... bahagia.. sesuai dgn keinginannya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!