NovelToon NovelToon
Sheilla Abraham

Sheilla Abraham

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:71k
Nilai: 5
Nama Author: lizkook lovers

Ini kisah seorang gadis cantik, Sheilla Abraham namanya. Seorang gadis nakal, pembuat onar yang akhirnya memutuskan untuk berubah.

Namun, ternyata keputusan Sheilla untuk berubah malah membuat nya menjadi bahan bullyan di sekolah baru nya.

Lalu, akankah Sheilla melawan? atau membiarkanmu dirinya menjadi bahan bullyan murid-murid di SMA Raharja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizkook lovers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sixteen

Rambut panjang terikat dua, kaos polos putih di pasangkan dengan celana jeans dan di balut dengan kemeja kotak-kotak berwarna hitam putih sungguh cocok di kenakan oleh Sheilla.

Walaupun itu bukan style nya, Sheilla tetap terlihat cantik mengenakannya pakaian itu. Apapun yang ia pakai, Sheilla tetap terlihat cantik.

Kacamata tebal masih setia membingkai matanya, polesan bedak dengan lipbalm tipis menambah kadar kecantikan.

Di sambarnya tas sandang sederhana berwarna coklat miliknya setelah dirasa cukup menghias diri.

Tak... Tak... Tak...

Langkah nya terlihat terburu-buru, seseorang telah menunggu nya di depan sana.

"Eitss... mau kemana nih?" Alena sigap menghalangi jalan Sheilla.

"Minggir, kakak mau pergi." Sheilla mencoba melewati Alena namun gadis itu selalu bisa menghadang setiap langkah nya.

"Bilang dulu, mau kemana dengan penampilan kayak gini? mana pakek nih kacamata lagi." Alena menggerakkan tangan nya untuk melepaskan kaca mata Sheilla, namun langsung di tepis oleh sang empu.

"Mau pergi sama Ryan, puas?"

"WHAT?! SI TEMBOK ITU?! MAU KEMANA KALIAN?! Kak... Jawab dulu dong."

Sheilla tak menghiraukan teriakan Alena, langkah nya dengan cepat menuju ke luar rumah.

Ternyata Ryan sudah berada di sana, duduk di atas motor merahnya dengan pakaian serba hitam yang membuat laki-laki itu terlihat sangat cool.

Mata laki-laki itu tak bisa berpaling dari Sheilla, apalagi ketika gadis cantik itu menunjukkan senyuman indahnya.

"Cantik, sangat cantik." Puji Ryan tanpa sadar.

Pipi Sheilla bersemu, gadis itu tersenyum malu-malu.

Tersadar, Ryan pun segera mengambilkan helm untuk Sheilla. "Sini, maju dikit."

Sheilla menurut, ia memajukan diri untuk lebih dekat dengan Ryan.

Tanpa di sangka-sangka, laki-laki itu memasangkan helm di kepala Sheilla, kemudian menepuk nya pelan.

"Ayo naik."

Mengangguk, Sheilla pun naik ke atas motor besar itu kemudian berpegangan pada bagian belakang motor.

"Pegang pundak ku aja, kalau kamu mau, kamu bisa memeluk ku," Ucap Ryan yang baru saja selesai memakai helm fullface nya.

Sheilla lebih memilih untuk memegang pundak Ryan.

"Gak mau peluk aja nih?" Sheilla menggeleng, sedangkan Ryan terkekeh melihat wajah imut gadis itu dari kaca spion.

Ryan mulai menjalankan motor nya, ia sengaja langsung mengebut supaya Sheilla memeluk dirinya. Dan yah, itu berhasil.

Gadis itu terkejut dan langsung memeluk Ryan dengan erat, membuat laki-laki itu tersenyum lebar.

"Ih, jangan kenceng-kenceng dong."

"Biar cepet sampai La."

"CEPET SIH CEPET, TAPI JANGAN SEGINI JUGA DONG!"

Bukannya mengurangi kecepatan motor nya, Ryan malah semakin menambah kecepatan motor sport itu hingga mau tak mau Sheilla harus berpegangan dengan kuat padanya.

"Sengaja banget nih cowok kayaknya biar gue peluk."

