NovelToon NovelToon
Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tsabita

Arabella, dibesarkan oleh orangtua angkatnya yang cukup kaya raya, namun tidak pernah memberikannya kasih sayang. Hingga suatu hari, perusahaan orangtuanya terancam gulung tikar. Dan yang paling mengejutkan, bahwa dirinyalah yang menjadi jaminan atas semua hutang-hutang yang ada.
Elvan Aristides, seorang CEO dari sebuah perusahaan terbesar dan ternama. Status itu hanyalah peralihan dari kedudukannya, sebagai leader dunia bawah yang merupakan seorang psycopath dengan kekejamannya. Darinya tidak ada kata kasihan dan kesempatan kedua, bahkan dalam hidupnya tidak ada makhluk yang bernama wanita.
Dipertemukan oleh takdir, membawa mereka kedalam ikatan percintaan. Dipenuhi dengan berbagai halangan dan rintangan yang cukup berat, membuat ikatan tersebut semakin kokoh.
Sanggupkah Arabella untuk menghadapi dan menerima takdir tersebut?
Akankah seorang psycopath dan kejam mendapatkan cintanya?

Mohon dukungan like dan hadiahnya ya dan jangan lupa untuk tanggapannya, agar outhor menjadi semangat dalam berkarya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tsabita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16.

" Hufh! Selesai, kalian bersihkan sisanya." Rara menyeka peluh yang ada di dahinya, saat ia membalikkan tubuhnya.

" Aaaa..." Teriaknya yang kaget melihat siapa yang berdiri disana.

Dengan santainya, Elvan menatap dingin Rara yang masih menetralkan nafasnya.

" Kau mengagetkanku kak, sungguh kurang ajar kau!" Rara sudah tidak merasa canggung untuk mengumpat Elvan.

" Bagaimana keadaannya?" Tanya Elvan dengan begitu dingin.

Berjalan mencari tempat duduk, Rara merebahkan tubuhnya pada sofa yang ada disana. Menarik nafasnya secara perlahan, seakan-akan melepas penat yang ia alami.

" Aku akan mengutukmu kak kali ini! Benar-benar sifatmu itu harus dihilangkan, dia mengalami depresi atas perlakuan be**admu." Rara melirik Elvan begitu sinis.

" Seburuk itu dampaknya? Pengobatan apa yang paling ampuh?"

" Hah? Tumben bertanya seperti itu?" Rara menjadi heran dengan sikap Elvan yang sangat berbeda dari biasanya.

Berjalan mendekati tubuh wanita yang sudah menarik perhatiannya, Elvan menatap wajah Ara dengan begitu tajam.

" Pindahkan semua perawatannya ke mansion, biarkan semuanya nanti aku tangani." Elvan menoyor kepala Rara dengan menggunakan jari telunjuknya, karena lamban dalam menjawab pertanyaan yang ia berikan.

" Hah? Kakak pikir semuanya itu mudah?" Rara terus memberikan pertanyaan yang membuat kepala Elvan semakin pusing.

" Apa yang tidak bisa aku lakukan! Lakukan sekarang juga!"

Perkataan tegas yang Elvan ucapkan, membuat Rara menjadi takjub. Seakan terhipnotis dengan ucapannya, Rara menganggukkan kepalanya. Baru kali ini, ia menyaksikan seorang Elvan tunduk pada wanita, benar-benar diluar ekspetasinya. Selama ia hidup bersamanya, untuk menatap dan berbicara pada wanita saja tidak akan pernah ia lakukan terkecuali hanya kepada Rara.

Persiapan dan proses pemindahan perawatan Ara kini sudah selesai, semuanya berjalan dengan begitu cepat dengan mengatasnamakan Elvan Aristides. Siapa yang tidak mengenalnya, bahkan untuk dunia bawah saja akan tunduk padanya.

" Tugasku sudah selesai, aku mau pulang! Lama-lama berdekatan dengan kakak, bisa membuatku mati muda. Rawat dan jaga dia baik-baik, bila perlu jadikan dia kakak ipar untukku." Rara merenggangkan otot-ototnya, setelah membereskan semua kebutuhan pasiennya.

Hilangnya bayangan dari tubuh Rara, membuat Elvan semakin mendekati tubuh wanita yanh sekarang sedang berbaring diatas tempat tidur miliknya. Biasanya, tidak ada seorang pun yang bisa memasukinya terkecuali Rara dan Nany.

