NovelToon NovelToon
Looking For Murder

Looking For Murder

Status: tamat
Genre:Action / Misteri / Mafia / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Bas_E

Kisah ini adalah kisah seorang perwira menengah kepolisian Osaka yang bernama Takagi Fujimaru, 35 tahun, bersama rekannya Kaoru Usui, 30 tahun, yang mengungkap kasus pembunuhan berantai. Kasus ini terinspirasi dari kisah nyata pembunuhan berantai yang terjadi di Hongkong pada tahun 1982. Dalam bekerja mereka dibantu seorang dokter ahli forensik yang bernama Keiko Kitagawa, 35 tahun. Bagaimanakah kisah perjuangan mereka mengungkap kasus dan menemukan pelaku yang sesungguhnya ?
Selamat membaca....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bas_E, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ku Menangis Membayangkan ...

Senin, 26 September 2020. Pukul 09.00 pagi.

Keiko baru tiba di rumah sakit tempat dia bekerja. Ketika baru akan membuka pintu ruang kerjanya, dia dikejutkan oleh kedatangan seorang pria dengan setelan jas lengkap.

" Selamat pagi, Dokter Keiko" Lelaki itu membungkukkan sedikit tubuhnya di hadapan Keiko

"Selamat selamat pagi"

"Hiroshi dari kantor pengacara Hiroshi & Co. Maksud kedatangan ku ke sini, ingin menyerahkan surat gugatan perceraian klien kami yang bernama Mr. Geoffrey Lafayette"

Deg. Jantung Keiko berdegup kencang. Dunianya seakan berhenti berputar. Walaupun dia tau, cepat atau lambat hal ini akan terjadi, tapi tetap saja dia tidak siap. Keiko tidak menyangka akan secepat ini suami yang sangat dicintainya ingin menceraikannya.

"Aku datang ingin menyerahkan berkas yang harus anda tanda tangani" Sambil menyerahkan map warna biru yang berisi berkas gugatan perceraian Geo padanya. Keiko mengambil berkas itu dari tangan Hiroshi.

Dibukanya lembar demi lembar berkas itu.

"Geo sudah tanda tangan, ya?"

"Sudah Nyonya. Kata Mr. Geo, ini akan mudah. Karena kalian sudah sepakat untuk berpisah"

"Aku bawa dulu berkas ini. Besok anda bisa datang lagi ke sini. Aku belum bisa tanda tangan sekarang. Bisa ya Tuan Hiroshi?"

"Tentu saja, bisa. Kalau begitu aku permisi dulu. Besok aku akan datang lagi ke sini"

" Baik. Sampai ketemu besok, Tuan Hiroshi"

Hiroshi pun berlalu dari hadapan Keiko. Keiko hanya memandang hampa punggung sang pengacara yang menghilang di tikungan lorong. Ia pun menarik nafas yang tiba-tiba terasa sesak di dadanya. Berusaha menguatkan diri, dengan menggenggam erat berkas perceraiannya, Keiko berniat masuk ke ruang kerjanya.

"Dokter, Keiko"

Rekan kerja Keiko, Sora terlihat berjalan cepat ke arahnya. Keiko yang ingin masuk ke ruangannya, serta merta berhenti begitu mendengar seseorang memanggilnya.

" Ya, Sora ada apa?"

"Hasil tes DNA untuk saksi dari korban atas nama Cho Katou, sudah keluar, Dok"

Sora menyerahkan map coklat yang berisikan berkas yang sudah ditunggu-tunggu itu.

Keiko mengambil map yang telah disodorkan Sora kepadanya dan membukanya dengan cepat.

