untuk cerita kali ini aku akan menceritakan kisah cinta Lardo Devhan Sanjaya
buat yang belum paham kalian bisa baca dulu novel turun menurunnya.
1. CEO JATUH CINTA
2.ALVARO SANJAYA
semoga kalian suka...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Ferdina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
baru sampai sini
Risa sudah bertekad akan bersikap profesional dalam bekerja, walaupun ingin rasanya Risa tidak pergi bekerja hari ini, tapi jika menghindar tidak akan menyelesaikan masalah.
seperti biasanya, Risa akan berpamitan dengan kedua orang tuanya, tapi langkahnya terhenti saat melihat Rena menghalangi jalan untuk turun.
Rena terlihat sedikit gemuk di mata Risa, tapi itu bukan urusannya juga.
"wah... anak kesayangan akhirnya keluar juga" ucap Rena tersenyum sinis.
Risa menghembuskan nafasnya kasar, malas meladeni Rena yang tiada henti mengusiknya setiap hari.
"minggir... aku mau keluar" Risa dengan nada dingin
"wah wah... mulai berani ya lo sama gue, inget siapa gue disini.. kakak lo"
"sejak kapan gue takut sama lo? dan sejak kapan lo mengakui gue sebagai adek?" tanya Risa membuat Rena skakmat
Rena menatap tajam Risa, ingin sekali mendorong saudara tirinya dari tangga tak jauh dari mereka.
"lo pembawa sial, lo itu sudah rebut semua milik gue... lo juga sudah rebut papa dan mama, lo gak pantas ada disini" teriak Rena dengan menarik rambut Risa dengan kuat.
"lepasin tangan lo dari gue... semua ini milik gue, milik keluarga gue, lo hanya orang asing disini" teriak Risa tak kalah keras
kedua orang tua mereka terkejut mendengar teriakan Risa, segera mereka mendekati anak anaknya yang sudah sering kali bertengkar.
bahkan Dimas syok melihat Rena yang bekasar menarik rambut Risa.
"RENATA..." teriak Dimas yang dadanya sudah naik turun karena emosi
"papa..." panik Rena dengan segera melepas tangannya dari rambut Risa yang sedikit rontok karena ulahnya.
"papa... Risa berlari memeluk papanya.
Heny juga menahan rasa amarah yang sudah membuncah, putri yang dulu ia banggakan tidak tau terimakasih kepada keluarga suaminya. Malu rasanya Heny melihat kelakuan sang anak yang semakin hari semakin tidak terkontrol.
"maafin Rena pa, Rena khilaf" ucapnya dengan mata berkaca kaca
PLAK...
suara tamparan keras di berikan Heny pada Renata sang putri, bahkan rona merah nampak di wajah Rena.
"apa yang mama lakuin, kenapa nampar aku" ucap Rena yang menyentuh pipinya dengan mata merah padam.
"itu pantas kamu dapat Rena, berapa kali mama bilang sama kamu, berubah Rena, jangan membuat mama malu terus menerus" kata Heny menangis sejadi jadinya.
menyesal karena sudah menampar anaknya, tapi itulah yang harus di lakukan seorang ibu, agar anaknya tidak lagi melunjak.
"mama sudah... tenang ma" Risa memeluk Heny dan ikut menangis
mereka saling berpelukan, dan Rena yang melihat itu semakin murka, dan benci pada Risa.
"saya sudah berbaik hati sama kamu, saya juga sudah memberikan apa yang harusnya saya berikan pada putri saya, tapi kamu sama sekali tidak pernah bersyukur dan tak tau terimakasih Renata, saya menyesal telah memiliki anak sambung seperti kamu" ucap Dimas menunjuk ke arah Rena yang berdiri mematung di depannya.
"papa..." ucap Risa dan Heny, tak menyangka Dimas akan mengeluarkan kata kata peda seperti itu
"sekarang keluar kamu dari rumah saya.." ucap Dimas pelan namun terdengar tajam dan penuh tekanan.
"papa.. maafin Rena pa, mohon jangan usir Rena pa" segera ia berlutut dan memeluk kaki Dimas
"lepas... jangan menunjukan wajah itu lagi pada saya," tegas Dimas
"papa... maafin Rena,"
"pa maafin Rena, tolong jangan usir anakku pa... aku mengaku salah telah memanjakan Rena, tolong beri dia kesempatan pa" mohon Heny kepada suaminya.
