NovelToon NovelToon
Transmigrasi Gadis Angkuh

Transmigrasi Gadis Angkuh

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:464.2k
Nilai: 5
Nama Author: Adira_Mutiara

Lisa Anggraeni , seorang gadis yang tengah berjalan dengan sahabatnya setelah dari aktifitas kuliah mengalami kecelakaan saat dia tengah menunggu bus yang ada di sebrang jalan. Dia menoleh dan melihat ada motor melanu cepat membuatnya mendorong Hani. Dan membuatnya menjadi korban kecelakaan. Lisa yang mengalami luka luka sempat di bawa ke rumah sakit. Namun sayang, saat dirinya sedang di operasi, nyawanya tak bisa di selamatkan.
Lisa yang tahu dirinya mengalami kecelakaan sebelumnya mengira dia selamat, dan berada di salah satu rumah sakit.
Tapi saat dia sadar justru, dia sedang di salah satu ruangan kosong gelap dan pengap.
Namun saat dirinya berusaha mencari jalan keluar, dia justru melihat bayangan seseorang dari kaca hias kecil.
"Aaaaaa... Wajah siapa yang ada di mukaku ini!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adira_Mutiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Liciknya Rubby

Percayalah, semua kejadian seolah berputar berbalik arah. dari dulu Rubby yang selalu di salahkan, kini justru Jenia yang di salahkan saat ini.

Dunia Jenia seolah hancur karena tuduhan yang tak dia lakukan. harusnya dia yang saat ini di bela dan di beri perhatian lebih. tapi apa yang terjadi saat ini adalah Ruby lah yang tengah di tenangkan oleh keluarganya dan yang lain.

Rubby sudah berganti pakaian yang kering dan pipinya tengah di obati oleh Sonia. bahkan ada seseorang yang juga menyisir rambut Rubby lalu mengikatnya agar terlihat tertata rapih.

"awas lo, gue nggak Terima di fitnah gini. gue bakalan buat lo nyesel karena udah buat gue jadi kayak gini."

Jenia mengepalkan kedua genggam tangannya. dia menatap penuh benci ke arah Ruby. masih terngiang jelas bagaimana Ruby mengatai jika ibunya tak royal, tapi memang itulah kenyataannya. dan dia benci akan kenyataan itu.

"Jenia, kenapa kamu memukul Ruby sampe kayak gitu,"

"enggak. dia mukul dirinya sendiri, Nia. kamu percaya sama aku kan?" ucap Jenia penuh dengan nada bergetar.

Nia, masih muda dan saudara jauh dengan Madison. lagi pula dia seumuran dengan Jenia dan Ruby. bahkan Nia juga bersekolah di tempat yang sama. tapi dia di bawah satu tingkat dengan keduanya.

"tapi paman Iram yakin. kalo kamu lah yang nyakitin Rubby."

"engga. aku nggak nyakitin Ruby, percaya sama aku, Nia."

Nia masih sedikit polos, tapi dia sudah sedikit bisa membedakan kebenaran dan kebohongan. dia juga melihat dulu situasi ini pernah terjadi sebelumnya.

"aku ingat, dulu kamu pernah nyakitin Ruby di toilet. kamu juga bilang, kalo itu ulah Ruby. tapi ternyata ulah kamu sendiri,"

degh..

jantung Jenia berdetak cepat, dia gugup sekali mendengar itu. terbayang saat dulu dia berbuat kehebohan dimana dirinya memancing emosi Ruby. sayangnya, Ruby tak membalas hinaan yang di lontarkan. oleh sebab itu, Jenia melakukan hal lain dan membuat semua orang menuduh bahwa Ruby yang telah menyakiti Jenia di dalam toilet.

"aku harap ini bukan akal akalan kamu saja. kamu tau, paman Iram tidak sebaik yang ada di pikiran kamu, Jenia."

Nia pergi meninggalkan Jenia yang masih terdiam di tempat duduknya. untuk pertama kalinya tidak ada yang memperhatikan dirinya.

