NovelToon NovelToon
Dear, My Baby [Tamat]

Dear, My Baby [Tamat]

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Renny Ariesya

Karena kejadian yang sangat membekas di masa lalunya. Serta korban iklan drama Korea. Akhirnya Naura Almira Atmajaya memutuskan untuk hamil melalui progam inseminasi tanpa menikah serta tak mau tahu siapa yang mendonorkan benih untuknya.

Beberapa bulan kemudian, permasalahan pun datang menghampirinya. Ternyata yang mendonorkan sperma untuknya adalah pria yang paling dihindarinya.


=========

Jangan lupa beri dukungan, vote, koment dan like.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renny Ariesya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16| Black Pork Street [1]

 

Naura membanting kasar pintu apartemen. Tanpa menghiraukan perutnya lapar, segera merebahkan tubuh ke tempat tidur. Dibenamkan wajahnya ke bantal. Seolah membenamkan semua masa lalu yang menyakitkan ke dasar relung hatinya yang terdalam. Menguburnya tanpa ada jejak-jejak yang menyakitkan lagi.

Rasa sesak di dadanya perlahan terefleksikan lewat isakan dari celah bibir plumnya, teredam lewat bantal. Karena keadaan kamarnya yang sunyi senyap, suara isakannya begitu jelas terdengar memenuhi ruangan.

“Arrrgh!”

Sosok manis ini menjerit tertahan dalam dekapan bantalnya. Menangis sepuasnya. Membiarkan air matanya tumpah ruah bagai sungai yang mengalir lancar ke muaranya. Karena terlalu banyak matanya mengeluarkan cairan bening. Menguras habis semuanya. Hingga kelenjar matanya tak mampu memproduksi air mata lagi. Naura pun kelelahan, sampai akhirnya tertidur.

Entah berapa lama sosok manis ini tertidur. Dering smartphone yang memekakkan telinga, memecah sunyi di kamarnya yang temaram, berhasil membuka paksa matanya yang bengkak dan terjaga sepenuhnya.

Naura menghela. Menghapus jejak aliran cairan bening di sudut matanya yang sayu. Lalu berdeham kecil, menetralkan suaranya yang parau, khas bangun tidur bercampur habis menangis. Sempat melirik pada jam di layar smartphone-nya, jam delapan malam sembari melihat siapa yang meneleponnya. Neil.

Tadi, ketika dalam perjalanan pulang ke apartemennya, usai pulang dari kediaman Raka. Dokter muda itu terus meneleponnya. Namun tak pernah digubrisnya. Hingga akhirnya berhenti sendiri sampai tiba di apartemen lalu ketiduran.

"Hallo, Kak? Ada apa?" tanyanya langsung.

"Naura? Kau baik-baik saja?" Terdengar suara cemas Neil di seberang telepon begitu nyaring di indera pendengaran gadis berambut almond sepinggang ini.

Naura menggigit bibir, lalu mengembuskan napas pendek seraya mengusap wajahnya yang bengkak. "Eung, ya, aku baik-baik saja."

"Kau menangis?"

Sosok manis ini terdiam cukup lama. Hingga akhirnya, kembali isakan kecil lolos dari bibirnya.

"Maafkan, Kakak, Naura. Enggak seharusnya Kakak bekerja sama dengan Raka." Suara berat Neil mengalun di telinga Naura. Tampak dari suaranya, dokter muda itu menyesali perbuatannya.

"Gak apa-apa, kok, Kak. Naura mengerti. Ini juga kesalahanku, hiks ..." Naura terisak sembari menyeka air mata dengan punggung tangannya. "...sedari awal, akulah yang menyuruh Kakak gak usah memberi tahu siapa pendonornya."

Lama keduanya terdiam. Hingga Neil di seberang telepon mengembuskan napas berat.

"Kau mau Kakak datang ke apartemenmu?" tawar Neil. "Kebetulan jadwal Kakak lagi kosong malam ini."

Naura menggelengkan kepala, meski dokter muda itu tidak melihatnya secara langsung. "Gak usah, Kak. Gak usah repot-repot."

"Sama sekali Kakak gak repot, Naura. Bagaimana kalau kita jalan-jalan di sekitar kompleks apartemen?" tawar Neil lagi.

