NovelToon NovelToon
Rumah Di Tengah Sawah

Rumah Di Tengah Sawah

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Horor / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: bung Kus

Selama 19 tahun, aku dan keluargaku mendiami rumah ini. Rumah di tengah sawah. Rumah nyaman khas pedesaan, jauh dari hingar bingar kota. Udara sejuk, malam yang tenang membuat aku betah berlama-lama di rumah.
Hingga akhirnya, kejadian-kejadian aneh menimpaku. Semakin lama kehidupanku semakin terusik. Ditambah lagi kisah asmaraku yang tidak semulus pipi Erni, gadis pujaanku. Ah, apa yang sebenarnya terjadi? Semua masih misteri.
Semua akan terbuka dan kalian akan menemukan satu persatu jawaban dari misteri yang ada, jika kalian mengikuti kisahku dari awal sampai akhir . . .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bung Kus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku dan Febi

Jam delapan pagi, Bu Je membangunkanku yang tidur di sofa studio. Aku bener-bener bisa tidur puas kali ini. Masih dengan menguap lebar, aku berjalan menuju kamar mandi, mencuci muka, gosok gigi, dan bebersih lainnya. Namun, aku nggak mandi, males rasanya, lumayan dingin di bulan maret ini. Berkaca, kulihat kantong mataku sudah tak begitu terlihat. Wajahku juga terlihat lebih fresh dibanding kemarin. Menggelengkan kepala ke kanan dan kiri, nyaman rasanya.

Hari ini aku ada janji ke rumah Pak Lik nya Febi. Namun sampai sekarang belum juga ada pesan masuk di hp dari Febi. Febi belum memberi kabar jam berapa harus berangkat. Mungkinkah dia lupa? Aku ambil hp, kucoba menelponnya, baru terdengar bunyi tut tut tiga kali ternyata sudah terdengar jawaban dari Febi. Cepet banget dia angkatnya.

"Hallo Fe, Assalamualaikum. .", sapaku dengan ramah.

"Waalaikumsalam Dan, gimana gimana? Jadi hari ini ke Pak Likku?", tanya Febi.

"Lha yo jadi nuw, kan kamu yang ngomong kemarin, jam berapa jadinya? aku lagi free hari ini", tanyaku nggak sabar.

"Lha kemarin kamu keliatan nggak semangat gitu, tak pikir nek nggak jadi, ya sekarang bisa kok, tak jemput aja. . .", Febi memberi jawaban.

"Aku kan kemarin capek banget Fee, trus gimana, kamu kesini? Kita boncengan gitu? Lha Irul, Erni gimana?", aku teringat ketika kemarin Erni antusias untuk ikut, begitupun si Irul.

"Emmm. . .gini ya Dan, tak kasih tahu ya", Febi berkata dengan nada serius, menghela nafas, kemudian melanjutkan kalimatnya,

"Lebih baik, kita berdua aja deh yang kesana Dan, coba pikiren to, masak kamu mau konsultasi terkait rumahmu, trus ada orang lain yang bisa dikatakan nggak berkepentingan ikut ndengerin, apa yo nyaman?", Febi bertanya, terdengar serius. Aku mencoba mencerna yang dikatakannya dan pertanyaannya. Aku pikir-pikir bener juga sih yang dikatakan Febi.

"Lha tapi gimana dong? Erni dan Irul kan pengen ikut?"

"Ya tinggal bilang aja, kita belum jadi kesana, gitu aja lhoo . .", Febi menawarkan solusi. Aku berpikir sesaat lalu meng iya kan ide Febi. Kemudian dia menutup telpon setelah bilang akan datang menjemputku di studio, kira-kira setengah jam sudah sampai. Dia juga sempat berpesan menyuruhku untuk mandi. Ogah . . . batinku.

* * *

Tepat setengah jam dia datang pakai motor matic nya yang berwarna pink mengkilap. Febi memakai baju senada dengan warna motornya. Terlihat cantik dengan riasan natural.

