NovelToon NovelToon
Om Ustadz Dokter Cintaku!

Om Ustadz Dokter Cintaku!

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Romantis / Cintamanis / Dokter / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pasha Ayu

"Assalamualaikum, boleh nggak Alice masuk ke hati Om dokter?" Alice Rain menyengir.

Penari ice skating menyukai dokter yang juga dipanggil dengan sebutan Ustadz. Fakhri Ramadhan harus selalu menghela napas saat berdiri bersisian dengan gadis tengil itu.

Rupanya, menikahi seorang ustadz, dosen, sekaligus dokter yang sangat tampan tidak sama gambarannya dengan apa yang Alice bayangkan sebelumnya.

Happy reading 💋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mimpi siapa?

"Astaghfirullah!" Alice semakin manjadi, karena bukan lagi usapan melainkan remasan yang sontak membuat Fachry mendesah.

Alice suka, herangan kecil itu. Fachry tampak macho, bahkan terlihat sangat seksi dalam waktu yang bersamaan. "Alice shake mau?"

"Mas lagi nyetir, Lice..." Fachry menegur, istri kecil memang sebutannya. Umur baru akan menginjak 19 tahun, tapi kelakuan tidak sesuai dengan usianya.

"Kurang- kurangin nonton film dewasa deh."

Alice tak peduli selain memeluk. Fachry mendesah pelan, kadang menyebalkan kadang menggemaskan, istrinya ini perpaduan antara polos dan terlalu bar- bar.

Sepanjang perjalanan, Fachry hanya ceramah, memberi tahu apa yang tidak dan boleh dilakukan seorang muslim.

Menasehati istri kecilnya dengan kelembutan karena, Fachry paham bagaimana ajaran agama yang dia anut memuliakan istri.

Meski pengang telinganya, Alice tak pernah melepaskan pelukannya. Keduanya seperti pasangan romantis yang saling mencintai meski Alice tahu hati Fachry masih abu- abu.

"Sayang..."

Alice sejuk mendengar kata sayang itu, tapi Alice yakin, kata sayang yang dilontarkan bukan karena Fachry cinta, melainkan karena Fachry terlalu hidup sesuai dengan aturan agamanya. Tak heran seorang Fachry begitu, karena Fachry takut laknat Tuhannya.

Menjadi suami yang baik, itu juga termasuk dari salah satu kewajiban Fachry. Dan Alice yakin, siapa pun istrinya, entah itu tua, muda, cantik, jelek, Fachri tetap akan memuliakan istrinya, dan Alice tak merasa spesial meski Fachry menyebutnya Sayang.

Terkadang Fachry geram dengan celetukan Alice, tapi juga menyukai, karena ternyata gadis itu tak sadar jika dia telah tertarik dengan kebenaran yang Fachry tuturkan.

"Makanya perbaiki hidup sendiri ya, Habibati Qolbi, supaya nanti setelah diangkat ke surga, Mas bisa langsung menemukan istri, Mas."

"Habibah siapa lagi?" tukas Alice. Setelah kemarin Almira, Nita, Cinta, ini perempuan mana lagi, ya Tuhan banyaknya!

"Itu panggilan sayang, Alice."

Sontak, Alice menghentak kaki berkali kali mendengar penjelasan suaminya. "Aaaa, kenapa ustadz so sweet banget sih!"

Fachry tertawa.

"Boleh Alice tanya?" Setelah banyak pikir yang wara wiri, Alice menyeletuk pada akhirnya.

"Hmm." Fachry mengangguk.

"Apa Ustadz masih cinta Kak Almira? ... Apa Ustadz udah bisa sayang sama Alice?"

Fachry mengusap kening, bingung harus menjawab apa. Sebab hatinya masih beku setelah pengkhianatan seseorang di masa lalu.

Semenjak tiga tahun yang lalu, belum ada lagi seseorang yang bisa dia ingini seperti saat dia menginginkan Almira. Yah, tapi mengaku cinta demi kebaikan mungkin tidak buruk.

