NovelToon NovelToon
Arini, I'M In Love

Arini, I'M In Love

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Teen School/College / Romansa / Tamat
Popularitas:328.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: dtyas

Arini Septha (22 tahun) mahasiswa psikologi tingkat akhir yang sedang magang di sebuah sekolah, harus menangani siswa berkarakter khusus. Salah satu siswa tersebut adalah Cakra Kananta Yuda. Siswa yang sering mendapat konsultasi dari Guru BK karena ulah dan kenakalannya.

Bukan hanya kenakalan di sekolah, tapi Cakra juga terlibat dengan Geng Motor. Kondisi keluarga yang membuat Cakra berulah seakan tidak memikirkan masa depan. Namun, pertemuannya dengan Arini membuka pandanganya dalam menjalani hidup.

Kembali harus kecewa karena Arini pergi di saat hatinya mulai tertata dan mendapati kenyataan ada campur tangan Ayahnya dalam kepergian Arini.

Bagaimana kisah Arini dan Cakra selanjutnya? Apakah mereka akan berakhir bahagia?

Ikuti terus kisah ini ya ….

===

IG : dtyas_dtyas
FB : Dtyas Auliah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 ~ Kekasihku Remaja Labil

“Bukti apa?”

“Bukti kalau kamu memang sudah ada kekasih,” jawab Cakra lalu mengambil tas milik Arini dan membukanya,

“Cakra, jangan kurang ajar. Itu tasku.”

Arini akan merebut tasnya tapi kalah cep,mat dengan gerakan Cakra yang langsung menghindar dan mengeluarkan ponsel milik Arini dari tasnya. Ternyata ponsel Arini tidak terkunci dengan kode atau sidik jari, memudahkan Cakra membuka layar dan mengeksplor beberapa aplikasi.

“Cakra, berikan ponselku!”

Cakra berdiri menjauh dan memeriksa log panggilan juga aplikasi pesan. Ternyata pesan teratas adalah dari Cakra dan ramai pesan grup kelas kuliah Arini.

Arini berusaha merebut ponselnya, tapi karena kalah tinggi dia harus berjinjit membuat Cakra mengangkat lebih tinggi ponsel miliknya.

“Mana, tidak ada bukti kalau kamu sudah punya pacar,” ejek Cakra.

“Kembalikan ponselku!”

“Ambillah kalau bisa,” tantang Cakra.

Arini melangkah mundur dan mengambil ancang-ancang lalu melompat tapi sayang dia malah menubruk tubuh Cakra yang malah tersungkur karena benturan tubuh Arini.

“Aaa,” jerit Arini yang terjatuh tepat di atas tubuh Cakra.

Keduanya saling pandang karena berada dalam posisi cukup intiim bahkan tangan kiri Cakra malah menahan tubuh Arini agar tidak bisa beranjak.

“Cakra, lepaskan tanganmu!” pinta Arini karena posisinya mulai terasa tidak nyaman.

Namun, Cakra bukan melepaskan tangannya malah  terkekeh.

“Cakra!” tegur Arini sambil memukul dada dari tubuh yang berada di bawah tubuhnya.

“Katakan dulu bagaimana perasaanmu padaku,” titah Cakra.

“Perasaan apa?”

“Aku serius Arini, aku tidak akan lepaskan sampai kamu katakan bagaimana perasaanmu kepadaku atau kita tetap berada dalam posisi ini. Orang akan salah sangka dan menduga kita sedang membuat mesum,” ancam Cakra.

“Oke, tapi lepaskan aku setelah ini.”

“Hm, aku menunggu.”

Arini berdecak sebelum dia mengatakan bagaimana perasaannya pada Cakra.

“Awalnya aku bingung dengan perasaanku sendiri karena belum pernah merasa begini sebelumnya. Aku merasa senang bahkan kadang berdebar ketika dekat denganmu,” jujur Arini

“Jadi ….”

“Entahlah … mungkin aku sebenarnya juga menyukaimu,” aku Arini lagi lalu membenamkan wajahnya di dada bidang Cakra karena malu dengan pengakuan perasaannya.

“Arini, bangunlah. Kamu membuat milikku menegang.”

Arini mengangkat wajahnya lalu matanya terbelalak. Segera dia beranjak bangun dan memperbaiki penampilannya.

“Mana ponselku,” pinta gadis itu ketika Cakra sambil mengulurkan tangannya saat Cakra sudah berdiri.

Cakra akhirnya menyerahkan ponsel milik Arini.

“Jadi mulai saat ini kamu adalah kekasihku,” bisik Cakra.

“Aku gurumu Cak.”

“Bukan, kamu hanya mahasiswa magang dan umur kita hanya terpaut dua atau tiga tahun. Jadi aku bukan murid kurang ajar yang memacari gurunya sendiri.”

...***...

Sejak hari itu, hubungan Cakra dan Arini semakin dekat. Walaupun keduanya bisa menyembunyikan perasaan ketika di depan umum. Hanya ketiga sahabat Cakra yang tahu kalau kedua orang itu kini berpacaran.

“Kayaknya sekarang jarang ikutan ngumpul lagi nih,” sindir Kama pada Cakra.

Saat ini jam istirahat dan mereka berkumpul di taman belakang. Duduk pada kursi taman yang mulai berkarat karena memang area itu sudah lama tidak terpakai.

