Berniat ingin membatalkan perjodohan dengan bersandiwara bersama seorang wanita yang tak sengaja ia tabrak.
Siapa sangka, bahwa ternyata wanita itulah yang akan di jodohkan dengan nya.
Bagai buah simalakama, nasi sudah menjadi bubur, dirinya sudah terlanjur mengatakan ingin menikah dan mencintai wanita tersebut.
Lalu, bagaimana kelanjutan kisah keduanya setelah menikah?
Akankah rasa cinta itu tumbuh? Atau malah harus berakhir setelah keduanya menemukan cinta sejati masing-masing?
Yuk, simak kisahnya om dokter Bastian dan gadis bar bar Denisa.
follow IG mommy : @Mommy_Ar29
Follow TikTok : @Mommy_Ar95
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nasehat
Sekitar pukul sebelas malam, sehabis mengobrol singkat dengan kakak dan papa nya, Bastian akhirnya mengalah dan pulang ke Apartment karena Nisa mendiamkan nya.
“Bas, ingat dia istri kamu. Kamu sudah menikah dan kemauan dia harus sebisa mungkin kamu penuhi asal masih dalam hal positif. Jangan buat wanita marah atau kau akan menikmati hasilnya sendiri nanti,” kata kai membuat Bastian langsung terdiam.
Menikmati hasil seperti apa yang di maksud oleh kakak nya. Namun Bastian hanya mengiyakan saja agar tidak panjang masalah nya.
“Bastian, bersikaplah lebih lembut pada istrimu. Jangan kasar atau acuh padanya, kamu pemimpin keluarga. Kalau kamu terus tidak mau mengalah dan tidak bisa membujuk nya, maka akan kau bawa kemana rumah tangga kamu hem? Kalian sudah sama sama dewasa, jangan bertengkar terus. Belajarlah mengalah, ambil hatinya dan pahami keinginan nya. Kalian sudah menikah tapi masih seperti anak kecil,” kata papa Krish menggelengkan kepala, “Kalian berdua mengingatkan papa sama Ken dan Naura, astaga.” Imbuh nya di sertai decak an.
Memang benar, bila di pikir dirinya dan Nisa memnag seperti Ken dan Naura. Selalu bersama, namun selalu bertengkar. Tapi mungkin lebih baik Ken dan Naura, karena keduanya bisa saling melengkapi, maksudnya Naura selalu bisa mengalah dan Ken selalu meminta maaf bila melakukan kesalahan. Anak dua itu selalu bisa membuat ramai suasana, kalaupun bertengkar itu hanya sebentar dan tak lama mereka akan akur lagi.
Sementara dirinya dan Nisa? Kalau bertengkar bahkan bisa sampai berhari hari karena di antara keduanya sama sama keras dan tak ada yang mau mengalah.
“Iya Pa, iya Bang. Nanti Bastian coba,” jawab Bastian sedikit malas.
“Jangan nanti tapi secepatnya. Papa juga sudah mau menambah cucu dari kamu Bas,” kata papa Krish membuat Bastian langsung menatap papa nya dengan wajah datar.
“Kalau kamu tidak bisa, kamu bisa belajar sama kakak kamu, dia sudah ahli, tuh lihat hasil cetakan nya sudah tiga.”
Uhukk huukk
“Papa!” seru Kai langsung tersedak kopi mendengar penuturan papa nya.
“Sudah sudah, intinya hanya itu yang mau papa sampaikan ke kamu. Ingat Bas, umur kamu sudah tidak muda lagi, kalau memang istri kamu tidak bisa menerima mu,kamu yang harus belajar menerima nya. Belajar nya mencintai dia, masa sudah belajar setengah tahu belum ada hasil nya sama sekali!” kata papa Krish meremehkan, membuat Bastian langsung mendengus kesal.
“Ah iya, coba kamu berikan Nisa obat seperti yang kamu berikan pada Kiara dulu. Tidak perlu waktu lama kan, pasti akan berhasil.” Kata Kai setengah berbisik.
“Bang! Kiara sama Nisa berbeda, Kiara type penurut, kalau Nisa—“ Bastian langsung terdiam, mana bisa dia asal menyuruh istri nya untuk meminum vitamin seperti itu.
Bastian menghela nafas nya kasar, ia pun memilih segera pamit dan menyusul Nisa yang sudah berada di dalam mobil sejak tadi menunggu nya.
“Maaf Lama,” kata Bastian saat melihat wajah Nisa yang nampak masih datar.
“Hem,” jawab nya singkat, lalu ia segera menyandarkan kepalanya pada kaca mobil dan melihat pemandangan malam yang begitu gelap. Ia masih kesal dengan Bastian namun ia juga tidak mau mendengar penjelasan laki laki itu.
Entahlah, saat ini Nisa hanya ingin merajuk, tidak jelas memang, namun dialah Denisa, keinginan nya sangat aneh dan kadang tidak jelas.
dulu pas kia ngidam kn om Abas yg repot