Dalam masa revisi!
Tyara Queen Nesya, gadis berusia 23tahun. yang harus menihkah dengan laki-laki dingin bernama Alfin Sanjaya. hanya untuk melunasi hutang Ayahnya yang berjumlah Milyaran rupiah!
Bagaimana kehidupan Tyara setelah menihkah dengan Alfin? Akankah hidupnya akan bahagia atau sebaliknya.
Sampai Tyara meninggal kan Alfin. dan membawa anak dalam kandungan nya pergi jauh dari kehidupan Alfin.
Saat umur Anak Tyara, berusia 17 tahun ia berniat membalas kan dendam kepada Papah nya karna mengira telah melantar kan nya begitu saja. sampai saatt di mana diri nya mengetahui jika Papah nya tidak bersalah dan dalang ke hancuran keluarga nya di sebabkan oleh paman nya sendiri..!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16
Sore harinya Tyara terbangun dengan keadaan tubuh yang sangat lemas., merasakan nyeri di selangkangannya. akibat bergulat selama hampir 3jam. dirinya celingak-celinguk mencari keberadaan Alfin hingga matanya tertuju kepada pintu kamar mandi yang baru saja dibuka dan nampaklah Alfin dengan tubuh yang masih basah dan handuk yang melilit di pinggangnya. sehingga tubuh Atletisnya terlihat dengan jelas..
Alfin berjalan menuju lemari, mengambil pakaiannya dan memakai di hadapan Tyara. setelah memakai pakaiannya dirinya berjalan menghampiri ranjang, duduk di pinggir ranjang dan menarik selimut yang menutupi tubuh Tyara yang telanjang hingga membuat Tyara malu, dan langsung menutupi area terlarangnya menggunakan kedua tangannya.
"Tu...tuan"
"Biarkan, saya memandangi tubuhmu" Ujar Alfin menarik pelan tangan Tyara
"Ta... tapi tu.. tuan" Ucap Tyara malu
"Turuti saja"
Lama Alfin memandangi tubuhnya hingga pintu kamar diketuk oleh seseorang yang mana membuat Alfin mengumpat kesal.
Shittt!
Kalau saja tidak ada ketukan pintu di luar kemungkinan Alfin akan kembali berbuat hal itu kepada Tyara.
"Kau mandilah sana setelah itu kita turun ke bawah" Ujar Alfin dan Tyara segera melilitkan selimut ketubuhnya dan berjalan masuk kedalam kamar mandi...
Sedangkan Alfin ia berjalan untuk membukakan pintu untuk melihat siapa, yang sudah mengganggunya.
'Ceklek' Suara pintu dibuka.
"Mama" Ujar Alfin terkejut.
"Sayang" Ucap Marisa sambil memeluk erat dan mencium kedua pipi Alfin.
"Kau sejak, kapan menginap disini?" Tanya Marisa seraya berjalan melewati Alfin masuk kedalam kamarnya. dan berjalan kearah ranjang.
"Kemarin" Jawab Alfin mengikuti langkah kaki mamahnya.
"Ouh, ya? dmnaa perempuan itu?" Ujar Marisa menanyakan keberadaan Tyara.
"Dia tidak tidur diranjang ini kan" Tambahnya lagi
"Ti.. tidak Mah tidak" Ucap Alfin tergugup.
"Lalu dimana dia?" Tanya Marisa celingak-celinguk.
"Di... dia aku tidak tau dimana Ma" Ucap Alfin seraya duduk disamping Mamanya.
Ck, berdecak keras dan berkata" Baiklah segeralah turun kebawah ada yang ingin mamah bicarakan" Ujar Marisa berdiri pergi meninggalkan kamar Alfin..
Sedangkan Tyara ia terlihat berkaca-kaca di dalam kamar mandi, sebenarnya dari tadi ia sudah menyelesaikan ritual mandinya. tapi dirinya tidak mau bertemu dengan Marisa. bukan karna tidak menghormati, tapi karna takut jika nanti Marisa akan menyelanya.
"Tyara, apa yang kau lakukan di dalam?" Ucap Alfin dengan suara keras dan mengetuk pintu kamar mandi, dengan kencang.
"Sebentar lagi saya akan keluar Tuan" Jawab Tyara dari dalam.
"Cepatlah!"
Tyara pun lantas, mencuci mukanya dan langsung keluar dari dalam kamar mandi tidak lupa ia memakai jubah mandinya...
"Besok kita akan pulang ke hottel." Ucap Alfin yang sedang duduk dibangku panjang samping jendela.
"Baik Tuan" Ucap Tyara menganggukan kepalanya.
"Jangan keluar kamar sebelum ada yang minta kamu turun kebawah" Ujar Alfin dengan tegas.
"Apa pakaian saya sudah kamu cuci?"
"Belum Tuan" Ucap Tyara takut, berpikir Alfin akan memarahinya tapi ternyata tidak
"Besok bawa saja pulang ke hottel, biar saya menyuruh orang untuk mencucinya" Ucap Alfin memandang kearah Tyara.
"Baik tuan"
"Pakailah pakaianmu, saya mau turun untuk berbicara dengan Mama saya" bangkit berdiri dan berjalan keluar kamar.
Tyara dibuat binggung dengan sikap Alfin yang sekarang, tapi dirinya merasa bahagia jika Alfin seperti sekarang walaupun terkadang masih angkuh, tapi Tyara tetap bersyukur.
Memakai dres berwarna hitam sebawah lutut menguncir rambutnya seperti ekor kuda, dan mempoles sedikit bibirnya dengan lipstik berwarna pink..
Duduk di depan meja rias. memperhatikan dirinya di depan cermin hingga dirinya teringat kejadian bersama Alfin sehingga membuat pipinya bersemu merah..
Salam hangat dari aku ❤
berasa pipiku yg ditampar tour🤪🤪😵😵