"Lama gini jawabnya!" Baru ingin menjawab, Alice sudah berpaling. "Udah nggak usah capek- capek jawab! Alice tahu, Ustadz masih sayang sama Kak Almira!"

"Astaghfirullah." Fachry hanya beristighfar, sepertinya istrinya benar- benar dilahirkan kembar bersama detektor. Bisa mendeteksi perasaan yang dia pendam.

Keduanya menjadi diam- diaman setelah itu, sungguh Alice kesal jika mengingat kembali bagaimana ekspresi Fachry ketika ditanya cinta atau tidak, kepadanya.

Masih kentara sekali. Alasan Fachry berbaik hati memberikan uang jajan, memanggilnya dengan sebutan Sayang, hanya karena kewajiban sebagai suami yang baik.

Tiba di pekarangan rumah Fachry, rumah yang tidak terlalu besar. Hanya muat satu mobil untuk parkir, mobil itu berhenti.

Alice membuka pintu sendiri, hal yang sebenarnya jarang dilakukan istrinya karena semenjak menikah, Alice tak pernah mau turun sebelum Fachry membukakan pintu.

"Di rumah kunci pintu, ya." Fachry mengantar sampai ke dalam, tapi harus pamit lagi karena sore ini sudah ada jadwal operasi.

Alice diam saja ketika suaminya mengecup pucuk kepalanya. Dia tidak lebih spesial dari apa pun di mata Fachry. "Jangan lupa shalat!"

Ah entah lah, Alice memberengut cukup lama di depan televisinya. Tapi saat adzan maghrib ditayangkan Alice ingat shalat.

Malam sudah cukup larut, Fachry belum ada kabar akan pulang. Yah, memang kalau sudah aktif bekerja, Fachry harus rela mandi dan makan di tempat kerja.

RS, klinik, pesantren, kampus, itu waktu yang Fachry padati agar bisa melupakan Almira, tapi setelah beristri dia terjebak di dalamnya, Alice bahkan hanya memiliki sedikit waktu.

Pukul tiga dini hari, Fachry tiba di rumahnya, melihat istrinya tertidur pulas di atas sofa ruang tengah. Mungkin, sebelum tidur Alice menunggu, sedang Fachry baru selesai dengan urusan pasiennya di Rumah Sakit.

"Lice..." Fachry menggoyang kecil lengan Alice yang lekas menggeliat. "Nggak mau Rivald!" tolaknya.

"Rivald?" Fachry berkerut kening. "Kamu mimpi siapa?" tanyanya kemudian. Terlihat, Alice membuka mata kemerahannya.

"Hah?" Alice baru bangun, dia bahkan lupa ini pagi atau malam, tapi Fachry sudah mencecar dirinya dengan pertanyaan aneh.

"Kamu tadi sebut Rivald!" tukas Fachry.

"Mana ada," sanggah Alice. Perempuan itu bangkit dari sofa, duduk, lalu berdiri dan berjalan sempoyongan menuju kamar.

Fachry belum selesai bicara, makanya dia segera menarik selimut yang Alice tarik untuk menenggelamkan tubuhnya. "Memang Rivald siapa sampai ke bawa ke mimpi kamu hm?"

"Apaan sih Ustadz?" Alice bingung. "Orang ngantuk diintrogasi. Jauh dari surga udah ustadz mah, sama istrinya suka bikin kesel."

Fachry menghela napas, Alice yang menyebut nama pria lain di mimpinya. Tapi Alice juga yang kesal padanya. "Rivald mantan kamu?"

"Kayaknya iya deh."

