NovelToon NovelToon
Ternyata Bukan Aku Tapi Dia

Ternyata Bukan Aku Tapi Dia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Beda Usia / Pelakor jahat
Popularitas:92.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anisah Cute

warning : Jika tak suka dengan cerita saya, tinggalkan jangan memberi ulasan buruk Terima kasih salam sobat online.

Hari bahagia yang harus nya menjadi milik nya ternyata bukan milik nya. sakit, kecewa itu yang Vania rasakan. Mencintai orang yang tak mencintai nya selama ini. Sang pria mencintai nya hanya karena kasihan.
Yuk baca hanya di Novel Toon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisah Cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Saat malam hari sebelum jam 9 malam Arvin sudah datang menjemput Vania. Dia dengan setia menunggu Vania, Arvin yang menyadari jika toko kue tutup membuka mata dan melihat Vania berjalan perlahan menuju kehalte bus. Arvin membuka pintu mobil saat Vania berjalan hampir dekat dengan mobil nya. Hingga pintu itu menghadang jalan Vania.

"Masuk lah ada yang mau saya bicarakan." ucap Arvin saat dia membuka pintu mobil dan melihat Vania.

Vania kaget karena tiba - tiba pintu mobil terbuka menghadang jalan nya.

"Mau bicara apa?" tanya Vania.

"Masuk lah dulu saya agak akan berniat jahat sama kamu." ucap Arvin lembut.

Vania masuk dan menatap Arvin dengan tatapan heran. Arvin melajukan mobil menuju kerestoran untuk mengajak Vania makan malam dia ingin memastikan Vania makan.

"Ayo turun." ajak Arvin.

"Kamu bilang mau bicara kenapa ngajak saya kesini, apa tujuan kamu?" tanya Vania.

"Kita akan bicara nanti sekarang temani saya makan dulu, saya laper banget Van, sejak siang saya belum makan. Jika saya pingsan kamu bisa bawa mobil?" tanya Arvin.

Mendengar Arvin belum makan sejak siang membuat Vania turun dan mengikuti saja langsung Arvin masuk kedalam restoran. Tanpa mereka sadari jika di restoran itu juga ada Daffa dan Clarissa yang sudah datang terlebih dahulu untuk makan malam.

Daffa yang melihat kedatangan Arvin dan Vania menatap kearah Arvin dan Vania yang ada di belakang Arvin.

"Keterlaluan kamu Arvin, saudara macam apa yang menikung kekasih saudara nya sendiri." batin Arvin yang menatap Arvin dan Vania secara bergantian.

Clarissa yang melihat Daffa dian saja merasa heran dan menyentuh lengan Daffa membuat Daffa tersadar dengan apa yang dia lakukan.

"Ada apa mas? Kamu lihat apa?" tanya Clarissa.

"Gak Ada sayang, sudah lanjutkan makan malam nya setelah itu saya antar kamu pulang." ucap Arvin.

Di meja Arvin dia memesan makanan saat pesanan mereka sudah datang. Arvin mengajak Vania makan bersama dengan diri nya.

"Makan lah dulu nanti saya cerita nya."

"Saya gak lapar." jawab Vania.

"Van, saya hanya minta kamu makan walau sedikit. Setidak nya ada sesuatu yang masuk kedalam perut."

Vania menarik nafas saat Arvin memaksanya untuk makan, dia terpaksa menuruti semua yang di katakan oleh Arvin.

Sedangkan di meja Daffa selesai mereka makan malam Clarissa mengajak calon suaminya untuk pulang, padahal Daffa masih belum ingin pulang karena ingin melihat wajah Vania.

"Mas ayo pulang." ajak Clarissa.

"Kamu sudah selesai makan nya gak mau pesan menu yang lain?" tanya Daffa dia ingin mengulur waktu.

"Enggak mas saya sudah kenyang."

Clarissa yang merasa heran dengan Daffa ikut berbalik dan ikut menatap kearah mata Daffa yang menatap sesuatu, saat dia sadar apa yang di lihat Daffa dia cemburu saat melihat Vania ada di restoran yang sama dengan nya bersama dengan Arvin.

"Oh pantesan mas belum mau pulang ternyata ada mantan terindah selama 4 tahun kalian jalani. Sudah yang mas melupakan mantan, mana cantik lagi jalan sama saudara sendiri lagi." sindir Clarissa.

Daffa yang menyadari jika Clarissa menyindir nya langsung menatap kearah Clarissa dia tak ingin Clarissa cemburu.

"Saya hanya melihat Arvin gak nyangka dia balikan lagi sama Vania dan Vania memaafkan apa yang di lakukan Arvin saat di pesta pertunangan mereka yang gak datang dan Vania salah paham dengan lamaran yang saya bawa. Sudah jangan cemburu kita pulang." ajak Daffa.

