IG : Srt_tika92
Adrian Putra Haidar adalah Pria tampan berprofesi sebagai sutradara terkenal, dia pria yang memiliki banyak kekasih. Tidak sedikit wanita yang mengejarnya demi popularitas.
Dunianya berubah saat menikahi gadis cantik akan kesederhanaan nya yaitu Elsa yang baru di kenalnya. Pernikahannya terjadi karena suatu kesalahan.
Akankah pernikahan mereka berjalan semestinya?
Apakah cinta akan tumbuh di antara mereka?
Ini karya ke 2 ku
Baca juga karya pertama ku yang berjudul Cinta Pertama Ceo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi sartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Will you marry me?
Sepulang nya dari Korea, Adrian melesat ke apartemen Elsa, sudah tidak sabar untuk menemui istrinya yang akhir - akhir ini memenuhi pikirannya.
Namun, saat tiba di apartemen Elsa, Adrian tidak bisa membuka pintu itu, berulang kali Adrian menekan password yang memang ia sendiri sudah tau tapi pintu itu tak kunjung terbuka.
Adrian mencoba menghubungi Elsa berulang kali, namun tidak ada jawaban dari Elsa.
Adrian pun memutuskan untuk pulang ke apartemen nya.
~
Pukul 20.13
Elsa selesai membuat adonan kue brownies kesukaannya, hanya tinggal memanggang nya di dalam oven. Sambil menunggu kue brownies nya matang, Elsa membersihkan diri karena dirasa badannya sudah lengket, mengingat aktivitas hari ini sangatlah melelahkan.
Suasana hati Elsa sangatlah buruk, seharian dia menunggu kabar dari Adrian yang katanya akan pulang hari ini, tapi sampai sekarang belum ada kabar darinya.
Seusai mandi, Elsa baru teringat kue brownies nya, cukup lama Elsa menghabiskan waktu untuk ritual mandinya sampai dia lupa meninggalkan kue yang sedang di panggang.
Dengan cepat Elsa lari ke arah dapur dengan hanya menggunakan handuk yang sedikit menutupi tubuhnya, karena sudah tercium bau gosong ke penjuru sudut ruang.
" Yah.. tuh kan gosong.. " lirih Elsa setelah melihat hasil kuenya yang terlalu lama di dalam oven.
Elsa membereskan peralatan dapur dan meletakkan nya di tempat cuci piring, dia akan mencuci piring nya nanti.
" Kamu siapa? " Elsa terkejut dan sejenak berhenti dari kegiatan nya.
" Kamu siapa? berani sekali masuk ke rumah orang tanpa ijin! "
Elsa masih mematung tak ingin membalikan badannya " Aduh gawat! apa pemilik apartemen ini udah pulang? bodohnya aku. " Elsa merutuki dirinya dalam batin.
" Apa kamu tuli! siapa kamu! apa kamu seorang pencuri! akan ku laporkan kamu ke polisi! "
" Tunggu!! " cegah Elsa, lalu membalikan badannya dengan mata terpejam. " Mammpus aku! gimana ini.. " batin Elsa.
Dengan mengatupkan kedua telapak tangannya seraya memohon. " Maaf.. maafkan aku. " ucap Elsa yang masih menutup matanya dan tertunduk.
" Elsa.. "
Elsa perlahan mendongakan kepalanya setelah mendengar namanya di sebut.
" Adrian!! " pekik Elsa yang sangat terkejut mendapati Adrian di hadapannya. " Kamu ngapain disini? " tanya Elsa.
" Seharusnya aku yang tanya padamu. Kamu sedang apa di apartemen ku? "
" Apartemen mu? " gumam Elsa.
" Iya, ini apartemen ku. " jawab Adrian.
" Ini apartemen mu? kamu atasnya pak Anton? "
" Bagaimana kamu tau pak Anton? " tanya Adrian. " Jangan bilang kamu yang bekerja di sini? " tebak Adrian yang merasa aneh dengan Elsa.
Elsa mengangguki dengan cepat menjawab pertanyaan Adrian. Sembari menyengir kuda menunjukan gigi putihnya yang tertata tapih.
Adrian menghela nafasnya sangat dalam. " Jika aku tau kau yang bekerja di sini, aku pasti akan sering pulang.. " keluh Adrian.
" Ck, kalo aku tau kamu bosnya, udah aku ketok kepala kamu! kamu itu sangat cerewet sekali selalu saja complain pekerjaanku! kurang bersih lah kurang ini lah... " celoteh Elsa yang nampak kesal.
Adrian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal mendengar keluhan Elsa.
