NovelToon NovelToon
Rain Bukan Petaka

Rain Bukan Petaka

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Lari Saat Hamil / Preman
Popularitas:706
Nilai: 5
Nama Author: Asrar Atma

Rain menjadi ketua, dari geng yang dibuat sendiri, Rksabi. Yang berkecimpung pada tugas jasa, geng yang terdiri enam orang itu mencari klien dengan berbagai masalah demi mengumpulkan pundi-pundi uang. Sampai satu tugas yang menawarkan bayaran mahal, membawanya pada gadis muda, dan Rain merasa terjebak disana, di dalam rumah mewah keluarga Vick sebagai Pengawal pribadi Yasmin Celia. Dia datang untuk menyelesaikan misi sebagai Pengawal pribadi yang melindungi, tapi selesai tugas justru jadi Bapak yang mencari keturunannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asrar Atma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

Perempuan sialan!" Maki Rain kesal.

Majikan kecil nya pergi entah kemana? Ia baru tahu kepergian Yasmin ketika salah satu kendaraan hilang dari garasi, ia yang hendak memeriksa mobil untuk ke sekolah besok jadi urung dan malah menanyakan tentang kepergian kendaraan yang hilang.

"Dibawa Nona Yasmin, kami ngga berani larang"

"Ngga lama perginya, masih ke kejar Pak Taka karena Nona Yasmin belum ahli berkendara." jawaban itu seketika mematik emosinya, ia langsung berpacu dengan waktu sebelum kehilangan jejak Yasmin.

Kendaraan yang dibawa nya melaju dengan cepat membelah jalan raya yang cukup lenggang malam itu. Sambil matanya meneliti sekitar, mencari. Ia mengerti sepenuhnya saat itu, mengapa pekerjaan ini menjadi berat bagi Sandi dan Bintang. Karena ia pun merasa demikian sebab tidak bisa membanting sang majikan saat sudah semarah itu.

Setelah berkendara cukup jauh dari kediaman Vick, pupil matanya melebar kala menemukan mobil yang dibawa Yasmin tengah menepi dijalan. "Langsung tabrak sekalian" Rain menaikan kecepatan, saat sudah sangat dekat dan nyaris menghantam sungguhan, ia menurunkan kecepatan sebelum menghentikan kendaraan, menghalang mobil Yasmin.

"Dasar sialan"umpat nya lagi sebelum keluar.

"Astaga Petaka"gumam Yasmin, saat tahu mobil yang menjegal nya adalah sang pengawal. Yasmin mengigit ibu jarinya, panik melihat Petaka tengah berjalan menghampiri.

"Bagaimana ini?" Ia belum mahir berkendara, tidak tahu bagaimana caranya lewat dari mobil yang menghadang jalan nya.

Ditengah kepanikan yang melanda, Jendela mobil nya diketuk, wajah datar pria itu memenuhi kaca. Merasa terpojok, Yasmin pun membuka pintu. Berniat menghadapi Rain dengan kelemah lembutan, namun baru saja kaki nya mendarat diaspal, lengan nya langsung ditarik keluar oleh Rain. Gerakan nya kasar membuat Yasmin meringis.

"Aduh sakit pak Taka" ia memukul tangan Rain yang mencengkeram terlalu erat. Pria itu menarik nya mendekat sampai badan keduanya menempel erat, lalu mencengkeram rahang gadis itu hingga mendongak.

"Kemana?"

"Kemana-mana pun Bukan urusan jongos" Yasmin mendelik sembari memukul dada bidang Rain yang menghimpitnya.

Melihat pupil mata majikannya yang berkaca-kaca kesadaran nya pun pulih, amarah yang sempat menguasai nya berusaha diredam setengah mati. Rain melepaskan Yasmin, mundur perlahan memberi ruang bagi perempuan itu.

Yasmin menatap pria dihadapan nya sambil mengusap rahang nya yang sakit, kulit nya yang seputih susu membuat bekas cengkeraman itu begitu tampak.

"Kemana-mana yang anda maksud memang bukan urusan saya, tapi sudah jadi tugas saya mengawal anda"

"Ngga perlu kali ini, aku bisa sendiri. Kamu lepas kerja malam ini, silahkan pergi dan istirahat" rahang Rain kembali mengeras dengan kedua tangan terkepal dikedua sisi badan nya, namun pria itu tampak berusaha keras mengendalikan amarahnya.

"Iya"jawab Rain.

Keduanya saling bertatapan untuk beberapa detik sebelum akhir nya Yasmin memutus kontak dan berbalik, masuk kembali kedalam mobil. Namun tanpa perhitungan Rain ikut memaksa masuk, sebelum gadis itu sempat menutup pintu.

"Apa yang kamu lakukan jongos? Keluar, keluar aku bilang!" Tentunya Yasmin protes dengan tindakan mendadak itu, ia berusaha mendorong pengawal nya yang berbadan jauh lebih besar darinya.

"Geser!"

"Ngga, pergi kamu"Rain malah berlagak hendak pangku membuat gadis itu mau tak mau bergeser juga dengan cemberut.

"Menyebalkan, Papi harus pecat kamu Petaka" cerocos nya saat pengawal berhasil duduk dengan nyaman dan menutup pintu.

"Coba anda usulkan kalau begitu" kedua nya bersitatap dengan sengit, sama-sama memendam gejolak amarah.

