NovelToon NovelToon
Membalas Pengkhianatan Suamiku

Membalas Pengkhianatan Suamiku

Status: tamat
Genre:Single Mom / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Chicklit / Tamat
Popularitas:641.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: violla

Setelah menyandang gelar sebagai seorang istri. Rima memutuskan berhenti berkarir agar bisa fokus mengurus suami dan anaknya. Dengan sepenuh hati Rima menyayangi mertua seperti menyayangi ibu kandungnya sendiri. Namun, bukannya kasih sayang dan kebahagiaan yang Rima dapatkan tetapi pengkhianatan dari kedua orang tersebut.

Dengan perasaan hancur, Rima berusaha bangkit dan membalas pengkhianatan suaminya. Balas dendam terbaik adalah dengan menjadikan diri lebih baik dari para pengkhianat. Hingga perlahan Rima bangkit dari keterpurukan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dimas

"Sebenarnya malam-malam seperti ini kalian mau pergi ke mana?" Dimas bertanya setelah melajukan mobil. Pria itu melihat kaca spion yang tergantung di hadapanya membuat kami bertemu pandang. Namun, aku segera berpaling darinya.

"Aku mau ajak Susan menginap di rumah kakakku." Aku menjawab sembari mendekap Susan yang mash menggigil kedinginan.

"Mengapa tidak diantarkan suamimu? Apa kamu tidak tahu apa resikonya bila berkendara dalam kondisi seperti ini? Kamu dan putrimu bisa celaka."

Nada bicara Dimas naik satu oktaf. Kulihat tangannya mencengkeram stir kemudi erat. Dimas seperti sedang memarahiku. Dan itu membuat hatiku semakin pilu. Mengapa harus orang lain yang mengkhawatirkan kondisi kami? Kemana suamiku? Bukankah seharusnya pria itu yang perduli dan menjemput kami dalam kondisi hujan lebat seperti ini?

"Apa suamimu tidak tahu kalau kalian pergi?" Pertanyaan Dimas membuat aku kembali melihatnya. "Hujan semakin lebat, sebaiknya kita ke rumahku saja. Itu satu-satunya tempat yang lebih dekat dari sini," ujarnya sebelum aku menjawabnya.

"Tapi, kami tidak mau merepotkan bapak. Kami tak apa kalau diturunkan di sini."

Dimas tidak menanggapi ucapanku lagi. Pria itu memilih fokus membelah jalan raya.

"Dingin, Bu...," rintih Susan dengan mata yang terpejam. Bisa kurasakan tubuhnya semakin gemetaran.

"Sabar, ya, Sayang. Sebentar lagi kita sampai. Kamu tahan dulu, ya." Aku berusaha menenangkan Susan dan mengatakan padanya kalau semua akan baik-baik saja.

Aku tidak tahu pasti berapa lama mobil ini melaju. Sebab, tanpa kusadari aku terdidur dengan memeluk Susan. Begitu membuka mata mobil ini sudah terparkir di halaman rumah yang sangat asing untuk di mataku.

"Sudah bangun?" Dimas menoleh kepadaku. "Ayo, turunlah. Bawa putrimu istrahat di dalam." Wajah pria itu tampak tulus sekali saat mengatakannya.

"Ini di mana? Kenapa kamu bawa aku ke sini?"

"Aku tidak tahu di mana alamat rumah kakakmu. Jadi, aku pikir daripada membangunkan tidurmu, lebih baik membawa kalian ke rumahku. Bukankah tadi sudah kubilang lebih baik ke rumahku saja?"

"Tapi, aku belum setuju."

"Aku nggak minta persetujuanmu!"

Aku terkesiap mendengarnya, aneh sekali orang ini, namun belum sempat aku protes Dimas sudah turun dan membuka pintu untukku.

"Turunlah. Biar aku yang membawa Susan ke dalam." Dimas bicaranya sangat tulus sekali, tidak canggung juga tidak bersikap seperti bos. Tapi, wajahnya itu tetap saja memerintah. "Jangan banyak berfikir, kasihan putrimu kedinginan. Bajunya juga basah 'kan? Apa kamu sengaja mau membuatnya sakit?"

Aku cepat-cepat menuruti perintahnya. Dimas langsung sigap memapah putriku. Dia bersikap seperti ayahnya saja.

"Apa nggak masalah kalau kami masuk?" tanyaku sembari mengikuti langkah Dimas. Lagi-lagi pria itu tidak menjawabku. Dia menggiringku lewat pintu utama yang baru dibuka seorang wanita.

"Kamu ambilkan tas mereka di mobil. Cepat bawa ke kamar tamu," titah Dimas.

"Baik, Pak." Wanita itu bergegas melakulan perintah Dimas. Aku menduga dia pekerja di rumah ini.

Dimas membawa Susan ke kamar yang terletak di lantai satu tanpa bisa aku hindari. Langsung membaringkan Susan si kasur dalam kondisi setengah tidur.

"Gantikan pakaiannya. Kamu juga, jangan sampai kalian sakit," ujar pria itu sembari melihatku. "Kalian sudah makan?"

Aku menunduk dalam, rasanya ingin menangis saja. Aku baru sadar telah membawa Susan hujan-hujanan dalam perut yang kosong.

