"Ahh indah sekali ciptaan mu tuhan, bahkan selain senja, suara deburan ombak saja membuat hatiku tenang."-
"Hmm mulai sekarang aku juga suka ombak."-
"Benarkah? apa karena ombak juga menenangkan mu? "-
"Tidak juga, karena aku suka apa yang kamu suka saja."-
"Kalau begitu, Aku akan suka semua yang kamu suka deh, kamu suka apa?"-
"Aku suka kamu."-
"Ohh kalau begitu aku akan menyukai diriku sendiri."-
"Dasar nih cowo gak peka-peka."-
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amari Antares, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pembicaraan masalah.
"Tumben banget lo telat Ema!" ucap Givan ketika melihat Meina sudah berada di dekat pintu.
"Ada pekerjaan sebentar." sahut Meina dan segera berjalan menghampiri tempat duduknya.
"Di mana Sheyna, Van." tanya Meina sambil melipat jaketnya.
"Ada keluar sebentar, nanti juga ke sini lagi." jawab Givan. "Eh kamu udah ngerjain tugasnya belum!?"
"Udahlah, apa jangan-jangan lo belum selesai ya..." Meina mulai meledek Givan, dengan spontan Givan pun mengelak.
"Gue juga udah kok."
"Kirain belum, takutnya nanti di marahin lagi sama dosen." Meina menimpali sambil cekikikan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Maaf iya gue telat banget nih datangnya." ujar Lastri ketika sudah duduk diantara mereka.
"Slaw Las, kita juga nungguinnya gak sambil melongo kok, tapi sambil makan." sahut Farhan.
"Gimana? kalian mau langsung melanjutkan misinya? " tanya Lastri yang membuat suasana hening beberapa saat dan hanya ada suara mobil dan motor yang berlalu lalang.
"Boleh kalau gue mah, apalagi setelah David tiada gara-gara dihabisi Aka kan ehh..." Janari merasa keceplosan, ia lupa ini di tempat umum, untung gak ada yang denger.
"Lebih baik lo jangan ngomong deh, dasar ember tumpah lo." Farhan menimpali ucapan Janari.
"Hahaha...ini." Lastri pun mengeluarkan sebuah foto
"Darman Wicaksono, dia menjalan bisnis jual beli gadis. Bisnis Internasional, banyak para crazy rich luar negeri yang bekerja sama dengannya." Jelas Lastri.
"Dia juga memiliki partner bernama Vino Bramantyo." Lastri langsung mengeluarkan foto ke dua.
"Jadi, di mana keberadaan mereka sekarang ini?" tanya Akara.
"Mereka berada di Makau, Makau identik dengan perjudian (kasino), perpaduan budaya Portugis dan Tiongkok, serta sebagai daerah administratif khusus Tiongkok dengan prinsip "Satu Negara, Dua Sistem" jawab Lastri.
"Terus kita harus ke Makau nih, malas kalau gue mah." balas Janari sambil menyesapkan rokok miliknya.
"Tidak, minggu depan mereka akan kembali ke indonesia."
"Satu lagi, sepertinya kalian harus bersiap-siap menghadapinya suatu saat nanti." Lastri pun mengeluarkan foto terakhir yang ia bawa.
"Daken Adamson. kakak dari David." mendengar hal itu, mereka berlima pun menatap foto itu dengan seksama.
"Maksudnya mempersiapkan adalah, dia akan balas dendam ke kita!?" ucap Alvin.
"Mungkin saja, karena Daken sangat menyayangi adiknya itu. Tapi sekarang ia berada di balik kerusi besi, 12 tahun lalu ia di penjara akibat penyelundupan narkoba, opium dan kokain seberat 37 ton. Ke negara Afganistan, Myanmar, dan Kolombia."
"Ia akan di bebaskan 9bulan lagi." Lanjut Lastri.
"37 ton, penjaranya aja gak sampai 20 tahun. Gila sih ini." gumam Farhan.
"Hahaha, makanya sudah lah, zaman sekarang sogok menyogok itu hal lumrah." balas Akara.
"Benar, apalagi Daken ini mempunyai backingan yang banyak dan punya kekuasaan tinggi." Timpal Lastri.
"Ini simpan fotonya, takut kalian pengin mandangin terus. Gue pergi dulu."
Mendengar perkataan Lastri. Sontak para laki-laki pun memunculkan ekspresi ingin muntah.
"Idih, ogah banget gue mah." ucap Janari.
"Udah lah simpan aja, gue pergi dulu assalamu'alaikum."
" Wa'alaikumussalam..." jawab mereka ber lima serentak.
"Kenapa dia tuh, kebelet kah?" tanya Samy ketika melihat Farhan tetiba langsung berjalan pergi menuju kosan.
"Mungkin biarin lah." sahut Janari. "Oy jangan ngelamun Aka, nanti kesambet dedemit loh." ucap Janari. sambil menyenggolkan tanganya.
"Siapa juga yang ngelamun." balas Akara balik menjahili Janari dengan menggelitik kan perut nya dan berlari.
"Udah yuk ah." Akara pun menghampiri pedagang batagor itu untuk membayar.
"Woy, aduh jangan lari Aka!! " Janari pun mengejar Akara yang sudah berlari duluan.
terjadilah aksi kejar-kejaran dan Samy hanya terdiam melihat tingkah kedua sahabatnya itu.
"Biasanya Farhan dan Alvin, sekarang Akara malah ikut-ikutan jadi begini." Samy hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pasrah.
"Eh Samy! ngapain bengong di sana ayo masuk!!" seru Janari yang sudah berada di dekat gerbang bersama Akara dan Janari.
"Iya-iya sabar." sahut Samy
"Sabar-sabar gigimu lebbar!" gerutu Alvin
-
-
-
-
Jangan lupa like dan kritikannya Guyyss💙💙 🤟