NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Dengan Pria Dingin

Terpaksa Menikah Dengan Pria Dingin

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.6
Nama Author: Deby ria sitopu

Nia terpaksa kehilangan kesuciannya begitu ia salah memasuki kamar majikannya yang sedang dalam keadaan mabuk. Hal itu mengubah hidup Nia terpaksa menikah dengan tuannya yang baru saja ia kenal.


Hari-hari yang dilalui Nia terasa berat, menikah dengan pria dingin yang tak menginginkan pernikahan itu terjadi. Gael pria dingin itu terpaksa menikahi Nia setelah perbuatan bejatnya diketahui oleh ibu kandungnya.

Nia menerima perlakuan dingin suaminya mencoba memahami perasaan Gael yang menikahinya hanya karena mengikuti kemauan orang tuanya. untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Akan Gael menerima Nia sebagai istrinya atau sebaliknya? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deby ria sitopu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dekapan

"Kau sedang apa disini? "

Nia mendongakkan kepalanya tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata Gael. Nia bangkit dari duduknya. "Maaf tuan. " Lagi-lagi kata itu keluar dari mulut Nia padahal ia tidak melakukan apapun.

"Maaf untuk apa? " Gael terus menatap Nia yang menundukkan kepala nya tak berani menatap Gael lebih lama lagi.

"Ha? " Nia kebingungan dan mendongakkan kepalanya.

"Ini sudah hampir malam dan kau sedang apa disini? " Gael mengalihkan pembicaraan.

"Aku.. " Nia mengigit bibir bawahnya tak tau harus mengatakan apa.

"Masuklah! " perintah Gael dengan suara dingin.

Nia hanya bisa pasrah mengikuti Gael dari belakang memasuki mansion, merasa lega Gael tidak marah karna ia hanya duduk tanpa melakukan apapun.

"Pak Agus, apa saja yang dilakukannya seharian ini? " tanpa sepengetahuan Nia, Gael menanyakan aktivitas Nia sembari mendudukkan badannya diatas sofa yang ada diruang tengah mansion nya.

"Seperti biasa tuan nyonya hanya akan menghabiskan waktunya di taman belakang. " Terang pak Agus.

"Ada apa di taman itu sehingga ia selalu berada disana? " Gael melonggarkan dasinya kemudian menyandarkan punggungnya disandaran sofa tersebut.

"Apa dia menyukai bunga? " tanpa sadar Gael menanyakan apa yang disukai oleh istrinya itu.

"Seperti nya begitu tuan. "

"Baiklah, pak Agus.. Tolong pak Agus panggil dia kekamar ku." Gael meninggalkan tempat itu menuju kamarnya.

"Ada apa pak gus? " tanya Nia begitu membuka pintu kamarnya. "Maaf nyonya anda dipanggil tuan kekamar nya. "

"Benarkah"

"Ia nyonya. "

"Baiklah. " Nia pun segera keluar dari kamarnya.

"Ada apa ya pak gus? " selidik Nia berharap mendapat jawaban atas pertanyaannya sambil mengekor pak Agus dari belakang.

"Saya tidak tau nyonya. " Pak Agus tetap berjalan tanpa menoleh kepada nyonya itu.

"Silahkan nyonya! " pak Agus membuka pintu kamar tuannya itu setelah sebelumnya mengetuk pintu. Nia pun ikut masuk bersama dengan pak Agus.

"Tuan, apa ada lagi yang bisa saya bantu? "

"Tidak ada pak Agus, kau bisa kembali ketempat mu! "

"Baik tuan. "

Setelah kepergian pak Agus, seketika ruangan itu menjadi hening. Mau tidak mau Nia pun membuka suaranya.

"Ada apa tuan memanggil saya? " Nia bertanya dengan hati-hati.

"Aku ingin mandi, dan kau tau apa yang harus kau lakukan? " Suara dingin Gael seakan menembus kedalam tulang.

"Ia tuan saya tau. " Nia berjalan melewati Gael dengan menundukkan pandangan nya menuju kamar mandi.

"Tunggu! " Gael yang sedang duduk disofa melihat kaki kanan Nia yang masih dibalut perban.

"Ia tuan." Nia membalikkan tubuhnya menghadap tuannya itu.

"Kenapa kaki mu? " tanya Gael namun wajahnya sama sekali tidak menunjukkan ekspresi apa pun.

"Ini hanya luka kecil tuan. "

"Luka dikaki ku sudah dari beberapa hari lalu dan dia baru menanyakan nya hari ini? sungguh kau tidak pantas disebut dengan suami. "

'Benarkah? "

"Ia tuan. " Tanpa ingin berlama-lama Nia pun membalikkan badannya dan menyiapkan apa yang sudah diperintahkan oleh tuannya itu.

"Sudah tuan. " Nia yang baru keluar dari kamar mandi.

"Humm"

"Humm hanya itu? kenapa dia malas hanya untuk berbicara? "

Begitu Gael menutup pintu kamar mandi, Nia mengambilkan pakai untuk Gael dan meletakkan nya diatas ranjang.

"Semoga dia mau memakai pakaian yang sudah aku siapkan untuknya. " Seperti biasa Nia akan keluar dari kamar itu tanpa menunggu perintah dari tuannya itu.

Gael yang baru keluar dari kamar mandi, melihat pakaian yang sudah siapkan oleh Nia tadi. "Ternyata ada enaknya juga kalau sudah punya istri. " Gumana Gael dan sepersekian detik ia menyadari ucapannya. "Ada apa dengan ku ini? " Gael bingung dengan dirinya sendiri.