"sudah berapa kali aku berikan kesempatan putri kamu Heny, bahkan dia sama sekali tidak pernah mengikuti aturan keluarga ini, pulang larut malam, peri ke club malam.. bahkan bermalam dengan pacarnya yang tidak waras itu" ucap Dimas membuat Rena terkejut
semua kelakuannya di luar ternyata di ketahui papa tirinya, bahkan Heny juga sangat terkejut dengan ala yang di lakukan putrinya, bagaimana bisa Rena membuatnya semakin tidak punya muka.
"benar itu Rena?" tanya Heny dengan tatapan marah.
Rena hanya menunduk sambil menangis.
"jawab mama Rena..." teriak Heny mengguncang tubuh Rena dengan kasar
"maaf..." lirih Rena
Risa yang melihat suasana semakin tidak terkendali membuka suara... tidak ingin hal hal lain terjadi lagi dengan keluarga papanya.
"pa.. sudah, jangan emosi, nanti jantung papa kumat" ucap Risa
"papa sangat kecewa dengan saudara kamu Ris, kenapa menjadi wanita murah" Dimas tak bisa menyembunyikan rasa kecewa dan sedihnya.
"papa sabar... beri Rena kesempatan, aku yakin dia bakal berubah" ucap Risa
Rena tak habis pikir dengan sifat adik tirinya itu, dia sudah sering berbuat jahat.. tapi Risa selalu memaafkan,.
"maafin gue Risa... maaf" ucap Rena menyesal dengan apa yang ia perbuat
"sudahlah Rena, mending lo balik ke kamar, papa sedang emosi," perintah Risa dan langsung di turuti oleh Rena.
Heny yang melihat kebaikan dari putri sambungnya sangatlah terharu.
"terimakasih nak... mama benar benar salut dengan kamu" kata Heny memeluk Risa dengan penuh kasih sayang.
"papa juga bangga sama kamu sayang"
" ya udah sekarang Risa harus ke kantor pa ,ma.. sudah sangat telat, pasti Risa di tegur sama bos" ucap Risa membuat mama dan papanya merasa bersalah
"maafkan papa sayang"
"maafin mama juga sayang ya"
"gak apa apa kok, Risa nanti bilang aja ada sesuatu di rumah, pasti di maklumi" ucap Ris tersenyum pada keduanya.
"ya sudah berangkat kerja sayang, hati hati di jalan ya nak... jangan ngebut bawa mobil" kata Heny mengelus rambut
"auchh..." Risa mengaduh sakit saat Heny menyentuh rambutnya
"kenapa sayang?" tanya Dimas langsung khawatir melihat kesakitan anaknya
"gak apa kok ma.. cuma nyeri sedikit doang" lagi lagi Risa mencoba tersenyum pada kedua orang tuanya agar tidak kepikiran.
"coba mama lihat ya... " Heny ingin menyentuh kembali rambut Risa, namun segera Risa menghindar
"gak perlu ma.. kan Risa mau kerja" tolak Risa dengan halus
"ya sudah kalau gitu, nanti biar mama periksa setelah kamu pulang kerja"
"iya ma.. ya sudah Risa berangkat ya, assalamualaikum ma, pa" ucap Risa mencium tangan kedua orang tua tersebut.
mata Risa tanpa sengaja melihat Rena yang mengintip di atas, Risa tersenyum namun dengan segera Rena masuk kedalam kamarnya.
Rena menangis sejadi jadinya, kenapa semua sangat tidak adil padanya, bahkan mamanya sudah tidak seperti dulu ,kasih sayang mamanya sudah terbagi dengan Risa.
kenapa aku merasa iri dengan orang baik sepertu dia ya allah... /Renata
dari dulu Rena sangat rindu dengan sosok papanya, bahkan Rena tidak tau siapa ayah kandungnya. sosok Dimas membuat hidupnya bahagia, bahkan sosok Dimas lah yang membuat Rena mendapatkan sosok ayah yang hebat dan sangat sayang padanya.
egois memang jika Rena ingin di sayangi seorang diri, bahkan tidak ingin berbagi dengan Risa, semua milik Risa haris menjadi miliknya.
bahkan kamar yang ia tempati awalnya milik Risa, dulu ia menangis dan memfitnah Risa mendorongnya, hingga Dimas marah pada Risa.
🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎
HAI HAI... GIMANA PART INI?
maaf bila ada salah kata dalam cerita ya, dan tolong diberitahu jika ada kata kata typo.😘😘😘
JANGAN LUPA KALIAN LIKE 👍🏻 DAN KOMENTAR 📝 YA...
JANGAN LUPA JUGA SHARE BIAR BANYAK YANG BACA KARYAKU...
SUPPORT KALIAN SANGAT BERARTI BUATKU, DAN ITU MEMBUAT AKU SEMANGAT MENULIS.