NovelToon NovelToon
Something Between Us

Something Between Us

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Idola sekolah
Popularitas:23
Nilai: 5
Nama Author: NitaLa

Mungkin kebanyakan orang bilang menjadi orang kaya adalah hal paling gampang dilakukan. Tapi tidak jika dikaitkan dengan Some, ditengah terkaan dia malah diberi harapan panjang untuk menikah. Hal itulah menjadi awal - awal Some mengenal cowok - cowok yang lahir dengan keluarga sama darinya. Hanya cowok itu yang menerima seornag wanita mempunyai penyakit, namanya Dinner. Dari Dinner, Some dapat menerima segala sesuatu yang menimpanya. Meski bukan hal mudah ketika harus operasi beberapa kali, tapi Dinner menemaninya seperti seorang pacar. Pacaran bahakn menjalani hubungan dengan Dinner, seperti dijodohkan ini, menjadi pertanyaan besar apakah Dinner akan sanggup ?

•untuk kisahnya sudah tamat dari tahun lalu. dan masih bisa dinikmati dengan dukungan like, dan komentar kecil kalau ada kesalahan. thanf for one.

•karya original dari Nita Juwita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NitaLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Between 07

**

~ Melamun dan Sakit? ~

**

Setelah memakan habis dengan kenyang baso kesukaan sahabat - sahabatnya Something memutuskan untuk minum susu yang tadi ia beli. Bahkan Setyo pun sudah meludeskan isi baksonya dengan mengusap bagian bibirnya yang basah. Cassie maupun Dina sama - sama menghembuskan nafas pada kenyang. Dan Something terkikik geli melihat kelakuan random sahabat - sahabatnya ini. Tak terkecuali Setyo yang terkadang ada atau malah sibuk dengan teman cowok yang lain. Tapi mereka lebih gentlemen ketimbang Setyo yang sedikit cemen dibanding cowok lain. Rumornya Setyo emang sengaja dekat sama kita karena ada cewek yang ia taksir. Something berharap bukan dirinya, agaknya sulit pacaran sama Setyo yang suka main di gank ini.

"Oyy habis ini mau pada ngapain?" tanya Setyo sedikit heboh yang membuat sedikit orang yang sedang makan menatapnya. Tapi bawaan Setyo yang cuek membuat cewek - cewek itu pada nggak peduli. Setyo nggak ganteng sih, karena masih banyak seleb sampai famous di sekolah ini yang gantengnya pake banget.

"Loe ngomong sama kita atau emang ngomong sama semua orang yang mendengar Set?" tanya Cassie bingung dan tentu ia memerhatikan sekeliling yang melihat mereka kebingungan. Dan Cassie selalu merasa perhatian mereka bikin ia jengah dan benci perhatian berlebih. Membuat Something terkikik geli di pagi ini, selalu saja hal random yang membuat perutnya serasa di gelitik.

"Ya tergantung yang jawab sih, masa gue udah tanya sampai ke sana, belum aja yang jawab," ujar Setyo dengan nggak pedulinya. Ia lalu menunduk merasa bersalah.

"Hmm karena emang loe nanyanya nggak bener," kata Something membuat Dina tertawa. Ia sendiri nggak ngerasa ditanya pas tadi Setyo bilang begitu.

"Tetap aja di belakang perkataan tadi ada tanda tanya, jadi harus di jawab dong," ucap Setyo kekeuh yang membuat Cassie, Dina dan Something terkekeh geli. Sebenarnya mereka tahu dan nggak salah juga menjawab tapi karena Cassie yang kesal, jadi Setyo terdengar aneh di kantin ini. Sebenarnya karena Setyo cowok jadi ia udah sering lembar tanya dengan suara keras.

"Habis ini kita mau kemana ya, nggak seru banget, koridor rame banget, jadi males," balas Dina dengan wajah kebosanan. Hal itu membuat Something ngerti kalau cewek itu cuma pengen duduk di tempat menurutnya nyaman.

"Gue mau duduk aja di sini, sampai masuk kelas Set," ucap Cassie sambil mengibaskan tangannya. Pertanda kalau hari ini kayaknya membosankan sekali.

"Gue nggak lagi datang bulan jadi gue juga mau duduk aja deh, mau kemanapun kalau sendirian mah nggak suka," jawab Something sambil mengangkat bahu. Setyo memperhatikannya lalu mengangguk paham.