"Diam artinya belum." Dimas menggelengkan kepala saat aku melihatnya lagi. Seperti tidak habis fikir denganku.

"Maaf sudah merepotkan, tapi lebih baik kami pergi saja, Pak."

"Tidak ada yang boleh pergi dalam perut kosong seperti itu. Jadi, cepat gantikan pakaian putrimu itu. Aku akan bawakan makanan untuknya."

Dimas beralih melihat Susan yang kebetulan sudah membuka matanya lebar-lebar. Pria itu mendekati Susan untuk memeriksa suhu tubuhnya. Tangannya menempel di kening Susan.

"Tidak apa. Kamu baik-baik saja. Sekarang, minta mama kamu yang payah itu untuk menggantikan pakaianmu biar kamu nggak kedinginan lagi."

Dimas bicaranya sangat tulus sekali bahkan tampak seperti seorang ayah sungguhan. Apa yang aku fikirkan? Aku langsung membuang jauh-jauh fikiran itu. Susan hanya diam melihat Dimas. Tatapannya seperti sedang menilai.

***

Benar saja, sebagian pakaian kami telah basah terkena air hujan. Tapi, aku masih bersyukur sebab masih ada baju yang bisa kami pakai.

"Ini rumah siapa, Bu?" tanya Susan sembari mengamati kamar. "Kamarnya lebih luas dari rumah kita, " candanya sambil tersenyum. "Tapi, kenapa ayah nggak jemput? Padahal kita keujanan." Senyum Susan memudar membuat wajahnya menjadi cemberut.

"Ayah... Ayah...." Aku memutar otak mencari jawaban yang tepat. Rasanya aku tidak mau membohongi Susan, tapi aku juga tidak mau Susan kecewa pada ayahnya itu.

"Ibu...." Susan tiba-tiba menangis dan menelukkku. "Ayah dan nenek jahat. Tadi, Susan lihat ibu bertengkar di taman. Kenapa nenek menampar dan mendorong ibu sampai jatuh? Kenapa ayah diam aja?"

Tangisan Susan terdengar pilu. Pertanyaan yang ia lontarkan berhasil membuat jantung ini terasa luruh. Sakit sekali mendengar kalau ternyata Susan memgetahui pertengkaran itu. Pantas saja tadi wajah Susan tampak sembab.

"Jadi, tadi kamu nangis?" Susan mengangguk. "Susan lihat?"

"Iya... Apa ayah mau menikah lagi? Kenapa ayah jahat sama kita, Bu?" Tangisan Susan semakin pecah. Aku memeluknya berharap Susan bisa lebih tenang.

"Sabar, ya, Nak. Kita pasti bisa lalui cobaan ini. Apapun yang terjadi dan mau seperti apa kehidupan kita nanti. Ibu akan selalu ada untuk Susan dan ayah tetap akan menjadi ayah Susan."

Susan tidak lagi bicara, namun isakan tangisnya masih terdengar. Anak itu melepaskan pelukanku dengan mata yang tertuju pada pintu.

Posisiku yang duduk di tepi tempat tidur membuat aku tidak leluasa melihat apa yang dilihat Susan. Hingga perlahan aku memutar punggung dan mendapati Dimas berdiri di sana dengan wajah yang tidak terbaca. Aku mendadak takut Dimas mendengar percakapan kami.

😌Maaf baru sempat update. Tapi, kenapa kalau jarang update malah banyak yang jempolin?😅

1
Betty
Bagus
Karmila Pasinringi Mila
jangan mau balik lagi , tukang selingkuh ibux jg nyebelin
mommy Rini
gantung akhirnya thor
Haryani Yuliwulansih
Rima ambil aja di google foto, biar hpnya hilang atau dihapus msh ada disana
Haryani Yuliwulansih
typo
Haryani Yuliwulansih
wiii kena banget
Haryani Yuliwulansih
Ceritanya bagus, ga bertele² suka sama wanita² kuat yg rendah hati
Haryani Yuliwulansih
mbl mewah, ada asuransinya
Haryani Yuliwulansih
kok aku ikut emosi ya
Riska Desi
semangat rima
Riska Desi
pengenx tu pelakor di jambak rambut,gemes q
Riska Desi
suka gemes klo baca trus ada mertua kayak gini.makin penasaran nih...
👏vanzhoel🖤²²¹º
biar tau rasa mak lo tuh.. punya mantu modelan c handbody lotion.. yang cuma bisa awet sesaat doank ga bisa sampe sepanjang masa😏
👏vanzhoel🖤²²¹º
Rama, otw menggembel aja masih sok coba ancam2 Rima.. ga liat apa backingan Rima itu siapa🤭🤣🤣🤣
👏vanzhoel🖤²²¹º
helleehh ga mau pisah, tapi kau udah celap celup ke gelas teh lain😏
👏vanzhoel🖤²²¹º
balas dendam tahap pertama, sukseesss😏
👏vanzhoel🖤²²¹º
aq pendukung mu Rimaaa😍😍
👏vanzhoel🖤²²¹º
bukan tampol itu valakor nya.. huuuhhh gumuushh aq😤😤😤
👏vanzhoel🖤²²¹º
uppz sorry thor, baru komen.. terlalu terlena aq sama jalan cerita nya.. bikin gregetan pengen nampol c Rama 🤭
Oc Imoet
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!