NovelToon NovelToon
Ketika Yuna Bertemu Duda

Ketika Yuna Bertemu Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:795.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Adisty Rere

Ini karya kesekian dari saya. Semoga kalian suka.

Adult romance.


Cerita absurd ini bermula ketika Yuna, gadis berusia 23 tahun yang menolak keras perjodohan yang orang tuanya atur.

Yuna yang memiliki kepribadian bebas dan suka semaunya sendiri memutuskan kabur dari Malang ke Jakarta dengan membawa banyak uang tunai. Niat hati ingin menghilang selama setahun agar orang tuanya sadar kalau dia juga punya hak mengutarakan pendapat dan memiliki hak penuh dalam memilih pendamping hidup.

Nahas, baru saja menginjakkan kaki di sana dia sudah menerima karma. Semua uang yang ada dibawa kabur oleh rampok.

Tanpa Yuna tahu ternyata uang yang dia bawa adalah harapan terakhir keluarga, usaha terancam bangkrut dan sang ayah pun terancam dipenjara.


Saat itulah dia bertemu James, si duda gagal move on. Pria itu membantu finansial keluarga Yuna dengan syarat Yuna harus bersedia menikah kontrak dengannya.

"Oke, aku setuju. Aku bakalan jadi istri kamu selama setahun. Tapi ingat, gak akan ada kontak fisik. Jika kamu melanggar kamu harus siap aku tuntut. Kamu juga nggak berhak mengungkit soal uang yang sudah kamu keluarkan untuk keluarga aku."

James terkekeh meremehkan. "Tenanglah emangnya apa yang kamu takutkan?"

"Tentu saja aku takut, Aku Yuna dan aku masih bersegel, siapa yang tahu kedepannya."

James kembali tertawa, nyalang dia menatap Yuna. "Tenanglah. Saya tidak berniat membuka segel tutup galon."


Cus baca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adisty Rere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tutup galon.

Tibalah mereka di Bandara Purboyo.

"Akhirnya ... Im back."

Bak orang yang baru saja keluar dari penjara, wajah Yuna begitu berseri saat menengadah menghadap langit, sedangkan tangannya sudah membentang begitu lebar. Ini benar-benar jauh dari prediksi saat memutuskan kabur ke Jakarta. Dia kira akan bisa hidup tenang setelah pergi, nyatanya yang didapat justru kemalangan yang tak henti. Kini, akhirnya dia bisa balik lagi dan bernapas lega setelah melalui hidup pahit selama beberapa hari di Jakarta.

Masih dengan posisi sama—tangan terbuka lebar dengan mata yang terpejam. Sementara bibir, melengkung hebat hingga James yang berdiri tiga tangga di bawahnya berdecak kesal.

"Hey, Yuyun. Bisa gak ekspresi kamu dikondisikan dikit? Gak enak diliat," ketus James akhirnya.

Yuna tentu saja langsung membuka mata. Dia mendesis sebal dan turun perlahan dari tangga jet pribadi milik keluarga Halim.

"Enak aja. Jangan panggil Yuyun dong. Udah kayak nama si mbok di rumah. Lagian ya, aku ini Yuna. Anak desainer kondang," balasnya dengan senyum jemawa.

"Tapi itu dulu. Sekarang bangkrut."

Nyes. Celetukan James telak menusuk dada. Yuna lagi-lagi hanya bisa mengerjap heran dan berdengkus sebal saat melihat punggung pria itu dari belakang.

Entahlah, dalam kesongongan James, Yuna merasa sedikit bersyukur. Meski jutek James tetap bertanggung jawab. Ya meskipun dia yakin pasti ada ebi dibalik tumis kangkung.

Tak berapa lama, di depan mereka tampak seorang pria berkacamata dan berpakaian serba hitam berlari dengan tergesa-gesa. Dia hampiri James dan menunduk patuh. Namun, tanpa Yuna sangka James justru menendang kaki pria itu hingga Yuna yang melihatnya menjadi ngilu.

Anehnya, pria itu bergeming. Meski sempat meringis kecil, dia tetap berdiri tegak.

"Dasar nggak becus!" umpat James lantas memasang kacamata hitam dengan gaya angkuh. Dia berjalan meninggalkan pria itu dan Yuna.

Sementara Yuna, dalam langkah dia sungguh kepo. Ingin sekali bertanya pada pria yang berjalan bersebelahan dengannya. Namun tak berani saat melihat wajah pria itu yang sama datarnya seperti talenan Mae.