Taman bermain menjadi tempat pilihan yang paling bagus menurut Ryan, karena dia pikir, Sheilla mungkin suka bermain wahana-wahana sama seperti perempuan pada umumnya.

"Ingin menaiki sesuatu?" Tawar Ryan ketika dilihat nya Sheilla hanya diam saja.

Sheilla mengangguk, tangannya menunjuk pada rollercoaster yang terlihat belum terlalu banyak orang yang naik.

"Ingin menaiki itu?"

Sheilla mengangguk lucu, "Boleh?"

Ryan tersenyum gemas, oh, jika boleh Ryan ingin sekali menggigit pipi chubby itu.

"Tentu saja boleh, ayo!" Ryan menggandeng Sheilla, membawa gadis itu mendekat.

Ia membeli tiket sebelum mereka naik ke atas wahana.

Beberapa orang akan mual, takut atau semalam ketika menaiki rollercoaster, namun Sheilla dan Ryan nampak sangat menikmati wahana satu ini.

Mereka sama sekali tidak terlihat ketakutan, atau semacamnya.

Jujur, mereka sangat menyukai rollercoaster karena wahana itu membuat adrenalin mereka terpacu dan mereka suka itu.

"WOAH!! INI SANGAT MENYENANGKAN!" Sheilla berteriak kesenengan.

Sebelumnya Sheilla sudah melepaskan kacamata nya, jadi ia tenang saja karena benda itu tidak akan terjatuh dari dalam tasnya.

"Woah, menyenangkan sekali. Aku jadi ingin menaikinya lagi." Sheilla sangat senang, ini adalah pertama kalinya ia tersenyum dan tertawa selepas ini di depan orang lain kecuali dengan keluarganya. Anak-anak ARMI itu keluarga Sheilla, ingat?

"Lebih kita naik yang lainnya saja, di sini ada banyak wahana yang bisa kamu naiki."

Sheilla mengangguk, ia tanpa sadar menggandeng tangan Ryan, mengajak laki-laki itu untuk berkeliling menaiki setiap wahana yang menarik perhatian nya.

Lelah menaiki wahana, Ryan pun mengajak Sheilla untuk makan siang sebentar. Untung saja di sana ada tempat makan yang bisa mereka gunakan untuk makan dan beristirahat sebelum kembali menjelajah taman bermain yang sangat luas itu.

Sheilla tersenyum senang melihat ice cream tersaji di hadapan nya. Tangan gadis itu sudah terulur untuk mengambil dessert kesukaannya, namun Ryan sudah terlebih dahulu menarik ice cream itu.

"Makan makanan mu dulu, baru makan ice cream nya."

Sheilla cemberut, namun setelah nya ia langsung melahap makanan yang ia pesan. Memakan makanan itu secepat kilat dan langsung merebut ice cream itu dari Ryan setelah makanan nya habis.

Ryan hanya menggelengkan kepala melihat mulut penuh Sheilla yang berusaha mengunyah makanan yang ada di sana dengan cepat supaya bisa segera menikmati ice cream yang manis itu.

"Pelan-pelan, jangan sampai tersedak."

Sheilla mengangguk, lalu tersenyum manis setelah makanan di mulut nya berhasil tertelan dengan sempurna.

Oh, jantung Ryan berdetak dengan kencang, rasanya ia ingin pingsan melihat keimutan Sheilla.

Tidak ada yang mengatakan kepada Ryan jika pergi bersama gadis berkacamata itu bisa mengganggu kesehatan jantung nya.

"Terimakasih untuk hari ini, aku sangat senang."

Ryan tersenyum, kemudian mengusap lembut surai Sheilla. "Apapun untuk mu."

"Ngomong-ngomong, mau berteman?" Ryan mengulur kan tangan.

Sheilla menatap uluran tangan itu dengan ragu.

Berteman dengan Ryan? entahlah, Sheilla tidak yakin, tapi mari kita coba.

Ia pun memutuskan untuk menerima uluran tangan Ryan, "Tentu, sekarang kita teman."