“Iya. Padahal geng kita ada lokasi baru untuk dijelajahi,” sahut Ucup.

“Sementara gue nggak ikutan lagi geng motor bahkan kalau perlu gue stop ikutan yang begituan.”

“Wah, udah insaf nih,” ejek Kama.

“Bukan insaf tapi gue mau fokus dengan sekolah. Lo semua ‘kan tahu tujuan gue berulah dan ikut yang kayak gitu,” jelas Cakra sambil fokus pada layar ponsel karena baru saja berbalas pesan dengan Arini.

“Kayaknya sejak ketemu Bu Arini, lo berubah ya,” tutur Kama yang diiyakan oleh Ucup.

“Berubah gimana? Lo pikir gue pahlawan super yang bisa berubah.”

“Tapi nggak masalah sih gaes, kalau Cakra akhirnya kembali pada jalan yang benar. Artinya usaha Bu Arini membuahkan hasil,” ungkap Iqbal yang bisa lebih realistis menerima perubahaan dan kenyataan bahwa Cakra mulai kondusif.

“Ada lagi nggak ya yang kayak Bu Arini, gue pesen satu deh,” cetus Ucup.

“Oh iya, tadi pagi Sherly nyariin lo. Katanya lo abaikan telepon dia,” seru Iqbal. “Kalian pernah ada hubungan sebelumnya? Saran gue selesaikan, jangan sampai Bu Arini salah paham.”

“Sherly? Manalah gue ada hubungan dengan dia,” elak Cakra.

“Eh, baca grup,” sela Ucup.

“Ada info apaan?” tanya Kama yang malas membuka ponselnya.

“Lo mau ikut, Cak?” tanya Iqbal setelah membaca pesan yang dimaksud.

“Entahlah tapi … ini demi harga diri dan nama sekolah kita.”

Saat jam belajar berakhir, ketiga rekan Cakra sudah pulang  sedangkan Cakra masih berada di parkiran motor dan duduk di atas motornya menunggu Arini. Sambil bersiul dan men scroll media sosialnya.

“Cakra,” panggil seseorang.

Cakra menoleh, awalnya dia pikir itu adalah Arini ternyata Sheryl dengan kedua temannya.

“Kenapa tidak datang ke pestaku, padahal kamu tamu spesialku,” ujar Sheryl yang sudah mendekat dan memeluk lengan Cakra.

“Gue sibuk.”

“Ck, lalu kenapa mengabaikan teleponku,” ujar Sheryl dengan nada manja, masih dengan tangan memeluk bahkan menempelkan tubuhnya pada lengan Cakra.

Cakra menghela nafasnya.

“Gue sibuk dan kita tidak ada urusan untuk selalu merespon atau bahkan menjawab panggilan lo.”

“Kamu berubah, padahal sebelumnya kamu begitu peduli  dan ….”

“Itu dulu, waktu bisa merubah segalanya termasuk gue. Kalau dulu gue ngejar-ngejar lo bisa jadi gue menyadari sesuatu dan tidak berminat lagi.”

Tanpa Cakra ketahui kalau ada Arini di sana, walaupun berdiri agak jauh tapi perempuan itu melihat interaksi juga mendengar percakapan mereka.

“Dasar remaja labil, bisa jadi besok dia sudah nggak minat lagi denganku,” gumam Arini lalu meninggalkan tempat tersebut.

1
Dozky 2 Crazy
baru baca menarik
Nurlaila Hasan
kereeeen 👍👍
Mini Amora
selalu berkesan karyamu thor...
dan menyenangkan tuk membacanya🩷
Mini Amora
hallo thor...
membaca lagi novelmu yg lain.
awalannya udah seru sihhh
lanjutannya pasti lebih seru👍👍👍
Hearty 💕
Hai suka dengan ceritanya..... baru ngeh anak ke 2 Cakra namanya sama dengan anak gadis ku
Hearty 💕
jeng jeng ...... si cantik itu putrinya Bik Elak
Heryta Herman
terima kasih thor krna ceritanya happy ending...🙏
Heryta Herman
duuuh manisnya ucapanmu cakra...bikin meleleh hati arimi...😅
Heryta Herman
salut untuk arini..dewasa sekali jln pikiranmu,...tdk semua manusia bisa bersikap sprtimu...ikhlas,sabar dan menerima takdirmu tanpa menyalahkan orang lain...👍
Heryta Herman
bagus arini...👍
jangan mau lagi di intimidasi sama orang kaya sombong yg hanya pentingkan status..
jangan mau di tindas lagi dgn bagas..kamu sdh buktikan bahwa hidup kamu bisa stara dgn mereka..
semangat arini...💪
Dev..
ceritanya seru dan gk bertele-tele thor.. terimakasih 💗
Payung Rejo
baguuuusss, thank you
D!Y4H 🌟N4Y
berkali kali baca nggak bosan
bagus ceritanya /Smile/
Doffeer Zaliaan
Luar biasa
Reni Setia
makasih author untuk ceritanya
Sri Widjiastuti
ktm di makam deh... kaya nya
Nana Niez
keren, no ribet
destiana
Luar biasa
D!Y4H 🌟N4Y
bagus ceritanya
Linda Antikasari
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!