"Ingat ya, lakukan dengan baik. Kamu kan doyan banget bohong, jadi saya mau lihat sepintar apa kamu berbohong. Kalau gagal atau orang tua kamu tidak merestui kita, otomatis kesepakatan yang sudah kita tandatangani gagal. Dan perlu kamu ingat, saya ini pengusaha. Jadi bakalan menjunjung tinggi dengan apa yang tertera di kontrak. Jika kamu tidak bisa memenuhinya, maka saya tidak berkewajiban apa pun dengan kamu. Saya juga bisa dengan mudah membalikkan keadaan orang tua kamu seperti semula," ucap James. penuh penekanan.

Yuna menggeleng, berdecak sebal kemudian mengarahkan mata kearah jendela. Kini dirinya sudah ada dalam Limosin mewah.

"Kamu tenang saja, aku orangnya amanah, kok. Lagian ini kan karena aku juga. Jadi aku akan berkorban mengembalikan semuanya ke semula," sahut Yuna.

"Berkorban?" James tertawa, suara tawanya menggema di dalam mobil. Tanpa ragu dia menatap Yuna yang kebetulan duduk di hadapan. "Bukankah ini lebih tepatnya disebut bertanggung jawab ketimbang berkorban?" sindirnya.

Yuna mendesis sesaat lalu memutuskan tak mau ambil peduli celotehan James, sebab ada yang lebih memancing rasa penasarannya. Dari pantulan cermin tengah dia dapat melihat seorang pria berkacamata tengah menyetir. Yuna terus menatap hingga sesuatu mendarat di pangkuan. Sebuah amplop berwarna cokelat.

"Apa ini?" tanya Yuna sambil memegang kuat kertas itu.

"Baca saja. Itu kontrak baru kita. Kontrak yang lama akan hangus kalau kamu tandatangani itu."

"Lho?" Meski ragu Yuna buka juga amplop itu. Seketika matanya membesar. "I-ini kenapa bisa jadi setahun? Bukannya kesepakatan awal kita cuma tiga bulan?"

"Ada perubahan rencana," balas James datar.

"Apa maksud kamu kita harus serumah selama itu?" Yuna menggelengkan kepala. "Gak, aku gak mau. Aku bisa jadi batu kalo kelamaan tinggal sama kamu."

"Heh, Yuyun. Kamu kira saya sudi? Sudahlah, tinggal tandatangani saja. Saya yakin kamu gak bakalan rugi. Justru kamu bakalan nyesel kalau nolak tawaran ini karena ...."

"Ya aku tau, tapi tetap aja. Setahun? Ya Tuhan ...." Yuna tergelak miris. Dipijatnya kening yang mulai berdenyut.

"Tandatangani saja," ketus James yang bernada perintah.

Yuna tak menjawab. Dia masih berpikir keras.

Merasa rencananya akan menjadi kacau, James pun kembali angkat suara. "Oiya, sebagai informasi, rumah kamu yang dulu sudah berpindah tangan ke orang lain."

"Apa?"

Mata Yuna yang tadinya ke bawah kini sudah melotot melihatnya. "Kamu bercanda? Tolong ya, jangan main-main sama aku," lanjut Yuna, menggeram.

"Ya, saya juga gak punya niatan main sama kamu. Saya gak punya waktu. Asal kamu tau saja, kemarin saat rumah kamu disita ternyata ada orang yang sudah ambil alih duluan sebelum orang suruhan saya ambil."

"Loh, kok bisa? Bukannya rumah itu belum dilelang?" Yuna makin tak mengerti.

"Bisa, karena dia punya uang dan punya orang dalam bank," sahut James.

Mendengar penuturan itu Yuna langsung melemah, dia lantas menyandarkan punggung di sandaran kursi. "Kenapa kamu gak usaha buat ambil alih rumah itu? Itu rumah keluarga kami. Rumah itu banyak kenangan buat kami."

Suara Yuna terdengar memelas. Namun, James sama sekali tak merasa iba. Dia hanya bersedekap sambil melihat wajah Yuna. Gadis itu bahkan hampir menangis.

"Kenapa harus usaha? Bukankah di surat perjanjian kita di tegaskan bahwa saya akan tebus semua hutang keluarga kamu dan bebasin ayah kamu dari penjara? Dan masalah mempertahankan rumah gak termasuk di dalamnya. Lagian yang beli rumah kamu benar-benar orang gila. Dia bakalan jual rumah kamu dengan harga lima kali lipat," balas James.

Tubuh Yuna merosot makin dalam. "Lalu, kenapa gak kamu beli?"

"Ya, akan saya beli jika kamu tandatangani itu. Setelah setahun, mau sepuluh kali lipat pun akan saya beli. Gimana? Setuju gak?"