Kakak ipar? Apakah harus aku lakukan hal itu padanya? Kau benar-benar telah membuatku seperti ini tikus kecil. Elvan.

Dengan begitu setianya, Elvan menjaga dan merawat Ara. Bahkan semua pekerjaannya yang ada di perusahaan, ia limpahkan kepada Hugo. Mau tidak mau, sang asisten harus menjalankannya.

Selama dua hari lamanya, Ara masih nyaman dengan tidurnya. Setiap hari, Elvan meminta Rara datang untuk memeriksa keadaannya. Secara fisik, luka yang ada pada tubuhnya perlahan telah memudar dan sembuh. Rara memberikan pengobatan dan obat-obatan yang terbaik, namun tidak selaras dengan luka pada jiwanya.

" Perkembangannya cukup baik, mungkin ia masih nyaman dengan alam bawah sadarnya. Berikan stimulus dan cobalah untuk mengajaknya berbicara kak, jangan hanya asik memandanginya saja. Dan ingat, jangan main sentuh-sentuh lagi." Rara memperingatkan dengan tegas kepada Elvan.

" Dan satu lagi, sudah kakak pikirkan ucapanku waktu itu? Dia cantik lo kak, masa juniormu itu mau dimuseumkan lagi. Sayangkan, lagi pula kau sudah pernah memasukkannya ke dalam sarangnya. "

Tak!

" Ah, sakit" Mengelus keningnya yang baru saja mendapat sentilan dari jemari Elvan.

" Akan kakak kabulkan perkataanmu itu, bersiaplah." Membalikkan tubuhnya untuk keluar dari kamar, Elvan telah mempersiapkan semuanya.

" Apa!!! Kak, tunggu!"

Mengerjar dengan cepat, Rara mengimbangi langkah kaki Elvan. Berbagai pertanyaan ia layangkan kepada Elvan, seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh pria dingin dan anti dengan namanya perempuan.

Flashback on.

Wajah yang ia pandangi saat ini begitu meneduhkan dan menatapnya sangat dalam, meraih tangan mungil kedalam genggamannya. Tiba-tiba bibir itu bergerak, tangan itu pun kembali membalas ngenggamannya.

" To tolong, tolong."

" Jangan lakukan, ku mohon."

Suara-suara rintihan yang keluar dari bibir itu, memberikan rasa sakit pada hati seorang Elvan bagaikan tertancap senjata tajam.

Ara mengigau lagi, menandakan jika tubuhnya perlahan telah mulai membaik. Tanpa ragu, Elvan menahan bibir mungil itu menggunakan bibirnya. Bermaksud untuk menghalangi Ara dari mengigau kembali, namun lama kelamaan. Kecupan itu mendapatkan balasan, hal itu membuat Elvan sangat terkejut dan membelalakan matanya. Spontan saja, Elvan melepas kecupannya.

" Argh!"

Menarik nafas dengan kasar, mengusap wajahnya dan menghempaskan tangannya seperti meninju angin. Mengambil ponsel miliknya dan menghubungi seseorang, keputusannya membuat orang tersebut menjadi tercegang.

" Persiapan pernikahanku dengannya, kau urus semuanya."

Meninggalkan kamar menuju ruang kerja miliknya, Elvan meminta pelayan untuk memanggil Nany. Memejamkan mata bermaksud melepas segala kepenatan yang ada pada dirinya, sebuah keputusan sangat besar telah ia pilih.

" Permisi, ada apa memanggilku?" Nany tiba disaat Elvan masih larut dengan pikirannya.

" Ada harus aku bicarakan padamu, duduklah."

Nany menuruti perkataan dari tuannya, hingga pada saat Elvan berbicara. Membuat wanita paruh baya tersebut menjadi kaku dan tidak bergeming, hanya sorot matanya hanya yang menatap dengan sangat tajam kepada tuannya.

" Apa kau yakin dengan semua keputusanmu ini, anak nakal?! Pernikahan bukanlah permainan yang sewaktu-waktu bisa kau hancurkan, apalagi wanita yang akan menjadi bagian dari hidupmu itu adalah korban dari kenakalanmu! Apa ini hanya sebatas penebus rasa bersalahmu padanya? atau kau memang ada perasaan? Jika anak itu tahu kau menikahinya, bagaimana?" Tanya Nany dengan penuh selidik.

