NovelToon NovelToon
Wanita Tawanan Tuan Grey

Wanita Tawanan Tuan Grey

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Beda Usia / Anak Kembar
Popularitas:168.9k
Nilai: 5
Nama Author: anggi (@ngie_an)

Alicia Delmora adalah wanita mandiri sejak kecil, dia menjadi tulang punggung keluarga semenjak ayahnya meninggal dunia dan hanya tinggal bersama ibu dan kakak tirinya yang hanya bisa mengandalkan Alicia untuk membayar hutang-hutang mereka.

Kehidupan Alicia berbanding terbalik dengan saudara kembarnya yang bernama Alice, kembarannya itu hidup bergelimang harta bersama kedua orangtuanya dan memiliki seorang kekasih yang sangat terkenal di kota tersebut bernama Nicholas.

Alicia yang tidak tahu bila dia memiliki saudara kembar begitu juga sebaliknya, kehidupannya berubah setelah orang asing masuk dalam kehidupannya dan menjadikan dia sebagai wanita tawanan dari Pria asing tersebut yang menganggap dirinya sebagai Alice.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anggi (@ngie_an), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan Grey pada pernikahannya

"Apa? Grey bilang tidak mau menikah dengan wanita yang Papa bawa pulang! Grey sudah punya wanita pilihan sendiri, Pah!" ucap Grey yang membalikan tubuhnya.

"Keenan, Papa sudah mengeluarkan lima puluh miliar untuk bisa mendapatkan wanita itu, dia perempuan baik, Kee! Papa tidak terima penolakan dari kamu! Minggu lusa kamu menikah dengannya atau Papa akan nikahkan kamu dengan Peter!" ancam Dominic.

"Ya Tuhan, Pah!" ucap Grey yang begitu kesal dengan tindakan sang ayah.

"Kee!" kali ini Agatha meminta langsung pada anaknya dengan wajah yang membelah.

Hati Grey yang tidak tega melihat sang Ibu mengeluarkan air mata seraya meminta kepadanya, membuat Grey merasa frustasi dan langsung mengiyakan permintaan Agatha.

"Oke! Grey akan menikah dengannya, tapi aku punya persyaratan dari kalian!" Grey melihat raut kedua orang tuanya seakan menunggu jawaban apa reaksi dari Dominic dan juga Agatha.

"Apa?" tanya Dominic.

Agata langsung menyuruh anaknya untuk duduk kembali membahas soal pernikahan yang akan dilangsungkan dalam waktu yang dekat. "Apa permintaanmu, Sayang? Katakanlah, Nak!"

Grey langsung membuat persyaratan kepada kedua orang tuanya, pertama dia meminta pernikahan tersebut bersifat privasi, kedua Grey meminta bahwa dia akan menikahi wanita yang dia inginkan tanpa harus meminta izin dulu kepada istri pertama ataupun kedua orang tuanya dan ketiga, dia ingin pernikahan tersebut menjadi perayaan pesta bertopeng.

Sehingga tidak ada satu orang pun yang mengenali calon pengantin wanita, apabila kedua orang tuanya tidak menyetujui persyaratan yang sudah diajukan oleh Grey, maka dia tidak akan mau melangsungkan pernikahan tersebut.

"Ok, Papa setuju!" sahut Dominic dengan cepat karena bagi dia setidaknya sang anak mau menyetujui pernikahan dengan Alicia.

Dominic tidak mau mengeluarkan uang lima puluh miliar dalam cuma-cuma, karena itu apapun permintaan Grey akan dikabulkan selagi dia mau menjalankan pernikahan tersebut agar sang istri senang.

"Oke, deal! Setelah itu, Grey berharap sama Papa dan Mama tidak ikut campur dalam kehidupan rumah tangga aku!" ujar Grey.

"Mama dan Papa tidak akan ikut campur dalam urusan rumah tangga kalian, asalkan masih di batas kewajaran... yang Mama inginkan adalah kalian bisa memberikan Mama seorang cucu-cucu yang cantik, ganteng dan menggemaskan!" ucap Agatha.

"Grey gak janji! Tapi akan di usahakan untuk Mama," balas Grey dengan santai.

"Auuhhmmm, makasih sweetie!" Agatha langsung memeluk anaknya sembari berkata, "Oh iya, jangan lupa kamu hubungin dia, ya! mama sudah bilang sama siapa namanya lupa ... pokoknya kamu harus hubungi dia!"

Grey melihat Agatha memberikan ponselnya yang menghubungi ke arah Alicia, dengan ragu-ragu Grey mengambil ponsel ibu kandungnya tersebut dan melihat sambungan terus terhubung.

Tidak lama kemudian, panggilan pun terjawab terdengar sahutan dari seberang telepon. Suara yang lembut, halus dan juga tutur kata yang baik menjadi nilai plus pertama yang Grey dengar.

"Iya, hallo? Mah?" Suara Alicia membuat Grey langsung mengingat kenangan di mana pria itu berhasil merasakan manisnya madu. "Mah?"

