Jika aku bisa memilih antara dia atau dirimu maka aku tak kan pernah ingin mengenal kalian..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selvi Noviyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 16
"Bahagia selalu sayang.. nanti setelah baby kita terlahir akan sangat lengkap keluarga kita .. " ucap Dion dengan mengecup kening Dera
Dera yang mendengar ucapan sang suami pun seakan terenyuh. Harapan sang suami akan kehadiran sang baby membuatnya bahagia walaupun harus bertaruh nyawa.
"Entahlah mas aku hanya bisa pasrah namun aku bersemangat untuk tetap menunggu kedua baby kita terlahir di dunia ini..Setidaknya setelah aku pergi dirimu tak akan kesepian, dan akan ada si kembar yang menemani kamu.. " Batin Dera
Tanpa terasa di dalam pelukkan sang suami, Dera pun menitihkan Air mata membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini. Penyakit yang ia derita berisiko tinggi. Gangguan pada ginjalnya membuatnya takut akan keadaan sang calon baby yang saat ini ada di dalam kandungannya.
"Sayang... " panggil Dion yang merasakan basah di bahunya.
"Kamu menangis hem.. apakah ada kata-kata ku yang membuat mu bersedih kah?" Ucapnya dengan melepaskan pelukkan sang istri menatap wajah sang istri yang saat ini menundukkan wajahnya
"Maaf sayang.. " Sambungnya dengan tangan yang mengusap air mata yang ada di pipi sang istri, Dera.
"Aku bahagia mas dan tidak sabar menunggu mereka di tengah-tengah keluarga kita" ucap Dera mengelak pertanyaan Dion
"Benarkah..? " jawab Dion
"Jika ada sesuatu yang membuat mu menjadi beban katakan sayang.. dan ingat ada aku yang selalu memberikan pundak ku untuk sandaran mu dan tangan ku yang selalu menggenggam tangan mu" Ucap Dion dengan menatap wajah Dera yang kini tersenyum menatap dirinya.
"Iya sayang.. Terimakasih ya " Jawab Dera dengan tersenyum ke arah Dion.
"Ya udah ayo masuk kita sarapan bersama mas " ajak Dera dengan mengalihkan pembicaraan
"Ya udah ayo sayang.. " jawab Dion dengan tangan yang menggenggam tangan Dera dan sesekali dia cium dengan mesra
Sedangkan di dalam ruangan terlihat anak-anak panti yang telah di hadapkan piring yang berisikan nasi lengkap dengan sayur dan juga ikan yang tersaji dengan rapi
Mereka menikmati hidangan apa adanya tanpa berkeluh kesah ingin meminta yang lebih.
Melihat anak-anak yang semangat jelas di depan matanya membuat Dera merasakan saat-saat ia masih kecil yang di mana ia belum merasakan beban dan juga fikiran yang saat ini membuatnya takut namun rasa takut itu hilang seketika karna harapan dan juga lebih besar dari keinginannya untuk melihat kedua malaikat kecil yang ada di dalam perutnya saat ini
Tangannya mengelus pelan perutnya sendiri ia merasa tertegun saat sang baby yang begitu cepat merespon dirinya saat ini. elusan yang ia berikan seakan membuatnya melupakan akan semua rasa takut dan juga sakit yang di deritanya ia yakin bahwa ia bisa bertahan demi suami dan juga kedua baby yang ada di dalam perutnya.
"Semoga kalian baik-baik saja sayang, do'akan Ibu kuat ya sampai kalian terlahir ke dunia ini.. walaupun ibu tidak tahu bagaimana setelahnya, namun ibu percaya bahwa kalian lah yang bisa menjaga ayah kalian.." Batin Dera dengan mengusap perutnya dengan pelan dengan pandangan menatap sang suami yang saat ini membawa satu piring yang berisikan nasi dan juga lengkap dengan sayur-sayuran
"Sayang.. kamu aku suapin aja ya.." Ucap Dion dengan wajah tersenyum menatap wajah sang istri
"Iya sayang, terimakasih ya " ucap Dera dengan membuka mulutnya menerima suapan yang di berikan oleh sang suami..
...****************...
...Seberapa kuat dirimu menahan dia, Dia yang bukan lah takdir untukmu akan tetap pergi.. Namun seberapa besar dirimu menolak maka dia akan tetap bersama mu.....
... Karna Takdir tidak lah salah dan waktu pun tidak lah salah.. Waktu bukan salah melainkan ia memberikan pelajaran agar dirimu lebih dewasa dalam berfikir dan juga bertindak.....
...Semangat 💜...
...----------------...
Rate, favorit, Like & Komen..
Salam Kenal🤗
Salam Sayang 💜
Justru karena mencintai itu rela mengalah membiarkan Dia bahagia dengan Dunianya dan kebebasannya tanpa harus terkekang dengan segala aturan yg kita buat.
Level tertinggi mencintai itu, ketika kita rela melepaskannya disaat hati sangat mencintainya 😊
Hingga akhirnya jatuh sejatuh²nya dan berakhir dengan kecewa dan luka.
Apabila semua itu blm siap maka jaga hati untuk tidak jatuh cinta 🤧
Bukan perpisahan yang ditangisi, tapi pertemuan yang harus disesali..
Kecewa sama diri sendiri dan hati yang begitu mudahnya jatuh cinta dan terbuai 🥺
ada hubungan apa merekaa sama dera..