NovelToon NovelToon
Cinta Sang Psikopat

Cinta Sang Psikopat

Status: tamat
Genre:Mafia / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:586.3k
Nilai: 5
Nama Author: emmarisma

Hidupnya dulu terasa hampa dan biasa saja. Di matanya tidak ada suatu hal apapun yang menarik. Sampai suatu ketika dia melihat Zafia. Saudara yang terhubung dengan Kakaknya. Bagaimana Raiden bisa menaklukkan Zafia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Tamu

Zafia benar-benar dilarang kemana-mana oleh Zafa dan Raiden. Kata Raiden, Zafia harus benar-benar pulih sebelum kembali masuk kuliah. Raiden bahkan rela membawa semua pekerjaannya ke apartemen Zafia.

Gerry mengijinkan Raiden tinggal bersama Zafia. Karena bagi Gerry, tidak ada lagi yang bisa dia percaya selain Raiden dan Zafa, tapi Zafa sekarang sangat sibuk. jadilah Raiden yang Gerry tunjuk untuk menjaga Zafia.

"Ray, kapan aku boleh kembali kuliah?"

"Sampai kondisimu benar-benar membaik. Kau juga tidak perlu khawatir soal perusahaan. Aku sudah meminta Julian dan Ramon untuk bergantian membantu Dino."

"Aku bosan, Ray."

Raiden menghentikan gerakan tangannya yang sedang menari-nari di atas keyboard. Pemuda itu menatap Zafia dengan tatapan yang begitu teduh.

"Kemarilah, bantu aku mengerjakan ini."

"Bayaran ku mahal," kata Zafia. Raiden terkekeh sembari mengangguk.

"Aku akan membayar dengan jiwa dan ragaku."

Zafia hanya mencibir ucapan Raiden. Namun, langkahnya tetap mendekat ke arah pemuda itu. Zafia duduk di samping Raiden. Matanya sekilas melirik ke arah laptop Raiden.

"Apa tidak ada yang lebih menantang?"

"Kau mau yang menantang, ya?" tanya Raiden dengan tangannya yang kini berusaha membuka kancing bajunya satu per satu.

"Kau mau apa, Ray?" Zafia memukul lengan Raiden, wajahnya memerah karena malu.

"Bukankah tadi kau mau pekerjaan yang menantang?"

"Ya tapi kenapa kamu harus membuka bajumu?" kesal Zafia.

"Aku gerah, Sweetheart."

"AC nya menyala, Ray."

"Entahlah, setiap aku memandangmu aku merasa kepanasan."

"Padahal aku bukan keturunan setan kenapa melihatku bisa kepanasan?" tanya Zafia polos.

Raiden hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia menggeser laptopnya dan memberikan ruang pada Zafia agar mengerjakan sebagian pekerjaannya.

Zafia sesaat merenggangkan otot tangannya. Tak berselang lama jari-jari lentik Zafia mulai menari dengan gemulai di atas keyboard laptop Raiden.

Raiden berdiri sembari menggeliat. berjalan ke dapur dan membuka kulkas. Raiden mengambil dua kaleng minuman bersoda dan dua buah apel. Raiden mengupas buah itu dengan cekatan dan ia lantas memotongnya menjadi bagian kecil-kecil dan meletakkannya di piring. Raiden lalu membawa potongan apel itu dan minuman sodanya ke ruangan bersantai.

Raiden mengernyit heran, pasalnya Laptopnya sudah tertutup rapi dan ada di meja, sedangkan Zafia sedang bersandar sembari memainkan ponselnya.

"Sudah selesai?" tanya Raiden.

"Hmm, ya."

Raiden duduk di karpet berbulu dan membuka Laptopnya. Matanya menatap takjub pada deretan angka yang berjejer rapi.

"Bagaimana?" tanya Zafia sembari mengambil satu potongan apel dan menggigitnya.

"Aku perlu mencocokannya dengan datanya yang ku bawa tadi."

Zafia hanya mengangguk-angguk. Dia kembali mengambil sepotong apel dan menyuapkannya di mulut Raiden.

"Aku mau tidur siang saja kalau begitu."

Zafia meluruskan kakinya. Dia merebahkan tubuhnya di sofa. Raiden tersenyum sembari merapikan surai ranbur Zafia.

"Kau benar-benar gadis yang sangat luar biasa, Fia."

"Aku tahu," jawab Zafia sembari tersenyum. Akhir-akhir ini Raiden sering mendapatkan senyum yang begitu manis itu.

"Kau mulai mengutip kenarsisanku."

"Tentu saja, kau guru terbaikku." ujar Zafia. Zafia meraih satu tangan Raiden dsn mengusapkannya ke pipi.

"Kenapa tiba-tiba menjadi manja?" tanya Raiden penasaran.

"Karena aku mau setiap hari dimanjakan olehmu."

"Sampai kita menua, aku akan terus memanjakan dirimu, Fia."

Zafia lagi-lagi tersenyum mendengar ucapan Raiden. Saat keduanya sedang asik bercengkrama, pintu apartemen Zafia diketuk. Raiden bergegas membukakan pintu.

"Ma-maaf mengganggu. Aku mau bertemu Zafia. ada Hal penting yang ingin aku katakan padanya."

Raiden hanya diam. Namun, Zafia tiba-tiba muncul dibalik pintu.

"Masuklah."

1
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
🥰🥰🥰
💗 AR Althafunisa 💗
Kerennn 👍
Tira Aneri
suukaaa
Zyfia
Ferran sinting! Zafia mah sm Raiden bhkan udah saling kenal sejak dlm kandungan kalik!!! Dia kan ngurus perusahaan digaji, msh aja gak terima sm perlakuan bosnya. Suruh siapa jd pengkhianat!!!
Yulia
bagus
Cindy Cindy
Luar biasa
Sustika Ekawati
gara gara baca si zafa ma star jadi penasaran aku ma cerita saudara²nya....😂😂😂
Arie
Luar biasa
Desi Nur
bukan ya David itu untuk mati pas dicerita Zico dan zafrina
Rita
dasar
Rita
istri mu lg ngidam pgn soto masakan mertua dan tidur
Rita
masih nanyaakkk😂😂😂😂😂modus papa gery
Rita
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rita
Luar biasa
Rita
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rita
selamat ya raiden akhirnya diterima
Rita
sadisss
Rita
blm apa2 dah bucin n posesif, mampir thor
Bola nasi
wuhuuu jodohnya marva sudah lahir /Smirk/
Bola nasi
author nya keren sekali, dr semua cerita dengan beda judul tp semua masih nyambung, dengan cerita romansa mereka sendiri2/Smile//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!