Dara Kaylie Virginia, gadis muda, Cantik Dan berprestasi dibidang akademik berusia 18 tahun, mahasiswi arsitektur semester awal yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi bergengsi di Jakarta. Ia merupakan anak tunggal dari keluarga Adiguna Wiratama seorang pengusaha, senator dan politisi ternama. Sejak umur 5 tahun ia ditinggal meninggal oleh ibunya karena menderita sakit kanker.
Keenan Aldrich William, 25 tahun, seorang CEO muda, tampan , lelaki blasteran Indo- Inggris-Turkey Dan ambisius terkenal bertangan dingin dalam dunia Bisnis. Ia merupakan pewaris Dari keluarga konglomerat terkaya di Asia William Abraham.
Awal pertemuannya dengan Dara tanpa disengaja karena ia telah menyelamatkan nyawa gadis muda korban kecelakaan maut . Sejak kejadian malam itu entah mengapa ia merasakan ada yang aneh pada dirinya. Ia selalu teringat pada wajah gadis cantik itu dan perasaan ingin selalu melindunginya.
Kisah cinta yang romantis antara Dara Keenan ditengah konspirasi dan balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tracy Marie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
" Baik pak Bram" . "Untuk petugas keamanan sudah kita siagakan 10 orang staf keamanan profesional untuk berjaga-jaga, mulai dari depan hingga belakang restoran" ujar manager menjelaskan.
"Saya akan jamin keselamatan dan kenyamanan tamu tuan Keenan" ujar Pak Rudy.
"Oke baiklah kalau begitu saya percayakan dengan pak Rudy " ujar Bram . Ia kembali kedalam restoran karena sebentar lagi tamu-tamu akan segera tiba.
Keenan sibuk memainkan gawainya. Tiba-tiba ada pesan masuk di ponselnya. Nampak nama Adrian asisten ayahnya muncul dilayar ponselnya. Ia langsung mengecek pesan masuk itu.
"Selamat malam tuan muda, besok ditunggu tuan Aldrich untuk sarapan pagi bersama".
Keenan membaca pesan yang dikirim oleh asisten ayahnya. Ia belum membalas pesan singkat itu karena Bram sudah memberikan kabar jika tamunya sebentar lagi akan datang.
Karena kesibukannya sebagai CEO diperusahaannya Keenan sudah lebih dari dua minggu tidak pulang kerumah orang tuanya. Ia lebih memilih pulang ke penthouse mewah miliknya yang tidak jauh dari gedung kantornya.
Dalam hitungan menit tamu-tamunya sudah mulai berdatangan. Selain kliennya dari luar negeri, Keenan juga mengundang para petinggi di perusahaannya yang berjumlah hampir puluhan orang.
Acara jamuan makan malam ini juga termasuk agenda rutin diperusahaannya. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak Kakeknya memimpin perusahaan, sekarang masih terus dilanjutkan oleh ayahnya dan Keenan.
Tidak hanya para petinggi, para staf dari level terendah pun juga diundang untuk jamuan makan malam mewah sebagai bentuk apresiasi kepada mereka.
Acara jamuan makan malam mewah berlangsung dengan sukses. Puncak acaranya adalah penandatangan kesepakatan kerjasama antar negara. Perusahaan Keenan mendapatkan proyek besar sebagai pemasok furniture di negara Eropa. Tepuk tangan para undangan bergema dari dalam ruangan mewah itu.
Keenan tidak main-main dalam bisnis barunya ini. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilannya mendapatkan nilai kontrak yang fantastis dari bisnis furniturnya yang mampu menembus pasar mancanegara.
Ia memang piawai dalam berbisnis walaupun usianya masih muda.
Acara jamuan makan malamnya sudah berakhir tamu-tamu klien dari Eropa sudah meninggalkan tempat acara. Para undangan petinggi perusahaan dan anak perusahaan memberikan selamat kepada CEO muda itu.
Mereka kagum atas prestasi yang luar biasa yang sudah dicapai Keenan dalam waktu hanya 2 bulan. Ia sudah membuat gebrakan dengan menembus pasar Eropa yang tentu saja tidak mudah itu.
"Selamat tuan Keenan atas keberhasilannya" ujar Pak Beni direktur di perusahaannya dan para petinggi lainnya.
"Terima kasih pak Beni, semua berkat bantuan dan usaha kalian semua" ujar Keenan merendah sambil menyalami mereka satu persatu.
"Semua karena niat awal saya ingin memberikan kontribusi bagi negara tercinta dengan membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya agar tidak ada lagi pengangguran" ujar Keenan penuh keyakinan.
"Tuan berhati dermawan sekali" ujar Pak Beni sangat kagum dengan pemikiran anak muda didepannya ini.
"Semoga perusahaan kita semakin maju dan sukses dibawah kepemimpinan Tuan Keenan" ujar petinggi yang lainnya.
"Baik terima kasih banyak atas dukungan kalian semua" ujar Keenan sambil menyalami mereka satu persatu yang akan pamit pulang.
Setelah semua tamunya bubar Keenan dan Bram pun meninggalkan restoran mewah tersebut. Tidak terasa waktu telah bergulir semakin malam, kota Jakarta telah diguyur hujan sejak tadi.
Keenan dan sang asisten segera masuk ke mobil sedan mewah yang sudah siap di lobi restoran.
Bersambung...
coba mampir di cerita aku ya kak.
aku ga butuh like cuma butuh saran🙏🙏🙏🙏🙏