Setyo menyandarkan tubuhnya ke kursi yang ia duduki dekat dengan Cassie, "Terus mau ngobrolin apa? Hmm cewek kan punya banyak obrolan buat ngegosip wkwk," ucap Setyo terdengar mengejek para siswi SMA Bhakti Darma, termasuk Dina, Cassie, Some.

"Ihs tadi kan asik banget ngobrolin anak baru, kenapa nggak dia aja," ucap Cassie mencari sosok murid baru yang ia tahu rupanya. Tapi enggak sama Some dan Dina.

"Iya dia aja, kan lumayan kalau emang ganteng dan pintar," ujar Dina sambil membayangkan cowok murid baru itu. Kan kelas IPA 6 anak - anak cowoknya pada ganteng. Dan yang pasti pacarnya juga kelas itu.

"Lalu emang gimana sih anak itu, gue nggak tahu, jadi please info," ucap Some terdengar memohon. Kalau dia punya pacar sih nggak akan sepeduli itu, tapi kan dia yang single harusnya lebih memadai.

"Gimana ya, dia ..." perkataan Cassie terpotong ketika melihat gerombolan anak IPA 4 sampai IPA 6, mendatangi kantin. Tentu saja meja mereka akan menjadi santapan mpu - mpu itu. Dan tatapan para cowok baik cewek mengarah pada mereka seolah memberi tanda.

"Guys syukur deh ada mereka bisa keluar dari kantin sumpek ini kan," ucap Setyo bersyukur di atas penderitaan Cassie yang malas banget pindah. Kalau istirahat cuma baru setengah mereka cuma bisa keluyuran di depan kelas.

Cassie, Dina, Some, dan Setyo yang tak kuasa menahan logat pengusiran segera undur diri. Mereka berjalan keluar area kantin, dan berasa di koridor antar kelas tujuannya ke kelas. Tapi karena istirahat masih panjang jadi mereka berdiam di salah satu koridor depan kelas anak IPS.

"Jadi yang mana tuh Cas, anak baru bukannya tadi di kantin ada IPA 6?" tanya Dina yang sempat mencari orang baru diantara anak IPA.

"Gue nggak perhatiin saking banyaknya," Cassie memegang kepalanya sendiri yang pusing karena menahan kesal.

"Kayaknya nggak ada logat anak baru," ucap Some ketika dia sempat memerhatikan bahkan ia juga mencari satu kepala ke kepala. Tapi semuanya nampak ia kenal anak IPA 6.

"Ada Some," tegas Cassie sambil menggeleng karena ketidak tarikan Some sama cowok itu. Padahal udah di tegaskan cowoknya baik.

"Hmm selain baik dia juga punya selera fashion oke dan kayaknya orang sedikit kaya lha," ucap Setyo nimbrung membuat Dian dan Cassie tertarik.

"Hmm iya juga sih, tapi menurut gue biasa aja selain dia cowok baik, dan lumayan nggak ada lagi," timpal Cassie buram.

Some merasakan getaran di dada, dan bagian dalam perutnya atau tubuhnya rasanya mengeluarkan reaksi yang cukup sakit. Ia sampai memegang tangannya erat, merasakan sensasi yang baru pertama kali ini ia rasakan. Karena tidak kuat Some memeras seragam bagian perut dengan erat. Gelagat yang membuat perhatian Setyo teralih meski hanya lirikan.

"Duh," ucap Some pelan tidak mau mengganggu obrolan teman - temannya. Tapi Cassie dan Dina segera teralih. Dan melihat darah segar mengalir di hidung Some.

"Aduh Some loe itu kalau habis kecapean, atau olahraga dikit aja pasti mimisan," ucap Cassie sambil mendekati sahabatnya. Sedangkan Dina nampak khawatir.

"It's okay loe nggak kenapa - napa, tenang ya," kata Dina sambil menyusut mimisan Some dengan tisu yang ia punya.

"Beneran nggak apa tuh," bingung Setyo nggak tahu harus gimana. Mereka nampak kebingungan ketika melihat Some melangkah pergi tanpa alasan jelas.

"Gue menghapus ini dulu ya, gue ke tempat lain," ucap Some sebelum pergi. Ia berjalan tergesa - gesa, melewati koridor demi koridor yang memberi jarak antara dia dan teman - temannya. Dan di depan kelas IPA 6 itu yang sunyi ia bisa menghabiskan nafas lega. Meskipun sesungguhnya dadanya berdebar.

**

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!