"kenapa lo justru berubah, harusnya lo nggak berubah,"

*

*

setelah drama di makan malam,

Kini Ruby dan yang lain sudah bersiap meninggalkan restoran. cuaca yang tadinya terang, entah mengapa saat keluar dari pintu utama restoran angin dingin menerpa dan membuat mereka semua kedinginan walau sudah mengenakan mantel. begitu juga Rubby yang memeluk lengannya sendiri dan mengusap pelan agar sedikit ada kehangatan.

"om, aku pulang sama om Iram, ya?"

Alis Ruby terangkat satu, dia menatap Jenia dengan curiga.

"mobil yang jemput aku nggak bisa kesini, om."

nah kan..

Bener pikir Ruby, tidak mungkin Jenia dengan mudah pulang ke rumahnya tanpa drama lagi. dalam hati, dia berdecak sebal. kenapa dulu Ruby begitu tahan dengan sejenis Jenia ini.

Cih,,

"gue emang di tubuh Ruby. tapi jiwa gue Lisa. jadi jangan coba coba buat drama di kehidupan gue ini, Jenia harus segera di basmi."

Detik berikutnya senyum seringai kecil terbit, dia melangkah lebih dulu. dan di ikuti Jenia yang ternyata melangkah cepat dan langsung masuk ke dalam mobil tanpa permisi.

Disaat Sonia yang sudah duduk lebih dulu di kursi dalam mobil, hanya tinggal dirinya dan Iram yang hendak masuk mobil. Jenia justru duduk di kursi yang tadinya ia tempati sebelum mahkluk jadi-jadian itu tempati.

"lo kayaknya iri banget deh sama hidup gue, Jen. apa lo nggak capek kayak gini mulu," batin Ruby.

Ruby melepas sepatu heels nya dan langsung lari menjauhi mobil. semuanya panik, Iram dan Sonia bahkan teriak nyaring.

"Rubby berhenti, nak."

Sonia keluar dari mobil, dan mengejar putrinya bersama yang lain. karena angin semakin dingin, dan rintikan air hujan mulai membasahi sekitar jalanan.

"kamu disini, biar aku yang ngejar Ruby sama mereka."

Sonia akhirnya kembali ke dalam mobil dan menatap tajam ke arah Jenia. dia tak percaya jika keponakannya begitu cemburu dengan putrinya.

di sisi lain, langkah kaki Rubby semakin cepat, tapi dia justru kegirangan karena rencananya membuat nama Jenia semakin di benci semakin kuat. dan bonusnya, dia bisa hujan hujanan tanpa merasakan sakit setelahnya.

rintikan hujan semakin deras, teriakan suara ayah dan kakaknya masih terdengar. tapi Ruby tetap berlari hingga dia harus berhenti mendadak saat ada mobil yang melintas dengan laju cepat walau dirinya sudah sedikit menepi.

hampir aja ketabrak

"eh.. nggak sakit" ucap Rubby yang menutup matanya.

"hmmm, untuk apa rasa sakit, nona?"

"eh!!! suara orang."

Ruby membuka pelan matanya, sosok tegap tinggi menolongnya seraya memeluk erat pinggangnya agar tak terjatuh. payung yang ada di tangan pria itu pun seolah menjadi pelindung dirinya dari air hujan yang semakin deras.

"berkedip dan bernafaslah, nona. kau akan terpesona denganku nanti."

"cakep banget anak orang,"

pria itu justru tersenyum, mendengar ucapan dari sosok yang sudah mengganggunya dari kemarin. dan saat dia tak sengaja melihatnya, pria itu segera mengajar agar tak terjadi sesuatu hal.

"Ruby,"

panggilan suara dari belakang membuat Ruby sadar dan mendorong pelan. tapi air hujan langsung mengenai dirinya dan pria itu langsung memindahkan payung yang menjadi pelindungnya.

"astaga, kamu kenapa lari?" ucap Afdal yang masih mengatur nafasnya.