Sontak, Fachry membuka kancing kemejanya secara ugal- ugalan. Bahkan runtuh anak kancingnya berjatuhan.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Muzamil versi Abi Fahry.👍🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Alice yang hamil malah anak²nya mau di perebutkan lagi... hadeuuhh ga kasihan apa tar bumil stres... harusnya minta pendapat Alice dan Fachry dulu lah... apa lagi nih Aki² arab yang suka se enak jidat.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ajaran sesat uncle Langit nih.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ampuunn deehh nih Aki² arab sama Opa Rega lagi darurat malah berdebat.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Tom Jerry berantem mulu.🤣🤣🤣😤
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Wkwkk... ternyata perempuan bercadar yang berpapasan dengan Fachri itu Alice.👍🤭
berarti benar kan sosok perempuan di mimpinya adalah istrinya sendiri, Hebat Alice berubah ke hal yang positif.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kalau yang di mimpi Fachry kayaknya Alice versi bercadar makanya Dia masih menerka² kalau ada perempuan lain bercadar kepikirznnya di sangkut pautin dengan jodoh dia..
aduuhh Fachry masih saja ga bisa jaga pandangan dan hati sampe bisa goyah meskipun sedikit
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Calon kakek pada kocak.🤣🤣🤣
harusnya Alice hamil kembar biar ga berebut tar kalau gendong.. lagian aki² arab datang jauh² bawa masalah terus sekarang mau ambil alih hak Alice sama Fachry sebagai OrTu baby biat jadi penerusnya padahal bertahun² ga pernah peduli dan ketemu pun ga nanya kabar ujug² .au nguasain... perlu di sleding nih biar otaknya geser ke tempatnya dengan benar.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Rupanya masih kerabat, lucu Tom Jerry bertemu.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Good Fahcry dari caranya dia datang saja setelah tau kamu sudah menikah dan bersedia jadi madu di tambah dengan mudahnya membuka cadar di depan laki² yang berstatus suami orang sudah jelas dia perempuan murah karna ngerasa paling cantik dan sempurna.
masih mending Alice, meskipun awal dia bar² dan pakaian terbuka tapi ga menggoda milik orang lain
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Alice berubah ga bar² lagi kamu sudah ngerasa sepi ya Fachry mungkin dia lagi menyesuaikan diri karna masih awal jadi sabar saja kalau memang kamu benar² nerima dia.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Nah Loh Alice sudah mau belajar lebih baik meskipun ga di tunjukin tapi dia mau berubah sudah hebat.👍👍👍
Sekarang malah Fachry yang kelimpungan dengan perubahan dan ketenangan Alice.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Salahkan saja dalang perusak semuanya karna Aki² arab mu itu Fahcry jadi selesaikan dan tegaskan apa pilihan mu jangan jadi orang ga enakan terus...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ujian kesetiaan buat Fachry, apa akan mempertahankan RTnya dengan Alice yang masih banyak kekurangannya dan butuh bimbingan atau justru Fahry berkhianat di pernikahannya dan menikahi wanita lain yang sesuai kriteria dia selama ini
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kalau Fahcry sampe tergoda buat nikah lagi, sunat lagi saja Lice biar mikir seribu kali buat nurutin kemauan si Aki².🤣🤣🤣
belum lagi tar keluarga besar Alice juga pasti bakal bertindak.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Lah datang² ngaku Fachry Cucu malah mau ngehancurin Rumah Tangga Fachry sama Alice dengan menjodohkan Fajcry dengan perempuan lain, ngajak perang nih Aki²...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Fachry sudah mulai betah dan nyaman di lingkup keluarga Alice.🤭👍
Moga saja Alice pingsan karna hamil biar dia makin dewasa pemikirannya dan makin tenang lagi dalam setiap ada masalah ataupun segala hal yang positif.😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Emak² syirik julid dengan bu Widya.. karna punya menantu kaya raya cantik kalau urusan masak cuci baju itu bisa sambil belajar atau ada pembantu
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Sky narsisi, jangan mau La biarkan saja Sky yang bilang suka duluan enak saja pengen di puji dan di ajak nikah tapi kamu yang jarus bilang duluan.🤣🤣🤣
Biar tau rasa ga se enaknya terus.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Lagian kamu gengsinya ketinggian giliran Lala pilih Rafa panas juga kan, makanya kalau suka bilang jangan ngeles bae.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!