NovelToon NovelToon
Sistem Lempar Dadu Monopoly

Sistem Lempar Dadu Monopoly

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Budi, seorang karyawan kantor biasa yang gaji bulanannya selalu numpang lewat karena harus melunasi utang warisan orang tuanya, tiba-tiba mendapatkan sebuah sistem aneh bernama 'System Lempar Dadu Monopoly'.

Sistem ini menampilkan papan permainan hologram mirip Monopoli lengkap dengan avatar chibi dirinya di atasnya, di mana setiap lemparan dadu bisa memberikannya reward uang dan item ajaib, atau hukuman memalukan yang harus ia jalani di dunia nyata.

Kini, hidup Budi berubah drastis menjadi sebuah pertaruhan harian di mana setiap petak yang ia injak perlahan-lahan mengangkatnya dari kemiskinan, asalkan ia bisa bertahan dari "kejutan" konyol yang disiapkan oleh sistem tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Budi membuka ritsleting tas selempangnya yang sejak tadi dia letakkan di pangkuan.

Dia mengeluarkan sebuah map plastik bening yang berisi salinan dokumen fotokopi.

"Pak Dimas, sebelum saya menyerahkan dokumen asli itu ke loket, saya merasa ada yang tidak beres."

Budi menyerahkan map bening itu kepada ketua tim audit.

"Jadi saya berinisiatif memfotokopi seluruh halamannya sebagai bukti perlindungan diri."

Pak Dimas menerima map itu dan mulai mencocokkan halamannya satu per satu.

"Dan bagian yang paling penting ada di halaman paling belakang Pak Dimas."

Budi menunjuk ke arah halaman terakhir dari salinannya dengan percaya diri.

Pak Dimas membalik halamannya dan matanya sedikit membesar.

Itu adalah lembar salinan Surat Pernyataan Tanggung Jawab.

Di lembar itu tertulis jelas bahwa seluruh angka pengajuan adalah murni tanggung jawab manajer divisi tanpa ada campur tangan staf administrasi.

Dan tepat di atas nama Pak Anton, terdapat tanda tangan basah dan paraf yang sangat identik dengan milik bos korup tersebut.

"Ini... ini tanda tangan anda sendiri Pak Anton."

Pak Dimas menunjukkan kertas itu ke depan wajah Pak Anton.

Pak Anton langsung pucat pasi seperti mayat hidup melihat surat yang tidak pernah dia sadari keberadaannya itu.

"Itu... itu palsu, saya tidak pernah menandatangani surat konyol seperti itu."

Suara Pak Anton bergetar hebat dan napasnya tersengal sengal.

Budi kembali membuka mulutnya dengan nada suara yang sangat dingin.

"Tanda tangan di salinan itu adalah hasil fotokopi dari dokumen asli yang Bapak serahkan."

"Coba Pak Dimas periksa halaman paling belakang dari dokumen asli yang tadi Bapak bawa."

Pak Dimas segera membuka dokumen map merah yang asli.

Tepat di halaman terakhir, tersembunyi di balik lembar nota kosong, terdapat surat asli yang memiliki tanda tangan basah Pak Anton menggunakan tinta biru.

"Tanda tangan ini asli dan tinta birunya identik dengan pena yang biasa anda gunakan Pak Anton."

Pak Dimas membanting map itu ke atas meja dengan tatapan murka.

"Anda mencoba menggelapkan dana perusahaan dan menumbalkan bawahan anda sendiri."

Pak Anton kehilangan seluruh tenaganya dan jatuh merosot di kursinya.

Dia baru sadar bahwa hari jumat lalu Budi menyodorkan setumpuk kertas kepadanya untuk diparaf dengan sangat cepat saat dia sedang menelepon.

Budi telah menggunakan kelengahannya untuk menjebaknya masuk ke dalam perangkap hukum yang mematikan.

Siska yang duduk di sebelah Pak Anton langsung menutupi wajahnya dan mulai menangis ketakutan.

"Saya tidak ikut campur Pak Dimas, sungguh saya tidak tahu apa apa."

Siska merengek memohon ampun agar tidak ikut diseret dalam masalah ini.

Pak Dimas berdiri dari kursinya dan membereskan seluruh dokumen tersebut.

"Pak Anton, mulai detik ini juga anda saya bebastugaskan dari jabatan manajer divisi administrasi."

"Anda harus ikut kami ke kantor pusat sekarang juga untuk pemeriksaan lebih lanjut bersama pihak kepolisian."

Tim audit itu langsung mengapit Pak Anton di sisi kiri dan kanan.