Yuna masih tak menjawab.

James menaikkan sebelah alis. "Oiya, dan ada informasi tambahan. Yang beli rumah kamu itu seorang pengusaha mebel. Dia perjaka tua. Dan saya dengar-dengar kalau orang itu yang mau dijodohkan sama kamu ya. Oh iya, siapa namanya?" James menjeda kata, dia mengukir seringai. Melihat muka pucat Yuna membuatnya terhibur. "Ah, Yudit Pranaka. Yah, Namanya Yudit," lanjut James.

Mata Yuna makin melotot, bibirnya tampak bergetar. Sementara James, pria itu menyeringai licik sembari mencondongkan badan dan menatap Yuna makin dekat. "Apa kamu mau pilih dia dan nikah sama dia? Kalau kamu mau, saya juga gak masalah. Saya yakin dia mampu bayar lunas uang yang sudah saya keluarkan untuk keluarga kamu. Bagaimana? Pilih mana?"

Yuna masih bungkam. James yang menyadari kebimbangan Yuna memanfaatkan situasi. Cara tarik ulur dan putus sepertinya akan menarik untuk dilakukan.

"Gimana? Kalau kamu gak mau tandatangani itu gak apa-apa." James menarik lagi kertas yang ada di tangan Yuna.

Namun, Yuna menahannya dengan sekuat tenaga. Meski tak melisankan kata, sorot mata gadis itu menunjukkan tak ingin menikahi Yudit.

"Yes or no?" gertak James, penuh ketegasan.

Gegas Yuna mengangguk. "Ya. Aku bakalan jadi istri kamu selama setahun."

"Bagus." James tergelak penuh kemenangan lalu melepaskan kertas yang ada di tangan. Dengan santai dia melemparkan pulpen ke arah Yuna. "Tandatangani."

Setelah melakukan yang diperintahkan, Yuna menatap James dengan tajam.

"Ingat! Dalam setahun gak akan ada kontak fisik. Sekali melanggar aku bakalan tuntut kamu!" tegas Yuna sembari menunjuk-nunjuk wajah James.

"Hey, tenanglah. Apa yang kamu takutkan?" James masih terkekeh. Terdengar menyebalkan di telinga Yuna.

"Asal kamu tahu, aku masih bersegel. Dan aku takut serumah sama duda gagal move on kayak kamu."

Lagi, James terkekeh sinis. "Tenanglah. Saya tidak tertarik membuka segel penutup galon."

***

Hehehe lemes kali mulut James.

Btw like komen dan vote jangan lupa.

Dan jika bersedia. Promoin ya karya ini. Biar rame.

1
Fi Fin
hebat banget ya si ROSA sampe buat tiga pangeran jatuj bangun berebut cintanya
Haida Royana
50(51 okt nanti)...Semangat tor
Shofishofiah
Kecewa
Puji sunarti
lope2 ceritanya gk bosenin imbang komedi serius top3
Love Me Like You Do
hahahahaha karya2mu keren thor!!! di fizz0 jg aku udh baca smua
Adisty Rere: ya allah. makasih bnyak kak
total 1 replies
Mustika Utama Sari
bagus
Maya Sari Niken
lah kok cakepan aska???masya Allah Ro Won😍
Nur Ainy
okelaaahhhh
@shiha putri inayyah 3107
nyindir nya kena banget ya Yuna...
Idku Nursaman
perasaan kecopetan mulu si yuna... terlalu ceroboh..
Faris Moham
ini bneran yg baca pas mw tahun bru 2023
Faris Moham
terlalu muda
Aldissa
suka sm viaual cony...
Nur Adam
smgt thoor untuk krya mu
Nur Adam
busset thoor yudit jg lmyn thoor ckck
Nur Adam
gnteeeeng ssmua thoor jdi bapeeer hehe
@shiha putri inayyah 3107
berat... berat...yg sabar ya James...
ngadepin bumil yang aneh... bau ketiak jg di bilang wangi...🤭😂😂
@shiha putri inayyah 3107
Aska ganggu bos nya yg LG minta jatah LG sm istrinya 🤭🤣🤣😂😄
arthiagucia: hi salam kenal saya pendatang baru mampir yuk ke novel ku "Aku masih mencintaimu 🌹❤️
total 1 replies
@shiha putri inayyah 3107
si Otong,,, nya kasian... 🤭🤭🤭
@shiha putri inayyah 3107
hahaha 🤭🤣😀...

rasanya seperti di gigit semut.... tapi semut nya sekabupaten....😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!