seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi
hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi
bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana licik Gayatri!
Alina akhirnya memilih angkat telpon nya karena masih menghargai bibi nya sebagai orang tua yang sudah merawat nya, walaupun dengan cara tak baik sejak kecil namun siapa tau akan berubah karena hati manusia pasti akan berubah.
>>>VIA TELPON<<
"Hallo bi!"ucap Alina dengan malas karena terpaksa angkat telpon.
"Nak,ayo pulang bibi janji akan berubah,"ucap Gayatri membuat Alina mengerutkan keningnya.
"Ehmm.. Kenapa tiba-tiba,suruh aku pulang?"tanya Alina merasa bingung.
"Dirumah sangat sepi,dan bibi takut orang tua mu kecewa disana!"jawab Gayatri membuat Alina menghela nafas.
"baiklah.. Aku akan pulang,tapi aku lagi kerja jadi malam ini pulang,"ucap Alina dengan tersenyum.
Telpon dari bibi Alina pun sudah selesai karena hanya menyuruh Alina untuk pulang tentu Alina gampang luluh karena Alina pemaaf dan juga polos jadi mudah percaya dengan sang bibinya.
Devano baru berangkat kerja karena ada kepentingan tadi hingga buatnya berangkat jam tujuh pagi,Devano tak pernah berangkat sampai jam tujuh karena sangat disiplin namun ini berangkat lumayan terlambat untung bosnya.
"tuan Devano,saya nanti akan kembali pulang,"ucap Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.
"Ehmm.. Memang ngga masalah nih?"tanya Devano membuat Alina ngangguk.
"bibi saya sudah berubah,dia ingin aku pulang karena takut mendiang orang tua saya kecewa,"jawab Alina balas Anggukan Devano.
"Baiklah.. Jika ada, sesuatu kabari saya karena insya allah saya pasti akan bantu,"ucap Devano membuat Alina ngangguk.
Devano sebenarnya kurang percaya dengan bibi Alina karena walaupun belum kenal seperti nya belum sepenuhnya berubah,ia khawatir bibinya akan balas kejadian kemarin padahal memang Kayla yang salah.
"Aku harus pantau,"gumam Devano menghela nafas.
"David,saya minta tolong untuk pantau Alina karena perasaan saya ngga enak!"pinta Devano balas Anggukan David.
Devano pun segera masuk ruangan nya lalu duduk di kursi kebesaran nya,ia ngga tau kenapa jadi sangat peduli dengan Alina ngga biasanya seperti ini selama ini ia bos yang cuek pada karyawan nya walaupun terkadang baik namun pada Alina berbeda.
"tuan ini tehnya,"ucap Alina balas Anggukan Devano.
"terimakasih Alina,"ucap Devano balas Anggukan Alina.
*****
SIANG HARI KEMUDIAN..
Alina sedang berada di Restoran bersama sahabatnya bernama Anisa,Alina tak akan lupa dengan sahabatnya yang sudah selalu setia dengan nya sejak ia sekolah sampai saat ini masih tetap sama setia padanya.
"Alina,apa benar kamu hampir di lec3hkan seorang pria?"tanya Anisa membuat Alina menghela nafas.
"benar Nisa,aku trauma banget saat itu,"jawab Alina membuat Anisa merasa miris.
"aku sangat bersyukur,bosku selamatkan dirimu Nisa!"ucap Alina membuat Anisa tersenyum.
"Wahh.. Aku senang dengarnya,kamu akhirnya punya pelindung hihi!"celetuk Anisa membuat Alina terkekeh.
Alina melanjutkan makan bersama Anisa ia di restoran yang biasa Devano makan, karena menurut nya tempat nya sangat bagus dan bisa buat foto kebetulan sahabatnya suka sekali berfoto dan di posting di media sosial.
"ihh.. Nisa, kenapa makanan di foto?"tanya Alina merasa heran.
"ini sangat bagus,"jawab Anisa membuat Alina menghela nafas.
"kamu ini,ada ada saja Nis!"celetuk Alina dengan geleng kepala.
sementara itu ternyata Devano berada di tempat yang sama karena ingin makan siang juga,dan ini tempat yang biasa ia kunjungi jika ingin makan siang karena agar dekat di perusahaan nya yang berada di depan Restoran ini.