Senyuman bahagia tak bisa Ryan sembunyikan lagi, ia mencium tangan Sheilla, membuat sang empu pemilik tangan terkejut.

"Good night my new friend." Kedipan mata genit Ryan membuat Sheilla tersipu. Ia harap keputusan nya untuk menerima Ryan sebagai teman adalah keputusan yang tepat.

Katakan saja jika Sheilla mulai gila, lihat saja bagaimana sekarang gadis itu senyam-senyum sendiri sambil menatap langit-langit kamarnya.

Ingatan tentang apa yang terjadi di taman siang tadi membuat senyuman Sheilla semakin lebar, ia menenggelamkan wajahnya pada bantal, menyembunyikan wajahnya yang sedikit memerah.

"AHHH!! GILA GUE LAMA-LAMA." Teriakan itu teredam oleh bantal yang menutupi wajahnya.

Alena menyipitkan mata, menatap kakak perempuan nya dengan tatapan horor.

Bukan apa, tapi melihat Sheilla yang terus tersenyum tanpa alasan seperti ini membuat bulu kudu Alena berdiri.

Alena menempelkan punggung tangan nya pada dahi Sheilla, kemudian menempelkan punggung tangan nya pada dahinya sendiri. Membandingkan suhu tubuh mereka, apakah sama?

"Lo sehat kan?"

Sheilla menatap Adiknya sinis, "Menurut mu?"

"Agak kurang waras sih... AW!"

Alena meringis ketika Sheilla malah menjitak dahinya dengan kencang hingga terdengar suara ketukan yang cukup keras.

"Kok lo kasar sih!!"

"Ayo berangkat, nanti telat."

Sheilla menyandang tas sekolahnya, meninggalkan Alena yang masih menggerutu kesal.

Seperti biasa, setiap Sheilla menaiki bus menuju sekolah, ia akan terus bertemu dengan Adnan dan berakhir duduk di. bangku yang sama.

"Selamat pagi, apakah pagi mu indah?" Sapa Adnan berbasa-basi.

"Pagi juga, pagi ku jauh lebih baik dari biasanya, terimakasih." Gadis itu tersenyum ramah.

"Ada apa, apakah ada sesuatu yang membuat suasana hatimu menjadi sebaik ini? kau terlihat sangat berbunga-bunga."

"Apakah itu sangat terlihat?"

Adnan mengangguk, "Sangat jelas."

Sheilla hanya tersenyum, "Ya, ada sesuatu yang membuat ku sangat senang."

"Boleh aku tahu?"

"Aku rasa tidak."

Yah, sayang sekali, padahal Adnan sangat penasaran. Ia tak pernah melihat Sheilla sebahagia ini.

Biasanya gadis itu memang akan tersenyum ketika ia sapa, namun aura gadis itu gelap. Sangat berbeda jauh dengan pagi ini, jadi Adnan penasaran.

"Baiklah, aku tidak akan bertanya lagi."

Lebih baik Adnan diam daripada terus bertanya dan malah membuat Sheilla tak nyaman di dekatnya.

Wajah datar Ryan langsung di hiasi dengan senyuman manis ketika melihat Sheilla sudah duduk manis di bangkunya.

"Pagi cantik," Sapanya.

Sheilla tersenyum lebar, membalas sapaan Ryan, "Pagi juga Ryan."

Ryan mendudukkan diri di samping Sheilla, menyandarkan kepala nya pada bahu sempit si gadis. "Aku masih ngatuk, nanti bangunan ya."

Sheilla mengangguk, tangan cantiknya mulai menyentuh kepala Ryan, mengusap pelan surai lebat si teman baru.

Jangan tanyakan bagaimana reaksi seisi kelas. Karena tentu saja mereka semua shock, Ryan si muka datar tersenyum? PADA SHEILLA?

Makin benci sudah para gadis di kelas itu kepada Sheilla, rasanya mereka ingin membunuh gadis itu sekarang juga.

Sheilla tentu menyadari tatapan mematikan dari murid kelas ini, namun ia memilih acuh. Toh selama mereka tidak macam-macam, ia tidak akan kenapa-napa.

