NovelToon NovelToon
Penakluk Cinta Sang Kapten

Penakluk Cinta Sang Kapten

Status: tamat
Genre:Duda / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:75k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Bismillah karya baru FB Tupar Nasir
WA 089520229628

Sekuel dari Ya, Aku Akan Pergi Mas Kapten

Kapten Excel belum move on dari mantan istrinya. Dia ingin mencari sosok seperti Elyana. Namun, pertemuan dengan seorang perempuan muda yang menyebabkan anaknya celaka mengubah segalanya. Akankah Kapten Excel Damara akan jatuh cinta kembali pada seorang perempuan?

Jangan lupa ikuti kisahnya, ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Keromantisan Excel Dan Zinni Di Depan Erni

     "Sebentar Sayang, ada sisa makanan di sudut bibirmu," ujar Excel seraya mengarahkan jempolnya ke sudut bibir Zinni, lalu mengusap sisa makanan yang berada di sana. Sentuhannya lembut dan romantis, memunculkan desiran yang berbeda dalam dada Zinni.

     Seketika Zinni gugup, dia tidak mampu menyembunyikan rasa malu dari raut wajahnya. Sementara Erni, terlihat raut wajahnya geram dan mencibir dalam hati.

     "Gila, si Excel, malah memperlihatkan keromantisannya di depanku. Tidak ingat dahulu saat dia bertekuk lutut di kakiku memuja dan mengungkapkan kata-kata cinta."

     "Makasih, Mas," ucap Zinni sedikit ragu. Excel tersenyum, dia senang karena telah membuat Erni kesal.

     "Ayo, segera habiskan makanannya. Setelah ini mas antar kamu pulang," ujar Excel lembut membuat Zinni semakin melayang karena terbuai sikap Excel yang sangat manis. Padahal sebelumnya jangankan manis, bicara tanpa nada tekanan saja tidak.

     Zinni segera menghabiskan makan siangnya sesuai instruksi Excel. Setelah itu tanpa berlama-lama Excel menyudahi keberadaannya di kafe Leopard, karena ia setelah ini masih harus ke kantor.

     "Erni, maaf, aku harus mengantar kekasihku. Kalau kamu masih mau di sini silahkan. Oh iya, aku yang bayar makan siangmu. Dan, jangan lupa tolong sampaikan salam aku pada ...."

     "Pada mama papa aku, kan? Mereka pasti senang mendapat salam dari kamu, Mas," potong Erni cepat.

     "Maksudku, sampaikan salam aku pada dokter Rian, agar segera menikahimu. Aku juga sebentar lagi akan menikah dengan Zinni kekasihku," tegas Excel seraya meremat tangan Zinni lalu berlalu dari meja itu meninggalkan Erni yang masih duduk.

     Erni geram, dia pikir Excel akan menyampaikan salam untuk orang tuanya. Erni perlahan bangkit dan menatap kepergian Excel.

     "Aku harus tahu ke mana si Excel mengantar pulang perempuan cabe-cabean itu. Kalau aku sudah tahu rumahnya, rasakan, aku teror kamu," gumamnya mengancam. Erni pun berjalan dan meninggalkan meja itu.

     Excel dan Zinni kini keluar dari kafe setelah Excel membayar makan siang mereka di kasir. Mereka menuju mobil. Excel membukankan pintu untuk Zinni dengan penuh kehangatan. Sementara Erni lagi-lagi geram dan cemburu. Dia pun akhirnya memasuki mobilnya, dan membiarkan mobil Excel pergi duluan, setelah itu Erni akan mengikuti ke mana Excel mengantar Zinni.

     Mobil Excel sudah keluar dari area kafe, disusul Erni dengan jarak kurang lebih 50 meter.

     "Kamu habis bertemu siapa di kafe tadi?" Excel membuka obrolan pertama di dalam mobil itu. Nadanya tegas seperti sedia kala. Zinni menoleh sekilas, dilihatnya wajah Excel sudah berganti mode jutek.

     "Sekarang kembali ke setelan awal deh," gumamnya dalam hati

     "Zinni, saya sedang bicara sama kamu, apa kamu dengar?" sentak Excel pada Zinni yang tengah melamun.

     "I~iya, Pak?" kagetnya. Wajah Zinni berubah kikuk.

