Warung sate milik Pak Parmin selalu ramai pengunjung, setiap yang makan di sini selalu saja kembali karena ketagihan akan rasa nya.
namun semakin ramai maka semakin banyak juga yang menyebarkan kabar tidak sedap, konon kata nya mereka pakai pesugihan sehingga dagangan laris manis.
pesugihan apa yang mereka anut?
Apa kah mereka memang memiliki pesugihan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29. Seruni naik darah
Seruni dan ketua putih berjalan mencari keberadaan istana Asu baung juga karena mereka kan sudah bawa serigala sehingga mungkin saja bisa ketemu, kalau pun bukan ketemu dengan raja nya di istana maka bisa lah ketemu dengan kawanan nya yang sudah pasti sangat banyak, karena anjing suka berombongan apa bila mau menyerang.
Barang kali saja sama walau yang mereka cari bukan anjing biasa seperti yang ada di dunia nyata, sebab mereka juga tidak tau pasti anjing ini berbentuk apa karena memang tidak pernah dengar iblis yang bentuk nya seperti itu selama ini. jadi ya berusaha mencari nya, toh mencari bukan karena penasaran saja.
Melainkan juga mau mengajak tarung agar tidak berani lagi Asu baung macam macam, sudah cukup masalah Sam dan Arini yang di curi karena itu sama saja dengan melecehkan agensi nya Purnama. walau memang kesan nya rombongan Purnama yang mau ikut campur, namun ini semua demi kebaikan semua orang.
Kan tidak mungkin orang orang kampung makan sate yang di balut darah dari orang yang mati kecelakaan, sungguh luar biasa sekali akal licik nya Pak Min karena bisa memberi makan darah manusia tanpa ada yang tau selama ini. mungkin saja sudah satu kampung full yang makan sate darah manusia, Davin dari kampung sebelah saja sudah makan nya.
Arya yang pangeran ular tau hal ghaib ikut jadi korban, sebab saat pertama di lihat memang tidak ada apa apa di sate itu, jadi mendadak saja ada yang aneh dan sekarang baru lah mulai terkuak bahwa sate itu memang dari darah nya manusia yang mati kecelakaan.
"Bukan nya Asu baung juga melolong?" Seruni bertanya pada ketua.
"Hoaaaam...Hem iya seperti nya." angguk ketua sambil menguap.
"Kalau melolong maka pasti kita bisa dengar suara nya, mudah mudahan saja terdengar." harap Seruni yang sudah sangat serius.
"Hoaaaaam...ah ngantuk sekali aku rasa nya." keluh ketua.
"Kita kan sedang ada tugas, jadi jangan lah mengantuk terus." ucap Seruni yang sangat sabar.
"Tidak apa apa sedikit mengantuk, karena mata ku memang terbiasa tidur." jawab ketua pula.
Seruni menarik nafas panjang karena ini memang agak susah di ajak kerja sama, nanti yang ada manusia yang sabar nya berlapis lapis ini malah naik darah tidak karuan karena sangking emosi nya melihat ketua ini. seolah tidak puas puas dia tidur berhari hari, baru di ajak kerja sama sebentar saja sudah mengantuk.
"Ayo cepat lah berjalan, kita ini mau keliling mencari." ajak Seruni.
"Bagai mana kalau pergi dulu ke istana ku? nanti kamu pergi dengan anak buah ku dan aku ingin tidur!" ketua memberi kan ide.
"Kau menyuruh aku pergi dengan yang lain dan kau mau tidur?" Seruni menatap ketua tajam.
"Ya mau bagai mana lagi, aku mengantuk sekali sehingga tidak bisa kalau mau keliling." jawab ketua tanpa dosa sedikit pun.
PLAAAAAAK.
Ketua serigala pun jatuh dari berdiri nya sangking keras nya pukulan Seruni di kepala dia, sudah tidak sanggup Seruni menghadapi kemalasan nya Ketua ini karena kerja dia cuma mau tidur dan molor saja sepanjang hari. giliran dapat kerja sedikit ada saja alasan nya, sungguh beban yang amat luar biasa.
"Terserah kalau kau memang mau tidur!" Seruni dongkol dan segera melesat pergi.
"Pergi lah duluan ya, aku mau tidur sebentar saja." ketua menyadarkan kepala di pohon karena memang mengantuk.
"Beban sialan, aku jadi harus mengumpat kalau kerja dengan dia!" kesal Seruni sambil terus berjalan pergi meninggalkan kawasan sana.
Ini kalau sampai ketahuan Maharani saja maka habis lah sudah ketua putih akan di hajar nya karena banyak sekali tingkah dia, tidak bisa sekali mau di ajak kerja sama. sudah tau mereka berdua memang harus bareng bareng pergi nya, tapi malah dia banyak tingkah pula sehingga membuat naik tensi Seruni yang kalem itu.
"Biarkan saja kau habis nanti di amuk Mama." kesal Seruni.
"Aaaaauuuung....
"Suara anjing?!" Seruni mendengar seperti lolongan anjing.
"Mungkin kah itu suara Asu baung, hah berarti dia ada di dekat sini." Seruni semangat dan segera berubah menjadi merpati lalu terbang.
"Suara melolong!" ketua tersentak karena dia juga mendengar dan dia segera berlari.
Seruni terbang cepat menuju arah suara anjing barusan untuk melihat apa kah itu memang Asu baung, bisa jadi ini anak buah nya juga yang sedang di lepas untuk mencari masalah serius, sebab mereka memang sedang di incar dan Seruni sangat penasaran akan pria yang mencium nya malam tadi.
Enggak bisa up banyak, terima kasih ya sayang ku.