"Makasih saja sama ajakannya, Kak. Tapi benaran, Kak. Gak usah. Aku lagi kepingin sendirian saja saat ini."

Lama tak ada jawaban dari seberang telepon. Entah apa yang dipikirkan Neil di sana. Hanya deru napas dokter muda itu yang terdengar lantang di telinga sosok manis ini.

"Kakak?" panggil Naura memastikan Neil masih terhubung dengannya.

"Ya?--- Huft! Baiklah, Kakak mengerti. Bila kau butuh apa-apa, segera telepon Kakak, oke?"

"Oke."

“Selamat malam, Naura. Satu lagi, jangan menangis lagi, ne.”

“Yup. Takkan menangis lagi,” jawab sosok manis ini sedikit lesu.

Terdengar bunyi beep panjang pertanda pria berkaca mata itu memutuskan sambungannya. Naura menarik napas panjang sembari meletakkan kembali smarthpone di sampingnya. Mengelus perutnya. Baru sadar Baby-nya belum dikasih makan apa pun.

"Oke, Baby. Hari ini kita jalan-jalan ke Black Pork Street. Kita lupakan semua masalah malam ini." Naura menepuk perut buncitnya setelah berdamai dengan hatinya yang sakit. Toh, tak ada lagi yang layak ditangisinya. Memasang mantel musim dinginnya, melangkah riang menuju pintu.

"Kita makan di sana, Baby. Kita sikat daging BBQ sepuasnya. Black Pork BBQ we're coming, yuhuuu~~. (≧∇≦)" Naura berseru gembira, seolah memang tidak pernah memiliki masalah dalam hidupnya semenjak dirinya dilahirkan ke dunia ini.

 

 

 

🍃Dear, My Baby🍃

 

 

 

"Astaga!!"

Sosok manis ini tersentak kaget ketika membuka pintu apartemen. Nyaris saja jatuh tersungkur saking kagetnya melihat sosok tiba-tiba Raka. Berdiri menyandarkan tubuh atletisnya ke dinding dengan kepala menengadah ke atas. Menerawang. Entah ada apa saja isi dalam kepala pemuda itu saat ini.

Naura menyipitkan mata. Sudah berapa lama Raka hanya berdiam diri seperti itu? Dilihat dari salju yang mencair, menetes di sela-sela mantel tebalnya, membasahi keramik di bawah kakinya, mungkin sudah sejam lebihan pria ini berdiri diam bagai manekin di depan etalase butik.

Naura mengembuskan napas. Buru-buru sosok manis ini memasukkan kembali kunci apartemen ke dalam tas selempang-nya, setelah sebelumnya memastikan apartemennya benar-benar terkunci rapat. Sebaiknya ia menghindari pria ini secepatnya.

"Kau habis menangis?" tanya Raka dengan wajah cemas - seketika menghentikan langkah sosok manis ini.

Pria ini maju selangkah, berniat mengelus wajah Naura. Hatinya berdesir halus melihat jejak air mata di pipi putih itu. Tanpa bertanya penyebabnya, Raka sudah tahu bahwa dia-lah muaranya.

Naura mundur selangkah. Tanpa sadar meraba wajahnya. Ya ampun, jeli sekali matanya. Padahal gue sudah memoleskan cream sedikit tebal ke wajahku.

"Bukan urusanmu." Naura menjawab ketus. "Kenapa kamu berdiri di samping pintuku?" tanyanya mengalihkan pembicaraan.

"Bukan urusanmu," balas Raka berpura-pura ketus dengan tersenyum tipis menggoda, meng-copy paste ucapan Naura. Sosok manis itu memutar bola mata.

"Hanya suka saja seperti ini," lanjut pria ini sembari melarikan jemarinya yang panjang ke rambutnya dan menyugarnya sekilas.

Naura berdecak samar. "Kalau gitu, teruskan saja acaramu itu. Aku enggak akan mengganggu."

Usai berkata, sosok manis ini memelesat menuju lift di ujung lorong. Sayup-sayup, indera pendengarannya menangkap suara berat langkah kaki di belakangnya. Raka berjalan agak gesa menyamai langkahnya.

"Naura, kau tak khawatir padaku?" Raka bertanya setelah berhasil berjalan sejajar dengan Naura. Menghidu sekilas udara di sekitarnya - sedikit terpapar oleh parfume sosok manis di sampingnya. Wangi vanila bercampur bedak bayi.