"kalian biasanya gitu kan? ninggalin aku kalo Jenia naik mobil,"

Degh...

ketiga pria itu terdiam. di tambah dengan pria satunya yang tidak tahu apa apa tapi tahu maksud dari ucapan Ruby.

"maafkan, papa. papa dan yang lain akan coba berubah. jadi tolong bantu kami semua, sayang." ucap tulus Iram.

ada rasa sakit di dalam hati Ruby, mungkin masih ada sisa perasaan dari Ruby asli yang sakit hati karena mendapatkan perlakuan seperti itu.

"tapi dia tetap duduk di tempatku."

"papa akan beli mobil baru, dan mobil itu akan papa buang. papa akan minta tempat khusus untukmu."

keempat pria itu sudah basah kuyup, hujan yang semakin deras di malam hari membuat suasana semakin menyentuh hati semuanya.

"ayo pulang,"

"ntar. aku mau bilang makasih dulu,"

Ruby berbalik dan menatap mendongak ke arah sosok yang menjulang tinggi di depannya. lalu dia mengerlingkan satu matanya.

"om permen, makasih udah nolongin aku tadi."

"sama sama. bawa payung ini,"

"om permen bakalan basah."

"itu mobilku" tunjuknya ke arah mobil yang terparkir tak jauh.

Ruby menerima payung itu, "namaku Ruby, om. nama om permen siapa?"

"Rimba."

"waah nama yang bagus. aku pulang dulu,"

"hmmm. hati hati. dan denger ucapan keluarga kamu, termasuk ibumu."

Ruby mengangguk dan melambaikan tangan, dia berjalan mengikuti kedua kakanya, tapi di sampingnya ada Iram yang masih menggenggam tangannya begitu kuat.

"om permen. ntar kalo ketemu lagi traktir aku makan ya,"

Ruby berbalik dan berteriak keras, Iram bahkan tersentak dan menatap tak percaya anak gadisnya yang meminta traktiran dari orang yang tidak di kenalnya.

Rimba yang sudah berbalik, dan mendengar itu langsung berbalik lagi dan mengiyakan dengan lirih perkataan gadis yang sudah dia klaim miliknya.

"kamu selalu buat jantung ini hampir lepas dari tempatnya, gadis kecil."

*

*

Hai Hai semuanya

Apa kabar kalian semua?? masih nungguin cerita Rubby?

jangan bosen ya, alurnya pelan pelan. jadi tetep pantengin ceritaku.

makasih buat kalian yang dukung 💜💜💜

1
Eva Nietha✌🏻
Konflik lama bnyk blom usai ada lagi hmmm …. Lanjut
Eva Nietha✌🏻
Sonia atw sari hmmmmm
Eva Nietha✌🏻
Nah siapa ini sari ????mama Sonia kali ya
Eva Nietha✌🏻
Rencana hanyalah rencana saking bnyk rencana 😁
Eva Nietha✌🏻
Ruby plin plan ah tp lanjutkan lah 😁
Eva Nietha✌🏻
Nambah musuh lg hufffttttt 🤨
Eva Nietha✌🏻
Aldra psikopat banget sih nyeremin gitu
Eva Nietha✌🏻
Aldra ky psikopat serem ihhh
Eva Nietha✌🏻
Wah siapa tuh
Eva Nietha✌🏻
Makin seru lanjut lah yaa😁
Eva Nietha✌🏻
Seru
Sachiko Ethes
kadang sonia kdang sari,nm panjang makny rubi sonia sari ya
Hijriani Ibrahim
bingung dengan ceritanya
Allea
oon banget tokoh utamanya😑
this that PINK VENOM
wow
Puji Lina
nama mamanya berubah jadi sari toor?
Lucyana H
maaf thor bnyk typo ,jd bacanya kurang paham ..🤭
Lucyana H
thor jemari kali bukan jerami🤭,tlg di perhatikan lg penulisannya,msh bnyk typo 💪
awesome moment
rubby n anak hasil surrogate mother y? sonia pengin punya anak perempuan dan dina sahabatnya yg berkorban hamil tp malah meninggoy saat rubby lahir
awesome moment
g salah n?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!