Agatha langsung menyadarkan Grey dengan menyenggol lengan anaknya tersebut, kemudian menyuruh untuk menyahut panggilan dari Alicia dengan bahasa isyarat.

Grey pun langsung mengambil ponsel tersebut lalu menjauh dari kedua orang tuanya yang begitu penasaran dengan perbincangan mereka, dia masih terus meresapi suara lembut yang keluar dari seberang telepon.

"Hallo, Mam, ada apa?" tanya Alicia.

"Eehm ... ini saya, Keenan!" sahut Grey yang berdeham terlebih dahulu untuk menetralisirkan rasa canggung.

Sontak untuk beberapa saat keheningan pun tercipta, di mana Alicia terpaku ketika mendengar suara bariton yang hampir membuat jantungnya copot.

Suara Grey membuat ingatan Alicia kembali ditarik lagi ke masa di mana dia ingin melupakan tentang kejadian siram itu, rasa bencinya tiba-tiba muncul ketika wajah pria yang dia benci langsung berada di ingatannya.

"Halo," ucap Grey yang menerobos keheningan.

"Ah, iya ... hmmm, kenapa?" tanya Alicia yang langsung tersadar dan menguatkan dirinya untuk melupakan kejadian tersebut.

"Dengar, apapun alasan kamu untuk menikah dengan saya sehingga Dominic mau memberikan lima puluh miliar kepada kamu, yang jelas saya ingatkan kamu. Saya mau kamu tidak mencari informasi apapun tentang saya baik itu sebelum ataupun menikah ini terjadi. Mengerti?" ucap Grey dengan pelan agar pembicaraan dia dan juga Alicia tidak didengar oleh kedua orang tuanya.

"Satu hal lagi, saya ingin kamu tidak mencampuri kehidupan pribadi saya setelah menikah nanti! Paham?" ucap Grey dengan tegas.

"Iya," sahut Alicia dengan pasrah ketika dia sudah tahu persyaratan yang diajukan oleh calon suaminya itu menandakan bahwa Keenan terpaksa menyetujui pernikahan tersebut.

"Bagus kalau kamu mengerti!" Grey langsung mematikan sambungan teleponnya lalu kembali membalikkan tubuhnya.

Pada saat itu pula Grey melihat kedua orang tuanya menguping tepat di belakang dia meski jarak mereka tidak begitu dekat, sorot matanya pun menatap sinis ke arah Dominic dan juga Agatha menandakan bahwa dia tidak senang.

Walaupun demikian, Grey tidak bisa marah kepada kedua orang tuanya. Dia pun hanya membuang napasnya dengan kasar seraya menyerahkan ponsel pada Agatha.

Dominic dan Agatha hanya memasang wajah polosnya sembari melebarkan bibir yang memperlihatkan gigi putih mereka, mereka berharap bisa mendengar apa yang dikatakan oleh anaknya tersebut tetapi seberapapun rasa penasaran mereka tetap saja hasilnya nihil.

"Gimana? Apa yang kalian omongin? Apa kata calon istri kamu? Bagaimana pendapat kamu?" Agatha menanyakan pertanyaan yang begitu beruntung kepada Grey, rasa penasarannya sudah tidak bisa dia bendung lagi.

Namun, Grey hanya mengangkat bahunya saja tanpa menjawab satu pertanyaan sang ibu, sedangkan Dominic mencoba benarkah apa yang dikatakan oleh Grey terhadap Alicia.

"Apa kamu mengancamnya?" tanya Dominic yang mengerutkan keningnya.

"Hanya sedikit, agar dia tahu batasannya!" ucap Grey.

"Astaga, ini anak! Awas kalau kamu berani macam-macam sama calon menantu Mama, Mama nggak akan segan-segan membuat perhitungan dengan kamu! Walaupun kamu itu anak Mama!" ancam Agatha yang kesal dengan anak semata wayangnya.

***

keesokan pagi, Alicia bergegas untuk pergi ke toko tempat dia bekerja karena hari ini dia berencana untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya tersebut. Dia keluar dengan penampilan yang berbeda dari sebelumnya, pakaian yang baru saja dibelikan oleh mertuanya.

"Alicia? Kamu mau ke mana, Sayang?" tanya Susan saat melihat penampilan Alicia jauh lebih berbeda.

"Mau ke toko," sahut Alicia dengan jujur.

"Loh, kamu masih bekerja di toko itu? Ya ampun, emang mertuamu tidak melarang kamu?" tegur Susan.

"Aku mau risen, Mah!" ucap Alicia dengan jujur.

"Syukurlah kalau begitu, hati-hati ya di jalan!" Susan langsung memeluk anaknya.

"Alicia pamit dulu!" Alicia mencoba melepaskan pelukan Susan dari tubuhnya kemudian memilih untuk keluar dari rumah.

"Cih, lihat saja nanti! Seberapa lamanya kamu ada di posisi atas?" Pricilia yang melihat ibu kandungnya begitu perhatian terhadap adik tiri merasa cemburu.

Sementara di posisi Alicia, baru saja gadis itu melangkahkan kakinya keluar dari pagar rumahnya, tiba-tiba mobil yang dia kenal menghampirinya.