"Tidak, tidak aku tidak boleh memikirkan hal itu karna pada akhirnya dia akan sama seperti Kiren hanya akan membuatku terluka." Gael mencoba menepis perasaan nya sendiri tidak ingin merasakan hal yang sama.

Pikiran Gael kembali mengingat akan perbuatan Kiren yang begitu tega meninggalkan nya demi pria lain pilihan orang tuanya. Seketika rahangnya mengeras bahkan kedua tangannya ia kepalkan. menahan emosinya.

Tok tok

Suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya. "Maaf tuan...! " Nia membuka pintu tanpa menunggu ijin dari tuannya itu. Seketika Nia terkejut melihat wajah Gael yang seperti sedang menahan amarah bahkan kilatan matanya terlihat sangat menakutkan.

Deg

Nia merasa ketakutan ketika mereka beradu pandangan namun ia masih mencoba untuk memberanikan diri. "Maaf tuan, saya hanya ingin mengambil beberapa pakaian ku yang masih tertinggal dilemari. " Dengan langkah cepat Nia menuju lemari tersebut tanpa menghiraukan Gael yang masih duduk dan mengekori Nia melalui matanya.

Dengan terburu-buru Nia mengeluarkan semua pakaian nya dan belum selesai ia mengambil semua pakaiannya, Nia tersentak ketika merasa kedua tangan Gael melingkar di pinggangnya.

Deg

Seakan Nia tidak bisa bernafas dengan benar dan menikmati dekapan hangat itu. Dekapan seorang pria yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Tapi sejurus kemudian Nia tersadar dan meraih tangan yang melingakar di pinggangnya itu ingin melepaskan pelukan itu.

"Sebentar saja. " suara Gael tepat di telinganya dan kini Gael sudah menenggelamkan kepalanya di tengkuk leher Nia membuat Nia merasakan sesuatu yang berbeda.

Deru nafas Gael begitu terasa menyejukkan hatinya membuat Nia terbuai akan suasana itu dan ingin berlama-lama dalam pelukan itu. Cukup lama mereka berdua dalam posisi itu sampai pada akhirnya Gael melepaskan pelukannya. "Terima kasih. " Hanya itu yang keluar dari mulut Gael.

Nia yang terbuai dengan pelukan itu merasa sedikit kecewa dihatinya, tanpa membalikkan badannya menghadap Gael sampai Gael meninggalkannya menuju sofa tempat ia duduk sebelumnya.

"Ada apa dengan ku dan perasaan ini? " Nia berusaha bersikap biasa dan meninggalkan Gael tanpa sepatah kata pun yang terucap dari keduanya bahkan Nia sama sekali tak berani menatap Gael sedikitpun.

Nia menarik nafasnya dalam kemudian membuangnya dengan kasar, begitu ia berhasil keluar dan menutup pintu kamar tuannya itu. Tangannya memeluk pakaian yang dibawanya kedalam dadanya. Menyandarkan punggung dan kepalanya di pintu kamar tuannya itu.

"Ada apa dengan mu? kau melakukan hal yang tak pernah kau lakukan sebelumnya kepada ku? " Apa ini pertanda hubungan kita akan membaik layaknya hubungan pasangan suami dan istri? " Semua pertanyaan itu berputar dikepala Nia.

"Salahkah aku mengharapkan mu menganggap dan memperlakukan ku sebagaimana selayaknya seorang istri?"

Hay gaes... Maaf jika ceritanya sedikit membosankan. Tapi aku harap kalian mau mendukung karya ini menuju lebih baik lagi. Silahkan berikan masukan kalian untuk author abal-abal ini.

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya gaes.. Like, coment dan juga votenya sekalian ya.. Semoga pembaca setia novel ini selalu dalam keadaan sehat dan nantikan kelanjutan GaelNia ya gaes.

Salam ~Deby~ loveupull 💜💜💜💜

1
Sutri Ana
Luar biasa
Lina Kandar
lanjut tttt
Sakinah Amalia
Lumayan
Sakinah Amalia
Luar biasa
Rania Indani
Tania
Sri Ayuu
lanjuuut
wendyddy
not bad lahhh, tetap semangat nulis novel torr
Neng Sarah
suka dngn ceritanya ... ampe baca berulang ulang
Neng Sarah: love..lovee..thoor🥰😘😘
total 2 replies
Asyatun 1
keren
Herta Siahaan
😆😆😆 kasihan Gael yg ada Nia makin g percaya dan ragu padamu.... tumpuk terus masalah dgn Nia😆😆
Herta Siahaan
yg ada Nia makin menjauh dan pergi Gael dan si Mama jg harus nya tegas ma Serly
Herta Siahaan
Oalah Gael tuk menyatakan Nia sebagai istri mu aja kau tdk tegas apalagi bilang cinta.... makin down Nia ma Sikapmu
Herta Siahaan
Mama bilang ma Gael donk ... istrinya kan polos dan kurang peka mengingat dia dinikahi krna terpaksa dan dia trauma masa akhir hidup kiren dia diacuhkan....
Herta Siahaan
apa sich susah nya bilang cinta padanya Gael.,...
Herta Siahaan
Gael istri mu bingung dgn sikap mu... waktu dirimu mengurus Kiren dan cuek pd istri mu apa kau tahu betapa dia selalu pasrah dgn tangis dalam diam
Unnah_Azzahrah03
ini nggk ada Extrapart nya yah??
Ismiyati
wah tambah seru
Ismiyati
astaga npa lelet pdhl lgi seru2nya
Sofia Askana
i love this story. gak bertele-tele 👍👍👍
Sekar kedhaton👑
vas gitulah Thor 😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!