"Khawatir padamu? Mimpi kali." Naura mencibir sebal.

"Hmmm." Raka menggumam seraya mengelus pangkal hidungnya.

Mengerling sekilas sosok manis-nya, lantas mendesah pendek menatap pintu lift yang tertutup rapat di depannya. Jujur. Sesunguhnya ia memang mencemaskan sosok manis ini semenjak ke luar dari rumahnya tadi.

Diam-diam ia pun mengikuti Naura sampai ke apartemennya, memastikannya baik-baik saja. Lalu hanya diam berdiri di depan apartemennya sampai hatinya puas. Dan tanpa disangkanya sosok manis ini kembali ke luar dari apartemen. Entah akan pergi ke mana.

Semenit kemudian lift pun terbuka. Bergegas Naura masuk diikuti Raka di belakangnya. Di dalam lift, ada sepasang kekasih yang asyik bercumbu tanpa menghiraukan kehadiran Raka dan Naura di dalamnya.

Sosok manis ini membuang pandangannya ke arah lain. Pandangannya justru jatuh ke iris abu-abu Raka lewat pantulan kaca di depannya. Naura mencebik ketika pria ini tersenyum menggoda padanya.

Well. Ia tak punya pilihan lain selain menatap iris menggoda Raka, daripada melihat sepasang kekasih yang bercumbu. Yang secara tidak sengaja merangsang hormon-nya, juga ingin dicumbu, dipeluk, dan dicium.

Anjir, jadi ingin begituan juga. Errr ....

Naura bersungut-sungut dalam hati sembari mengepalkan tangan. Seolah ingin meninju pasangan mesum di belakangnya. Lalu melirik kembali pada Raka. Jujur, soal hormon-nya, memang akhir-akhir ini sering membayangkan pria ini.

Huft. Tarik napas, Naura. Jangan berpikiran pervert*.*

Pelan sosok manis ini mengembuskan napas panjang. Menggumam samar. Entah apa yang digumamkannya. Yang pasti, berusaha menghilangkan rona-rona kemerahan di pipinya, seolah kuncup bunga yang baru merekah di pagi hari, ketika memikirkan pria di sampingnya.

1
Febri Ana
mantaap thor ditunggu kelanjutannya
💟노르 아스마💟
miura di tukar dgn maura
💟노르 아스마💟
harapan nih buat lucas
💟노르 아스마💟
yess
💟노르 아스마💟
tgu akhir mu richard ...teresa sdh menjemput akhirx
💟노르 아스마💟
richad menculik naura ...astaga ...
💟노르 아스마💟
astaga ...jgn bodoh lah naura
💟노르 아스마💟
beneran vangke ini
💟노르 아스마💟
VANGKE ricard ini ya?
💟노르 아스마💟
penghalang utama teresa
💟노르 아스마💟
Luar biasa
she_
bisa memiliki anak dengan cara : 1. transplantasi rahim atau 2. mencari surgorate mother (ibu pengganti)

tolong digali lagi referensinya, jadi tidak salah
she_: jadi tidak bisa hamil hanya krn inseminasi
total 1 replies
Yati Rosmiyati
Niel jadi mata mata Raka deh
Yati Rosmiyati
kok aku curiga sama Niel jangan jangan kasih tau Raka kalau Naura mau ke Korea
Kris Sutia Ningsih
👍👍👍👍👍
Nichi Abie: Mohon maaf pemberitahuan ini terlambat, karena ketidak tahuan saya 😇 lanjutan RAHIM YANG DIKONTRAK yang sudah tiga bab saya pindahkan ke konten baru Rahim Yang Dikontrak 2. Terimakasih ats kesetiaan anda mengikuti karyaku ini 🙂👍🙏🙏
total 1 replies
Yuseva ❤️❤️
good job
Asma Susanty
liat promonya lewat di berandaku ,penasaran ,jadi aku mampir..
RiskyRamadhan Ramadhan
kerennn😍
Raden Ende Kusumawati
oke
Putri Adilamyska
ada seperti ini certanya tapi lupa judulnya dia belum menikah tapi ada rumor bilng dia mandul akhirx gagal nikahnya dan dia keluar negri dia jg program bayi tabng biar membuktikan klo dia tdk hamil... aduh lupa judulnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!