     "Kamu sedang melamun rupanya. Jangan katakan kamu sedang membayangkan mimpi kamu yang jorok itu," dengus Excel.

    "Maaf, Pak. Saya tidak dengar."

     "Iyalah kamu tidak dengar, orang kamu sedang melamun. Tadi, saya bertanya, kamu ngapain di kafe Leopard?" Excel mengulang pertanyaannya tadi.

     "Oh itu, ya, Pak? Saya tadi janjian di samping kafe Leopard dengan teman saya saat masih ngajar di TK Dahlia. Dia memberikan gaji terakhir saya di TK Dahlia atas titipan dari Bu Gaifa," ujar Zinni jujur.

    Excel tidak menjawab. "Tadinya setelah teman saya pulang, saya mau masuk ke kafe Leopard untuk membeli minuman. Tapi, saat mau beranjak masuk, saya malah melihat Pak Excel dan perempuan tadi."

     "Baiklah, sekarang kamu pulang. Dan mengenai hal tadi, itu hanya pura-pura. Ingat, jangan kamu bawa ke dalam hati," peringat Excel.

     "Baik, Pak."

     Mobil Excel sudah tiba di depan pagar rumahnya. Saat Zinni akan membuka pintu, tiba-tiba Excel menahan tangannya. "Tunggu!"

     "Kenapa, Pak?"

     "Di belakang ada mobil mantan istri siri saya. Diamlah, biar saya yang bukakan pintu. Lalu nanti di bawah kamu langsung cium saya." Excel memberikan aba-aba sebelum turun.

     "Ci~cium, cium apa, Pak?" kaget Zinni.

     "Cium apa? Cium tangan dan pipi saya. Memangnya kamu mau cium bibir saya? Enak saja," dengusnya.

     "I~iya, Pak. Saya paham, saya pikir bibir, karena kalau bibir ...."

     "Belum halal? Memangnya kamu mau dihalalkan? Segera cari suami dong agar kamu bisa ciuman bibir dengan suami kamu," cetus Excel memotong kalimat Zinni. Zinni merengut kesal.

     Excel menuruni mobil, lalu memutar menuju pintu di samping Zinni. Excel membukakan pintu untuk Zinni dengan penuh kehangatan.

     "Bersikaplah manja dan mesra, ayo pegang tangan saya," bisik Excel memberi perintah. Dari jarak kurang lebih 30 meter, mobil Erni berada di belakang mobil Excel.

     "Cium tangan dan pipi saya, lalu setelah itu kamu masuk pintu pagar. Jangan lupa kunci lagi pagarnya dan jangan keluar rumah lagi, sebab dulu Erni pernah ngamuk dan mendatangi rumah ini," ujarnya memberi peringatan.

     "Baik, Pak."

     Zinni meraih tangan kanan Excel lalu menciumnya. Setelah itu mencium pipi kanan Excel lembut sesuai perintah Excel. Namun, setelah itu tiba-tiba Excel memeluk tubuh Zinni. Sontak Zinni terkejut.

     "Mantan istri saya menghampiri, diam dengan pasrah seolah-olah saga sedang menyalurkan rindu," bisik Excel.

     "Sayang, tunggu aku, ya. Nanti siang aku pulang. Aku harus ke kantor lagi. I love you," ucap Excel dengan jarak wajah yang sangat dekat.

     Tangan kanan Excel menekan pinggang Zinni memberi kode agar Zinni membalas ucapan cintanya tadi.

     "I love you too, Mas Excel." Dalam dan meresap kalimat balasan itu ke dalam sanubari Zinni. Dia seakan bukan bersandiwara.

     "Cup. Makasih Sayang," balas Excel seraya mengecup hidung Zinni. "Aku pergi, ya," pamit Excel melepas pelukannya di pinggang ramping Zinni. Jantung Zinni sejak tadi belum berhenti berdetak karena kaget plus bahagia. Setidaknya memang perasaan itu yang kini dirasakan Zinni.

     "Baik, Mas. Hati-hati. Pulang dengan selamat," balas Zinni lembut dan mesra.

     "Gila, kalian sudah serumah?" pekik Erni yang sudah beberapa menit yang lalu berdiri kaku melihat kemesraan pasangan Excel dan Zinni.

