Ramma Ardiyan Dirgantara (Ramma) 35 tahun, seorang duda anak satu yang ia beri nama Rendy Jonathan Dirgantara. ramma memiliki kebiasaan buruk yaitu selalu minum obat tidur, karena dia selalu di ganggu sama mimpi buruk yang selalu datang setiap malam.
Ramma selalu sedih jika Rendy bilang dia ingin punya mami baru, sedangkan pacar ramma yang bernama sonya tidak mau menikah dengan ramma karena alasan karir, sampai ramma bertemu dengan seorang gadis cantik yang bernama Andriani Vita Melinda, yang mau menjadi ibu dari rendy.
Ramma menikah dengan Vita hanya untuk jadi mami buat Rendy bukan istri untuk ramma, tapi setelah pengorbanan yang dilakukan vita kini mulai timbul perasaan cinta di antara mereka.
hubungan Ramma dengan orangtua mendiang istrinya sangat baik, bahkan nenek dan kakek Rendy itu selalu menolong saat keluarga Ramma dan Vita mengalami gangguan dari orang luar, orang tua dari mendiang istri ramma itu bisa menjadi baik kalau sama orang baik dan bisa sebaliknya bahkan jauh lebih parah. sehingga kebanyakan orang tidak mau mencari urusan dengan keluarga ramma, karena mereka tidak mau sengsara seumur hidup kalau sampai mengusik keluarga itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malam Sunyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Vita di ajak bu laksmi untuk masuk kedalam ruangannya, agar mereka bisa cerita lebih nyaman dan tidak diganggu sama orang lain. Vita melihat setiap sudut panti asuhan itu tapi ternyata tidak banyak berubah dari bangunan tempat dia pernah tinggal.
“bagaimana keadaan kamu neng vita?” tanya bu laksmi
“alhamdulillah bu, vita baik-baik saja, dan selalu dalam lindungan Allah, ibu sendiri bagaimana? ” jawab vita
“sama neng, alhamdulillah ibu selalu sehat. trus bagaimana neng vita sudah menikah atau belum?” tanya bu laksmi lagi
“iya bu vita sudah menikah, maaf bu vita tidak bisa ngasih kabar ke ibu karena pernikahan itu dilakukan secara mendadak dan hanya orang-orang terdekat dari pihak suami yang di undang dan itu pun tidak banyak” jawab vita
“iya tidak apa-apa nak, yang penting kamu masih ingat sama ibu itu sudah cukup” ucap bu laksmi
“vita janji sama ibu, nanti kalau ada waktu luang pasti nanti vita ajak suami vita untuk ke sini” ucap vita
“iya nak, ibu tunggu yahh” jawab bu laksmi
Saat bersama bu laksmi, vita merasa dirinya bisa bahagia kembali dan sesaat vita dapat melupakan semua kesedihannya. Vita meminta supirnya untuk pulang, karena dia ingin sekali tinggal di panti asuhan ini karena dia merasa kalau di rumah pasti sangat membosankan. Sebelum ramma kembali ke rumah maka vita juga tidak akan di rumah.
Vita berjalan-jalan sendiri berkeliling panti, dan dia melihat kamar yang dulu dia gunakan kini telah menjadi kamar anak laki-laki yang menggemaskan, melihat anak itu kini vita mulai mengingat rendy.
“rendy, apa kamu sudah sampai di sana sayang?, mami sangat merindukan kamu nak” ucap vita pada diri sendiri dan tanpa terasa air matanya kini mulai jatuh
“kakak kenapa kok menangis, apa kakak sakit?” ucap anak laki-laki yang sedari tadi di lihat sama vita
“ehhh. Tidak sayang, kakak tidak apa-apa, ohh iya siapa nama kamu nak?” ucap vita
“nama saya reno kak, nama kakak siapa?” tanya reno
“nama kakak vita sayang, kamu bisa panggil kakak dengan sebutan kak vita atau kamu mau panggil kakak dengan sebutan bunda juga tidak apa-apa. Karena kamu seumuran dengan anak kakak” ucap vita
“aku boleh panggil kakak dengan sebutan bunda?” ucap reno
“boleh sayang, bahkan semua anak di panti ini mau memanggil bunda ke kakak juga tidak apa-apa, kakak senang sekali” jawab vita
“terimakasih bunda, reno senang sekali. Teman-teman kita punya bunda sekarang, bunda kita namanya bunda vita” ucap reno yang ngasih tau teman-temannya
“yeyyy kita punya bunda sekarang” ucap semua anak yang ada di panti asuhan, dan mereka langsung berlari memeluk vita
“yah sudah karena ini sudah malam, jadi kalian semua tidur yah, besok kalian sekolah kan, jadi tidak boleh sampai telat tidur” ucap vita pada semua anak yang ada di panti asuhan
“iya bunda” jawab serentak anak-anak yang ada di panti asuhan. Dan mereka semua langsung masuk ke dalam kamar mereka masing-masing
******
Cuiutt....Cuitttt.....Cuitttt (anggap sebagai nada bunyi telpon)
bi sumi : selamat malam, dengan siapa saya berbicara
ramma: bi. Apa nyonya vita sudah makan malam
bi sumi : tuan ramma!! Maaf tuan nyonya belum pulang dari tadi pagi
ramma : maksud kamu apa? Apa dia belum pulang semenjak dia mengantar saya ke bandara
bi sumi : iya tuan, nyonya belum pulang sampai sekarang, bahkan nyonya juga tidak ngasih saya kabar apapun
ramma : baik bi, terimakasih, nanti kalau nyonya pulang segera hubungi saya yah bi
bi sumi : iya tuan
panggilan telpon pun berakhir, dan bisa di bayangkan kalau ramma kini sedang khawatir karena vita tidak pulang ke rumah. Dia mengumpat pada dirinya sendiri dan tidak bisa berhenti untuk tidak khawatir sama keadaan vita yang sekarang. Yang ada di fikiran ramma kali ini hanyalah vita, karena yang ramma ketahui vita tidak ada tempat tinggal lagi bahkan orang tua anngkat vita juga tidak akan mau menerima vita kembali.