" Entahlah, aku juga tidak paham akan hal itu."

Plak!!

Tongkat sakti milik Nany sudah melayang mengenai kepala Elvan, membuat dirinya meringis.

" Kau boleh menikahinya, cari informasi tentang keluarganya terlebih dahulu untuk walinya. Jangan asal mengambil keputusan, dan hadapi apapun yang akan terjadi disaat dia tersadar."

Berjalan meninggalkan ruang kerja milik Elvan, terukir senyuman yang begitu manis dari bibir Nany.

Anak nakal itu, rupanya sudah mulai membuka hati. Baguslah, semoga keputusannya itu tidak berubah dan mereka bisa menjalaninya. Nany.

Flashback off.

Betapa terkejutnya Rara melihat persiapan yang sudah dilakukan oleh Elvan, bahkan ia tak mengira jika hal itu terjadi.

" Hugo, apa benar kakak akan menikah?" Rara menarik ujung jas yang digunakan asisten dingin itu.

" Hem, benar. Kau bisa sendiri melihatnya, gunakan matamu dengan baik." Jawabnya dengan begitu tegas.

" Aish, dasar pelit. Sama saja seperti tuannya, tapi. Apa kalian sudah menemukan keluarga yang akan menjadi wali nikah dari pihak perempuan?"

Pletak!

" Iyak! Sakit!" Teriak Rara setelah sentilan mendarat dikeningnya.

" Cerewet sekali, baca." Hugo memberikan sebuah berkas kepada Rara, yang dimana berkas tersebut berisikan segala informasi mengenai Ara.

" Wow! Ternyata, kau benar-benar gesit ya. Tidak sia-sia kakakku memperkerjakanmu."

Plak!

" Hei! Kenapa memukulku lagi!"

" Makanya, punya mata itu digunakan dengan sebaik mungkin.

Rara berteriak lagi, setelah Hugo memberikannya jitakan di kepalanya. Setelah melihat informasi yang berada pada berkas tersebut, Rara semakin yakin bahwa wanita itu adalah jodoh yang ditakdirkan untuk kakaknya.

1
Anjelli
keren banget cerita nyh thor, the best pokok nyh
Dewi Yanti
klo kt aku karakter ara tdk cocok memiliku keluarga mafia yg setiap hr bkln dlm bhy dn bayak musuh.. terlalu lemah dn tdk bs menempatkan posisi mn yg perlu di kasihani atau tdk,kurag tegas pdhl dia jg keturunan mafia dr ayahnya. baik boleh tp bodoh jangan
Dewi Fajar
benar benar psyco
Dewi Fajar
mampir tor
nunnaJ
hahhaa monster
nunnaJ
baguslah mulai akur semoga anaknya kembar
nunnaJ
mungkinkah ara hamidun thor?
Qaisaa Nazarudin
Di kerjain anaknya 🤣🤣😜
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣Ezra tau ya kalo daddy nya pura2 😜😜
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah Ara bisa mengandung lagi,dr prideksi dokter terdahulu bilang Ara sudah gak bisa hamil lagi,karena keadaan nya yg mengenaskan saat dia melahirkan Ezra dulu..
Qaisaa Nazarudin
Pantesan Namanya AraBella, Bella itu adalah nama ibunya..
Qaisaa Nazarudin
Elvan pasti sudah melihat bekas tamparan di pipi Ezra kan,,
Qaisaa Nazarudin
OMG ini Arion,rasanya bawahan Elvan tdk mengenali Arion,makanya bisa lepas gitu saja 😅
Qaisaa Nazarudin
Udah tau dia manusia berhati iblis madih saja kau tantang dan lawan,Bodoh,,Rasain tuh..
Qaisaa Nazarudin
Akui saja kekalahan mu Xavier,2 kelompok besar sudah bersatu utk menghancurkan kelompok mu..
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣 tolong belikan sekalian utk aku satu..😜😜
Qaisaa Nazarudin
#Di tuduh Elvan menculik Ara
Qaisaa Nazarudin
Apa pun kadih tau Jack terlebih dahulu,Kalo gak kalian yg akan dituduh Rlva menculik Ara..🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Qaisaa Nazarudin
OMG😱😱😱Ara…Ara di culik..
Qaisaa Nazarudin
Aduuh Arion tolong amankan baby Ezra tuh,udah deh Ara udah ada tim medis yg menanganinya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!