Daffa meminta nota pembayaran dan selesai membayar apa yang mereka makan. Mereka berdua pulang dengan Clarissa berada di belakang Daffa. Saat sampai di dekat meja Vania dan Arvin. Clarissa langsung menyiram air putih ke atas kepala Vania. Membuat Vania dan Arvin yang tak menyadari jika Daffa dan Clarissa ada terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Clarissa.

"Apa yang kamu lakukan?" bentak Vania saat dia di siram secara diam - diam.

Vania langsung berdiri dan menatap kearah Clarissa dia terkejut dengan kehadiran Clarissa. Mendengar suara Vania, Daffa langsung berhenti berjalan dan berbalik melihat Vania dan Clarissa saling tatap. Arvin yang mendengar suara Vania langsung melihat kearah Vania yang sudah basah dan melihat keberadaan Daffa dan Clarissa.

"Karena kamu sudah kegatelan terhadap calon suami saya. Untung hanya air putih yang saya siram lain kali saya akan siram wajah kamu yang sok cantik itu dengan air keras." jawab Clarissa.

"Sayang apa yang kamu lakukan?" tanya Daffa.

"Hanya memberi pelajaran supaya dia tidak kegatelan dengan calon suami orang." jawab Clarissa.

Arvin yang melihat Vania basah dan mendengar ucapan Clarissa langsung membalas menyiram air keatas kepala Clarissa membuat Clarissa kaget dengan apa yang di lakukan Arvin. Daffa yang melihat apa yang di lakukan oleh Arvin terkejut.

"Arvin apa yang kamu lakukan?" bentak Daffa dengan memeluk Clarissa saat Clarissa sudah basah.

"Saya membalas apa yang dia lakukan ke Vania. parasit harus di basmi ganggu orang makan saja. Dengar Clarissa kamu sudah berani mengancam Vania lihat besok apa yang bisa saya lakukan." ancam balik Arvin.

Daffa langsung mengajak Clarissa pulang sebelum hal lain lagi terjadi. Vania yang rambut nya basah di usap oleh Arvin dan memberikan jas nya kearah Vania.

"Pakailah baju kamu sedikit basah." ucap Arvin.

"Kenapa kamu baik sama saya Vin?" Bagaimana cara saya membalas kebaikan kamu?" Tanya Vania yang merasa berhutang budi.

Vania bukan tak bisa membalas apa yang di lakukan oleh Clarissa dia hanya kaget dengan kehadiran Clarissa anak tiri ibu nya. Arvin tak tahu jika ibu nya Clarissa adalah ibu kandung nya juga.

"Mudah turuti semua yang saya katakan saja nanti karena saya gak minta banyak." ucap Arvin.

"Apa. Kamu bilang mu bicara sesuatu?" Tanya Vania.

"Iya saya ingat, Saya dengar kamu berhenti kuliah. mulai besok kambali lah kekampus selesai semua pendidikan kamu tinggal 1 tahun lagi Van." ucap Arvin.

"Gak bisa Vi saya sudah berhenti. Lagi pula untuk apa saya melanjutkan kuliah, ayah sudah gak ada dan saya harus kerja untuk kebutuhan saya sehari - hari dan melunasi hutang ayah atas perbuatan laki - laki br3" n9*s3k itu." jawab Vania.

"Dengar Vania jangan pikirkan hutang, fokus saja kuliah saya akan selalu ada di belakang kamu, kamu jangan pikirkan soal hutang ayah mu, saya sudah melunasi nya." jawab Arvin.

Vania langsung menatap kearah Arvin saat mendengar dia sudah melunasi hutang ayah nya.

"Itu artinya saya berhutang sama kamu dan saya harus melunasi nya. Saya gak mau ayah gak tenang di alam nya hanya karena hutang."

"Dengar Vania Clarissa saya iklas membantu melunasi hutang ayah kamu, asal kamu bisa melanjutkan kuliah. Stop protes terus besok saya jemput kamu untuk kuliah kamu gak perlu mikirin hal lain." ucap Arvin.

"Tapi saya juga harus kerja Arvin."

"Oke kamu bisa kerja sambil kuliah seperti biasa, jika saya dengar kamu gak kuliah saya akan buat toko itu bangkrut." ancam Arvin agar Vania menuruti semua keinginan dia.

"Iya saya akan kuliah mulai besok." jawab Vania dengan lesu.

"Saya bukan mau ngatur kamu Van. Saya hanya ingin kamu tunjukkan kesemua orang yang sudah menyakiti kamu jika kamu bisa sukses tanpa bantuan mereka. Kamu jangan takut saya selalu ada di dekat kamu." ucap Arvin.

"Emang kamu gak kerja?" Tanya Vania.