Ryan benar-benar memperlakukan Sheilla sangat berbeda hari ini, ia memperlakukan gadis itu seolah-olah ia adalah ratu.

Ryan memesankan Sheilla makan, mendudukkan gadis itu bangku kantin dengan senyuman. Bahkan Ryan sempat mencuri kecupan di pipi si gadis.

Oke, sepertinya mulai hari ini akan semakin banyak siswi yang akan membenci Sheilla, ia yakin itu.

"Sheilla, i'm coming!!"

Suara gadis yang tak lagi asing di telinga Sheilla menggelegar di seluruh menjuru kantin. Beberapa orang sampai menoleh hanya untuk siapa yang berteriak hingga sekencang itu.

Ternyata itu adalah si gadis berkuncir dua, dia adalah Nana, di dampingi oleh kedua sahabat nya Love dan Ara.

"Sendiri aja Shei?" Tanya Love sedikit basa-basi.

"Gak sendiri juga."

Love mengernyit, "Maksudnya?" Jelas-jelas Sheilla duduk di sana seorang diri, kenapa dia bilang tidak?

"Ngapain kalian ada di sini?" Suara dingin itu mengalihkan atensi ketiga nya.

Oh... ternyata Sheilla bersama Ryan, TUNGGU, SHEILLA? BERSAMA RYAN?! apakah ada mereka lewatkan?

"WHAT?! KOK KALIAN BISA BERDUA?!" Heboh Nana dengan mata melotot.

Ryan memicing tak suka, "Memangnya kenapa? kau keberatan?"

"Gak keberatan juga sih, cuma agak shock aja."

Yah, siapa sih yang gak shock melihat si laki-laki populer SMA Raharja dan si cupu dekat seperti? Tentu mereka shock. Tak terkecuali Adnan dan anggota OSIS lain yang tidak sengaja lewat.

...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...

...HAPPY BIRTHDAY TO ME...

...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...

1
arniya
luar biasa kak
arniya
Alex..... mencurigakan??!
arniya
berasa nonton film
Mung Cha
Luar biasa
✧・゚: ✧・゚: Nelly Widiany :・゚✧:・
🥰🥰
Authoraja
Gak kebalik tuh thor🤣🤣
Nopiayya
25 jam berarti satu hari lebih 1 jam
Authoraja
25 jam? 24 jam kali thor
Mrinpur
iyh smoga itu adlah sheilla namun tdak dngan ingatan yg dulu hanya rasa cinta ny ajj,,,
ririn
😭😭😭😭😭kenapa sheilla harus mati padahal belum bahagia
Mrinpur
wahhhh,,,ternyata sad ending yach,,,kasian ryan ku kira bakal bahagia sama sheilla pada hal hidup sheilla slalu sedih,,,,
Mrinpur
wahhhhh,,,,deg deg an nich asli tp stelah ny bersambung jd penasaran,,,,
ririn
happy ending thor
Mrinpur
ohhhhh,,,gthu toh,,,tp ap memang sheilla yg bully kaka ny love,,,bsa ajj kn lw kaka ny love yg duluan jahatin sheilla maka ny sheilla coba bles,,,
Mrinpur
masih misteri ,
Mrinpur
kayak ny laki laki yg td sama cwe ny itu dech dalang dri semua penderitaan sheilla,,,
Mrinpur
sebener ny siapa yg dendam sma sheilla yach trus apa penyebab ny,trus si jack ini siapa yach,,,,semua ny masih misteri,,,,
Mrinpur
si jack dh kayak penguntit dmna ad sheilla lg sndiri pasti d situ si jack muncul bikin curiga ajj,,,,
Mrinpur
semoga lancar selalu kak,,,

ikutan sedih,,,soal ny penjahat asli ny lom tahu ad dendam ap sma sma sheilla trus kn kayak sembunyi d balik layar gthu,,,,
Nopiayya: Amin kak,,, semoga kakak juga selalu sehat dan di berikan kelancaran dalam segala urusan.
total 3 replies
Mrinpur
siapa sich yg di mksud sama ketua cobra,penasaran bnget,,,🤔🤔🤔
ryan keren,dh kayak pangeran berkuda besi ajj,,,🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!