Pintu kaca mobil itu pun terbuka dan memperlihatkan seseorang yang mengemudi, orang yang paling dia benci yang sudah menusuknya dari belakang yaitu sahabatnya.

"Al, gua antar yuk! Sekalian mau ke kampus gua," ucap Veronica pada Alicia yang seakan-akan tidak pernah terjadi sesuatu di antara mereka.

"Terima kasih atas tawarannya, tapi maaf aku sudah memesan taksi online." Alicia sama sekali tidak menunjukkan sikap ramahnya kepada sahabatnya itu.

"Lo kenapa? Marah sama gua? Sorry, kemarin gue nggak bisa hadir di acara ulang tahun loh karena gua lagi di kota C di rumah saudara gua!" Veronica merasa bersalah kepada Alicia padahal alasan yang tepat adalah dia sedang menghabiskan manisnya percintaan mereka dengan Marvel selama beberapa hari.

"Santai aja, gua nggak masalah kok, dan gak marah juga, tapi memang gua udah kesan taksi online!" ucap Alicia yang ingin muntah mendengar permintaan maaf sahabatnya.

"Oh, beneran gak marah? Ok kalau begitu, hati hati ya, salam buat Marvel," ucap Veronica tanpa berdosa.

Alicia hanya tersenyum paksa ketika mobil Veronica perlahan mulai menjauh dari sudut pandangnya, dia pun langsung terjatuh ke bawah ketika perasaannya tidak bisa dibohongi. Hatinya terasa sakit meski dia ingin mencoba melupakannya, melupakan tentang penghianatan yang dilakukan oleh sahabat dan juga kekasih tercinta.

To be continued...

1
Mira Erlan Sopi Erlan
selingkuh boleh tp jgn smpi gituan ya.takutnya hamil bingung ank siapa
Rere Niae Cie'kecee
kok ga up"tour🙏🙏🙏
Amelia Harianja
thord kenapa belum up
bolak balik ke sini belum up juga
semangat thord
Ning Ning
kok aku kesal sama Alicia ya ga tau diri udah di tolongin sama keluarga nya selingkuh pula dan bibirnya udah di cium sama si Jacob sungguh menjijikan kalo aku jadi grey sih lebih baik cerai dari pada sama wanita murahan itu ga bisa jaga iman lebih baik Alice yang terus bersama sang kekasih
Megabaiq
ini bukn novel tp certa petak umpat,,,bkin crta yg msuk di akal knp torrr...trllu byk yg gk logis....
Ning Ning
aku mampir Kaka
Megabaiq
alahhhh crta novelmu trllu mmbosankn,,jeduluan bosen bca....maaf smpe sni jha...
Megabaiq
terllu byk liku2nya toorr
Megabaiq
cerita novelmu terllu lebay....masak 50 m,ak jg gk trllu suka dgn nma2nya,hmpir smua sma
Ema Sukmawati
👍
༄༅⃟𝐐Vita Shafira𝆯⃟ ଓε💞🌏
apa Dinda gk ada rasa rindu pada Alicia yg telah di tinggalkan bertaun tahun
Fatimah D'Ratu
kok Dinda dingin ke anak kandungnya sendiri
Coretan Kertas
Cemungut 😍
Sedang mengetik...
aduhh typo nya bnyak bgt.... 🤦🤦🤦
HIATUS: iya kak, maklum jumkat 😂 wait di perbaiki
total 1 replies
Sedang mengetik...
kira kira gimna ya reaksi Nicholas nanti ketika dia tau penyebab Alice tertembak karna data yg sudah dipalsukan grey,,,
mOnd3 ℘ꫀׁׅܻׅ݊꯱ꫀׁׅܻ݊ƙׁׅ🤗ᵇᵃˢᵉ
semangat selalu ka'... ini cerita sangat menarik sekali sayang kalo di lewatkan🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Sedang mengetik...
gak ada terima kasih nya sama sekali si dinda ,,, padahal udah di tolongin anak kesayangan nya ,,,
mOnd3 ℘ꫀׁׅܻׅ݊꯱ꫀׁׅܻ݊ƙׁׅ🤗ᵇᵃˢᵉ
q bahagia q juga sedih dan juga sakit hati... ini rasa'y nano" sekali, q bahagia kini Alicia tau dia kembaran Alice q terharu sama Nicholas yang mau menjatuhkan harga diri'y untuk Grey, dan q sakit hati karna ma" kandung Alicia dia masih egois bahkan tidak mengucapkan kata makasih pada Alicia yang telah mendonorkan darah buat Alice😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Sedang mengetik...
nah loh lagi keadaan gawat darurat aja Lo ingat sama Alicia kemaren kemaren kemana aja Lo Bu...
ummi_Շɧ𝐞𝐞ՐՏ🍻muneey☪️
ceritanya bagus kak.. cuman agak diperbaiki lagi ya kata2nya.. ada beberapa yang bikin bingung 🙏🙏.. tp aku suka ceritanya..
HIATUS: iya kak... hahah makasih ya jangan bosen ingetin 😂 lagi kejar jumkat
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!