     "Iya, memangnya kenapa?" balas Excel.

     "Kamu benar-benar munafik, ya, Excel. Dulu kamu ketika aku rayu, kamu meminta kita menikah siri dahulu. Tapi kini, kamu serumah dengan cabe-cabean kamu yang tidak jelas ini. Dasar munafik." Erni mendengus.

     "Sudah, itu bukan urusan kamu. Mau munafik atau tidak. Tidak ada yang merugikan kamu, kan? Tolong, ya, jaga ucapan kamu tentang kalimat munafik. Kamu ingat tidak, selama pernikahan siri kita, kamu berselingkuh dengan selingkuhanmu yang dokter itu. Jadi, stop katakan munafik, kalau kamu belum benar jadi orang," tegas Excel memberi peringatan.

     Erni tertunduk malu dengan kalimat yang dilontarkan Excel barusan. Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Erni pun pergi dari depan pagar Excel.

     Zinni, segera memasuki pagar rumah lalu menutup kembali pagar itu. Sementara Excel, dia segera menuju mobilnya tanpa menoleh lagi ke arah Erni. Erni kesal, hatinya bergumam sangat kecewa.

     "Excel sudah serumah dengan perempuan itu. Pupus sudah harapanku."

1
Arin
/Heart/
Nasir: Makasih banyak Kakak cantik.
total 1 replies
sudarti darti
semoga tiba tepat waktu agar zinni selamat
Nasir: Aamiin...
total 1 replies
maila sastroadmidjojo
setuju lah lagian anaknya nada pun suka dgn zinni TOP BGT lah klo excel dengan zinni drpd dgn erni yg doyan selingkuh
dewi_nie
ya ampuuun si zinni somplaknyaaaa...🤣
Asti Zahra
ini mah kayaknya author nya orang Sunda ya... ada kata mendilak, semidan beberapa kata lainnya yang biasa dipakai orang Sunda... semangat terus untuk berkarya yaa
Nasir: Hehhehe... bnr Kakak. Tahu aja Kakka ini....
total 1 replies
Lendra malayu
lanjuttt
istiqlal👻👻
bagus thor
Aliya Awina
lanjut thor....
arik Erwanty
bon chapnya Thor /Pray/
indy
Terima kasih kakak, tunggu karya selanjutnya
Nasir: Jangan lupa ya Kak dukung lagi. Mau yg Sedih lalu ending bahagia atau mau romantis ada kocaknya Kak....?
total 1 replies
Mira Rista
Alhamdulilah,,sudah tamat,,,thur,,ditunggu Bunus,nya,thur
Nasir: Siap Kak...
total 1 replies
Suci Dava
Alhamdulillah sdh tamat yaa thor, jngn lupa Bon-chap nya yaa thor, selalu ku tunggu karya2mu thor.
Nasir: Makasih Kak. Tungguin kisah lain ya.
total 1 replies
Eva Wahyuni
Akhirnya,, kebahagiaan menghampiri Excel juga.. Selamat ya pak Excel dan Bu Excel 🥰🥰🥰.. semoga langgeng pernikahan nya ..
Eva Wahyuni: siap Thor 🥰..
ditunggu cerita baru nya Thor 🥰🤩💪
total 2 replies
n_utami
ayoyo... tahan dulu lah mas Excel🤣🤣🤣
Sisca Afrianty
apa perasaan aq aja ya kak..kyaknya alurnya cepet ya?
Nasir: Hehehe, iya Kak, sengaja dipercepat. Maafin ya.
total 1 replies
istiqlal👻👻
sandal cross..? sandal apa.
Nasir: Hehhehe... Crocs... Kak...
total 1 replies
Eva Wahyuni
pasti Setuju, mereka malah senang karena Excel sudah move on dari mantan nya.. apalagi cucu mereka sangat menyukai zinni..
semoga saja benar ya Thor ☺️🤩
n_utami
apalah. mahar nya ini euyyy.. sendal cross😭😭🙏
Nasir: Wkwkwkwkk.... kan mimpi katanya...
total 1 replies
Arin
🤣🤣🤣🤣🤣🤣Zinni memang kocak.
Arda Pratama
bagus
Nasir: Mksh ya Kak Syantik.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!