"Yaampun.. Itu pria sangat tampan!"celetuk Anisa membuat Alina mengerutkan keningnya.
"Ehmm.. Itu atasan ku!"ucap Alina membuat Anisa terkejut.
"Wahh.. Kamu beruntung,bisa kerja dengan nya karena dia sulit untuk terima karyawan!"ucap Anisa membuat Alina terkejut.
"Aku justru tanpa syarat,"gumam Alina merasa bersyukur.
Devano yang sedang melihat layar untuk memesan makan merasa terkejut ada keberadaan Alina di restoran ini, membuat Devano heran ia pasti bertemu Alina di setiap saat seperti dulu.
"Ehmm.. Dia pasti sedang, bersama sahabatnya,"gumam Devano.
"Semoga saja,malam ini ngga ada masalah yang menimpa Alina,"gumam Devano menghela nafas.
****
MALAM HARI KEMUDIAN.
Malam ini Alina sudah pulang kerja dan sedang berada di rumah keluarga nya atas keinginan sang bibi,Alina berpikir positif mungkin saja bibinya sudah berubah karena sudah minta maaf padanya.
"Syukurlah.. Kamu pulang nak,"ucap Gayatri membuat Alina tersenyum.
"kenapa mamah, meminta dia pulang sih?"gumam Kayla merasa bingung.
"aku pulang,atas keinginan bibi,"ucap Alina sembari meletakkan tasnya.
Gayatri hanya tersenyum menatap Alina entah apa yang sedang bibinya rencana kan untuk Alina, karena sepertinya tak bersungguh meminta maaf pada Alina karena kemarin saja merasa senang atas kehancuran Alina padahal di selamatkan oleh Devano.
"Alina,kamu tau ternyata orang tuamu masih ada,"ucap Gayatri membuat Alina kaget.
"Hah! Jadi orang tuaku,masih ada bi?"tanya Alina membuat Gayatri ngangguk.
"iya mereka masih hidup!"jawab Gayatri membuat Alina tersenyum.
Alina tentu percaya dengan yang bibi nya bicara kan padahal kenyataannya memang orang tua Alina sudah tidak ada di dunia,namun Gayatri membohongi Alina entah apa motif bibinya bohongi Alina saat ini.
"apa benar, yang ku tau udah meninggal deh?"gumam Kayla merasa bingung dengan ucapan Mamahnya.
"satu kali lagi,kamu pasti akan hancur malam ini,"gumam Gayatri dengan tersenyum licik.
Alina pun meletakkan kopernya ke kamar lalu saat Alina di kamar,Kayla hampiri Mamahnya masih penasaran dengan ucapan Mamahnya ia tentu merasa tak percaya dengan yang di dengar bahwa orang tua Alina masih hidup saat ini.
"Mamah.. Apakah benar?"tanya Kayla membuat Gayatri menatap putrinya.
"kamu kenapa jadi ngga pintar,tentu ngga lah!"jawab Gayatri membuat Kayla menghela nafas.
"Mamah.. Memangnya mempunyai, rencana apa kali ini?"tanya Kayla merasa penasaran.
"menukar dengan uang!"jawab Gayatri membuat Kayla kaget.
"Rencana mamah sangat jahat,tapi aku suka rencana mamah kali ini,"ucap Kayla dengan tersenyum licik.
Setelah beberapa menit kini orang yang akan membawa Alina telah datang di Mension rumah Alina, membuat Gayatri terbinar melihat pria itu datang lalu segera hampiri sembari menatap ke atas menunggu Alina keluar dari kamar nya.
"Ehh.. Sini nak!"panggil Gayatri membuat Alina ngangguk.
Alina pun menghampiri bibinya lalu duduk bersama bibi nya,Alina ngga tau siapa pria yang di hadap nya dari tadi menatap nya membuat Alina merasa tak nyaman hingga selalu nunduk.
"perkenalkan Alina,ini tuan Fahmi dia teman ayahmu,"ucap Gayatri membuat Fahmi mengerutkan keningnya.
"kenapa dia,bohongi gadis ini?"gumam Fahmi merasa bingung.
"semoga Fahmi paham, kenapa diriku berbohong,"gumam Gayatri.
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"