" Oh iya, kalo kamu pemilik apartemen ini berarti yang ada di laci kamar mu dan yang dekat televisi itu koleksi mu!! dasar pria mesum, di rumah ini kondoomm bertebaran di mana mana. " geram Elsa.
Adrian tak menghiraukan ocehan dari Elsa. Adrian perlahan mendekati Elsa mengikis jarak di antara mereka.
Elsa mematung saat Adrian semakin mendekat dan melihat seringai di wajah Adrian.
" Sudah ngomongnya? " bisik Adrian di telinga Elsa.
" Mau apa kamu. " Elsa mendorong Adrian untuk menjauh.
" Jangan salahkan aku, kamu sangat menggoda ku Elsa. " bisik Adrian kembali.
Elsa baru menyadari, dirinya hanya memakai handuk yang menutupi tubuhnya.
" Adrian.. " lirih Elsa yang mendapat sentuhan di lehernya.
Adrian melingkarkan tangannya ke pinggang Elsa. Mencium setiap inci wajah hingga leher Elsa.
" Sa, aku kangen.. " ucap Adrian seraya menempelkan kening mereka.
Elsa mengalungkan kedua tangannya ke leher Adrian menandakan dirinya siap menerima sentuhan yang Adrian berikan.
Perlahan Adrian mengecup bibir Elsa dan melummatnya, Elsa membalas ciuman itu, yang membuat Adrian semakin bergairah.
Ciuman mereka berubah menjadi semakin panas, menumphkan rasa rindu yang menggebu dari diri mereka. Rindu yang selama ini tertahan karena jarak yang memisahkan mereka.
( Padahal cerita nya baru beberapa hari terpisah, maafkan Author yang terlalu lebay.. 😁, lanjut gak nih..???)
Adrian membawa Elsa dalam gendongan menuju ke kamarnya tanpa melepaskan pagutan mereka.
Di baringkan nya Elsa di atas kasur lalu mengungkungnya dengan tubuh tegapnya.
Adrian tersenyum saat Elsa menerima dan membalas setiap sentuhannya. Adrian dengan lihai memberikan sentuhan yang membuat tubuh Elsa menggeliat tak karuan.
( Eya eya nungguin yah😁😁😁.. hus.. huss... bubar.. bubar.. Saru!! kasian yang jones😜😜)
" Sa, Terima kasih... " Adrian mengecup puncuk kepala Elsa yang tengah bersandar di dada bidang Adrian setelah percintaan panas mereka.
" Untuk? " tanya Elsa sembari meraih selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.
" Semuanya.. " ucap Adrian, satu tangan Adrian meraih sesuatu di atas nakas dekat ranjangnya.
" Will you marry me? " ucap Adrian dengan menunjukan sebuah kotak berisi cincin berlian yang sangat indah.
Elsa terkejut dengan wajah yang berbinar lalu pandangannya tertuju ke arah Adrian seakan tak percaya.
" I love you, Elsa. Will you marry me?? " tanya Adrian kedua kalinya untuk mendapat jawaban dari Elsa.
Elsa tersenyum. " I love you to, and Yes, I want to marry you. " jawab Elsa yang di sambut dengan kecupan manis oleh Adrian.
Adrian menyematkan cincin di jari manis Elsa. Keraguan yang selama ini menghantuinya, terjawab sudah.
" Cantik sekali.. " ucap Elsa memandangi cincin yang telah melingkar di jari manisnya. " Terima kasih. " Elsa kembali mendongakan wajahnya lalu memberikan ciuman singkat di bibir Adrian.
" Kamu suka? " tanya Adrian yang di angguki oleh Elsa.
" Tapi itu gak gratis Sa.. "
" Maksud mu?? "
" Iya gak gratis.. "
" Kamu nih pelit, niat ngasih gak sih! aku gak ada uang buat ngasih ke kamu. " seru Elsa.
" Aku udah banyak uang." sombong Adrian. " Kamu bayaran bukan pake uang. " rayu Adrian dengan menaik turunkan kedua alisnya.
" Terus?? " tanya Elsa yang masih tidak mengerti arah pembicaraan Adrian.
" Berikan servis terbaik mu.. " bisik Adrian di telinga Elsa.
Elsa membulatkan matanya. " Aku mana bisa! " ucap Elsa dengan wajah yang sudah memerah menahan malu.
" Harus bisa.. " jawab Adrian.
" Adrian ak-- " belum sempat menyelesaikan ucapannya, Adrian kembali melummat bibir Elsa dan menindiihnya kembali.
Dan terjadilah pergulatan panas nan romantis. Adrian dengan sabar menuntun Elsa untuk memimpin permainan mereka.
***
Vote.. vote.. vote..