"Dasar babu ngga tahu diri" gumam Yasmin sambil melengos, tangan nya bersilang di dada.

Rain menghela napas sembari meremas stir dengan keras, lalu kedunya terdiam untuk beberapa detik sampai perlahan emosi Rain terkendali. "Pasang sabuk pengaman anda, Nona. Kemana-mana pun saya antar" Yasmin tidak menjawab, malah nampak semakin marah.

Hembusan nafas kasar, lagi terdengar dari Rain yang perlahan mendekatinya, lalu membantu memakaikan Sabuk pengaman. "Kemana kita pergi?" tanya Rain kala selesai sambil melihat sang majikan.

"Desa Tepat, rumah Daniel"

****

Rain mengekori Yasmin dengan jarak dekat sambil sesekali mengawasi sekitar. Perempuan dan laki-laki berbaur menikmati hentakan musik yang keras, mereka bergoyang dengan gerakan yang intim. Di sudut-sudut juga ada pasangan beradu kemesraan, pun orang-orang yang lebih memilih menegak alkohol. Tempat itu ricuh, dipenuhi asap rokok, dan alkohol.

"Hai...."sapa Yasmin heboh, sembari menuju ke teman-teman nya berada. Mereka juga bersikap antusias menyambut, seolah mereka memiliki hubungan persahabatan yang baik.

Mungkin Rain juga akan mengira demikian jika saja tidak menangkap pergerakan kecil Yasmin, yang sempat terdiam ditempatnya, menarik napas berat sebelum menyapa mereka.

"Ayo minum dulu Yas" ajak Tika usai cipika cipiki.

"Kalian udah lama datang nya?"

"Baru aja kok" ditengah obrolan itu Efa nyeletuk saat matanya menangkap kehadiran Yasmin tidak sendirian.

"Siapa Yas? Cowok dibelakang loe" serempak semua perhatian lantas beralih pada Rain.

"Peng-"

"Pacar ku" Rain mengeryit menatap Yasmin, mulut nya terkatup kala ucapannya terpotong tiba-tiba dengan kata-kata yang tidak logis. Yasmin mengedipkan mata, memberi kode agar Rain tidak protes. Mengerti, Rain pun mengangguk.

"Wow...pilihan kamu keren, siapa namanya?"

"Peta-"

"Taka, namanya Taka"lagi, ucapan Rain menggantung karena ditimbun oleh Yasmin yang menyela tepat waktu.

"Duduk bro, ayo silahkan" ujar pria dengan potongan rambut mullet, yang dijawab anggukan Rain.

Sementara Yasmin Dengan sedikit memaksa, menarik Rain agar sedikit membungkuk. "Nurut saja, salah sendiri mau ikut" bisik nya.

"Hmm"

Yasmin terdiam, padahal pria yang tengah membungkuk sampai kuping nya nyaris sejajar dengan bibirnya menunggu ucapan selanjutnya, namun pikiran gadis itu justru melayang pada tempat lain.

"Kalau noleh kecium ngga?"

"Nona...?" Tepat saat itu jawaban nya pun diperoleh Yasmin, ternyata tidak kena. Karena pria itu sedikit menjauh sebelum menoleh padanya.

"Apa...?"Yasmin melotot galak, mendadak kesal dengan hasil jawaban nya.

"Maksudnya,Yasmin. Jika tidak ada yang perlu dibicarakan mari duduk" ucap Rain sedikit keras agar terdengar, mengira Yasmin melotot karena ia memanggil Nona.

"Aku juga tahu" jawab Yasmin ketus.

"Tahu...? tapi membuat badan orang membungkuk lama, dia kira nyaman. Dongo !" Bibir pria itu mengumpat lirih, terendam musik keras.

Namun gerakan nya tertangkap mata Efa, yang sedari awal mengamati pria blasteran itu. Tatapan Efa yang intens tentunya disadari pria itu, yang balas menatap tajam. Membuat gadis yang selalu percaya diri itu jadi menunduk dengan wajah merona.

"Ada apa dengan bocah-bocah ini? Tidak tahu umur" batin nya risih dengan gekstur Efa.

1
Anala.
lanjut, aku tak bisa berkata apa-apa 👍
Anala.
elahh🤣
Anala.
tenang, kamu malah dpt anak 🤭
Anala.
benar itu
Anala.
lanjut thor 🙏
Anala.
heh, dosa itu
Anala.
buat sendiri, Yas 😄
Anala.
lanjut thor
Anala.
dasarrr.... enggak baik!
Anala.
hahahaha, usil🤣
Anala.
malah deras aliran nya. karena bocor tembak🤭
mungkin: ya iya ya👍🤣
total 1 replies
Anala.
waduhh, Petaka... muncul!
Anala.
up. seperti fans benaran aku😄
mungkin: kok sempat sih
total 1 replies
Anala.
sering-seringlah, mengumpat Petaka. karena nanti kamu akan mencari kecebong mu🤣
mungkin: apa lagi kosakata nya?
total 1 replies
Anala.
ketemu Han enggak nih
mungkin: ngga La/NosePick/
total 1 replies
Anala.
bisa, bisa nya Lo yang bilang menarik
Anala.
kejam banget
Anala.
apa ini, Mr Petaka sudah memiliki anak, hmm....
mungkin: iya /Drowsy//Drowsy/
total 1 replies
Anala.
hahaha/Hammer/
Anala.
pelit banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!