"Hem. Terimakasih Sora. Berkas ini akan aku serahkan ke Takagi. Kita tinggal tunggu hasil DNA untuk korban Ayumi"

" Baik, Dok. Aku segera menyerahkannya padamu, begitu hasilnya keluar"

"Terima kasih Sora"

"Sama-sama, Dok. Aku akan kembali ke ruangan ku"

Begitu Sora meninggalkannya, Keiko masuk ke ruangannya dan menutup pintu dengan cepat. Dia bersandar di pintu dan mendekap kedua map itu di dadanya. Perlahan tubuh yang terlihat kuat tapi rapuh itu, melorot ke lantai. Ia terisak tanpa melepas ke dua map itu dari dekapannya. 2 pukulan telak menghantam hatinya. Surat gugatan perceraian atas dirinya dan bukti kecurangan yang dilakukan sang suami pada nya. Berkas hasil uji DNA ke 4 saksi, Yaitu Reiji Mano, Arata, Mr. Jo dan Yugami. 3 orang dinyatakan cocok dengan cairan yang diambil dari kema luan korban yaitu 3 orang pertama. Dan 1 DNA baru yang belum diketahui identitasnya. 1 sampel pembanding lain yang di bawa Keiko dari rumahnya, dinyatakan cocok dengan salah seorang saksi. Mr. Jo alias Geoffrey Lafayette, adalah pelanggan terakhir itu.

Walaupun ia sudah tahu suaminya berbuat curang di belakangnya, rasa sakit itu ternyata tetap ada.

"Ya Tuhan. Kenapa sakit sekali"

Keiko duduk dilantai dengan kaki di tekuk. Berusaha menahan suara tangisnya hanya dengan menyisakan isakkan. Keiko yang malang, kenapa semesta begitu kejam padanya.

Namida ga afurete shimau**

Ku menangis membayangkan

Kurushikatta kimi to no jikan wa

Betapa kejamnya dirimu atas diriku

Uragitta kimi

Kau duakan cinta ini

Ano hito he muite’ku no ooh

Kau pergi bersamanya

Namida ga afurete shimau

Ku menangis melepaskan

Kimi ga inai boku no sekai ima

Kepergian dirimu dari sisi hidupku

Wasurerarenai de

Harus slalu kau tahu

Kizutsuita hou wa boku nandayo

Akulah hati yang telah kau sakiti

***

Sementara itu di kantor kepolisian Osaka, Takagi sedang menyiapkan laporan kerjanya untuk diserahkan kepada atasannya Kòmandan Hajime. Tiba-tiba ponsel yang terletak di atas meja kerjanya bergetar.

Drrtttt... Drrrrttt...

" Ya, Dok"

"Detektif, hasil uji DNA sudah keluar. Aku kirim ke email mu sekarang "

"Ok, sebentar "

Takagi membuka mail box email nya melalui laptop yang sudah terbuka dihadapannya.

" Dokter, anda masih di sana?"

"Ya. I am here"

"Hasilnya positif untuk ke 3 saksi. Yaitu, Reiji Mano, Arata dan Mr. Jo. Sementara itu Negatif untuk Yugami. Dan ada 1 DNA yang masih misteri. Apa ada kemungkinan ini DNA pelaku? "

"Besar kemungkinan begitu, Detektif"

"Sudah ada petunjuk kasus pertama. Semoga pada jenazah kedua, ada tambahan petunjuk"

"Semoga, Detektif"

"Oh iya, Dok."

"Ya.."

"Bagaimana dengan nama yang familiar di telingamu waktu itu ? Apakah orang yang sama dengan kenalan mu?"

Terdengar helaan nafas berat di telinga Takagi.

" Dok. Are you ok?"

"Yes I am ok. Sayangnya iya, Detektif" Ucap Keiko pelan, hampir tak terdengar.

"Siapa dia, Dok?"

"Maaf aku tidak bisa membicarakannya untuk saat ini. Aku tutup dulu, Detektif. Masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan"

"Baiklah"

Tut..tut..tut

"Aku mengerti perasaan mu saat ini, Dok. Apakah aku harus berpura-pura tidak tau saja?" Gumam Takagi.

Sementara itu, Keiko yang baru saja menutup sambungan telepon, menatap nanar pada berkas yang bersampulkan map biru. Ia membaca poin demi poin kesepakatan yang harus ia tandatangani. Geo tidak menuntut apa-apa, hanya meminta perpisahan mereka. Sementara itu, masalah harta yang telah diberikan pada Keiko, ia tidak memintanya kembali, termasuk apartemen, mobil dan sejumlah uang yang disimpan dalam tabungan.

Dengan bergetar, Keiko menandatangani

berkas itu.