"Saya pengangguran maka nya saya ingin kamu kuliah, biar gak kayak saya. pengangguran." jawab Arvin.

Vania tak tau jika Arvin pemilik dua perusahaan yang dia pimpinan dan penyumbang terbesar di kampus yang selama ini tempat dia belajar.

1
Biancilla
wah Clarisa nyari gara2 nih knp gak bilang yg hamilin kamu si Revan bukan Daffa....Daffa gak ikut2an masa nanti disuruh tanggung jawab
Biancilla
semangat banget Daffa deketin zizah xixi tapi q setuju /Angry//Smile//Kiss/
Biancilla
dah gak usah pusing putra Claudia sama2 single nikah ajalah hehe udah jodoh memang banyak jalannya walaupun lwt kepergok pak RT ya kan hehe
Retno Harningsih
lanjut thooor
Ayila Ella
percuma revan loe nyesel,,,,
Nina Ananda
yaelahh Revan percuma kamu menyesal juga, sekarang Clarisa udah gak ada, nikmatin aja penyesalan mu kan kemauan mu udah terwujud bikin Clarissa hancur ya nikmatin aja sekarang mah
Nina Ananda
makanya Aurora kalau ngomong d pikir dulu jangan asal ceplos, nyesel juga percuma sekarang Clarissa udah gak ada, itu juga gara² kepikiran omongan kamu dia milih bundir
Nina Ananda
puas banget aku baca nya, si Maria emang harus d kasih pelajaran dulu baru dia kapok🤣🤣🤣


lah lah itu Clarissa mau ngapain jangan² bneran mau bundir lagi🙄
Nina Ananda
amit² deh sama kelakuannya si Aurora itu mulut pengen d jahit kali ya, gak bisa kalau ngomong d pikir dulu, bukan nya kasih semngat buat KK nya ini malah nyaranin yg gak bner, kalau posisi Clarissa d balik ke kamu, apakah kamu bneran bakalan milih mati dari pada idup, kaya nya nggak deh palingan kamu pilih ggurin nambah dosa, uler kaya kamu mana mau nanggung sendiri an
Nina Ananda
sukses banget Revan bikin Clarissa hancur, mau kasian sama keadaan Clarissa tapi aku bahagia lihat keluarga Aksa hancur🤭😅
Nina Ananda
yaelahh Clarissa gak ada malu² nya main minta pertanggung jawaban ke Daffa, untung Daffa masih punya rekaman video anu kamu sama Revan jadi Daffa bisa buktiin langsung d hadapan org tua mu siapa sebenarnya org yg sudah ngehamilin kamu😒
Nina Ananda
aduh Clarissa malah diem Bae itu ayah mu nyusul ke rumah Daffa, kalau sampai keluarga Daffa tau sebenernya apa yg terjadi sama kamu, kamu sama keluarga kamu sendiri yg bakalan malu
Estri Gunyani
alhmdulilah lihat vania dan pak arvin sangat bahagia.
Ratihtyas
moga Revan dapet karmanya
Sahidah Sari
sdh lah Revan jgn buang air mata buaya km itu ga ada guna nya juga semua sdh terjadi,ini semua Krn km ga bertanggung jawab,jd cowok pengecut..moga aja km ga bisa tenang dan selalu di hantui rasa bersalah trs..

Maria ini mata nya jelalatan trs ya klu liat cowok ganteng.
Sahidah Sari
ya Allah sedih aq liat nasib Clarissa seperti ini Krn kesalahan Revan yg ga mau bertanggung jawab dan juga ucapan rora sampai nekat gitu ,, Keluarga itu harusnya ngasih dukungan biar tetap kuat ini malah ngomong sekendak jidatnya aja rora,,klu sdh gini nyesel juga percuma Clarissa ga bisa kembali., innalilahi wa innailaihi rojiun,,
Sahidah Sari
hahaha emng enak di kerjain sama Daffa , ganjen sih sok dia aja yg punya mobil haha.. ilang deh 50k 🤣🤣..

tuh kan jd nekat Clarissa Krn ucapan rora ,klu terjadi apa2 nyesel km rora sdh ngomong gitu sama Kaka km
Sahidah Sari
Maria ini keganjenan banget ya jd cewek ..
Sahidah Sari
ya ampun ada ya keluarga macam keluarga Revan nih berbuat tp ga mau bertanggung jawab.kasian juga Clarissa tp mau gmn lagi semua sdh terjadi..ini mulut nya rora emng ga pernah kasih didikan benar ya , ngomong gitu bukannya di semangati Kaka nya klu dia berniat melakukan hal buruk kan makin berabe..

ga pa2 vin , toh istri km dah lama ga ngobrol sama sahabat nya .
Vay
❤️❤️❤️💜💜💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!