"Lama nunggunya?", tanya Febi dengan senyum semringah, manis .

"Nggak kok, kamu tepat waktu banget, jempol dah", jawabku sambil mengacungkan dua buah jempol ke Febi.

"Udah siap? yokk?", ajak Febi berangkat.

Aku mengangguk, hendak mengeluarkan Supra-ku namun dicegah Febi. Dia mengajak berboncengan pakai motornya saja. Tidak ada alasan bagiku untuk menolak. Kami siap berangkat, tiba-tiba hp ku bergetar. Kuambil di saku dan kulihat, Erni menelpon. Waduh.

"Siapa Dan?", tanya Febi sambil ikut melihat hp ku.

"Erni nih, bentar yah, aku angkat dulu", jawabku sambil memberi kode telunjuk kuletakkan di depan bibirku.

"Hallo Dan, assalamualaikum" terdengar Erni mengucap salam, merdu. Hatiku sudah deg deg an hanya mendengar suaranya saja.

"Waalaikumsalam Er, ada apa nih?", tanyaku pura pura tidak tahu.

"Ke tempat Pak Lik e Febi nggak jadi to Dan?", tanya Erni penuh selidik.

"Emmm, nggak hari ini dulu kayaknya, masih capek ,".Er", . . .jawabku lagi-lagi berbohong.

Erni meng iya kan dan berpesan kalau sewaktu waktu ke tempat Pak Lik nya Febi dia ingin ikut, kemudian menutup telponnya.

Setelah itu aku dan Febi siap berangkatt, lets gooo . . .

Yang tidak aku sadari adalah, setelah Erni menutup telponnya, Febi melihatku dengan tersenyum, senyuman yang terasa ganjil . . .

1
Alwa fikriah
ceritannya sangat bagus sekali,
Alexander
good job author.
Alexander
lalu bagaimana dengan nasib anak kembar wira yang perempuan ?
Alexander
ngasih sesajen itu juga wujud ketundukan kita pada kaum lelembut itu.
Alexander
kenapa malah jadi lagunya judika ??
Alexander
kalau mbah kadir adalah anak dari wira, bukankah seharusnya usianya masih di kisaran 58 tahun ?
Alexander
ternyata rumah tembok. dalam banyanganku rumah lek diran adalah rumah kayu.
Alexander
menuntut orang lain bersikap terbuka, dianya sendiri suka main kucing2an.
Alexander
tapi perjanjian seperti itu tidak bisa putus begitu saja. anak keturunannya punya dua pilihan. meneruskan persekutuannya dengan bangsa jin atau memutus mata rantai dengan rukyah dan taubat sungguh2.
Alexander
seperti perempuan saja, merajuk tanpa kejelasan alasan 😅
Alexander
perhatian seorang ayah itu dititipkan melalui istrinya. ibu dari anak2 nya.
Alexander
dan dani sempat melihat pak ndori melayani pelanggan dengan mobil merah kan ?
Alexander
titik terendah itu ada karena kamu sendiri yang menciptakannya. kok menyalahkan roda takdir.
Alexander
kaburnya pakai motor yang dibeli dengan uang bapaknya. hadeehh 😅
Alexander
pemeran utamanya berpikiran sempit. menyimpulkan segala sesuatu dari sudut pandangnya sendiri.
Alexander
tapi bukan dengan cara seperti itu kamu meminta penjelasannya. tidak punya tata krama.
Alexander
kalau yang sakit bukan erni, apakah dani tetap berpikir demikian ?
Alexander
paracetamol sirup ?
Alexander
kalau di sini hari keramatnya hari kamis wage malam jumat kliwon tolu. di novel sebelah hari rabu wage manahil seingatku.
Alexander
seharusnya masjid bisa jadi pilihan untuk beristirahat atau tidur, tapi banyak masjid yang sudah digembok selepas sholat Isya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!