"Done. Selesai sudah. Semoga setelah ini tidak ada lagi air mata kesedihan di hidupku. Ku harap kau bahagia dengan pilihanmu, Geo"

***

Angin sore itu berhembus agak kencang. Matahari senja telah menampakkan keindahannya. Burung-burung terbang kembali ke sarang setelah seharian menjemput karunia Tuhan yang ditebarkan di seluruh penjuru bumi. Menopangkan kedua sikunya pada pembatas gedung, Keiko menikmati semua pemandangan alam itu dari rooftop rumah sakit. Sementara itu, di bawah sana sibuknya lalu lintas berbagai jenis kendaraan yang berlalu lalang tiada henti, walaupun senja sudah menjelang.

"Kau di sini rupanya" Suara Takagi membuyarkan lamunan Keiko, refleks ia melihat ke arah datangnya suara.

"Detektif, kau mencariku?" Keiko mencoba tersenyum

"Aku mau mengajakmu makan siang, sebenarnya. Tapi aku tidak menemukan mu. Ehh ternyata kau di sini"

"Makan siang? Ini sudah sore, Detektif"

"Iya sih. Tapi anggap saja masih siang. Matahari masih bersinar, walaupun sudah redup. Kau mau menemaniku? Tidak jauh dari sini ada kedai makan seafood. Aku dengar makanannya enak. Kau tidak ada alergi seafood kan?

" Tidak. Aku tidak ada alergi makanan apapun"

"Kalau begitu ayo, tunggu apa lagi. Hitung-hitung healing sebentar dari rutinitas"

"Kau ternyata suka memaksa ya?"

"He he.. Sedikit" Sambil tersenyum memarkan deretan gigi putihnya yang rapi.

"Baiklah. Aku simpan jas kerjaku dulu. Kau tidak keberatan menunggu sebentar"

"Tentu saja tidak, Dok" Jawab Takagi cepat.

"Menunggu dirimu seribu tahun saja aku sanggup, apa lagi kalau cuma sebentar" Gumam Takagi kemudian.

"Maaf, kau bilang apa barusan?"

"Ehh.. Tidak. Bukan apa-apa" Takagi menggaruk tengkuknya yang mendadak gatal, sambil tetap memamerkan senyum pasta giginya.

***

** Aku nemu lagu itu di youtube. So, jangan protes.. 🤭

1
ramanda
tubuh yusa diambil alih sota sebelum akhirnya bertemu mbak kunti dan dibanting sampai pingsan selama dua bulan. mungkin.
ramanda
aku rasa biksu itu bukan hantu atau biksu asli, tapi kepribadian baru yusa.
ramanda
wow dua bulan di dalam hutan dan masih hidup ? bagaimana cara dia bertahan hidup ?
ramanda
fuji pemilik gunung kembar kesayangan geo.
ramanda
Subhanallah .. sungguh anak yang malang.
ramanda
jadi selama ini ayahnya tau tapi menutupi fakta, dan ibunya .. sama sekali tidak tau penyakit mental anaknya. 😥
ramanda
padahal sekolah di jepang baru mengajarkan calistung ketika anak berada di sekolah dasar. atau sekitar usia 7 tahun.
ramanda
apakah ren adalah kepribadian lain dari yusa ?
ramanda
tak bisa berkata kata menyaksikan adiknya berdebat dengan dirinya sendiri.
ramanda
pelakunya mengidap penyakit kepribadian ganda. apakah yusa juga yang melakukan pembunuhan terhadap cho, ayumi, dan adriana ?
ramanda
yusa ? memiliki kepribadian ganda atau alter ego ?
ramanda
pelaku mengenal hikari ?
ramanda
benjorka. benjiro bjorka.
ramanda
perempuan mengucapkan love you kepada perempuan lain akan terdengar biasa saja sejauh kita tidak tau kalau mereka menyimpang.
ramanda
sora kah ? hahaha
ramanda
doa baik saja belum tentu dikabulkan apalagi doa buruk 🤣
ramanda
aku sudah curiga saat dia bilang tentang pilihan hidupnya dan benci lelaki. ternyata memang menyimpang.
ramanda
yang benar usia takagi 39 atau 35 tahun ?
ramanda
kalau melakukan pelepasan di dalam, besar kemungkinan ditemukannya DNA tetsuya.
ramanda
ternyata diam2 perempuan juga berimajinasi ke arah sana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!