Pak Anton berjalan keluar dari ruang rapat dengan langkah gontai dan tatapan kosong.

Saat dia melewati Budi, Budi menatapnya tajam tanpa sedikit pun rasa kasihan.

'Ini adalah hukuman yang pantas untuk orang rakus sepertimu.'

Begitu tim audit dan Pak Anton keluar dari ruang divisi, seluruh karyawan langsung bersorak kegirangan.

Hampir semua orang di ruangan itu membenci kepemimpinan Pak Anton yang tiran.

Reno berlari menghampiri Budi dan langsung memeluk sahabatnya itu dengan heboh.

"Gila kau Bud, kau benar benar membuat bos sialan itu masuk penjara."

"Kau ini sebenarnya belajar hukum dari mana sih, lancar sekali ucapanmu tadi di dalam."

Budi hanya tertawa dan menepuk punggung Reno dengan santai.

"Aku cuma banyak baca buku saja Ren, makanya jangan main game terus kerjamu."

Siska yang baru keluar dari ruang rapat langsung berjalan ke mejanya dan menundukkan kepala.

Dia tidak berani lagi mengangkat wajahnya untuk menatap Budi yang kini telah berubah menjadi sosok yang menakutkan baginya.

Suasana kerja hari itu menjadi sangat damai dan penuh dengan kebahagiaan tanpa adanya bos yang marah marah.

Budi menyelesaikan pekerjaannya dengan perasaan menang yang luar biasa memabukkan.

Dia berhasil menghancurkan ancaman terbesarnya di kantor hanya dengan kecerdasan dan selembar kertas.

Jam pulang kantor akhirnya tiba menyudahi hari senin yang paling indah dalam hidup Budi.

Budi berjalan keluar dari gedung kantor dengan dada membusung bangga.

Malam ini dia tidak mampir ke minimarket karena Maya sedang bertukar jadwal menjadi sif pagi minggu ini.

Budi langsung pulang ke kamar kosnya untuk merayakan kemenangannya sendirian.

Dia membeli sebungkus nasi goreng di gang depan sebagai makan malam sederhana.

Setelah menghabiskan makananya, Budi melirik ke arah jam dinding kamarnya.

Jarum panjang sudah tepat berada di angka dua belas menandakan pukul delapan malam.

Ting.

Layar hologram biru bercahaya terang kembali muncul membela keheningan malam.

Papan Monopoli ajaib itu berputar pelan seolah olah menyapa tuannya yang sedang bahagia.

Kotak dialog harian langsung muncul membawa perintah.

Pengguna mendapatkan satu kali lemparan dadu gratis hari ini.

Silakan sentuh dadu virtual untuk mulai mengundi langkah anda.

Dua buah dadu putih salju melayang di udara menanti untuk disentuh.

1
Rickielessta
baguss...lanjutkan...semangat yaaa thoorr
Just Nokk
semangat 💪
irena
lanjut thor
Gege
baru juga 100jt kurang sebulan bud... masih belom milyarder namanya...🤣🤭 buka saja usaha sesuai kemampuan. misal bikin aplikasi kasir menengan kebawah tidak mahal tapi lengkap dan mudah via bahasa Excel. target 1 juta UMKM yang pakai beli..omset prediksi milyaran sebulannya...contoh lho bud...Yen cocok.
Ahmadi 241215: itu orang kantoran apa supir kantor murah apa gajihnya🤣
total 2 replies
Wega Luna
hidupnya berputar disitu saja ,kerja, supermarket,nasi goreng,kost ,main sistem🤭.GK ada suasana yang lain kah
Just Nokk
mangat Thor
Yui: makasih kak😊
total 1 replies
Gege
disini kesalahan othor. jelas jelas semalam dapat pengetahuannya, Eeh mengklaim nya kemarin siang...🤭🤣
Yui: terimakasih atas koreksinya/Applaud/
total 1 replies
adib
dua vote meluncur efek hari ni update banyak
Yui: Terimakasih kak🤭
total 1 replies
Gege
kita....othor aja kalee😄🤣🤭
Yui: Kita/Smile/
total 1 replies
Gege
kereen Thor.. dibawa ringan santai ceritanya... Yoo mas Budi lemparan dadu kedua dapat semilyar..🤣🤣
Gege
asik ringan ngalir ceritanya
Gege
gass lagi thorrr 10k kata
Gege
laah sisa 200k + 500k dibelanjakan 40k.. sisanya yaa 660k doong bud... sekolah engga ini..😄🤭
Alarycs: waduh
total 2 replies
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!