Drett...drettt...drettt (ponsel pak asep bergetar)
Pak asep : iya hallo
Ramma : pak asep, tadi kamu ngantar istri saya kemana, kenapa sampai sekarang belum kembali
Pak asep : maaf tuan, nyonya tadi terlihat sangat sedih dan dia terus menangis tanpa henti. Trus tiba-tiba nyonya minta saya untuk mengantar ke suatu tempat dan ternyata itu adalah panti asuhan
Ramma : setelah itu?
Pak asep : nyonya meminta saya pulang, dia ingin tinggal di panti asuhan itu. Jadi kemungkinan sekarang nyonya sedang ada di sana sekarang
Ramma : hari ini saya akan pulang menggunakan pesawat pribadi saya, jadi kemungkinan besok jam 5 saya sudah sampai. Kamu jemput saya besok
Pak asep : baik tuan
Ramma langsung membereskan kopernya, dan berencana langsung pulang ke indonesia, karena yang ada di fikirannya kini hanya vita.
“ma, pa ramma pulang sekarang yah, ada urusan yang sangat mendesak di indonesia” ucap ramma
“urusan apa emang ram, sampai kamu seperti kebakaran jenggot seperti itu” ucap nenek rendy yang bernama ratih
“ada kerjaan mendadak ma, dan harus ramma sendiri yang mengurusnya” kata ramma
“yah udah, pergilah sana. Mama dan papa titip salam yah sama mami baru rendy yang katanya sangat baik itu, sampai-sampai rendy tidak berhenti untuk menceritakan mami barunya itu” ucap ratih
“yah sudah ma, kalau rendy tanya mama bilang saja yah ma kalau ramma pulang ke indonesia setelah 2 bulan nanti ramma akan jemput rendy, dan kalau memungkinkan ramma akan ajak vita juga kesini” ucap ramma
“iya ram, itu harus. Kamu harus kenalin istri kamu itu ke mama dan papa” ucap willy kakek rendy
Ramma langsung berangkat ke bandara untuk segera pulang, ramma juga langsung menghubungi pilot pribadinya untuk segera bersiap-siap karena harus pulang ke indonesia hari ini juga. Dalam perjalanan yang ada di fikiran ramma Cuma ada vita, vita, dan hanya vita.
******
Vita sama sekali tidak merasa ngantuk sedikitpun, jadi dia memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar mencari udara segar di malam hari, tanpa vita ketahui ada sepasang mata yang terus mengikuti vita dan tatapan itu penuh dendam saat melihat vita. Tatapan itu sangat tajam dan seakan-akan siap untuk memangsa siapapun yang melintas di hadapannya.
Tiba-tiba
Awwwuuuu..(teriak vita)
Dari arah belakang muncul sepeda motor dengan kecepatan tinggi yang langsung menyerempet vita, hingga terjatuh dan kakinya mengalami luka-luka. Dan karena hari sudah malam jadi tidak ada satupun orang yang datang menolong vita, dengan rasa sakit yang dia rasakan vita berusaha berdiri dan berjalan hingga sampai ke panti asuhan, karena memang semua orang di panti juga sudah tidur jadi tidak ada yang tahu kalau vita pulang dalam keadaan luka di kakinya.
Vita memilih langsung masuk ke kamar yang sudah di siapkan untuknya, dan memilih Cuma membersihkan luka itu dengan air saja biar tidak infeksi karena memang dia tidak tahu dimana letak kotak p3k nya, Dan akhirnya vita langsung tidur sambil menahan rasa sakit yang ada di kakinya.
Karena memang bu laksmi tau vita sedang halangan, jadi dia sengaja tidak membangunkan vita. Dan lagian tadi malam vita tidur sangat larut, jadi bu laksmi membiarkan vita bangun dengan sesuka hatinya agar vita bisa sedikit bmelupakan sedih yang ada di hatinya.